Sepuluh tahun lalu Xuan Ji menggunakan seni beladiri rahasia Klan Xuan untuk mengalahkan Kaisar Iblis. Setelah itu ia tiba-tiba menghilang dan dalam catatan sejarah, tidak ada nama Xuan Ji yang menaklukkan Kaisar Iblis tersebut.
Setelah Sepuluh tahun Perang melawan Kaisar Iblis, di Sekte Pedang Abadi muncul seorang Penatua bernama Xuan Ji juga. Namun, basis Kultivasinya sangat rendah dan mata duitan.
Ketua Sekte Pedang Abadi tidak ingin Penatua Xuan Ji hanya makan gaji buta saja. Kemudian ia memaksa Penatua Xuan Ji turun gunung untuk merekrut murid. Xuan Ji tidak boleh kembali sampai ia harus membawa minimal Sepuluh murid.
Xuan Ji dengan sombong mengatakan akan membawa murid baru dan menjadikan mereka sebagai Kultivator terkuat di dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengkhianatan
Qing He merasa kepalanya pusing, seakan-akan ribuan kunang-kunang mengelilingi kepalanya. “Kenapa kepalaku pusing sekali? Padahal aku hanya minum beberapa teguk arak saja,” keluhnya.
Sudut bibir Ketua Klan Lu memancarkan seringai tipis sembari menenggak arak dari gelasnya. “Kurung dia di penjara bawah tanah dan rahasiakan tentangnya dari Sekte Serigala Surgawi!” serunya pada bawahannya. “Bagaimanapun juga, Ketua Klan Qing adalah sahabatku. Tidak mungkin aku membunuh putranya,” katanya lagi.
Ketua Klan Lu berencana membebaskan Qing He dari penjara bawah tanah setelah Sekte Pedang Abadi ditaklukkan oleh Sekte Serigala Surgawi.
Sebagai Klan yang jauh lebih lemah dari sebuah Sekte, jalan terbaik untuk tetap bertahan hidup di dunia yang keras ini adalah mengekor pada pihak yang kuat dan tentunya juga memberikan keuntungan untuknya.
Dia juga telah mengirim pesan pada putranya yang berada di Sekte Pedang Abadi untuk mengumpulkan semua murid-murid yang berasal dari Kota Canglan untuk bersiap-siap membelot ke Sekte Serigala Surgawi. Karena Sekte Pedang Abadi tidak mungkin dapat melawan Sekte Serigala Surgawi yang didukung oleh Kultivator dari wilayah tengah.
“Siapa Pemuda itu, tuan Lu?”
Pemuda tampan memasuki kediaman Klan Lu tanpa permisi lebih dulu. Dia adalah Hei Xiu murid terkuat Sekte Serigala Surgawi dengan basis Kultivasi Ranah Raja Bintang.
“Dia keponakanku,” sahut Ketua Klan Lu memaksakan diri untuk tersenyum. ”Apa yang membuat tuan muda Xiu kemari? Apakah jamuan yang Klan Lu-ku siapkan tidak memuaskan hati senior dari wilayah tengah itu?” selidiknya penasaran.
Hei Xiu menggelengkan kepala sembari menuangkan arak ke gelas dan menenggaknya. “Kami sudah menandai beberapa Klan yang menolak bergabung dengan Sekte Surgawi kami. Namun, mereka hanya Klan lemah saja, sehingga hanya membuang-buang waktu saja mengirim murid Sekte Serigala Surgawi membungkam mereka!” sahutnya.
Ketua Klan Lu tentu sudah menebak maksud perkataan Hei Xiu. Maksud Sekte Serigala Surgawi adalah menyuruh Klan Lu menghancurkan Klan-Klan yang membangkang tersebut.
“Jangan khawatir tuan muda Xiu, berikan saja pada kami daftar Klan-Klan yang membangkang tersebut dan Klan Lu-ku akan membereskannya!” kata Ketua Klan Lu sembari menuangkan arak ke gelas Hei Xiu.
“He-he-he aku menantikan kabar baik darimu dalam beberapa hari lagi,” sahut Hei Xiu langsung menghilang menggunakan Jurus meringankan tubuh.
Namun, saat di perjalanan menuju markas Sekte Serigala Surgawi di Kota Canglan, ia teringat dengan Pemuda yang dibawa oleh Pendekar Klan Lu. Entah mengapa Pemuda itu terasa familiar dan ia merasa mereka pernah bertarung di kompetisi Aliansi Beladiri.
Akan tetapi Hei Xiu hanya mengingat lawan yang mengalahkan dirinya, sementara lawan yang ia kalahkan maka ia tidak akan repot-repot mengingat wajah mereka. Karena tidak mungkin ia balas dendam pada Kultivator yang ia kalahkan.
...***...
Pendekar Klan Lu menyiram wajah Qing He sehingga kesadarannya langsung kembali. Namun, ia bingung kenapa kedua tangannya diikat dengan Batu Roh penekan energi spiritual? Apakah Klan Lu telah berkhianat.
