Usia 17 tahun dihadapkan dengan masalah pernikahan yang dilandaskan perjodohan. Sebuah pernikahan rahasia. Akankah pernikahan mereka berakhir bahagia?
///
Ternyata calon suamiku merupakan pria yang menyaksikanku diputuskan pacarku saat memergokinya selingkuh.
///
Di sisi lain pria itu terpaksa menggantikan sang kakak untuk menerima perjodohan demi mendapatkan kebebasan. Dan ternyata sahabatmu menyukai instrimu. Apa yang harus dilakukan? Mendukung? Mencegah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rtgnda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Dalam perjalanan pulang menuju halte ketiga sahabat Sava saling sikut menyikut. Pada akhirnya Rania mengalah.
"Ehmm... Sava. Kita mau ngasih lo sesuatu", ucap Rania sambil menggenggam tangan Sava.
Sava menatap tangannya dan bertanya heran, "Apa ini?".
"Kita mau bantuin lo. Tujuan utama kita kan ikut ini karena pengen hadir di pesta ulang tahun Kenzie. Kita gak mengharapkan bayaran. Jadi kita sepakat penghasilan hari ini buat lo aja. Lumayan kan buat mengurangin masalah yang dibuat kakak lo", jelas Rania.
"Ya tuhan terimakasih telah mempertemukan hamba dengan mereka. Tapi apa yang harus aku katakan soal hutang itu pada mereka. Aku tidak bisa mengatakan akan segera menikah", batin Sava.
"Kalian kenapa jadi so sweet gini aku kan jadi terharu", ucap Sava sembil memeluk ketiga sahabatnya.
"Kita sahabatan, sudah seharusnya saling membantu", jawab Kanaya.
///
Panti Asuhan
Sava menghadiri undangan keluarga calon suaminya bersama mama dan papanya. Kedatangan mereka disambut hangat.
Sekarang Sava bersama nenek Fariz. Nenek Fariz sangat baik sehingga dalam waktu singkat Sava langsung akrab dengan beliau.
Tetapi ada yang kurang pikir Sava. Di mana calon suaminya itu berada. Sedari tadi Fariz tidak terlihat. Sava permisi pamit ke nenek Fariz, ia berjalan-jalan di sekitar panti asuhan. Ia mencari Fariz calon suaminya.
"Brengsek! Dia gak hadir. Dia mempermalukan aku. Aku kan calon istrinya, kalau calon suamiku gak hadir di sini apa anggapan orang. Aku tau kami dijodohkan tapi bisa kan dia bersikap selayaknya calon suami di depan keluarganya. Ini kan acara keluarganya. Tahu begitu dari awal aku gak usah hadir", batin Sava.
Ayah Fariz memperhatikan Sava sedari tadi. Ia tau Sava mencari Fariz dan sekarang Sava jengkel Fariz tidak ada diacara. Akhirnya Ayah Fariz memanggil seseorang dan berkata, "Bawa Fariz ke sini. Kalau bisa seret paksa dia".
///
Kediaman Monang Nasution
Fariz mengurung diri di kamar. Ia hanya menghabiskan waktu dengan bermain game dan menonton tv. Ia sengaja tidak hadir ke acara syukuran ompungnya. Sejujurnya ia sangat bosan. Jadi ia berniat mengajak Kenzie dan Shadiq untuk bertemu saat mendapatkan pemberitahuan pesan grup "Pria Idaman 😎". Namun ia ragu setelah membuka isi pesan itu.
Kenzie
"Shadiq!!!"
"Lo gak salah dengar kan?"
Shadiq
"Gak percaya ya sudah"
"Harusnya gue rekam pembicaraan mereka"
"Biar lo percaya"
Kenzie
"Seharian gue uring-uringan mikirin omongan lo semalam"
"Apa gue sudah terlambat?"
"Gue udah ajak dia resmi kenalan"
"Gue juga bilang ke dia kalau hari ini dia istirahat saja di rumah"
Shadiq
"Siapa lo ngatur-ngatur dia? "
"Ngapain juga dia ngikutin omongan lo"
"Gue yakin sekarang dia sudah ditembak sama tu cowok"
Kenzie
"Lo jangan buat gue tambah gila ya Shadiq Ganendra"
Me
"Ada apa? "
Kenzie
"Dari mana aja lo baru nongol sekarang"
"Jadi lo gak tau? "
"Oiya semalam kan Shadiq ngomong ke gue pas di toilet terus habis acara kita langsung bubaran ya"
Me
"Hm"
Kenzie
"Jadi Shadiq dengar percakapan Sava sama teman-temannya kalau hari ini Sava pergi kencan sama cowok namanya Al"
"Katanya harusnya janjinya itu sabtu semalam pas gue ulang tahun tapi di ganti jadi hari ini karena Sava kerja"
"Menurut teman-temannya tu cowok yang namanya Al Al itu bakalan nembak Sava"
mudhn ceritanya masih lanjut,semangat ya buat author nya💪💪💪
giliran faris udah bucin sava malah nyebelin