NovelToon NovelToon
BadBoy

BadBoy

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kiandra 025

Ini cerita tentang Aresha, Arjuna dan juga Arsen.
Aresha yang memiliki kekasih ketua osis tampan seperti Arjuna. Namun Arjuna yang selalu menomor duakan Aresha demi urusan sekolahnya .

Lalu bagaimana hubungan antara Arjuna dan Aresha bisa bertahan jika Arjuna tidak pernah ada di saat Aresha membutuhkanya, dan di saat itulah Aresha memiliki masalah dengan Arsen. Cowok bertubuh jangkung dengan wajah yang menawan namun terkesan datar dan dingin itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra 025, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Malam ini hujan turun begitu deras membasahi kota metropolitan. Angin berembus kencang dengan guntur yang saling bersautan.

Arsen yang saat ini berada di luar terpaksa menghentikan motor nya untuk berteduh dari deras nya air hujan. Dingin angin malam begitu menusuk di kulit nya. Arsen melihat jam yang melingkar di tangan nya dan melihat jam berapa sekarang.

Pukul 23:00 malam dan Arsen masih terjebak dalam deras nya air hujan. Arsen tidak tau harus melakukan apa selain diam dan menunggu hujan reda, karena menerjang air hujan hanya akan merugikan dirinya sendiri.

Susana di sekitar Arsen begitu hening dan mencekam, namun Arsen sama sekali tidak merasakan takut, karena hal seperti ini sudah biasa untuk nya.

Drrrt drrrt drrrt.

Bunyi handphone nya bergetar, Arsen mengambil handphone nya dan melihat ada notif dari salah satu sahbatnya.

Sakra: Udah nyampe mana Sen, apa lo kehujanan?

Arsen: Lagi neduh.

Sakra: Gue jemput, gue bawa mobil.

Arsen: Gak perlu, udah mau nyampe apartemen.

Arsen kembali masukan handphone nya setelah membalas pesan dari Sakra, namun tak lama setelah itu ada sebuah mobil lamborghini yang terhenti di depan nya.

Arsen memincingkan matanya merasa familiar dengan mobil di depan nya. Dan ternyata dugaan nya benar, setelah kaca mobil di turunkan, Arsen dapat melihat jika pengendara mobil itu adalah Arkan.

"Kehujanan lo, nggak punya mobil ya," ucap Arkan memgejek. Arsen hanya diam dan menatap Arkan tanpa ekspresi.

"Mau nebeng?"

Arsen mengembuskan napas nya perlahan, berjalan mendekati mobil Arkan tanpa memperdulikan bajunya yang akan basah karena terkena percikan hujan.

"Ngapain berhenti, mau pamer lo punya mobil?"

"Benar, mobil punya lo sekarang gue yang pake, karena sekarang gue anak satu satu nya di rumah," bukanya marah, Arsen justru menampilkan senyumnya, bukan senyum tulus, melainkan senyum penuh kesinisan.

"Bokap lo miskin atau bagaimana, nggak bisa beliin lo mobil baru sampai harus pake mobil bekas gue," ucap Arsen dengan mudahnya menyulut emosi Arkan. Arsen menyeringai tajam, sebelum kembali mendekati motornya.

Arsen kembali mendekati mobil Arkan dengan motor nya.

"Baju gue masih banyak tertinggal di kamar, kalau lo mau pake aja, mungkin lo juga butuh itu." setelah mengatakan itu, Arsen segerah melajukan motornya meninggalkan Arkan yang sudah mencak mencak di dalam mobil.

Arsen melajukan motornya dengan kencang, menerjang hujan yang semakin deras turun membasahi kota metropolitan.

📝

Di pagi hari nya, Aresha terbangun lantaran sinar mentari yang menerobos masuk kedalam kamarnya. Aresha menguap pelan, lalu beranjak dari ranjang untuk masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah 5 manit di dalam kamar mandi, Aresha keluar kamar dengan hanya menggunakan kaus pendek dan hot pant.

"Selamat pagi Bunda, Papa, dan Adikku tercinta," sapa Aresha menciumi sekilas pipi Nara dan Fandi yang sudah duduk manis di meja makan.

"Tumben Kak Aresha bangun pagi, ini kan weekand," ucap Areno seraya memakan roti selai nya.

"Oh iya aku lupa, ini kan weekand, harusnya aku bangun jam 9 aja ya," canda Aresha ikutan duduk di samping Areno, berhadapan langsung dengan Nara.

"Bagus itu Sayang, pokoknya Aresha harus bangun pagi terus, berlatih disiplin dan tepat waktu, gak baik juga anak perempuan bangun siang." sahut Fandi menatap Aresha tersenyum.

"Iya Pah, Aresha akan usahain bangun pagi terus."

"Jangan cuma di usahain doang Sayang, tapi juga di haruskan." ucap Nara ikut menimpali, Aresha hanya bisa tersenyum kecut, membiarkan Areno tertawa puas melihat raut wajah nya.

Setelah menghabiskan sarapanya, Aresha pamit untuk kembali ke kamar. Sesampainya di kamar, Aresha langsung membaringkan badanya untuk bermalas malasan.

