"Siapa di sana?" tanya seorang gadis yang merasa ada sesuatu yang tak beres.
Saat gadis cantik itu keluar rumah, betapa terkejutnya dia menemukan seorang pria terduduk di bawah pohon mangga rumahnya.
Melihat pria itu yang lemah, gadis itu pun ingin berteriak minta tolong, tapi tanpa di duga, pria itu lari dan membekapnya.
"Tutup mulut mu jika masih ingin selamat," katanya lirih dan menyeret wanita itu masuk kedalam rumah.
Siapa pria itu?
Dan apa yang akan terjadi pada mereka?
Apa gadis itu selamat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menikah
malam hari, semua berkumpul di halaman belakang sbil menikmati barbeque.
anggap saja ini adalah malam lajang Sagara dan Anita, karena tak ada banyak waktu yang tersisa untuk melakukan pesta yang aneh-aneh.
bahkan Anita menelpon beberapa temannya secara mendadak ddn mengundangnya untuk datang dan tak lupa untuk menjadi pengiring pengantin.
bahkan perawat Fani, perawat Dewi dan perawat Darra tak percaya dengan permintaan itu.
bahkan gaun mereka juga sudah di sediakan dan tinggal datang untuk mengikuti jalannya acara.
"apa semua sudah selesai, besok tinggal finishing, karena aku tak ingin ada masalah saat pernikahan," kata Sagara yang menikmati suasana dari Anita.
"sudah, semua gaun juga sudah di kirimkan,dan undangan juga sudah di bagikan, yang penting kemungkinan beberapa pejabat daerah akan datang apa kita perlu pengamanan khusus," raya Virgo.
"tidak usah, mereka datang sebagai tamu dan seharusnya bertingkah seperti tamu, jika mereka ingin di jilat,mereka salah besar jika datang padaku," kata Sagara dengan begitu tegas.
"ah sepertinya aku lupa hal itu, tentu saja mereka yang datang akan meminta tolong atau menjilat tuan agar di bantu untuk maju lagi dalam mencalonkan diri," kata Virgo
"ha-ha-ha-ha para orang-orang ini selalu saja merepotkan," kata Lea yang ingat bagaimana dia harus menekan semua tumor agar siapapun yang mereka dukung tak kalah.
sebab jika kalah,maka mereka bisa hancur dan rugi karena semua usaha mereka akan terganjal perizinan.
tapi untunglah semua pilihan Sagara berakhir dengan baik, meski di salah satu daerah usaha mereka sempat hampir terkena masalah karena kebakaran hutan.
"sudah, kenapa kalian membahas hal seperti itu sekarang, lebih baik fokus makan karena besok akan jadi hari yang sangat sibuk," kata Anita.
"tentu sayang, dan bagaimana makanannya, karena semua ini yang akan ada di pernikahan kita, ya sekalian mencicipi makanan bukan," kata Sagara yang membuat Anita tak percaya dengan yang dia dengar.
"ini semua mas, ya Tuhan semudah premium,"
"tentu saja, pernikahan kita akan jadi acara abad ini, dan tak boleh ada kesalahan dan omongan buruk sedikit pun," terang Sagara.
Anita hanya bisa mengangguk, tentu saja ini harus jadi pernikahan mewah,karena yang menikah adalah pengusaha besar yang memiliki banyak usaha.
di sisi lain, Bella tak menyangka ucapannya benar-benar membuatnya jungkir balik, pasalnya Sagara langsung menghancurkan wanita itu.
tak hanya Bella, semua keluarganya yang masih bergantung kini juga di putus sepihak dan benar saja Sagara tetap tegar berdiri.
sedang yang lain terseok-seok bahkan ada yang langsung hancur usaha yang dengan susah payah di rintis.
sebuah pesan masuk kedalam ponsel milik Bella, "lain kali jaga bicara mu, karena bos besar tak akan pernah bisa main-main dengan usaha miliknya, sekarang selamat menikmati kemiskinan mu," isi pesan dari Lea.
"sialan!!" maki Bella
dia sekarang di kejar beberapa bank, bahkan semua harta sudah di sita. saat Sagara dan Anita bersiap untuk melakukan pernikahan.
keduanya sudah bersiap, kemarin malam mereka semua kebanyakan minum dan mabuk.
untungnya tak terjadi hal-hal yang tak di inginkan, sedang di sisi lain, semua orang sudah menunggu pengantin wanita di altar.
terlihat Sagara sudah siap sambil tak sabar menunggu kedatangan dari kekasihnya itu.
tak lama ternyata musik pernikahan mulai terdengar, dan berjalan menuju ke altar sosok Anita sambil tersenyum.
meski dia tak ada yang mendampingi, itu tak membuatnya sedih, mau bagaimana pun keluarganya menang sudah tidak ada.
di sisi lain, semua orang memuji kecantikan dari pengantin wanita, Sagara mengulurkan tangannya dan kini keduanya pun duduk untuk melakukan prosesi selanjutnya.
setelah prosesi berlangsung, akhirnya mereka pun sah sebagai suami istri.
