Aku Naura Angraini, sangat menyukai pekerjaanku, aku menyukai hobbi yang aku lakukan, hidup sendiri tanpa pasangan di umur yang menginjak 28 tahun bukan masalah bagiku.
Tapi kehidupan nyamanku mulai berubah seperti rolercoster saat kedua orang tuaku mulai memaksaku untuk menikah.
Aku yang masih belum siap untuk menikah, harus mencari pria yang bisa aku nikahi atau aku akan terpaksa menikah dengan orang yang sudah orang tuaku pilihkan. Apa yang harus aku lakukan, aku masih belum bersedia kehilangan kebebasanku, aku belum mau kenyamananku yang sekarang menghilang, Apa aku menikah kontrak saja?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seulmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. Ternyata Playboy
Aku masih terpaku menatap Arjuna yang masih tegak di depan pintu dengan sejuta pesonanya.
‘deg deg deg’ sejak tadi jantungku tidak berhenti berdetak dengan kencang dan itu semakin membuat aku menjadi gugup, mata sayu itu, rambut yang acak acak kan bukannya membuat tambah jelek tapi membuat dia semakin tampan, mataku tidak bisa berhenti menatapnya, dia seperti dua orang yang berbeda.
“Hari ini aku berantakkan karena terlambat bangun, aku pikir aku akan bangun tepat waktu, tapi ternyata aku salah” keluh Arjuna.
“hmm, apa kau bukan orang yang selalu bangun pagi?” tanyaku tanpa sadar. Aku mengasumsikan begitu karena dia selalu pergi lebih dulu dari diriku, bahkan saat aku berusaha bangun lebih cepat dia sudah hilang lebih dulu.
Arjuna memejamkan mata sebentar lalu kembali mengacak rambutnya frustasi, “sebenarnya aku jauh dari kata itu, aku selalu meninggalkan ponselku di sebelah telingaku, agar aku bisa mendengar suara alarm yang sudah aku atur” aku Arjuna.
Aku memang mendengar suara nada dering tadi pagi tapi karena suaranya tidak terlalu kencang aku mengabaikannya. Apa dia memang sudah mengatur alarm pada ponselnya, tapi kenapa?
Aku mengernyitkan kening bingung, kenapa pria ini ingin terlihat sempurna di depanku?
“Ahh itu dia!” pekik Arjuna. Aku menoleh melihat apa yang arjuna tunjuk, pria itu berlari mengambil ponselnya yang ternyata tertinggal di dekat meja dekat kunci apartemen. “ternyata ponselku ada disini, karena benda ini aku tidak bisa bangun pagi” gumamnya pelan dengan senyuman yang berbeda dari biasanya.
Aku masih diam memperhatikan semua perubahan Arjuna, dia seperti sosok yang berbeda, benar benar berbeda, apa sebenarnya ini adalah sifat asli Arjuna, tapi kenapa selama ini dia bersikap terlalu sempurna? dia bukan sedang berusaha mendapatkan hatiku kan?
“Lihat, aku sudah membuat alarm, karena tidak di dekat telingaku makanya aku tidak terbangun” Arjuna seperti sedang memberikan penjelasan yang aku rasa tidak perlu. Mataku tidak sengaja menatap notifikasi pesan yang masuk pada ponselnya.
‘Bisakah kita bertemu malam ini’ mata ku memang jeli, tulisan kecil seperti itu bisa aku lihat dengan jelas.
Arjuna kembali melihat ponselnya dan mungkin dia membaca pesan yang tadi aku lihat, karena pria itu bergumam pelan entah untuk memberi penjelasan padaku atau bergumam sendiri, “malam ini… oh iya, dia bilang ingin makan yakiniku bersamaku, tapi aku sedang tidak mood makan itu”.
“hmm… jadi, kekasihmu sangat hebat memasak ya?” komentarku tiba tiba setelah sejak tadi diam.
Arjuna mengalihkan tatapannya dari ponsel dan menatapku datar, “apa yang membuatmu berpikir seperti itu?”
“hmm, itu aku melihat alat alat dapur di rumahmu sangat terjaga, i-itu, jika dia mau kesini untuk memasakkan sesuatu untukmu, aku akan menginap di rumah sewaku, kau tidak perlu sungkan padaku” aku merasakan ada denyutan nyeri di hatiku saat mengatakannya.
“Oh itu tidak perlu, aku punya batasanku, dia tidak pernah ke sini, selain itu aku ingat dia tidak bisa memasak apapun” Jelas Arjuna.
“benarkah itu?” aku ingin sekali menepuk mulutku yang berbicara secara spontan.
Aku melihat arjuna memegangi dagunya seperti sedang berpikir, “hmm beberapa ada yang bisa memasak, beberapa tidak, ada yang enak juga dan ada yang tidak enak?”
“Ehhh? Tu-tunggu, apa maksudmu?” pekikku dengan kencang.
“beberapa kekasihku bisa memasak, beberapa lagi tidak bisa, tapi yang tadi mengirim pesan seingat ku tidak bisa memasak, atau bisa, entahlah aku lupa” jelas Arjuna.
Mataku melotot mendengar penjelasan pria ini, jadi pacarnya lebih dari satu, pantesan saja tidak ada yang dia pilih sebagai istri. “Jadi maksudmu, kau berpacaran dengan beberapa orang begitu?” tanyaku sedikit berteriak.
“Yeah” jawab arjuna santai sambil mengangguk dengan mudahnya, wuuaahh dia memang pria gila kenapa aku bisa menikah dengannya.
“Ka- kau benar benar melakukan itu?!” ulang ku sekali lagi.
“Hmmm, tidak ada yang salahkan” jawabnya santai sambil tersenyum lebar.
Aku seperti baru saja membongkar rahasia terbesar dari direktur ku sendiri, pria yang menarik? Bertalenta? Sopan? Rapi? Lembut? Baik? Semua itu ternyata hanya topengnya saja, ternyata selama ini dia pria brengsek, playboy nomor satu yang harus aku waspadai. Seberapa banyak kekasihnya kenapa tidak ada salah satu dari mereka yang mampu membuat arjuna berkompromi untuk menikah.
Pria ini adalah pilihan paling buruk yang pernah aku ambil dalam hidupku. Kemana Arjuna Danuarta yang selama ini aku kenal, siapa pria di depanku ini? Apa dia benar benar arjuna Danuarta, apa dia punya kepribadian ganda?! atau dia memang dia orang yang berbeda.
“hmm, aku harus menjawab apa ya” aku melotot tidak percaya dia masih sempat sempatnya focus menatap ponsel, seperti tidak punya masalah sedikitpun. “ohh sial, aku salah mengirim pesan pada gadis yang lainnya” umpatnya yang mungkin baru saja salah kirim pesan
Aku mengepalkan tanganku sangking geramnya, kenapa di kantor tidak pernah ada gossip tentang dirinya yang memacari beberapa orang? Kenapa gossip di kantor hanya tentang kelebihan pria ini, aku baru saja tertipu dengan sosok buaya ini.
“Kalau gitu aku pergi, aku sudah terlambat ke kantor” Kesal Ku. Aku berlari kencang mengacuhkan teriakkan Arjuna dari dalam, terserah dia mau berteriak apapun, aku bersumpah tidak akan pernah peduli dengan pria playboy itu.
...🎀🎀🎀🎀🎀...
2.3 bulanan kayaknya 🤭
3. wanita A (salah satu "pacar" babang Arjuna)
4.cincin couple
gimana sebenarnya kehidupan, babang Arjuna dulu 😳😳😳