NovelToon NovelToon
Senyum Sofi

Senyum Sofi

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:263k
Nilai: 4.9
Nama Author: Eka July

Bayangkan jika kamu memiliki kakak terkeren di kampus, pintar bahkan jenius dan populer tentunya, selain itu ia juga menyangimu dan menjagamu dari siapun yang mendekatimu.

Kakak mu juga memiliki seorang saingan yang tidak kalah keren, tampan dan pintar dari kakak mu dan membuatmu jatuh cinta. Bisahkah kamu memilih antara kakak mu atau laki-laki yang kamu sukai?

Sofi : Jangan perna lepaskan akau kak, meski aku memintanya.

Diori :Kamu adikku apapun yang akan terjadi nanti.

Aktara : Aku mencintai mu Sofi.



PERINGATAN!
TYPO BERHAMBURAN DIMANA-MANA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka July, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SS - 21

“Ahk..!” Sofi berteriak saat bangun

tidur, ia melihat kamar yang asing, ini bukan kamar Sofi pastinya.

“Ada apa?” Anisa memasuki kamar itu lalu memeluk tubuh Sofi, ia sangat

terkejut saat mendengar suara teriakan tadi.

“Tanten Sofi, kok bisa di sini, ini kamar siapa?” Sofi menatap bingung

“Ini kamar Tata,” jawab Anisa. Seketika mata Sofi membulat, ia tidak

bisa membayangkan apa yang terjadi tadi malam, tapi tiba-tiba Sofi tersenyum

membayangkan ia tidur bersama Aktara.

Aktara melangkah bersama Diori menuju kamar itu, keduanya tampak masih

mengantuk. Aktara ke kamar itu tentu saja untuk mandi dan berganti pakaian. Sedangkan,

Diori ke kamar itu ingin mebangunkan Sofi, karena gadis itu sulit untuk bangun

pagi, jadi sudah kebiasaan Diori untuk membangunkanya.

“Pagi Ma, pagi Sofi.” ucap Aktara lalu pergi ke kamar mandi.

“Pagi tante, dek mandi gih, kamukan mau ujian semester.” Diori

menginggatkan.

Sofi menatap heran pada dua laki-laki itu, begitu juga dengan Anisa,

keduanya saling bertatapan seakan bertanya, apa mereka tidur bersama  “Ya Tuhan!” ucap Anis dan Sofi bersamaan.

***

Sofi dan Anisa memandangi Diori dan Aktara yang makan bersebelahan,

mereka tampak biasa saja tapi terlihat cocok duduk bersebelahan seperti

sepasang kekasih, Anis dan Sofi mengeleng bersamaan.

“Ada apa?” Abraham berucap setelah melihat tingkah aneh Sofi dan Anisa.

“Tidak ada om.” ucap Sofi lalu memandangi Diori dan Aktara lagi, kedua

laki-laki itu saling berpandangan satu sama lain lalu tersenyum, Anisa dan Sofi

yang melihat itu meringis memasang wajah aneh.

“Pa, sepertinya kita harus menikahkan Tata sepepatnya.” Anisa berucap.

“Setuju!” jawab Abraham dan Aktara bersamaan, Diori mengeleng bersamaan

dengan Sofi. ‘Bagus kakakku juga tidak

setujuh dengan pernikahan mereka.’ gumam Sofi.

Sofi memperhatikan keakraban Diori dan Aktara, mereka seperti sepasang

kekasih kemana-mana bersama selalu bersama, itu membuat Sofi cemburu dan agak

aneh, ‘Apa kakak ku beneran gay? Tapi gak

mungkin, kakak kan dulu sempat pacaran sama cewek, tapikan itu dulu lima tahun

lalu, atau mungkin gara-gara kelamaan jomblo makanya kak Dio berubah jadi

penyuka sesama jenis?’ Sofi mengeleng-mengengkan kepalangnya

“Ahhhhhhhhhhhhh...

gak mungkin!”

 

***

 

“Sofi lo kenapa?” Lisa menghampiri Sofi yang dari tadi tidak terlalu

fokus dengan latihan karatenya.

“Lis, lo kan suka sama kakak gue, alis ngefans gitu, menurut lo kak Dio

itu suka sama cewek gak sih?”

“Maksud lo apa?”

