cerita tentang gadis kembar yang hidup tampa orang tua
langsung baca aja
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitriishn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab. 22
HAPPY READING
selama satu dokter tak kunjung keluar dari ruangan Nadia membuat Andrey dan kedua orang tuanya khawatir, sedari tadi Andrey hanya menangis dipeluknya bundanya
''udah nak jangan nangis terus tenang yah, bentar lagi dokternya pasti keluar'' ucap Melani mengusap punggung putranya
''bunda, udah hiks sejam lebih dokternya didalam gimana Andrey bisa tenang bunda'' rengek Andrey seperti anak kecil
membuat Lidya yang sudah kembali ketempat duduknya semula terkejut melihat Andrey menangis ''sesayang itu Andrey sama orang yang didalam sana??'' tanyanya dalam benaknya
setelah sedikit lama dokter keluar dari dalam sana, Andrey dengan cepat berdiri dan bertanya kepada dokter tersebut
''dok gimana kondisi dia?'' tanyanya
''kondisi pasien kritis dan kami harus segera memindahkannya keruang ICU'' ucapan dokter tersebut dan kembali masuk kedalam
tak lama setelah itu dokter dan beberapa suster mendorong hospital bed Nadia
Lidya terkejut melihat wajah pucat Nadia ''Nadia?''
''gak gak itu gak mungkin Nadia'' batinnya
''kalau itu bukan Nadia, kenapa wajahnya mirip?''
''tapikan Nadia selalu sekolah, apa jangan jangan Nadia kembar yah?''
''ahh gak mungkin juga, siapa tau aja ini keluarga yang sangat di sayangi Andrey''
banyak pertanyaan yang muncul di benak Lidya tentang siapa orang yang buat Andrey menangis seperti itu, Lidya tak ikut untuk menghantar Nadia ke ruang lCU sebab ibunya tidak ada yang menemani dan juga tadi Thesia meneleponnya datang kesini untuk menjenguk ibunya.
info: Lidya dan Thesia belum tau yah kalau Nadia dan Nadira itu kembar, segitu aja.
sesampainya di ruang ICU Andrey ingin ikut masuk ''sebaiknya kalian tunggu di luar yah mas'' ucap dokter
''saya mau lihat istri saya dok'' ucap Andrey
''jangan memperlama kerja dokternya Andrey'' ucap David menahan Andrey
Andrey terduduk lemah di atas lantai, semangat hilang melihat wanitanya yang sedang sakit ''nadia bakalan baik baik aja nak, kita berdoa yang terbaik untuk Nadia'' ucap Melani membantu Andrey berdiri
''ini salah aku bunda, aku gak bisa jagain Nadia hiks, Nadia takut sama petir t-api Andrey gak bantu Nadia nutupin telinganya''
''itu bukan salah kamu nak, ini takdir Tuhan kalau memang Nadia harus sakit'' ucap Melani
Melani menuntun Andrey untuk duduk di kursi tunggu, setelah sedikit tenang Melani bertanya padanya ''kamu udah kasih tau sama Nadira, kalau Nadia masuk rumah sakit nak?''
Andrey menggeleng ''andrey lupa bunda''
''yah sudah biar bunda saja yang mengabari Nadira''
Melani menjauh dan menelepon Nadira
''halo tan kenapa nelfon Nadira??'' tanya Nadira dari sebrang sana
''halo Nadira, Nadia masuk rumah sakit kamu bisa datang kan nak?''
