NovelToon NovelToon
Jalan Pintas (Pesugihan)

Jalan Pintas (Pesugihan)

Status: tamat
Genre:Bapak rumah tangga / Anak Lelaki/Pria Miskin / Tumbal / Horor / Tamat
Popularitas:661.8k
Nilai: 4.7
Nama Author: cucu@suliani

Ini hanya cerita fiksi belaka.

Demi mendapatkan harta kekayaan, Bisma rela melakukan jalan pintas. Dia berkata kepada istrinya akan pergi untuk merantau ke kota, dia akan mengadu nasib di kota.

Namun, ternyata Bisma pergi menuju gunung larangan. Hal itu dia lakukan untuk mencari kekayaan, agar hidupnya tak lagi dalam kemiskinan dan jadi hinaaan.

Akankah dia bahagia dengan kekayaan yang dia capai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Satu minggu kemudian.

Bisma sudah mendapatkan kabar jika ruko yang dia sewa kini sudah siap untuk dipakai memulai usaha, Bisma sangat senang tapi juga merasa bingung dengan syarat dari Kanjeng Ratu yang meminta tumbal lagi.

Namun, saat ini dia harus menyiapkan ritual untuk penglaris terlebih dahulu. Dia tidak mau memikirkan tumbal, Bisma berpikir mungkin kalau nanti dia sudah mau mulai usaha restonya, dia bisa bertemu dengan wanita yang mau mengandung keturunannya.

"Sayang, malam ini Mas mau menginap di Resto. Dua hari lagi mau buka, Mas mau memastikan semuanya oke. Bolehkan?" ujar Bisma meminta izin kepada istrinya.

Surti, kedua putranya dan juga Bisma baru saja selesai makan malam. Bisma tidak bisa lagi menunggu untuk melakukan ritual malam ini, karena Kanjeng Ratu sudah mendesak dirinya.

"Boleh dong, Sayang. Pergi dan hati-hati," ujar Surti memperbolehkan.

"Oke, Sayang. Mas mau berangkat, kalau kamu tidak berani tidur sendirian di kamar utama, kamu tidur aja sama Bagas dan juga Bagus."

"Santai, Mas," jawab Surti.

Setelah berpamitan kepada Surti, Bisma juga berpamitan kepada kedua putranya. Setelah itu wisma pergi dari kediamannya menuju Resto.

Saat di pertengahan jalan Bisma sempat memberhentikan mobilnya di toko kembang, dia membeli kembang tujuh rupa, membeli kemenyan dan juga membeli tempat pembakaran kemenyan yang terbuat dari tanah liat.

Tidak tanggung-tanggung, Bisma membeli kembang tujuh rupa sebanyak dua karung. Hal itu dia lakukan atas permintaan dari Kanjeng Ratu, permintaan yang tidak bisa ditolak sama sekali oleh pria itu.

Bisma juga membeli kembang kantil sesuai dengan perintah Kanjeng Ratu, Bisma tidak tahu fungsinya untuk apa, yang penting dia membeli sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Kanjeng Ratu.

"Beli kembangnya banyak banget, Pak?"

Penjual kembang itu terlihat keheranan karena Bisma membeli kembang dalam jumlah yang banyak, terlebih lagi ketika Bisma membeli kemenyan. Rasanya mulut penjual itu gatal sekali ingin bertanya.

Bisma tahu jika orang itu pasti sangat penasaran, dia memutarkan otaknya agar tidak salah berbicara. Lalu, Bisma tersenyum dan berkata.

"Saya sopir, Pak. Saya disuruh sama majikan saya untuk beli beginian, saya juga nggak tahu untuk apa," jawab Bisma.

"Oh," ujar si penjual dengan kepo tapi tidak bisa bertanya lagi.

Setelah membeli barang yang diperlukan, Bisma langsung melanjutkan perjalanannya menuju Resto. Hingga beberapa saat kemudian Bisma sudah sampai di Resto dan langsung membawa perlengkapan yang sudah dia beli menuju lantai tiga.

Di sanalah Bisma akan melakukan ritual yang diperintahkan oleh Kanjeng Ratu, ritual yang entah apa namanya Bisma tidak tahu. Yang Bisma tahu, dia melakukan hal itu agar Resto yang akan dia jalankan ramai pengunjung.

"Kamu sudah datang, Sayang!" ujar Kanjeng Ratu ketika Bisma datang dan langsung masuk ke dalam ruangan kerja milik Bisma.

Bisma meminta jika di lantai tiga dijadikan sebagai ruang kerja untuk dirinya, Bisma juga meminta disiapkan satu kamar di sana khusus untuk dirinya beristirahat. Di dalam kamar itulah Bisma akan melakukan ritual bersama dengan Kanjeng Ratu.