“Kak Dio itu kayaknya gak suka cewek lagi dek?” Lisa tertawa

mendengarnya, lalu berucap “Gak mungkin Sof, lo ada-ada aja sih.”

Sofi kembali melakukan latihan karate sampai selesai, Sofi melihat Jesy

dari kejahuan, gadis itu duduk memperhatikan Diori yang sedang bercanda dengan

Aktara.

 

***

 

“Hai kakak ipar,” Sofi duduk di samping Jesy, gadis itu langsung

berbungga-bungga mendengar panggilan Sofi, “Kakak lihat apa?”

“Eh, gak, gak liat apa-apa kok” elak Jesy setenang mungkin.

“Kakak liat kak Dio ya?” mendadak muka Jesy bersemu merah, “Kak, coba

deh kakak liat, menurut kakak, kak Dio sama kak Tara, kayak -”

“Pacaran,” potong Jesy, Sofi langsung menatap Jesy ternyata pikiran

mereka sama .Keduanya saling mengangguk satu sama lain. “Kita harus mastiin itu

Sof, gue gak mau Diori gue suka Tara.” Gumam Jesy

“Setujuh kak, aku juga gak mau kak Dio ngedeketi kak Tara.” keduanya

lalu berjabat tangan.

***

Sofi, mengirimkan pesan tingkat untuk dan Aktara, mereka hari ini

berjanji  bertemu di salah satu kafe

tempat biasa Jesy biasa ngumpul bersama teman-temanya, ini semua adalah ide

Jesy mereka ingin memastikan bahwa keduanya tidak pacaran. Jesy sudah duduk

selama sepuluh menit menunggu Sofi, Diori dan Aktara.

Sofi terlambat datang karena tadi gadis itu harus ke dokter gigi untuk

melepas behel giginya, karena menurut Aktara dan Diori, Sofi tidak membutuhkan

itu lagi, sebab Diori dan Aktara akan menjaganya dari godaan laki-laki hidung

belang yang menganggunya, jadi mulai sekarang Sofi tidak harus berpenampilan

cupu dengan behel gigi atau kaca mata besar.

“Cantik.” ucap Aktara saat Sofi keluar dari ruang dokter gigi dan

memerkan deretan gigi rata dan putih miliknya.

“Tentu saja cantik, adik gue.” Diori memeluk adiknya hangat, Aktara

mendengus kesal melihat mereka berdua.

***

“Hai, kak maaf telat,” ucap Sofi lalu duduk di samping Jesy, saat mereka

sudah tiba di sebuah cafe tempat yang Jesy janjikan sebelumnya. Aktara dan

Diori duduk di depan mereka, tepatnya Diori duduk di hadapan Jesy sedangkan

Aktara duduk di hadapan Sofi. Setelah memesan, mereka mengobrol beberapa hal,

tidak lama pesanan mereka datang.

“Di, jangan kasih lada lagi, nanti kepedesan loh.” Aktara menginggatkan,

Diori cuma bisa nyengir kuda, Sofi dan Jesy menautka dua alisnya melihat mereka

layaknya pasangan kekasih, mereka semua tahu jika Diori tidak suka pedas.

Diori dan Aktara malah sibuk bercanda saat makan, seolah tidak

menganggap keberadaan Sofi dan Jesy.

“Kak bisa berhenti gak bercandanya, kita ini lagi makan loh.” cetus Sofi

seenaknya.

Keduanya langsung diam lalu menikmati makanan mereka, tiba-tiba seorang

wanita cantik dan tinggi  baru saja

memasuki kafe itu dengan pakaian seksi dengan menonjolkan semua bagian

tubuhnya.

“Seksi ya,” gumam Jesy, Sofi mengangguk setujuh, keduanya merasa minder

dengan diri mereka sendiri.

“Biasa aja.” ucap Diori dan Aktara bersamaan, Sofi dan Jesy menautkan

alisnya  sekali lagi, bagaimana bisa

Aktara dan Diori mengangap wanita yang cantik bak model itu biasa aja,

jangang-jangan benar kalau mereka telah berubah arah lebih suka sesama jenis.

 

“Kak Dio suka cewek kan?” Sofi berucap dengan takut-takut, Diori dan

Tara lalu tertawa mendengarnya, Diori lalu mengetuk-ngetuk dagunya memandang

Aktara dengan senyum mengodah begitu juga sebaliknya, itu membuat Sofi jijik

melihatnya.