Sebetulnya hari ini Aresha akan hang out bersama ketiga sahabatnya, namun karena penyakit malas nya kambuh, jadi kini Aresha hanya akan menghabiskan waktu weekand nya di atas ranjang.

drrr drttt drtt.

Aresha menoleh menatap ke atas nakas tempat ia menaruh handphone nya, meraih dan melihat siapa yang menganggu acara malas malasanya, namun begitu ada nama Arjuna di layar handphone nya, Aresha langsung terduduk tegak.

Tanpa waktu lama Aresha langsung mengeser tombol berwarna hijau.

"Selamat pagi Arjuna, kenapa telepon aku? Kangen ya?" sapa Aresha langsung begitu sambungan telepon nya terhubung. Terdengar suara kekehan dari sebrang sana, Arjuna tengah menertawakan nya.

"Pede banget kalau aku kangen,"

"Terus kenapa telepon? Gak biasanya kamu telepon aku duluan," tanya Aresha sedikit merenggut.

"Aku mau ngajak kamu jalan, kamu ada waktu kan?" mendengar ajakan Arjuna, entah kenapa rasa malas nya menghilang begitu saja. Dengan semangat Aresha langsung berdiri tegak.

"Sekarang kamu jemput aku ya!"

"Oke, aku berangkat sekarang."

Aresha tersenyum dan menutup sambungan telepon nya. segerah masuk ke kamar mandi untuk kembali membersihkan diri dengan benar, tidak seperti tadi yang hanya cuci muka dan gosok gigi saja.

📝

Apartment Arsen kini tampak begitu ramai dengan adanya Devan, dan Refal. Teriakan serta umpatan terus saja terdengar dari kamar Arsen, apa lagi yang mereka lakukan jika tidak bermain playstation, dengan Arsen hanya jadi penonton dengan tubuh yang ia senderkan di kepala ranjang.

"Nggak mau keluar lo Sen? Cari cewek kek buat nemenin lo, kayak Sakra tuh weekand begini udah jalan aja sama Stephany," Refal berucap, namun dengan mata yang terfokus ke layar tv.

"Jangan sok deh, lo juga jomblo." sahut Arsen tak mau kalah, Arsen beranjak dari tempat tidur nya, bergerak untuk menyingkap tirai besar kamarnya, hingga menampakkan pemandangan indah gedung gedung menjulang tinggi.

Arsen membuka handphone dan melihat roomchat nya bersama Aresha. Sudah dari kemarin Aresha masih juga tak menghilang dari pikiran nya, seolah memaksa Arsen untuk terus memikirkan nya.

"Arsen buka pintu, ada orang di luar." teriakan Devan menyadarkan Arsen dari pikirannya. Arsen mendegus, namun dia juga bergerak untuk membuka pintu apartment nya. Entah ada siapa lagi yang akan menganggu acara weekand nya selain Devan dan Refal.

"Arsen," begitu pintu terbuka, Arsen tidak dapat menahan kekesalan dalam dirinya. Seseorang yang datang adalah Aril, bersama dengan mama nya.

"Sudah Mama duga kamu akan tinggal disini." suara Erina mulai terdengar panas di telinga Arsen.

"Ngapain kalian di sini?" tanya Arsen tanpa berniat mempersilahkan masuk kedua orang tua nya.

"Mama mau kamu pulang sekarang juga." ucap Erina menatap putra nya tajam. Namun itu di balas kekehan remeh dari Arsen.

"Pulang? Pulang kemana? Rumah Arsen kan di sini." jawab Arsen dengan memasukan tanganya di saku celananya, begitu santai menanggapi mama nya yang bersiap untuk marah.

"Pulanglah Arsen, Papa mohon sama kamu untuk kembali pulang ke rumah. Kamu masih punya orang tua, kamu nggak pantes tinggal sendirian disini Arsen." suara Aril begitu beda dengan Erina, tidak ada benci atau emosi di dalam suaranya. Aril benar benar tulus menerima Arsen seperti anak kandungnya sendiri. Namun Arsen sama sekali tidak mengetahui ketulusan Aril, hanya karena Aril yang telah merebut mamanya dari papanya. Ya, itu pandangan Arsen mengenai Aril, dan selama mungkin akan seperti itu.

"Arsen tidak akan pulang. Tidak ada yang boleh mengatur hidup Arsen, karena tanpa kalian Arsen akan jauh lebih tenang."

"ARSEN." bentak Erina seketika.

"Kalian pulanglah, kalian hanya akan menggangguku dihari weekand." tepat setelah mengatakan itu, Arsen menutup kembali pintu apartment nya, membiarkan Erina yang masih berteriak mengedor ngedor pintu apartment nya.

Arsen duduk di atas sofa ruang tamu dengan mata terpejam, hatinya kembali terluka untuk kesekian kali. Arsen tidak suka semua ini, Arsen tidak suka ketika dia harus menjadi jahat di depan orang tuanya. Arsen tidak mau, namun mau bagaimana lagi, ibu kandung nya sendiri lah yang membuat Arsen menjadi jahat seperti sekarang.

