NovelToon NovelToon
Belenggu Nafsu Kakak Ipar

Belenggu Nafsu Kakak Ipar

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Dijodohkan Orang Tua / Nikahmuda / CEO / Duda / Tamat
Popularitas:64.4k
Nilai: 5
Nama Author: Banana Mango

" Kamu darimana saja Alena, jam pulang kamu sudah lewat 10 menit?"

"Kakak dengar kamu gak masuk kerja hari ini, pergi kemana tadi?"

"Kenapa lama banget di kamarnya? kamu sakit?"

" Pacar kamu gak jelas Alena, putusin aja ya?"

Sean Luther, Dia kakak iparku sejak 2 tahun yang lalu. Perhatiannya kepadaku terlampau berlebihan, awalnya kukira itu memang caranya mengungkapkan perhatian pada adik iparnya.

Sampai puncaknya, aku mengerti segala maksud tersembunyi dibalik perhatiannya.

"Nikah sama saya Alena atau kamu saya buat hamil sekarang juga."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Banana Mango, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I love You

"Yes, that's right, I'll be there around 2 p.m."

"OK, no problem. Thank You."

Alena terbangun akibat mendengar suara Sean yang sedang berbicara.

Matanya masih belum terbuka sepenuhnya ketika ia berjalan keluar kamar. Ingin tahu dengan siapa Sean berbicara, karena mereka hanya pergi ke Belanda berdua saja, jika Alena sedang tertidur maka Sean pasti tidak mempunyai teman bicara.

Rasa penasaran Alena terjawab ketika ia melihat Sean mematikan ponselnya.

' Angkat telepon ternyata.'

" Oh? udah bangun?" Sean berjalan ke arah Alena, memeluk gadis itu.

"Good Morning." tak berhenti disitu, Sean selanjutnya mengecup kening Alena.

Alena mendengus bercanda, " Dasar, ambil kesempatan banget ini mah."

"Morning too." balas Alena.

" Tumben bangunnya pagi banget. Ini masih jam 6 loh." ujar Sean sembari mengajak Alena ke sofa yang ada di ruang tamu.

"Aku bangun selalu pagi tau, jangan memutar balikkan fakta ya om!" ujar Alena

Kening Sean mengerut "Masa sih? Seingat aku kemarin ada yang bangun lewat dari jam 10." Laki-laki itu selalu ada saja cara untuk membuat Alena merajuk.

" Ya itu kan gara-gara habis kam-...." ucapan Alena terhenti begitu saja. Gadis itu memilih tidak melanjutkan ucapannya, mengatupkan mulutnya erat.

Hampir keceplosan kalimat yang tidak seharusnya ia ucapkan.

Ujung bibir Sean mengerut, senyumannya tertahan, ja masih ingin meledek Alena lebih lama lagi.

"Hm? Habis aku apa? Emang aku ngapain?" Tanya Sean memancing Alena.

Alena membelalakkan matanya, kepalanya menoleh cepat ke arah Sean, siap untuk protes.

Namun, ketika Alena menatap mata laki-laki itu, ia kembali teringat bahwa tidak seharusnya ia mengucapkannya, karena jika tidak pria di depannya pasti akan berbuat yang tidak-tidak lagi.

Alena menarik kembali niatnya, memutar kembali kepalanya ke arah televisi. Tidak jadi berbicara.

"Hey, kok gak jadi? Aku ngapain emang?" Sean masih tidak menyerah, rasanya menyenangkan merecoki gadisnya.

Alena menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.

" Kok gak tau?" Sean masih berusaha keras untuk membuat Alena mengucapkan kalimat sakral itu atau setidaknya membuat gadis itu mengomel.

"Gak tau, gak ingat." Alena merasa puas ketika menjawabnya. Ini merupakan jawaban teraman menurutnya. Pria itu pasti tidak akan bisa memancingnya lagi dengan pertanyaannya yang disengaja.

Senyuman kemenangannya luntur ketika ternyata Sean bisa membalas ucapannya.

" Mau aku bantu ingatin?" Tanya Sean dengan senyumannya yang menyeringai, membuat Alena bergidik ngeri.

Gadis itu dengan cepat berdiri, kabur dari sisi Sean.

"Enggak tau ah!" Gadis itu kabur ke dalam kamar mandi kamar samping.

Sean di lain sisi tergelak dengan amat kencang. Ia teramat puas dengan melihat muka panik gadisnya.

"Dasar gila!" teriak Alena ketika suara tawa Sean terdengar hingga ke dalam kamar samping.

" Aku ikut ya !" Iseng Sean ketika mendengar teriakan Alena yang mengatakan dirinya gila.

" AAAAHHHH! JANGAN ANEH-ANEH YA SEAN!" Alena berteriak panik, dengan cepat mengunci pintu kamar samping, masuk ke dalam kamar mandi, juga mengunci pintu kamar mandi.

Sean kembali tergelak, Kali ini lebih kencang hingga perutnya berkelit.

Alena yang masih takut, mengintip-intip pintu yang sudah terkunci. Memastikan Sean tidak akan bisa masuk.

' udah double lock, dia gak mungkin bisa masuk kan?'

'iya, gak mungkin bisa kecuali dia punya kekuatan menembus dinding.'

Yakin bahwa dirinya sudah aman, baru Alena membuka pakaiannya untuk mandi.

...****************...

" Sean, ayo nanti kita telat." Alena keluar dari kamar setelah selesai merias wajahnya.

Begitu Sean mengangkat pandangannya dari tabletnya, ia terpukau. Ini pertama kalinya ia melihat Alena berdandan seperti ini.