“Tergantung?” jawab Diori

“Tergantung apa kak?” tanya Sofi penasaran.

“Ya, tergantung ceweknya gimana dulu, kalau cewek itu berani nembak ya,

nanti kakak pikirkan untuk menyukai cewek itu.” Diori lalu meminum jus jeruk

kesukaanya. Ia hanya ingin mempermainkan Sofi saat ini, itu adalah salah satu

upayanya balas dendam karena kemarin Sofi telah mengerjainya dengan kopi gurih.

“Di, aku cinta sama kamu,” Seketika Diori memuncatkan minumanya ke muka

Jesy, membuat gadis itu ingin menangis, Jesy hanya bisa mengangah sambil

menutup mulutnya, sedangkan Aktara tertawa lepas.

Diori mengambil beberapa tisu dan membersihkan muka Jesy lalu berkata “Maaf.”

Diori benar-benar tidak menyangkah jika Jesyakan mengatakan persaanya, tadi dia

hanya mengoda Sofi untuk membuat adiknya ini kesal, tidak ada meksud lain.

“Gak, papa kok, aku tahu kamu benci sama aku.” seketika Jesy beranjak

dari kursinya dan pergi meninggalkan mereka bertiga, Aktara langsung diam saat

melihat raut kesedihan di wajah Jesy, sedangkan Sofi mungkin dia masih cukup

terkejut atas penyataan cinta Jesy pada kakaknya.

Entah dorongan apa yang membuat Diori mengejar gadis itu, ia benar-benar

tidak menyangkah kalau Jesy akan marah karena kejadian tadi.

 

***

 

Diori dan Jesy duduk di dalam mobil milik Diori, laki-laki itu berhasil

menemukan Jesy yang sedasng berjalan sambil menangis, dengan sigap Diori

menarik Jesy masuk ke dalam mobilnya, walau Jesi sempat beberapa kali menolak

namun akhirnya mengikuti kemaun Diori,  selama

dalam perjalannan keduanya diam, tapi Jesy terus menangis, hingga mereka sampai

di halaman rumah yang cukup besar hampir menyamai besarnya rumah Aktara.

“Jes, maafin aku. Sumpah aku tidak sengaja tadi, aku kaget denger kamu

ngomong itu.” Diori menjelaskan dengan penuh penyesalan.

“Aku gak, marah soal jus jeruk yang kamu muntahin kemuka aku, aku cuma

gak suka kamu suka sama Aktara, aku lebih ikhlas kalau kamu suka sama cewek

lain, tapi pleace  jangan cowok.” Jesy membuka suarahnya setelah

hampir satu jam diam selama dalam perjalanan,  mata wanita itu terus saja menangis walau tidak sejadi tadi.

“Maksud kamu apa?” Diori bingun dengan pernyataan Jesy yang mengahapus

air matanya dengan kasar, tapi gagal air mata itu terus keluar.

“Aku akan tetep jadi fans kamu kok apapun yang terjadi, tapi aku mohon

kamu jangan jadi gay.” mata Diori membulat mendengar perkataan Jesy, hampir

saja dia terbahak mendengar penuturan Jesy, susah paya Diori menahan senyumnya

terhadap Jesy.

Diori berpikir pantas saja Sofi akhir-akhir ini aneh, selalu membuntutinya

kemanapun, awalnya Sofi sendiri tapi akhir-akhir ini Jesy juga selalu bersama

Sofi membuntuti Diori dan Aktara.

“Aku tahu akau gak cantik, gak seksi, gak sepintar kamu, aku cuma

mph...” Diori tiba-tiba melumat bibir Jesy lembut, gadis itu membeku,

jantungnya seakan ingin melompat dari dadanya, ia masih tidak percaya apa yang

sedang terjadi ini seperti mimpi banginya ‘Apa

Diori menciumku?’

“Aku cinta sama kamu Jes.” Ucap Diori di setelah ciuman Jesy, ia

mengelus muka Jesy yang memerah dan masih basah karena air matanya tadi. Jari

tangan Diori dengan sabar menyapu sisa air mata itu sebelum Diori mencium Jesy

lagi dan gadis itu membalas ciuman itu, lama keduanya berciuman hingga

kehabisan napas.