''apa? kakak saya masuk rumah sakit? Sherlock sekarang Tan Nadira kesana'' ucap Nadira memutuskan secara sepihak telepon itu
🌺🌺🌺
di ruangannya mamah Lidya dia dikejutkan dengan kedatangan Thesia
''ngapain Lo ngelamun Mulu dari tadi'' ucap Thesia duduk di sebelah Lidya
''anjing Lo ngagetin tau gak sih'' ujar Lidya memukul pelan lengan Thesia
''lagian Lo ngelamun kek orang miskin yang gak pernah makan''
''shutt diam deh loh, tar nyokap gue bangun gegara dengan suara cempreng lo''
''cik Iyah Iyah, bdw Tante udah lumayan kan?'' tanya Thesia
''udah, kata dokter besok udah boleh pulang''
''syukur deh kalau gitu'' ucap Thesia dianggukki Lidya
Lidya kembali melamun membuat Thesia kesal ''lo kenapa sih? aneh banget tau''
''thee Lo percaya gak sih kalau Nadia dekkel kita hamil?'' tanya Lidya
''ngawur Lo, yah gak mungkin dong dia hamil, trus juga kita tiap sekolah lihat dia sama teman temannyakan''
''tapi beda bangat, waktu pertama kita ketemu sama dia kan Nadia penakut, tapi sekarang lihat deh sikap dia kayak bukan Nadia yang dulu kita bully''
''sifat bisa berubah dya jadi gak usah heran, tapi kok Lo tumben ngebahas si miskin itu?'' tanya Thesia
''tadi di ruangan sebelah ada Andrey dan orang tuanya dan anehnya Andrey nangis waktu dokter bilang pasiennya kritis dan harus di pindahkan ke ruang lCU dan Andrey sebegitu sayang dan kayak cinta gitu sama orang itu''
''cewek?''
''yah iyalah cewek, gak mungkin juga Andrey gay'' kesal Lidya
''yah siapa tau anjai selama ini kan dia gak pernah dekat sama cewek mana pun''
''tapi thee, cewek yang di dalam tadi hamil dan mirip banget sama Nadia''
''cik Lo udah kelas dua belas masih aja tolol, siapa tau aja itu sepupu atau kakaknya Andrey yang mirip sama si Nadia dan lagi hamil makanya dia sedih karena sakit.''
''Lo juga nyokap Lo lagi sakit kan? Lo pasti sedih, begitupun dengan Andrey keluarga dia sakit yah dia nangis dong, gak mungkin Andrey ketawa ngakak saat keluarga dia sakit, mikir lah Lidya. ihhh geram bangat gue ke Lo'' ucap Thesia kesal
'''iyah sih'' ujar Lidya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
''gak usah khawatir deh si Andrey bakal jadi jodoh Lo kok'' ucap Thesia dianggukki Lidya
🌺🌺🌺
kembali ke tempatnya Andrey
Nadira sudah sampai disini sedari 30 menit yang lalu
dokter keluar dari dalam ''kondisi pasien sudah membaik'' ucap dokter tersebut membuat mereka legah
''jadi apa kami sudah bisa menjenguknya?'' tanya David
''sebentar kami pindahkan pasien keruang inap yah pak bu'' ucap dokter tersebut dianggukki mereka semua
saat Nadia dipindahkan mereka mengikuti dari belakang hingga sampai di salah satu ruangan dokter dan suster merapikan alat alat yang masih terpasang di beberapa bagian tubuhnya
''kalau mau melihat kondisi pasien saya minta tolong untuk menjenguknya satu atau dua orang saja yang boleh masuk/secara bergantian''
''baik dok''
''dan jika pasien sudah sadar segera hubungi saya'' ucap dokter tersebut dianggukki mereka semua
dokter itu pamit undur diri sebab masih ada pasien yang harus beliau obati
tanpa berbicara sedikit pun, Andrey menerobos masuk kedalam dan mendekati Nadia yang masih terbaring lemah
''kenapa harus kamu yang sakit? kenapa gak aku aja?'' tanya Andrey menggenggam tangan Nadia dan menciumnya
''rasanya hiks sakit banget lihat kamu kayak gini'' ucap Andrey terus menangis
