Berawal dari cinta yang manis berlanjut dengan pernikahan yang harmonis. Membuat rumah tangga Abi dan Salma di penuhi dengan kebahagiaan.
Sebagai suami yang baik, Abi tidak pernah menuntut apapun terhadap Sang istri mengenai keturunan, Walaupun sebenarnya ia sangat ingin.
Hingga hampir dua tahun usia pernikahan mereka, Sebuah rahasia terungkap bahwa selama ini ayah dari Salma adalah seorang pria yang pernah membunuh kedua orangtua Abi di masalalu.
Sikap yang semula manis, lemah lembut serta perhatian penuh yang biasa Abi berikan terhadap Salma berubah menjadi datar dan dingin seakan sulit di sentuh.
Sampai Akhirnya Salma memilih pergi meninggalkan kehidupan suaminya setelah ia mengetahui fakta bahwa ia akan di jadikan alat balas dendam atas kematian orangtua Abi Suatu rahasia yang tidak Salma ketahui sama sekali.
Lalu bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
"Aku memang pergi tapi aku tidak akan pernah melupakan memori indah cinta kita " _Salma Rania
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Sudah Makan
Salma keluar dari persembunyiannya, Secara ia mengurungkan niatnya memanggil sang suami agar makan malam karena semua sudah siap.
Mendengar pembicaraan sang suami tadi, Mendadak Salma ciut. Sepertinya Abimana belum bisa di ganggu. Alhasil Salma lebih memilih untuk kembali ke ruang makan seraya menunggu sang suami disana.
Salma duduk di kursi tempat biasa ia duduk. Wanita itu menghela nafas panjang, Matanya menatap nanar berbagai menu yang tersaji di atas meja. Jujur ia sangat merasakan lapar sebenarnya.
Bagaimana tidak, Sejak siang ia belum makan apapun. Dan sekarang hendak makan duluan, Ia kepikiran sang suami yang sama sekali belum makan sama seperti dirinya.
"Sebenarnya ada apa sih mbak.. Kok kayaknya Tuan Abi rada' Lainan ya.. Kasian itu Non Salma nungguin dari tadi.."Ucap salah satu pelayan di rumah itu dengan nada berbisik takut ada yang mendengar.
"Mbak juga gak tau.. Yang Mbak tau itu tadi, Pulang-pulang Tuan Abi kayak marah gitu..
"Marah sih marah Mbak... Tapi jangan sampek keterlaluan lah.. Apa gak kasihan kalo istrinya rela gak makan demi nunggu suaminya...
"Iya juga.. Tapi ya wes lah.. Kita gak perlu ikut campur. Namanya juga berumah tangga, Masalah dikit pasti ada.. Palingan besok juga akur lagi..."Para pelayan yang berada disana pun hanya bisa geleng-geleng saja. Mau ikut campur mereka sadar diri siapa mereka.
Akhirnya mereka pun lebih memilih untuk pergi saja, Meninggalkan Salma yang masih duduk.dan setia menunggu kedatangan Sang suami.
Sementara Salma sendiri, Wanita itu berulang kali melirik jam yang berada di dinding. Sudah hampir satu jam ia berada di sana. Akan tetapi sampai sekarang Abimana belum juga datang. Padahal cacing di perut Salma sudah tampak saling serang disana.
"Mas Abi kemana sih? Apa dia gak ingat sama makan malamnya.."Gumam Salma lagi. Wajah yang biasa penuh dengan senyum itu mendadak sendu, Salma sedih. Jika memang ia salah, Tapi apa salahnya? Jika di ingat-ingat Salma tidak melalukan kesalahan apapun. Tapi memang ia salah, Harusnya Abimana katakan apa salahnya. Bukannya mendiamkannya seperti ini.
Arah jarum jam terus berputar, Tanpa terasa kini waktu sudah menunjukkan pukul 00.30 menit. Salma yang semula menunggu Abimana kini wanita itu sampai tertidur di ruang makan. Salma mengesampingkan rasa laparnya dan lebih memilih tidur di sana.
Abimana yang sudah berjam-jam mengurung diri di ruangan pribadinya itu kini akhirnya menampakkan diri. Rumah yang super besar dan mewah itu sudah terlihat sangat sepi, Lampu-lampu juga sudah mati. Kemungkinan para penghuninya sudah banyak yang tidur.
Abimana berjalan ke arah kamarnya, Begitu sampai di depan pintu.Pria berjambang tipis itu menghela nafas panjang. Jujur ia belum siap apabila harus bertemu dengan Salma. Tapi mau bagaimana lagi, Abimana terpaksa membuka pintu itu.
Begitu masuk, Pria itu terdiam. Kamarnya masih terang benderang, Sang istri juga tidak ada disana.
"Kemana wanita itu..",Gumanya, Hingga Abimana di kejutkan oleh bunyi dari ponselnya bertanda pesan masuk. Abimana merogoh saku celananya dan meraih benda pipih super canggih itu.
"Istrimu ada di ruang makan, Dia tertidur disana. Sepertinya dia ketiduran saat menunggumu untuk makan malam..."
