NovelToon NovelToon
Rey - Hanna {After Summer'S}

Rey - Hanna {After Summer'S}

Status: tamat
Genre:Romansa / Suami ideal / Istri ideal / Tamat
Popularitas:275.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ayu Lestary

Ketika hubungan Raffael dan Yayank mulai goyah karena pengakuan Raffael akan cintanya pada Hanna, Hanna terjebak dalam kebingungan. Di saat yang bersamaan, Rey mulai merasakan dilema. Adik angkatnya, Ella, dengan berani mengungkapkan perasaannya, meski Rey sudah berulang kali menolak. Rey merasa hidupnya mulai semakin rumit dengan adanya perasaan-perasaan yang tidak seharusnya muncul, baik terhadap Ella maupun Hanna.

Di tengah kekacauan itu, mereka bertiga harus menghadapi kenyataan bahwa cinta sering kali hadir dengan cara yang tidak terduga. Hanna terjebak di antara dua pria yang sangat penting baginya. Raffael, sahabat setia yang selalu ada, dan Rey, yang meskipun keras kepala, mampu membuat jantungnya berdebar. Akankah persahabatan mereka mampu bertahan di tengah badai perasaan yang terus bergolak? Atau, salah satu dari mereka harus mengorbankan segalanya demi sebuah cinta yang tak terungkap?

Happy Reading guys 🧾🧾🧾

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

A Miracle

^Visual Deon^

Hanna, perlahan mengambil langkah. Diiringi dengan tangisnya yang tak dapat ia bendung lagi. Didepan sana, Deon. Ya, Hanna sangat yakin itu Deon, putranya! Wajahnya sangat mirip dengan Rey.

Deon, melempar senyum ke arah Hanna, lalu merentangkan kedua tangan mungilnya ke arah Hanna. Seketika Hanna langsung terisak, ia betumpu dengan lututnya dilantai dan memeluk Deon. Ia menangis tersedu - sedu dalam pelukan tangan kecil itu. Betapa Hanna begitu ingin merasakannya selama ini, "Sayang.. Deonku yang malang." Lirih Hanna, pilu.. Hanna mendekap tubuh yang terasa dingin itu lebih erat.  Untuk melepas rindu yang telah bersarang di benaknya selama ini. Hanna benar - benar bisa merasakan dan menyentuhnya, Deon tampak begitu nyata. "Mama sangat rindu, benar - benar rindu sayang." Hanna mencium berulang kali pipi pucat Deon.

Sedangkan Rey, hanya bisa menganga menyaksikan apa yang sedang terjadi di hadapannya. Ia tak bisa melihat Deon, Rey hanya bisa melihat Hanna yang sedang terisak disana.

Perlahan Deon melepaskan pelukannya, lalu memegang pipi Hanna dengan kedua tangan kecilnya.

Hanna menatap wajah mungil itu, ia tersenyum.. Senyum yang sangat manis, Hanna akan mengingat senyuman itu sampai kapanpun.

"Keinginanmu terwujud, Ma.." Ucap Deon, dengan tutur katak layaknya anak kecil seusianya.

"Em, dan Mama sangat bahagia." Hanna mengangguk cepat, membenarkan kalimat yang baru saja di ucapkan Deon.

"Dan... bisakah kau lepaskan kalung itu sekarang?" Lirikan mata Deon terarah ke kalung yang melingkar di leher Hanna.

Kalimat itu membuat ekspresi Hanna langsung berubah.

"Kenapa? Hanya dengan kalung ini Mama bisa melihatmu." Lirih Hanna di sela sela isakannya.

Deon menggeleng pelan, "Kalung itu akan mencelakaimu! Dan aku tidak mau itu sampai terjadi." Seru Deon, lalu mengusap pipi kiri Hanna. "Kita berada didunia yang berbeda, aku tetap ada walaupun kau tak melihatnya. Lagi pula, jika tiba waktunya kelak, kita pasti akan bertemu. Aku akan menunggumu, Papa dan juga Adikku disana." Tunjuk Deon ke atas sambil menengadahkan wajahnya.

Hanna menggigit bibirnya yang bergetar, ia menahan tangisnya agar tak pecah. Rasanya ia ingin berteriak, menangis sejadi - jadinya, meluapkan rasa sesak didalam dadanya.

Mengapa kau merenggutnya Tuhan? Mengapa harus anakku? Aku bahkan belum sempat menimangnya! Aku hancur, ketika harus mendekap tubuh mungil yang terbujur kaku itu, memandang wajah pucatnya dengan hati yang remuk. Mengapa harus dia?