Qing He menggertakkan gigi, kesal kenapa dirinya tidak mempertimbangkan kemungkinan seperti itu akan terjadi. Seharusnya ia tidak datang ke Kediaman Klan Lu dan ia seharusnya langsung menuju desa-desa terdekat untuk memastikan apakah ada murid-murid Sekte Serigala Surgawi yang berkeliaran.
“Ketua Tang! Maafkan murid bodoh ini gagal melaksanakan misi. Mungkin gara-garaku Sekte Pedang Abadi akan mengalami kehancuran,” keluhnya menitikkan air mata.
Dia juga curiga kalau Klan Qing-nya mungkin telah berkolusi juga dengan Sekte Serigala Surgawi, karena ayahnya berteman baik dengan Ketua Klan Lu.
“Kami akan meninggalkanmu di sini tuan muda He. Saat keadaan sudah membaik, maka kami akan melepaskanmu!” seru Pendekar Klan Lu sembari mengunci jeruji besi yang mengurung Qing He.
Qing He tidak membalas perkataan Pendekar Klan Lu tersebut, karena percuma juga ia memohon agar dilepaskan. Sebab tidak mungkin mereka akan menuruti kemauannya.
Qing He menghela napas panjang dan berpikir kenapa musibah ini datang begitu cepat. Padahal saat ini Sekte Pedang Abadi memiliki Tiga murid yang dicintai Dao Surgawi, kalau diberikan waktu Sepuluh tahun saja maka Sekte Pedang Abadi akan memiliki Kaisar Surgawi dan tentunya akan menjadi Sekte terkuat di selatan.
...***...
Sementara itu di Puncak Qianyun, murid-murid Xuan Ji terus berlatih dengan giat. Basis Kultivasi mereka telah naik ke Pembentukan Dantian.
Xue Hao yang memiliki bakat cukup tinggi dari rekan-rekannya telah mencapai Ranah Penguatan Spiritual, sementara Zi Rouyan yang memiliki bakat surgawi telah melaju ke Ranah Saint dengan cepat.
Xuan Ji memberikan sumberdaya tingkat tinggi dari cincin dimensi Zi Long untuk Zi Rouyan, makanya basis Kultivasinya naik dengan cepat walaupun ilmu beladirinya masih sangat rendah.
“Teruslah berlatih, Aku ada urusan bisnis sementara waktu!” seru Xuan Ji tiba-tiba merasakan seseorang telah menyuntikkan energi spiritual pada Plakat yang ia berikan pada donatur pendulang emasnya.
“Aku ikut Kakek!” sahut Xue Yao segera berlari ke arah Xuan Ji, padahal sebelumnya ia asyik bergulat dengan anak monster beruang yang Xuan Ji tangkap dari hutan dekat Puncak Qianyun.
“Tidak boleh!” seru Xuan Ji menaruh telapak tangannya di wajah gadis kecil berusia Empat tahun itu, sehingga Xue Yao tidak dapat memeluk Xuan Ji. “Kau tidak akan boleh ke mana-mana kecuali mengalahkan Yan Chung!”
“Eh, kenapa aku, Master?” Yan Chung terkejut mendengarnya.
“Karena kau mirip dengan monster beruang itu!” canda Xuan Ji tertawa terbahak-bahak.
“Sial! Mentang-mentang makanku sepuluh kali lebih banyak dari yang lainnya, guru terus menghina lemakku,” gerutu Yang Chung sehingga rekan-rekannya ikut tertawa mendengar keluhannya itu.
Namun, kedua bola mata Xue Yao berbinar-binar menatap Yang Chung yang sedang merebahkan tubuhnya di atas permukaan tanah.
“Hmm, kenapa sinar matahari tiba-tiba mendung?” Yang Chung membuka matanya dan melihat benda kecil melesat dari atas. “Ehhhhhhhh? Apa yang kau lakukan Yao‘er?”
Yan Chung panik dan berusaha menghindar, tetapi kepala mungil Xue Yao telah menubruk perutnya. Semua sarapan pagi dan buah-buahan yang susah payah ia cari disekitar hutan Puncak Qianyun keluar dari mulutnya.
“Tu-tunggu Yao‘errrrrrr! Biarkan aku bernapas sejenak!” Yan Chung berteriak keras, tetapi Xue Yao yang hanya Ranah Penguatan Tubuh itu tidak mau mendengarkan seruan Yan Chung.
Tangan mungil Xue Yao meninju wajah Yan Chung berkali-kali. Air mata Yan Chung langsung mengucur deras, karena ia merasakan sakit yang sangat luar biasa. Tangan mungil Xue Yao itu seperti palu baja saja.
Kini ia akhirnya mengerti kenapa Ketua Sekte sangat senang dengan gadis kecil tersebut, ternyata darah fisik Naga Surgawi Legendaris Klan Long itu benar-benar nyata mengalir pada Xue Yao.
“Hentikan Yao‘er!”
Xue Hao dan Yan Xu menahan kedua tangan mungil Xue Yao agar tidak memukul wajah Yan Chung yang kini seperti bakpao tersebut.