"Ya, Sayang. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" tanya Bisma.

"Isi bathtub dengan air dingin, kalau tuangkan kembang tujuh rupa dan juga kembang kantil ke dalamnya."

"Oke!" jawab Bisma.

Bisma melakukan apa yang disuruh oleh Kanjeng Ratu, dia memenuhi bathtub dengan air dingin. Lalu, dia menuangkan semua bunga yang sudah dia beli di dalam bathtub yang sudah dipenuhi dengan air.

"Apalagi yang harus aku lakukan, Kanjeng Ratu?" tanya Bisma.

"Bakar kemenyannya di pojok ruangan," jawab Kanjeng Ratu.

Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Kanjeng Ratu, Bisma kembali melakukan perintah wanita itu. Dia membakar kemenyan, lalu kembali menghampiri Kanjeng Ratu.

"Bukalah baju kamu, berendamlah di dalam bathtub. Jangan pernah buka mata kamu jika belum tengah malam, jangan tergoda oleh ucapan siapa pun yang menggoda. Sekalipun itu suara aku, jangan pernah membuka mata. Kecuali kalau kamu sudah mendengar suara desisanku," pesan Kanjeng Ratu.

"Siap, Kanjeng Ratu."

Jika seperti itu, artinya Bisma harus bersemedi. Dia harus bisa menahan godaan yang datang, entah dari arah mana dan entah suara apa yang nanti akan dia dengar.

Bisma langsung melakukan apa yang diminta oleh Kanjeng Ratu, dia melucuti pakaiannya dan masuk ke dalam bathtub yang berisikan kembang tujuh rupa.

"Tutuplah matamu, Bisma."

"Ya," jawab Bisma.

Bisma bersila di dalam bathtub, lalu dia memejamkan matanya. Tidak lama kemudian dia merasakan hembusan angin yang begitu kencang sekali, Bisma tiba-tiba saja merasa bulu kuduknya meremang semua.

Karena ini bukan hanya hembusan angin yang begitu kencang menerpa wajah dan sebagian tubuhnya, tetapi dia merasakan mulai ada bisikan-bisikan aneh yang terdengar di telinganya.

"Bisma! Ikutlah denganku, aku jamin akan banyak lagi kekayaan yang kamu dapatkan."

Suara seorang perempuan terdengar begitu seksi di telinga Bisma, tidak lama kemudian dia bahkan merasa jika ada yang mengusap wajah sampai dadanya.

"Bisma, buka mata kamu, Sayang. Aku akan memberikan kekayaan yang lebih banyak dari Kanjeng Ratu, asalkan kamu mau memujaku."

Bisma kembali mendengar suara seorang wanita, tetapi kali ini suara itu terdengar parau. Persis seperti suara nenek-nenek, Bisma semakin merinding dibuatnya.

1
Yuliati Soemarlina
surti lebih cepat cerai dg suami pengabdi setan...
Yuliati Soemarlina
klo orang bohong..banyak berkelit seperti si bisma
Yuliati Soemarlina
thor lebih teliti dlm menulis..menganggukan kok ditulis pengangguran..jadi bingung bacanya
Yuliati Soemarlina
hasil dari yg haram tdk akan ternikmati dg tenang ..
Yuliati Soemarlina
bisma semakin tersesat...
Yuliati Soemarlina
tetap saja tumbal anaknya meskipun dari wanita lain..sudah bisma hentikan jangan rakus ..
Yuliati Soemarlina
anak perempuannya jadi tumbal..miris banget jln hidupmu bisma...
Yuliati Soemarlina
demi istri n anaknya..bisma rela menempuh jln yg sesat..asal dia banyak uang..
Pandra Tour
Surti itu sebenarnya panggilannya ibu, emak atau mamak sih?
Ass Yfa
mati sebelum tobat,pastinya Bima jadi budak siluman buaya
Ass Yfa
kepergok juga kan...ihhh nggk bisa bayangin.nunggangi buaya
Yudi Christian
sempet balas dendam Bagas...tapi sayang gak mati siuluman nya
Yudi Christian
Luar biasa
Fetri Jayanti
Biasa
Fetri Jayanti
Buruk
Mey Ana
Luar biasa
anih anih
seru jg udh baca sampe bab ini
anih anih: iya mampir
total 2 replies
bagas muhammad
karna uda ga ada jln kluar mka bnyk manusia ambil jln pintas.bukan di novel sja.di dunia nyata org miskin di angap remeh.
Ree Prasetya
cerita yang wajib dibaca
Ryan Jacob
semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!