NovelToon NovelToon
SCANDAL HUBUNGAN TERLARANG KAKAK & ADIK

SCANDAL HUBUNGAN TERLARANG KAKAK & ADIK

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:158k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Kinara harus ke Jakarta. Karena diam -diam ibunya yang telah menikah dengan salah seorang pria kaya raya. Di Jakarta Kinara tinggal 1 rumah dengan ayah barunya dan juga anak Pria dari ayah barunya. Kevin.
Namun siapa sangka seiring berjalannya waktu hubungan Kinara yang awalnya tidak baik seperti anjing dan kucing. Malah keduanya yang mendadak jatuh cinta
Kakak beradik yang saling mempunyai perasaan yang berbeda. Namun hubungan itu menjadi scandal. Karena keduanya yang juga merupakan saudara tiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 Terjebak.

"Kau mengusirku dari tempatku yang memang seharusnya aku berada di sini?" tanya Kevin dengan alisnya yang terangkat.

"Aku tidak peduli dengan siapa yang pertama yang berada di sini. Menurutku kau harus enyah dari hadapanku," jawab Kinara ketus.

"Kau terus saja galak kepadaku Kinara. Apa kau tidak bisa berbicara manis sekali saja padaku," sahut Kevin dengan menyunggingkan senyumnya.

"Aku tidak perlu manis padamu. Jadi pergilah dari hadapanku," jawab Kinara.

"Jika aku tidak mau bagaimana?" tanya Kevin.

"Baik. Aku tidak akan memaksamu dan jika kau tidak mau pergi. Maka aku yang akan pergi," sahut Kinara yang berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi meninggalkan Kevin.

"Kinara tunggu!" panggil Kevin yang ingin menyusul dan berdiri dari tempat duduknya.

"Kevin kamu mau kemana?" tiba-tiba Clarissa datang dan mencegah Kevin dengan memegang tangan. Mata Clarissa melihat ke arah meja dan melihat minuman itu sudah terminum.

"Dia sudah meminumnya. Akhirnya," batin Clarissa dengan tersenyum miring.

"Kevin kita belum mengobrol, ayo mengobrol kembali. Jangan mengabaikan ku terus," Clarissa dengan lembut yang kembali membuat Kevin duduk dan Kevin tidak jadi mengejar Kinara.

"Maaf ya aku lama. Soalnya ada telpon penting. Biasalah masalah bisnis. Jadi aku harus menanggapinya," ucap Clarissa. Padahal tidak ada yang bertanya sama sekali.

Clarissa berusaha untuk membangun komunikasi dengan Kevin walau Kevin tidak menanggapinya namun tiba-tiba Kevin merasakan aneh pada tubuhnya.

"Ada apa ini? kenapa aku merasa ada sesuatu. Tubuhku tiba-tiba terasa tidak enak," batin Kevin yang mulai merasa keringat dingin.

"Kamu baik-baik aja Kevin?" tanya Clarissa yang melihat perubahan sikap Kevin yang mulai terlihat gelisah.

"Obat itu pasti sudah bereaksi, sehingga dia sudah mulai gelisah," batin Clarissa dengan tersenyum puas.

Mata Kevin melihat minuman itu dan juga melihat ke arah wanita yang dihadapannya dengan wanita itu yang sekarang tersenyum kepadanya yang sudah jelas menandakan ada sesuatu.

"Sial. Jadi dia ingin menjebakku dengan minuman ini," batin Kevin yang mengumpat. Dia tidak bodoh dan tahu apa yang telah terjadi.

"Kinara? Dia bahkan sudah meminumnya terlebih dahulu," batin Kevin yang kepikiran kepada Kinara dan Kinara lebih banyak meminumnya dibandingkan dia.

"Di mana dia. Bisa bahaya jika dia sampai tidak bisa mengendalikan dirinya. Karena sesuatu yang di masukkan kedalam obat ini," batin Kevin yang tiba-tiba khawatir pada. Dia pasti tahu Kinara masih sangat polos dan pasti tidak mengerti apa yang terjadi pada dirinya.