"Arsen, lo nggak papa?" suara takut takut dari Devan membuat Arsen membuka matanya, Arsen hampir lupa jika kedua sahabatnya masih berada di sini.

"Itu bokap sama nyokap lo kan?" tanya Refal bergumam pelan.

Arsen menghembuskan nafas panjang nya. Arsen meraih sebungkus rokok dari dari atas meja, sebelum Arsen menyalakan pemantiknya, Devan sudah lebih dulu merebut rokok dari tangan Arsen.

"Lo gak boleh ngerokok lagi hanya dengan masalah seperti ini Sen, lo harus terbiasa dengan ini." ucap Devan membuat Arsen tersadar, Arsen kembali menyenderkan tubuhnya dan menutup matanya.

"Lo berdua pulang, gue lagi pengen sendiri."

Devan dan Refal yang mengerti kedaan Arsen hanya bisa diam dan menatap Arsen sendu. Pria seperti Arsen yang terlihat kuat dengan segala kekayaan yang di miliki nya, nyatanya adalah pria yang lemah. Tidak ada cerita indah di masalalu, hanya ada penderitaan yang di berikan oleh mamanya sendiri, jadi jangan salahkan Arsen jika dia menjadi pria nakal tak ada masa depan seperti sekarang karena masalalu nya yang suram.

Setelah kepergian kedua sahabat nya, Arsen kembali membuka matanya. Matanya menatap pintu ruangan rahasia yang tertutup. Dengan perlahan Arsen beranjak mendekati ruangan itu, membuka pelan pintunya hingga Arsen dapat melihat kembali isi dari dalam ruang rahasianya selama ini.

Sudut bibir Arsen sedikit terangkat, hanya dengan berdiam diri di dalam ruangan ini Arsen dapat meraskaan kembali ketengan dalam hatinya. Apalagi dengan menatap indah foto foto yang tertempel di setiap sudut ruangan, membuat Arsen seketika dapat melupakan sejenak masalahnya.

1
K_Forza
beranda sekali aku baca pas bagian ini 🤣
K_Forza
ternyata novel ini udah ada di tahun 2020 dan aku baru tau di 2025 lewat dubber nya novel ini..
keren novel nya bikin terharu, terbawa suasana mengingatkan jaman sekolah dlu
K_Forza
gak suka Arjuna ih
K_Forza
jangan bilang kalo vino juga suka Aresha?
K_Forza
bener, paling gak kuat dan males punya cowok cuek apalagi gak peka🥲
K_Forza
astaga koplak juga gurunya 🤣😂
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku gak rela cerita ini END sih thor,, Aku pengen baca sampai mereka nikahan semua dan punya anak masing2 nya..ck thor huaaa..Aku gak rela END😩😩😩😩
Qaisaa Nazarudin
Kita kawal sampai pelaminan thor..😅😅
Qaisaa Nazarudin
Yezzzz 💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻👏🏻 Mau2,Mau dong 🥰🥰🥰😍
Qaisaa Nazarudin
Pikuran yg kel gini yg gak benar,Harus di perjuangkan,Bukannya nyerah gitu aja,,Sebel aku..
Qaisaa Nazarudin
Berarti cinta kamu belum kuat utk Aresha,nyatanya kamu tdk mempercayai nya,,Kamu malah lebih memilih Ego mu,Aku kecewa dgn mu Arsen..
Qaisaa Nazarudin
Aresha terlalu gengsian dan gak pernah peka dgn keadaan Arsen,Heran aku,,,
Qaisaa Nazarudin
Waahh Arjuna licik,Bawak bawain mama nya utk dekatin Aresha lagi, Curang..
Qaisaa Nazarudin
Mendingan sama Aldrin dari pada kamu yg masih mencintai cewek lain,tapi pacaran dgn Stephany,,🙄🙄Rasain kamu kan..
Qaisaa Nazarudin
Aneh ya,Kok ada kembaran yg saling musuhan kek gitu,Hanya di dunia novel kan..😂😜
Qaisaa Nazarudin
Sengaja ya Arsen kasih nomornya ke Nabila, katanya Cinta sama Aresha,Tapi kenapa gak bisa jagain hatinya Aresha?? Lama2 sebel aku dgn sikapnya Arsen,,
Qaisaa Nazarudin
Itu pasti nomor Nabila,Blokir aja deh Aresha nomor nya..
Qaisaa Nazarudin
Arsen gengsian banget, giliran di dekatin Nabila malah diam aja,, Ini yg bikin mereka tambah salah paham, Kamu sendiri yg kasih peluang Arjuna dekatin Aresha lagi, Ntar jgn nyesel kamu..
Qaisaa Nazarudin
Harusnya kamu yg nemuin Arsen dan minta maaf,Kok sekarang malah kebalik,kamu yg ingin Arsen nemuin kamu,ck🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa,Sikap Arsen yg suka berantem membuatkan Aresha meninggalkan Arsen,Udah tau Aresha gak suka kamu berantem,Malah Arsen kayak menantang..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!