banyak hal yang di bicarakan oleh Andrey kepada Nadia hingga ia memutuskan pergi keluar
ia melihat Nadira dan kedua orang tuanya yang sedang menunggunya keluar
Nadira masuk dan tentunya sudah izin kepada orang tua Andrey
sama seperti Andrey tadi Nadira menggenggam tangan ''kakak cepat sembuh yah, Nadira kangen kakak'' ucapnya sembari mengelus rambut Nadia dengan sayang
setelah mengucapkannya Nadira berdiri dan pergi keluar
dan terakhir kedua orang tua Andrey juga mengucapkan kata kata yang sama untuk kesembuhan Nadia
''kalian gakpapa kan jaga Nadia berdua aja, soalnya ayah ada meeting'' ujar David
''iyah yah gakpapa, ayah sama bunda pulang aja kasihan Rara dirumah sendiri'' ucap Andrey
''yah sudah nak, pak Budi nanti akan mengantarkan makanan untuk kalian jangan lupa makan yah'' pesan Melani dianggukki patuh oleh Andrey dan Nadira
setelah kepergian kedua orang tuanya mereka berdua masuk kedalam ruangan Nadia, Andrey duduk di dekat ranjang milik Nadia sedangkan Nadira duduk di sofa memperhatikan sepasang suami istri tersebut
Andrey sedari tadi memperhatikan mata lentik milik istrinya hingga kedua mata itu terbuka dengan perlahan
''sayang kamu udah sadar?'' tanya Andrey dengan senang dan menghapus jejak air matanya
dengan cepat Andrey menekan tombol yang berada di sana untuk memanggil dokter
tak lama setelah itu dokter datang dan menyuruh keduanya untuk keluar
setelah sedikit lama dokter kembali keluar dan berucap ''keadaan pasien sudah membaik kalian bisa menjenguknya, saya berpesan jangan berisik yah. permisi'' pamit dokter tersebut
mereka mengangguk dan masuk menghampiri Nadia yang tersenyum kearah keduanya
Nadira memeluk Nadia dengan erat ''aku kangen kakak, jangan sakit lagi yah''
Nadia mengangguk ''iyah maaf buat kamu khawatir''
''no problem'' ucap Nadira melerai pelukannya
tok... tok... tok...
''permisi den mau ngantar makanan disuruh sama nyonya'' ucap pak Budi salah satu pekerja dirumah Andrey
Andrey menerima makanan itu dan meletakkannya di atas meja sofa
''lo makan sana'' ucapnya menyuruh Nadira untuk makan
''tadi gue udah makan, Lo aja sana''
''gue belum lapar'' ujar Andrey mengecup tangan Nadia berada di genggamannya
''kamu bohong kan? pasti kamu udah lapar'' ucap Nadia menatap curiga pada Andrey
''gak bohong kok''
Nadia menyuruh Nadira untuk mengambilkan kotak makanan yang di letakan Andrey tadi dan ia juga meminta Andrey untuk membatunya duduk
setelah menerima ia membuka dan menyuapi Andrey, dengan senyum manis Andrey menerima suapan itu
''katanya gak lapar'' cibir Nadia
''jadi lapar kalau kamu yang suapin hehehe'' ujarnya diakhiri kekehan
Nadira menatap jijik drama percintaan keduanya ''jadi nyamuk ini'' batinnya
🌺🌺🌺
makasih udah baca
ceritanya bagus... semangat ya!!!
✌️
ternyata Nadia dan Nadira nama aslinya Alana dan Alena..
ternyata juga anak keluarga Adihtama yang di culik sama intan terus di letak di panti.. adek Marvel sama Angkasa
salut juga sama teman teman Nadira, Marvel... geng geng motor..
"walau sudah memaafkan ternyata tidak dapat menghilangkan trauma yang ada," ya kata kata itu sesuai untuk Nadia..
walau karakter Angkasa singkat, udah dapet pastikan kalau Angkasa itu sosok yang hangat sama adek adeknya..
"jangan memulakan konflik yang berakhir dendam kesumat"
udah itu aja.. thanks ya👏🏻