Selma, seorang perempuan yang baru saja lulus SMA, harus mengubur impiannya untuk kuliah dengan beasiswa. Pacaran yang terlampau batas, membuatnya harus menanggung kehamilan bayi kembar di usia dini.
Sementara orang tua Radit, pacar yang juga teman sekolah Selma, hanya ingin bertanggung jawab dengan memberikan sejumlah uang, bukan dengan menikahkan anak mereka karena Radit harus kuliah di luar negri demi masa depannya. Hubungan mereka harus kandas begitu saja tanpa saling mengetahui kabar masing-masing.
Hingga 8 tahun kemudian, Radit yang sudah menikah, bertemu kembali dengan anak kembarnya tanpa disengaja dan tanpa ia tahu.
Apakah mereka akan kembali bersatu, atau kembali menjalankan kehidupan masing-masing?
Ikuti kisah selengkapnya di sini ya…
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjuangan di Persidangan
Setelah proses mediasi gagal karena Radit tak menghadiri pertemuan itu hingga 2 kali, hari ini akan dilanjutkan dengan sidang jawaban. Di mana, Gita berhak membeberkan bukti pembelaannya atas tuduhan Radit. Pak Rudi, kuasa hukum Radit juga meminta agar Radit bisa datang.
“Saya yakin Bu Gita akan membawa bukti. Untuk itu, saya minta Pak Radit sendiri juga datang. Namun, jangan khawatir karena kami sudah mempersiapkan segala kemungkinan terburuk, untuk melawan tim kuasa hukum Bu Gita.”
Radit yang sudah bersiap, berangkat bersama Pak Rudi. Selama dalam perjalanan, Pak Rudi banyak memberikan nasihat hukum pada kliennya. Mengingat, tim kuasa hukum mantan istri Radit bisa saja memutarbalikkan fakta saat di persidangan.
“Anak buah saya sudah menyelidiki semuanya, semenjak Pak Radit mengajukan gugatan, jadi tenang saja, Pak,” ujar Pak Rudy memberikan berkas pada Radit.
Meski Radit sudah malas bertemu Gita, tetapi ia ingin masalah ini cepat selesai agar bisa fokus dengan kembar juga Selma.
Sesaat sebelumnya, Radit mengirim pesan pada Selma.
“Doakan sidangku lancar hari ini ya. I love you.”
Beberapa saat kemudian, Radit dan kuasa hukumnya tiba di pengadilan. Radit dan Gita bertemu dan saling bertatapan. Tatapan penuh kebencian terpancar dari sorot mata Radit. Namun, tidak dengan Gita. Sorot matanya ingin menunjukkan kemenangan pada sidang kali ini.
Setelah memasuki ruang sidang, mereka dipersilakan duduk.
Hingga tiba saatnya Gita sebagai pihak tergugat dipersilakan mengajukan pembelaan atas tuduhan Radit sebagai penggungat. Seperti dugaan Pak Rudi, Gita membawa bukti yang cukup untuk membantah tuduhan Radit atas perselingkuhannya. Sontak Radit tak terima dengan mantan istrinya itu. Gita benar-benar wanita licik, ia memutar balikkan fakta seolah Radit lah yang berselingkuh. Ia juga tak terima jika Selma dan kembar dilibatkan dalam masalah ini.
Gita menunjukkan beberapa foto kebersamaan Radit dengan Selma juga kembar. Ia juga menceritakan siapa Selma dan anak kecil yang terlihat dalam foto itu. Merasa dikhianati, Gita bermaksud mencari tempat untuk bercerita.
“Laki-laki yang dituduhkan telah berselingkuh dengan saya, hanya lah teman biasa. Saya sengaja memintanya untuk mendengarkan curhatan saya yang sakit hati melihat suami saya ingin kembali dengan mantan kekasihnya, juga anak-anaknya dari hubungan gelap mereka,” tegas Gita.
“Untuk itu, saya menolak gugatan ini, karena saya tidak bersalah, ini semua hanya salah paham. Saya masih mencintai suami saya,” lanjutnya penuh harap.
Selesai sidang, Radit dan kuasa hukumnya segera keluar ruangan.
Pak Rudi berusaha menenangkan Radit. “Pak Radit tenang saja, seperti yang sudah saya katakan tadi pagi, tim kami juga sudah mengantongi bukti yang kuat, sesuai dengan keterangan yang Pak Radit berikan saat itu. Nanti kita keluarkan saat replik penggugat. Dengan itu, kita bisa mengembalikan apa yang disampaikan Bu Gita.