"Kevin kamu cari apa?" tanya Clarissa.

"Hmmm, tiba-tiba aku merasa tidak enak pada tubuhku. Aku ingin mencari pelayan di tempat ini. Untuk memesankan kamar," jawab Kevin.

"Kamar," sahut Clarissa

"Benar sekali. Jika Nona Clarissa tidak keberadaan boleh tidak memesankan ku kamar?" tanya Kevin dengan lembut. Clarissa mendengar hal itu tersenyum.

"Baiklah kalau begitu. Aku tidak keberatan sama sekali. Kamu tunggu di sini aku akan mencari pelayan yang bisa menyiapkan kamar," jawab Clarissa. Kevin menganggukkan kepalanya.

"Akhirnya kau akan menjadi milikku Kevin," batin Clarissa dengan menyunggingkan senyumnya.

Clarissa pun tidak ingin membuang waktu dan langsung berdiri dari tempat duduknya yang ingin memesan kamar secepat mungkin.

"Dasar wanita murah. Caranya benar-benar murah," umpat Kevin.

Kevin ternyata sekarang sedang mengerjai Clarissa. Dia tau. Jika dia berusaha menghindari Clarissa, maka Clarissa tidak akan tinggal dia dan Kevin mengatur rencana secepat mungkin.

"Aku harus mencari Kinara," batin Kevin yang juga langsung buru-buru berdiri dari tempat duduknya dan langsung pergi dari tempat itu.

Dia tidak peduli sama sekali dengan Clarissa yang sekarang sedang berusaha untuk memesan kamar. Tidak lama Clarissa kembali ke tempat itu dan heran tidak melihat keberadaan Kevin lagi.

"Di mana dia kenapa tidak ada di sini?" tanya Clarissa dengan wajah bingungnya yang tidak melihat Kevin sama sekali.

"Sial! aku kehilangan Kevin. Bukannya harusnya dia ada di sini. Lalu kemana dia perginya. Kevin kau benar-benar!" umpat Clarissa penuh kekesalan kepalanya berkeliling melihat di sekitarnya yang mencari Kevin namun tidak ditemukannya.

"Kau tidak akan lepas dari ku Kevin," umpat Clarissa mengepal tangannya dengan yakin dan langsung meninggalkan tempat itu.

*********

Minuman yang diminum Kinara yang terdapat obat di dalamnya benar-benar sudah bereaksi ke tubuhnya dan membuatnya merasakan sangat aneh yang berjalan dengan buru-buru.

"Kenapa dengan tubuhku seperti ini dan kepalaku juga sakit. Sebaiknya aku pergi dari sini!" Kinara yang berjalan sudah mulai tidak menentu yang buru-buru meninggalkan acara pesta tersebut. Bahkan Kinara sudah berada di lobi hotel yang ingin pergi.

Namun Kevin yang memang mencarinya sejak tadi. Akhirnya menemukan Kinara. Kevin sudah tiba di lobby melihat Kinara yang menyeberang jalan.

"Kinara!" lirih Kevin yang buru-buru keluar lobi untuk menyusul Kinara.

Kinara yang berjalan tanpa tentu arahnya tidak melihat ada sepeda motor yang melaju kencang dari kirinya.

Tin-tin-tin-tin

Klakson yang berbunyi dengan kencang itu pun tidak didengarkan oleh Kinara.

"Kinara!" teriak Kevin yang langsung berlari dengan kencang saat melihat Kinara akan tertabrak sepeda motor. Untung saja Kinara tidak jadi ditabrak dan Kevin menarik tangan Kinara yang langsung jatuh ke pelukannya menghindari dari sepeda motor itu.

Posisi Kinara sekarang berada di pelukan Kevin dengan wajahnya yang berada di dada bidang Kevin dengan nafas keduanya yang naik turun. Kevin lega akhirnya Kinara sampai tidak kenapa-napa dan Kinara sendiri merasa sangat ingin terus berada di pelukan Kevin.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Kevin memegang kedua bahu Kinara dan melihat wajah Kinara yang sudah gelisah.