"Kau pasti sangat kesepian, sendirian! Disana pasti sangat gelap bukan, kau pasti kedinginan!" Hanna mengelus, mengusap pipi dan pundak Deon.

Sedangkan Rey, yang masih berdiri di tempatnya, menyeka air mata yang menetes di sudut matanya. Ia menengadahkan wajahnya, untuk menghentikan air matanya. Rasanya ia juga hancur menyaksikan kesedihan Hanna.

Sebegitu rindu kah Hanna pada anak mereka?

Rey meletakkan barang - barang belanjaan, lalu berjalan mendekati Hanna, ikut bertumpu dilantai, tepat di belekangan Hanna. Setelahnya, perlahan mengusap punggung Hanna.

Hanna menghela napas dalam, "Apa aku seperti orang gila sekarang?" Hanna menunduk, lalu tersenyum getir.

Ya, siapa saja yang melihatnya kini, pasti akan menganggap dirinya gila!

Rey tak menjawab, untuk mengganti jawabannya ia justru memeluk Hanna dari belakang lalu menenggelamkan wajahnya di antar leher dan pundak Hanna.

"Bisakah, kau menurutinya demi aku?" Deon masih berusaha membuat Hanna untuk melepaskan kalung itu.

Hanna kembali mendongakkan wajah, menatap Deon yang kini masih berdiri di hadapannya.

"Hanya untuk malam ini, biarkan Mama memakainya dan melihatmu sepuasnya. Mama janji akan melepasnya, tetaplah bersama Mama malam ini, em..." Hanna membujuk.

"Janji...?" Deon memastikan.

"Em, Mama janji.."

Hanna mencoba benar - benar memanfaatkan waktu bersama Deon. Ya, setelah ini.. Dia tidak akan pernah lagi bisa melihat pangeran kecilnya itu. Apa yang terjadi malam ini, hanya akan menjadi kenangan indah, yang paling berharga dalam hidup Hanna.

Tampaknya, langit sedang berpihak padanya kini. Ia mengembalikan, apa yang telah ia renggut.

Bukankah, tak semua orang bisa mendapatkan, apa yang sedang di berikan langit kini pada Hanna! Ini suatu keajaiban luar biasa yang tidak bisa di pikir dengan nalar manusia.

Mungkin orang akan mengira ia aneh, atau mungkin akan berfikir dia gila. Tapi ingat, Tuhan punya 1001 cara untuk mewujudkan keinginan siapapun yang ia kehendaki.

"Hemm.. " Hanna bergumam, "Sebaiknya apa yang harus kita lakukan sekarang?" Lanjut Hanna semangat. Ia menyeka air matanya, sekarang bukan lagi waktunya untuk terus meratapi apa yang telah terjadi.

Ia ingin menebus semuanya, ia ingin membahagiakan Deon. Atau mungkin lebih tepatnya, Hanna sedang ingin membahagiakan dirinya sendiri, yang selama ini begitu ingin mengurus Deon dan melakukan banyak hal dengan Deon!

"Apa yang biasanya kau lakukan?" Tanya Hanna pada Deon, keduanya berjalan bergandengan menuju ruang tengah.

"Aku..?" Deon menunjuk dirinya dengan ujung telunjuknya. "Aku suka berlari, aku bisa berlari dengan cepat. Aku juga suka terbang, aku bisa menuju lantai atas dengan mudah." Lalu mengalihkan jari telunjuknya ke arah lantai dua.

"Tidak... tidak...! Itu terlalu berbahaya, Mama tidak bisa melakukannya." Hanna menggeleng, lalu berfikir sejenak.

Keduanya duduk di sofa ruang tengah, pun dengan Rey yang juga ikut duduk di sana. Ia hanya memperhatikan dalam diam.

Setelah berfikir cukup lama, tampaknya tak ada permainan yang bisa dilakukan bersama. Hanna menghela napas kecewa. "Tampaknya, tak ada hal yang bisa kita lakukan bersama, sayang." Hanna mengusap kepala Deon.

"Bagaimana, jika bacakan aku dongeng?" Usul Deon.

"Ide yang bagus.."

Hanna bergegas menuju kamar tidur, tak lupa menggandeng Deon bersamanya.

Sedangkan diruang tengah, Rey yang masih terduduk di sofa merasa benar - benar terabaikan.