 

***

 

Di tempat lain, Aktara membawa Sofi pulang, sudah malam tapi Diori belum

juga pulang, Sofi duduk sendirian di tepi kolam, sambil merendamkan kakinya, ia

ingin sekali berenang tapi takut tengelam, mata Sofi sesekali melihat ke arah

gerbang rumah Aktar berharap kakanya itu pulang tapi sayangnya sepertinya Sofi

masih harus bersabar.

Aktar datang membawakanya segelas susu, lalu duduk di sampingnya, “Minum

dulu,” ucap Aktara, Sofi memandangi gelas susunya, ia takut Aktara akan

membalasnya nanti.

“Gak mau, kakak minum duluan aja.” tanpa basa basi Aktara menegak susu

itu

“Enak.” gumam Aktara, lalu memberikanya pada Sofi.

“Bener ya enak, awas aja kalu rasanya aneh,” jawab Sofi lalu meminum

susu itu dan benar saja susu itu enak tidak ada yang aneh di sana.

Aktara tertawa mendengar ucapanya “Hahaha, mana mungkin aku tega ngerjain

cewek yang aku cintai.”

Seketika Sofi memuntakah minumanya kearah kolam, beruntung tidak kemuka

Aktara seperti yang Diori lalukan “Kamu itu ya, sama kayak Didi.”

Aktara memutar wajah Sofi agar menghadapnya, tangan lak-laki itu

mengusap sudur bibir Sofi yang penuh cairan susu.

Sofi hanya diam mencobah menahan detak jantungnya yang tidak terkendali,

mata Sofi terus menatap mata hitam pekat milik Aktara, laki-laki itu juga

melakukan hal yang sama, sebuah senyuman terukir di bibir Aktara, laki-laki itu

mendekatkan wajahnya pada Sofi hingga sampai beberapa inci, bibir mereka

bersentuhan, Aktara melumat bibir Sofi lembut, awalnya Sofi hanya diam, lalu

membalas ciuman itu, sebenarnya Sofi binggung harus bagaimana, ia tidak

berpengalaman untuk masalah berciuman, karena ini ciuman pertamnaya.

“Aku mencintaimu Sofiku,” Aktara berucap setelah mereka menghentikan ciuman

itu karena kehabisan napas.

“Aku juga mencintai kakak.” jawab Sofi lalu menunduk, Aktar tersenyum

melihat tingkah Sofi yang malu-malu, ia bisa melihat pipi Sofi yang memerah,

laki-laki itu mengelus lembut pipi itu lalu menciumnya.

“Makasih sayang.” gumam Aktara, Sofi hanya mengangguk dua kali.

 

***

 

Diori berjalan cepat menuju kolam renang saat melihat Sofi bersender di

bahu Aktara, laki-laki itu juga memeluk pingang Sofi “Ta, gue belum kasih restu

lo sama adik gue!” cetus Diori lalu menarik Sofi membawa adik gadisnya ke kamar,

Aktara hanya terdiam menyaksikan kejadian yang sangat cepat itu.

“Gue perlu ngomong sama lo!”Diori berdiri diambang pintu kamar Aktara

“Oke, masuk.” jawab Aktara tenang berusaha menyembunyikan ke gugupanya

pada Diori, bagaimanapun Diori berbahaya jika sudah menyangkut Sofi.

“Gue gak akan ngizin lo pacaran sama Sofi adik gue, kalau lo cuma mau

maini dia. Lo tahu Sofi sangat berharga bagi gue, Sofi segalanya buat gue Ta!”

Diori berkata dengan tegas.

“Aku tahu Di, karena itu aku serius sama Sofi, aku gak akan nyakiti Sofi.”

jawab Aktara mantap dan penuh keyakinan.

“Kita liat aja nanti.” Diori pergi meninggalkan Aktar.

Sebenarnya Diori senang kalau misalnya Aktara serius dengan Sofi, ia

tahu siapa Aktara, laki-laki itu selalu setia dengan satu wanita, ia juga tidak

akan main-main kalau sudah mencintai seseorang, tapi entah mengapa ada sedikit

rasa khawatir dalam hati Diori, terlebih lagi masalah papanya belum selesai.

Hampir setiap hari Sofi dan Diori menginjungi papanya, kadang Aktara

juga ikut, begitu juga dengan Anisa dan Abraham mereka setiap akhir pekan

mengunjungi Median, sudah hampir dua bulan papanya di penjara, dan sampai

sekarang belum ada titik terang mengenai kasus itu.