Pesan dari Uncle Charles itu membuat Abimana diam sejenak. Apa pedulinya dia, Pria itu justru merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Abimana mencoba memejamkan matanya, Mencoba tak peduli. Tapi nyatanya semua itu kalah, Mendadak hatinya tak nyaman. Pria itu akhirnya bangkit kembali dan keluar dari kamar nya.
Abimana mulai merununi anak tangga satu persatu. Tujuan utamanya sekarang adalah ke ruang makan di mana sang istri berada.
Dari kejauhan sudah dapat dilihat, Nyatanya hanya ruang makan yang Lampunya masih menyala terang. Dan memang benar, Salma istrinya masih berada disana.
Wanita itu tertidur di sana dengan posisi membungkuk sementara kepalanya berada di atas meja dengan posisi miring.
Abimana terpaku. Matanya menatap nanar begitu banyaknya menu makanan di atas meja. Sungguh Abimana merasa dilema sekarang.
"Kenapa kau hanya diam saja.. cepat pindahkan istrimu itu.." Ucap Uncle Charles. Abimana menarik nafas, Tanpa menjawab apapun pria itu meraih tubuh mungil itu ke dalam gendongannya.
Salma yang merasa sedikit berbeda pun sempat membuka mata. Senyum tipis terbit di bibir wanita cantik itu ketika matanya yang menyipit melihat wajah sang suami.
"Mas Abi...
"Tidurlah..."Hanya itu yang pria itu ucapkan tidak ada yang lain lagi. Salma tersenyum lagi, Wanita itu juga mengalungkan kedua tangannya ke leher sang suami dan kembali memejamkan mata.
.
.
.
Ketika pagi menjelang. Salma perlahan membuka matanya, Wanita itu kembali memejamkan matanya seraya mengumpulkan nyawanya yang masih melayang kemana-mana.
Usai terkumpul, Perlahan Salma bangkit. Kepalanya menoleh kesana kemari, Nyatanya ia baru sadar jika dirinya sekarang tengah berada di dalam kamar pribadinya bersama sang suami.
Salma terdiam beberapa saat, Bukankah semalam ia ketiduran di meja makan? Perlahan senyum itu terbit, Salma tau pasti yang telah memindahkan nya adalah Abi, Siapa lagi jika bukan pria itu. Hanya saja semalam ia yang tidak sadar.
Tapi tunggu? Dimana pria itu sekarang? Salma bangkit, Wanita keluar dari kamarnya. Bukankah ini masih pagi, Tapi kemana suaminya.
"Kau mencari Abimana nak.. "Langkah itu terhenti ketika Salma mendengar suara Uncle Charles. Wanita itu menoleh, Di lihatnya Uncle Charles tengah mendekat ke arahnya.
"Iya Uncle...aku mencari Mas Abi..
"Abi sudah berangkat pagi-pagi sekali tadi.."Ucapan Uncle Charles membuat Salma terenyak. Bukankah ini masih pagi untuk apa Abimana berangkat sepagi ini?
"Ya sudah Uncle,, kalau mas Abi sudah berangkat. Tidak apa-apa..."Sebuah senyum manis Salma tunjukkan seakan semua baik-baik saja walau sebenarnya hatinya cukup kecewa.
Tanpa terasa waktu berjalan dengan begitu cepat. Salma yang sejak pagi belum bertemu dengan sang suami berinisiatif pergi kantor Abi dengan membawa makan siang untuk Pria itu.
Sudah hampir satu jam Salma berada di ruangan pribadi Abimana. Wanita itu duduk di sofa seraya dengan sabar menunggu kedatangan Sang suami yang entah pergi kemana.
Ceklek..
Senyum itu mengembang tatkala Salma mendengar suara pintu terbuka. Salma berdiri, Begitu siap ia menyambut sang suami hingga senyum itu perlahan pudar ketika Salma melihat pemandangan yang menyesakan dadanya.
Di lihatnya Disana Abimana tengah bersama wanita yang sangat Salma tidak suka, Yaitu Clara. Keduanya tampak bergurau asyik disana dan sepertinya mereka belum menyadari keberadaan Salma disana.
"Kamu dari mana mas?
Mendengar suara sang istri tentu saja Abimana terkejut. Pria itu mematung dan terdiam beberapa saat.
"Sedang apa kau disini?" Bukannya menjawab pertanyaan Istrinya Abi justru balik bertanya pada sang istri. Dapat di lihat dari mata wanita itu bahwa ada kesedihan disana.
"Aku bawain kamu makan siang mas.."Ucap Salma sembari memperlihatkan kotak bekal di tangannya.
Abimana diam, Ia menoleh ke arah Clara yang tersenyum penuh Arti disana. Wanita itu melipat kedua tangannya di depan dada seakan meremehkan Salma.
"Tapi aku sudah makan tadi Bersama Clara..
Deg!!
.
.
.
TBC
.....Mohon tinggalkan jejak setelah membaca jangan lupa Like dan Komentarnya..
LAGIAN CLARA KOK PERGI NAIK TAXI BUKAN DIANTAR SUPIR KAN ORANG KAYA. SDH HAMIL BESAR HRSNYA GAK USAHLAH ANTAR BEKAL BUAT SUAMI TOH SUAMI JG SDH MAKAN DI MEETING. MOHON MAAF YA THOR🙏🙏