"Hufftt... Sepertinya, jika sudah punya anak nanti, Hanna akan menganggap ku tak ada!" Keluh Rey, kemudian ikut bangkit dari duduknya.

Ceklekkkk...

Pintu kamar terbuka, pandangan Rey langsung tertuju ke arah Hanna yang sedang berada di atas ranjang. Ia bahkan tak menoleh ke arah Rey, ketika Rey ikut masuk kedalam kamar. Ia sibuk mencari dogeng yang menarik di ponselnya.

Rey ikut bergabung, dengan Hanna... Dan juga Deon! Rey berbaring disamping Hanna. Seketika, Hanna langsung berbalik membelakanginya.

Rey langsung melototi perlakuan Hanna. "Ch!" Diiringi dengan seringainya.

"Kau mengabaikan ku.." Protes Rey, lalu sedikit bangkit dari rebahannya.

Hanna menoleh ke belakang, menatap Rey dengan ekspresi datar. "Bukankah, kau tak percaya dengan hal semacam ini!"

"Tetap saja-" Kalimat Rey terputus, ketika Hanna keburu menoleh dan lagi - lagi mengabaikan Rey.

"Baiklah, Mama akan mulai membacakan dogengnya..." Hanna membenarkan posisi tidurnya, menghadap ke arah Deon yang kini sedang tidur di arah yang berlawanan dari Rey, Deon mulai menyimak dogeng yang akan dibacakan Hanna.

"Pada suatu hari di hutan yang sangat indah, terdapat sepasang teman yang selalu bersama, yaitu Semut dan Belalang. Mereka telah berteman selama bertahun-tahun dan selalu saling membantu dalam keadaan apapun. Suatu hari..."

Hanna membacakan dogeng itu dengan semangat, ia dan Deon sesekali tertawa bersama ketika sampai di plot yang lucut.

Sedangkan Rey, akhirnya memilih tidur sambil memeluk Hanna dari belakang.

To Be Continued >>>

1
Nur Aliyah Zainal
niat dilanjutkan gak sih ceritanya Thor?
Mutia
udh nunggu lama bnget thor
Any
Wahh akhirnya thor, setelah sekian purnama
Tika Rostika
lanjut kak
Lea
Ok thor, next.... 🍻
Rina Kurnia
semoga othor sehat n baik2 saja ya...
semangat lg thoorr..... 💪💪🌹🌹
Irma Dwi
kemana aja othor satu ini, udah kangen banget,,,,
sampai lupa jalan critanya 🤭😁
Lea
Thorrrr........
sudahi hiatus nyaaaa
cepat lah up thorrrrr 🤧🤧🤧
Arya Adikara
kasat mata= dapat di lihat,nyata,konkret

tak kasatmata=tk dapat di lihat,tidak nyata.
Arya Adikara
kasat mata= dapat di lihat,nyata,konkret

tak kasatmata= tak dapat di lihat,tak nyata.
Reni Anggraini
kapan dilanjut thooor
🌹Fina Soe🌹
astaga hanaaa...ngidamu itu...🤣🤣
Rumkitalia Fajrimarini
ko setengah² si Thor nulis novelnya
Waty Umi hafidzah
Bagus, ditunggu kelanjutanx_pengenx syelah yayank siuman maka rumah tanggax denga Rafa akan kembali.
Waty Umi hafidzah
Koq aku ngerasa sedih banget yaak, kasian banget sama Yayank yg tetap mau bertahan padahal udh tau bahwa tak akan ada tempat buatx dihati Rafa😭 apakah Yayank akan terus sakiit sampai ending? Entahlaaah hanya othor yg tau😔
Quwh Caiiankcllucma Ranggaaguz
ini ceritanya sudah sampai d sini kaj
Otin Frankenstein Jr.
abis di usap terus di gerus pala botaknya 🤭🤭🤭
fitriana
ayo thor jangan lama² update nya kelamaan nunggu nih ngak sabar pembaca setia!!!
Alin Norshalsabilla Alkhatir
Pasti Ray dh tau smua'y
klo aku yg di tanya Ray kmu mau makan apa. jwananku, aku mau makan kamu Ray... km menggemaskan 🤣

Lanjut ka Thor and ttp semangat💪
Salsa Bila
bufek tour mikir konsepe piye iki... 🤦‍♂️🤦‍♂️🤦‍♂️💪
Any: Jangan di pikirin, biar othor nya aja y mikir, kita baca aja 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!