 

***

 

“Sayang kamu mau kemana lagi?” Aktara bertanya, dari tadi mereka jalan

berdua dalam mall, Diori memberikan izin dengan syarat jam tujuh malam mereka

sudah ada di rumah, selain itu juga Diori sedang sibuk dengan Jesy saat ini,

mereka juga memulai hubungan yang sama seperti Aktara dan Sofi.

“Kita duduk di bangku taman aja ya kak,” jawab Sofi sambil tersenyum

lembut

“Kamu itu ya, masih aja manggil kakak, kan kita uda pacaran, uda

seminggu loh.” Aktara memanyunkan bibirnya pura-pura kesal, Sofi sangat suka

kalau Aktara sedang ngambek, laki-laki itu terlihat lucu.

“Terus apa dong, kak uda kebiasaan manggil kakak?” jawab Sofi sok suci

“Aku mau kamu mangil aku sayang juga oke,” Aktara memohon.

“Emmmm... oke deh, sayang.” Aktar benar-benar gemas dengan tingkah Sofi,

ia langsung melumat bibir Sofi, tidak peduli orang memperhatikan mereka. Sofi

mendorong dada Aktara untuk memberhentikan seranganya tapi tidak di pedulikan

laki-laki itu.

“Ih, mesum!” Sofi berteriak kesal, Aktara semakin cekikikan

mendengarnya.

Tanpa mereka sadari seorang wanita memperhatikan mereka dari jauh,

wanita itu sangat cemburu dan iri. Mengapa Sofi, selalu bahagia, padahal ia

sudah menyuruh orang tuanya untuk memenjarakan ayahnya.

1
Oh Dewi
mampir ah mana tau seru.
Susah banget soalnya nemu novel yang bagus gitu buat di baca.
Terakhir aku baca yang judulnya "(Siapa) Aku Tanpamu)", bagus banget ceritanya tapi yang baca dikit, kasian otornya.
Dan jangan lupa, searchnya pakek tanda kurung
timin
huaa..sumpah cerita.y bgus bangettt👍walau udah baca berulang2 tpi ttp nangis😭😭
Kaka Dwipa
ending Bagus, ceritanya Ga berbelit2
Chika Purnama
keeereeeennn.... cerita mantap.. singkat padat jelas... tidak bertele tele..... nangis terus baca ceritanya.... luar biasa lah.... dari semua novel yg kubaca cuma ini yg the best lah....
Rini
Sad ending...seperti itu lah hidup tak selalu indah!!
Nenden Andria Daffa
nangis bombay thor ending ny
Lizbet
Yaaah sad ending berharap ending nya sofi bahagia tp teernyata sofinya meninggal.....
Yasmine Putri
belum nangkap cerita inti nya...panjang bgt alur cerita nya...tp blm jelas..isinya..
Ira Wati
nangis bacanya
Isnadila29
thor nangis aq bacanya😭😭
Bunga
Aku nggak tau bagaimana caranya menangis
Dao_Sea: izin promo nya thor, hai guys jangan lupa mampir dilapakku yah.

Buat baca cerita Cinta untuk tuan.

💪semangat thor buat nulisnya

makasih
total 2 replies
Lindawati Karliman
knp sih thor ga bkn happy ending ? sgt sedih dan dirasa tdk adil. sofi anak yg baik knp hdpnya jd begini ? 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

makasih atas ceritanya...sukses selalu. please laen kali bkn cerita yg happy ending 🙏🙏😅😩
Lindawati Karliman
kok jdnya begini sih, ga rela knp sofi hrs pergi selamanya 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Lindawati Karliman: oh baik, makasih infonya ya. aku akan baca...sukses selalu
total 2 replies
Lindawati Karliman
sedih bgt .....
Lindawati Karliman
sepertinya alif suka dgn sofi
Lindawati Karliman
ceritanya menarik
Naoki Miki
haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
cuss bacaa jan lupa tonggalkan jejaak🤗
tkn prfil q ajaa yaa😍
vielen danke😘
Haryanty Anthy
novel yg menguras airmata,.. 😭😭😭😭😭
BIDADARIQ 1516: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya
"cinta pertama tuan mudaku"
thanks 💕
total 1 replies
Dhita Tata
God job thor novel mu bikin air mata ku keluar trus
Dhita Tata
novel mu sungu sukses thor bikin air mata qu mengalir trus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!