Kinara tidak menjawab sama sekali dan terlihat eksperesi wajahnya yang juga tidak baik-baik saja dan Kevin tahu apa yang terjadi pada.

"Ayo kita pulang. Kau tidak baik-baik saja," ucap Kevin khawatir dan menggendong Kinara ala bridal style.

Kevin membawa Kinara menuju mobilnya. Padahal kondisi Kevin juga sebenarnya tidak baik-baik saja namun dia berusaha untuk menahan nya. Padahal sedang melawan dirinya yang sebenarnya semakin dekat dengan Kinara semakin membuat tubuhnya semakin panas dan pasti itu juga dirasakan Kinara.

Saat tiba di dalam mobilnya. Kevin langsung menundukkan Kinara dan juga memakaikan sabuk pengaman Kinara.

"Kamu dalam pengaruh obat. Kamu akan baik-baik saja. Untung aku menemukan mu dengan cepat," ucap Kevin dengan suara seraknya.

Setela selesai mengurus Kinara Kevin memasuki mobilnya dan duduk di kursi pengemudi dan langsung menjalankan mobilnya.

Di dalam perjalanan menuju kediaman rumah mereka. Kondisi Kinara mulai tidak stabil. Dia mengusap kasar tubuhnya dengan suara desahan yang keluar dari mulutnya.

."Kinara kamu harus tenang!" ucap Kevin.

"Panas!" lirih Kinara. Kevin tau itu. Karena dia pun merasa hal itu. Namun dia tidak separah Kinara. Karena hanya meminum sedikit saja.

Tiba-tiba Kinara membuka sabuk pengamannya yang memang tubuhnya sangat gerah. Bahkan Kinara yang tidak bisa mengendalikan dirinya ingin membuka pintu mobil yang membuat Kevin kaget dan langsung memberhentikan mobil dengan tiba-tiba.

"Kinara apa yang kau lakukan!" cegah Kevin membuka sabuk pengamannya dan menutup kembali pintu mobil.

"Aku ingin pergi. Aku tidak nyaman di sini. Panas!" keluh Kinara dan bahkan ingin melepas bajunya.

Bersambung

1
Aisyah Khumairah
Luar biasa
Tri Ayu Ramadani
ceritanya sangat bagus
Chalimah choir
cerita ne bagus tp banyak tulisan yg salah
PrincessDY
Alur ceritanya bagus, menarik dan tidak bertele2.
tapi tolong diperhatikan lagi penyebutan nama tokoh terkadang masih salah, penyusunan tiap kata dalam kalimatnya terkadang masih bikin bingung karena cukup sering dari awal-akhir saya menemukan kalimat2 yg tidak tertata dengan baik. Keseluruhan baik.. Semoga karya selanjutnya semakin oke thor 👍❤
Qaisaa Nazarudin
Kan sia2 kabur kaburan selama bertahun-tahun,Kalo akhirnya malah bersatu juga.. ckk alurnya di mana2 novel itu sama aja,aku pengen akhir dari alurnya yg beda,Tapi gak ketemu..
Qaisaa Nazarudin
Ya Salam kenapa otak Kinara ini dangkal banget sih,ogeb dan oon lagi..ckkk
Qaisaa Nazarudin
Nih cewek benar2 Egois dan BODOH..
aya
Adakah bonus chapter nya thor, rasanya masih ingin lanjut baca cerita tentang kebahagian mereka
Nana comel
👍👍👍👍
Nana comel
serius aku suka sangat cerita dia ni🥰🥰🥰 buat lagi Miss jln cerita mafia& gadis yg bar2& polos2👍👍👍🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Nonecis: Kita akan coba
total 1 replies
Muhammad Jahron
lanjutinnya dong
Muhammad Jahron
Luar biasa
Nonecis
gid
Linda Ruiz Owo
Belum update aja saya dah rindu 😩❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!