Radit mempercayakan masalahnya pada kinerja tim kuasa hukumnya. “Saya memilih Pak Rudi bukan tanpa alasan. Saya percaya tim Anda lebih cerdas dari tim kuasa hukum Gita.
Radit masih tak habis pikir dengan tindakan Gita. Mantan istrinya itu benar-benar wanita yang curang. Seketika ia teringat pada peringatan Selma kala itu bahwa mereka tak seharusnya saling bertemu untuk menghindari hal seperti ini. Namun, ia sudah tak peduli, ia yakin proses perceraiannya akan segera berakhir.
Radit kemudian kembali menghubungi Neira.
###
Kelicikan Gita tak hanya sampai di situ saja, ia sengaja menyebar rumor perselingkuhan Radit dengan Selma, sang manager toko kue langganan kantor Radit. Gita juga membocorkan identitas Selma, juga anak kembar yang pernah datang ke kantor. Tak segan Gita mengatakan bahwa anak kembar itu adalah hasil hubungan gelap mereka.
“Oh pantas, muka mereka mirip sekali dengan Pak Radit.”
“Cocok sih memang mereka. Aku pikir dulu memang si kembar itu anaknya Pak Radit.”
“Sudah merasa begitu sejak acara gathering saat itu, mereka tampak kompak.”
“Ha? Ternyata dunia bos memang begitu ya.”
“Tidak heran sih kalau anak-anak orang kaya suka seks bebas.”
Begitu lah reaksi para karyawan, selebihnya mereka tak peduli karena hanya bawahan Radit dan tak ingin ikut campur, toh hanya sepenggal kisah masa lalu.
Untungnya, Sisil segera melaporkan hal ini pada Radit. Ia juga menanyakan langsung pada Lia. Mendengar penjelasan Lia, Sisil seakan membantu Radit untuk mengklarifikasi kabar yang beredar. Bahwa itu semua tak benar. Yang sebenarnya terjadi adalah Gita lah yang telah berselingkuh dari Radit, bahkan sejak awal perjodohan mereka.
Justru semesta lah yang sengaja mempertemukan Radit dengan kembar dan mantan kekasihnya. Bisa jadi, Tuhan memang ingin menunjukkan bahwa sang mantan lah yang merupakan jodoh untuk Radit. Terbongkarnya pengkhianatan Gita adalah cara Yang Maha Kuasa ingin mempersatukan Radit dengan keluarga kecilnya.
Radit sendiri seolah tak peduli dengan gosip tentangnya. Apalagi, sekretarisnya sudah menepis gosip tersebut. Fokusnya hanya lah mempercepat proses perceraiannya dan memberi Gita pelajaran akan sikapnya.
###
Hari ini, tiba lah Radit mengajukan bantahan terhadap pembelaan Gita, juga untuk menguatkan bukti dan gugatannya.
"Saya bersaksi, apa yang dibacakan Gita dalam sidang lalu, adalah tidak benar. Saya bertemu mantan kekasih dan anak-anak saya tanpa sengaja. Hal ini pun terjadi setelah terjadinya perselingkuhan yang dilakukan oleh mantan istri saya,” tegas Radit.
Ia kemudian membeberkan bukti-bukti peselingkuhan Gita beserta tanggal kejadiannya, termasuk pil KB yang ditemukannya, kejadian saat kembar melihat Gita di hotel, juga tanggal pertama kali ia bertemu kembar dan Selma. Radit juga memberikan bukti rekaman berupa pernyataan dari Lia yang dapat menjadi saksi, juga Sisil, sekretarisnya. Tak lupa, ia juga akan menghadirkan sebuah kesaksian dari seseorang, sebagai bukti pendukung tentang perilaku Gita selama pernikahan bahkan dari sebelum pernikahan.
Sontak dengan tegas Gita menampik pernyataan Radit, padahal, ia belum diizinkan memberikan sanggahannya.
“Saya hadirkan satu orang saksi lagi, yang dapat menguatkan bukti perilaku Gita yang hobi berselingkuh dan bergonta ganti pasangan,” ujar Radit tak gentar.
Seorang perempuan memasuki ruangan dan Gita tampak terkejut melihat perempuan tersebut.
“Neira?”
...****************...