Ini Kisah tentang Kehidupan di dunia yang begitu keras membuat perjalanan mereka berliku-liku, berawal dari perjodohan bisnis master Renanta dan Tuan Muda Aska Bettran, Kemudian lahirlah penerus muda mereka, Mahendrick Bettran dan dua buah hati kembar mereka Keynard Alvaro Bettran dan Keyla Alvara Bettran,
Ketika Season dua di mulai Perjalanan Cinta Raja bisnis Mahendrick Bettran dengan seorang wanita berdarah USA, cinta yang berliku-liku, mampukah mereka bertahan atau justru akan berpindah ke lain hati..
Baca Kisah cinta mereka dalam Novelku, "My Wife Of The Plane"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zepthy Bharata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 22.
Aku, Papah, Jessika dan Mrs. Bettran sudah masuk kedalam sebuah ruang kaca, ,ruang itu tembus pandang dari dalam tetapi tidak tembus dari luar. .
Aku melihat kebawah, kearas Aska dan Mertuaku yang sudah siap dan tegas, ,
" Duarrr, , ,
suara tembakan mengelegar yang tidak tau dari mana asalnya, , para undangan sudah kalang kabut, Aska memerintahkan beberapa pengawalnya untuk mengamankan para tamu menuju keruang bawah tanah, aku kaget ketika melihat Riska mengeluarkan pistol dan mengarahkan kearah Mr. Bettran, ,
" Jessika lihat, Papa dalam bahaya, , , teriakku.
" Sial wanita bar bar itu adalah musuh, apa yang harus kita lakukan, , ,kata Jessika panik sedangkan Mrs. Bettran dan Papahku mulai terlihat cemas.
" Jessika aku minta tolong, lindungi mama dan juga papahku, , ,
" kamu mau kemana kakak ipar, , ,
" aku akan mencari sisil, ingat tetap disini, , ,
Jessika mengangguk, aku keluar dari ruangan itu, untuk melihat keadaan, aku melihat Riska sudah mengarahkan tembakkan kearah Mr. Bettran.
Tanpa pikir panjang aku berlari menghadang peluru tersebut, ,
darr, , , peluru menancap di pundakku, , , duniaku jadi gelap, aku merasakan semua orang didekatku panik, dan seseorang menggendong tubuhku, darah menetes dari tubuhku, , ,
sial, apakah peluru murahan ini akan membunuhku, , batinku sebelum aku benar benar tidak sadar.
••••••••••••••••••••••••••••
Aku membuka mata, disekelilingku sudah ada banyak orang, ada Sisil, Giorio, Aska, Jessika, Mr. & Mrs. Bettran dan juga Papahku.
Mrs. Bettran :
" Kamu sudah sadar nak, , ,
Nata :
" Kenapa tubuhku sakit ma, , ,
Mr. Bettran :
" Kamu terkena peluru, dan kenapa kamu mengorbankan dirimu untuk menghadang peluru itu, , ,
Nata :
" Maafkan aku pa, aku tidak tau jika akhirnya aku akan merepotkan kalian, aku tidak berfikir jauh pa, aku cuma takut jessika akan merasakan apa yang aku rasakan hanya memliki satu orang tua, , ,
Mr. Billison :
" Maafkan papah Nak, papah tidak mampu menjaga mamahmu, , ,
Aska :
" sudah-sudah jangan bersedih sedihan, , biarkan Nata istirahat aku yang akan menjaganya, maafkan aku pa mungkin aku tidak datang kekantor, aku ingin menjaganya, ,
Mr. Bettran dan papahku pamit untuk kekantor bekerja, sedangkan Aska menyuruh Mama dan Jessika untuk pulang istirahat, ,
disini tinggal kami berempat Aku, Aksa, Rio dan Sisil.
Aska :
" Rio keluarlah bawa sisil cari makanan, aku tidak ingin dia pingsan karena kelaparan disini dan nanti bungkuskan makanan untukku, , ,
Rio :
" Baik Tuan, , ,
Sisil :
" Tuan tolong jaga sahabatku satu satunya, , ,
Aska :
" Tentu, , , ,
Rio dan Sisil berjalan keluar ruang rawatku, ,
setelah mereka lenyap dibalik pintu, keadaan menjadi hening sebelum akhirnya Aksa membuka kembali pembicaraan.
Aksa :
" Apakah kamu tidak lapar, , , (kenapa aku menanyakan ini).
Nata :
" Apa kamu peduli padaku, , ,
Aksa :
" Jangan kepedean ini cuma rasa terima kasihku karena kamu telah menyelamatkan papaku, jika tidak peluru beracun itu pasti akan menembus jantung papa, , , ,
(kenapa aku begitu khawatir dengan wanita ini, wanita ini begitu tangguh dia tidak menangis saat sadar
Nata :
" Tuan Muda, anda berlebihan sekarang beliau juga papaku, sudah sewajarnya seorang anak membantu orang tuanya, , ,
tak lama kemudian Sisil dan Rio datang dengan Empat kotak makanan,
Nata :
" Cepat sekali, apakah kalian tidak makan?, ,
Rio :
" Maaf nyonya muda, dia memaksa untuk membungkus makanan karena dia khawatir kepada anda, ,
Sisil :
" Kamu makanlah dulu, aku telah membelikanmu bubur halus , ,
Nata :
" Aku tidak sakit parah sil, kenapa harus bubur halus, , ,(menggerutu).
Sisil :
" Ayolah makan, , ,
Nata :
(menghela nafas kasar) "huftt,,, bagaimana aku bisa makan sil, sedangkan racun bodoh ini membuat tanganku bengkak, , ,
Sisil :
" hilangkan saja sifat manjamu itu ma, ,mahrenata, ,(hampir saja menyebut master) biar aku suapin, , ,
Aksa :
" Tidak perlu, biar aku yang menyuapinya, ,
Aksa mengambil alih kotak bubur ditangan Sisil, membuatku tersenyum saat ia menyuapiku, , sedangkan Sisil dan Rio terlihat bingung dengan hal langka yang terjadi dedepannya , mereka mengambil dua kotak makanan dan makan disofa ruang rawatku, ,
Fighting : berantem alias gelut
Fitting : Fase pengepasan ukuran baju yg akan dipesan