Pewarna bibir yang ia gunakan sangat cocok dengannya.

"Cantik." ujarnya tak sadar.

"Baru tahu?" jawab Alena yang sebenarnya menyembunyikan rasa salah tingkahnya.

Sean tersenyum manis " Udah tau dari dulu malah. Ayo!" Sean mengambil tangan Alena.

......................

Keduanya sampai di pelabuhan kapal pesiar yang sudah Sean pesan pukul 13:27. Lebih awal 33 menit.

"Untung aja kita nyampe lebih awal, kalau enggak pasti ngantri banget buat masuk ke dalamnya." ujar Alena.

Sean menoleh ke arah pandang Alena, di bawah sana ia bisa melihat ratusan orang yang sedang mengantre masuk ke dalam kapal.

Alena dan Sean sudah masuk ke dalam kapal sejak 10 menit yang lalu, saat kapal masih sepi. Keduanya sekarang sedang beristirahat di dalam kamar mereka.

Ukurannya memang lebih kecil dibandingkan kamar yang mereka tinggali di hotel. Di dalamnya hanya ada satu kamar mandi, satu spring bed king size, satu pasang sofa, meja kecil, dan nakas.

Terlepas dari ukurannya, ruangan ini sungguh nyaman.

" Kalau misalnya udah jam 2, tapi antriannya masih panjang. Mereka bakal di tinggal atau kapalnya tetap nunggu sampai mereka naik semua." tanya Alena penasaran. Kepalanya menengadah menatap Sean yang berdiri di belakangnya.

"Mungkin, yang udah ngantri bakal ditungguin. Kasian juga kalau ditinggal padahal udah datang tepat waktu." jawab Sean.

Jemari sean menari-nari di surai Alena.

"Udah lapar belum?" tanya Sean.

Alena membalikkan tubuhnya , yang tadinya menghadap jendela jadi menghadap Sean.

"Belum, kenapa?" tanya Alena

"Enggak, kalau udah lapar bilang ya, nanti kita pergi makan ke restoran di bawah." ujarnya mengingatkan Alena, pasalnya gadis itu belum makan siang karena Alena bilang ia tidak berani mencerna makanan sebelum naik kapal. Takut mabuk laut.

"Iya, tapi kamu makan dulu gih!" jawab Alena, laki-laki itu juga memilih tidak makan.

Sean menggeleng " Nanti aja, barengan."

Alena ditarik menuju kasur, dipaksa berbaring di samping Sean.

"Bentar lagi kapalnya jalan. Kalau kamu baringan gerakkannya enggan akan berasa banget." ujar Sean ketika diberikan raut wajah penuh tanya dari Alena.

Alena kembali dibuat terbang oleh perlakuan Sean, laki-laki ini benar-benar memperhatikannya dengan baik, Sean menjaganya dari apa pun itu walaupun itu hanya bagian dari hal kecil yang tidak ia sukai.

Jika begini caranya, hari ini juga ia pasti bisa memberikan jawaban dan balasan atas ungkapan cinta yang Sean berikan selama ini.

Alena tersenyum tulus "Makasih." Gadis itu beralih mencium bibir Sean.

Bukan pipi, namun bibir.

Tentu saja, disambut oleh Sean dengan baik. Laki-laki itu menahan tengkuk Alena guna memperpanjang durasi.

" You make me crazy over you Alena." Ucap Sean.

Wajah keduanya masih berdekatan, hembusan nafas panjang Alena keluarkan.

"I love you too" ucap Alena langsung di depan wajah Sean, menatap netra Sean serius.

Deg, Deg, Deg

Jantungnya berdegup dengan kencang ketika menyatakan perasaannya pada Sean.

Melihat Sean yang hanya diam di tempat membuatnya takut.

'apa aku melakukan kesalahan?'

Pikirannya buyar ketika tubuh tertarik ke arah Sean dengan cepat.

Pria di depannya memeluknya dengan teramat erat.

"Makasih. Makasih, makasih banyak Alena." Sean terus mengucapkan kata terima kasih, sepertinya laki-laki itu teramat senang. Alena bisa merasakan detak jantung Sean yang ternyata juga sedang berdegup kencang.

"I love you more."

1
Prima Tania
menghidangkan
Eva Nietha✌🏻
Semangat thor
Straw Berry: makasih banyak yaa/Kiss/
total 1 replies
Eva Nietha✌🏻
Seru
Eva Nietha✌🏻
Merapat
Rhina Abdulhakim
suka bangettt sama cerita nya...nyambung dn bikin traveling Mulu 🙈🙈
Elminar Varida
hi, thor. aku nyimak novelmu ya.
Greenenly
lumayan
Greenenly
dasar ngk peka/Chuckle/
Vitamincyu
..
Rosdiana Diana
ok ka aku baru mampir ni kaya y cerita y bgus
Ci Thin
Luar biasa
Ci Thin
Bucin abis
Ci Thin
bener, licik
Ci Thin
hahaha langsung banting pintu gak tuh/Chuckle/
Ci Thin
Sabar ya Alena
Ci Thin
Tekadnya Sean patut di kasih jempol /Good/ cuman caranya salah
Andalia Yuswar
Bagus sampai tahap ini,semangat...
Arissa Aliya
Terima kasih ya Author udah update cerita nya..terus semangat untuk berkarya ya Author..semangattt.../Smile/
Aulia Nova
Luar biasa
Arissa Aliya
Terus semangat untuk berkarya ya author..semangat.../Smile//Smile/
Straw Berry: makasih banyak dukungannya ya, aku beneran terharu, ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!