"di persilahkan kedua pengantin berciuman,"
semua orang bersorak senang, karena akhirnya Sagara bisa menikah dengan lancar tanpa gangguan.
sekarang pesta di lanjutkan dengan pesta resepsi yang meriah, bahkan bisa di bilang sangat mewah.
karena rumah itu di sulap bagai hotel bintang lima, bahkan tempat resepsi sangat luas dengan area taman dan juga area rumah.
"selamat ya bos, semoga kalian menjadi pasangan yang hanya di pisahkan maut," doa Lea.
"terima kasih ya, kalian kapan menyusul, bukankah Virgo sudah mengatakan isi hatinya?" tanya Sagara.
"tentu saja tidak, dan sepertinya bos lupa sesuatu jika wanita yang bernama Lena itu belum di hukum masih menunggu," kata Lea mengingatkan.
"ha-ha-ha itu bisa di atur, karena aku harus melakukan semuanya satu persatu, sekarang belum gilirannya," jawab Sagara.
Anita pun datang setelah foto di bantu Virgo, "kenapa aku merasa hari ini yang jadi suamiku Virgo karena kamu terus menghilang," kata Anita yang datang dan berdiri di samping suaminya itu.
"maaf sayang, aku bukannya tak ingin menemanimu, tapi aku juga sibuk menyapa semua orang yang datang, maaf ya sekali lagi," kata Sagara mencium tangan Anita.
"baiklah aku mengerti, sekarang boleh aku menemanimu menjamu semua orang,ya aku ingin mengenal satu persatu orang yang bekerja sama dengan suamiku, takutnya ada yang berniat tak baik pada suamiku ini," kata Anita yang membuat Sagara tertawa
"tidak mungkin, aku sebisa mungkin menghindari bekerja sama dengan seorang wanita," jawab pria itu
sore itu semua berjalan baik,bahkan pesta resepsi berlanjut hingga malam hari.
dan akhirnya semua selesai pukul sebelas malam saat tamu terakhir pulang.
"apa ada yang kalian inginkan sebagai hadiah?" tanya Sagara yang sedang duduk bersama semua pegawai yang bekerja di rumah.
"liburan naik kapal pesiar," jawab semua orang.
"wah kok bisa punya keinginan yang sama?" tanya Anita heran.
"ya kami sudah merundingkannya, lagi pula kami belum pernah tau rasanya naik kapal pesiar mewah milik bos besar," kata salah satu pelayan yang memang sudah lama.
"baiklah semuanya bisa liburan, ajak kekasih dan keluarga kalian, karena semua biaya aku yang tanggung, dan kita akan keliling Indonesia," kata Sagara.
"terima kasih tuan!!" jawab semuanya.
Lea dan Virgo sudah pasti mereka yang akan menghendel semuanya, "dan untuk kali ini biarkan Doni yang mengatur bersama Dina, karena Virgo dan Lea harus liburan juga, mengerti,"
"baik bos, terima kasih atas pengertiannya," kata Virgo yang langsung spontan.
Anita tertawa, dan sudah di tentukan besok malam semuanya berangkat ke pelabuhan untuk berangkat dengan kapal pesiar mewah milik bos mereka.
semua sudah di atur oleh dua asisten Sagara yang lainnya.
di sisi lain,nyonya sepuh merasa benar-benar tak di anggap oleh cucunya lagi, bagaimana pun Sagara menikah tanpa minta restu dirinya.
bahkan dia juga tak di beri tahu sedikit pun, dia pun merasa menyesal karena satu-satunya keturunan keluarganya.
sangat membencinya dan tak mau memakai nama keluarga besar itu, dan memilih hanya mengunakan nama ayah kandungnya.
Sagara dan Anita sudah berada di kamar pengantin, mereka sudah bersih-bersih.
"sayang boleh aku minta?"
"minta dia mas, kalau minta jatah maaf .. aku baru saja dapat masa periode tanggal merah," kata Anita yang mengejutkan suaminya itu
"loh kok bisa, ya menunggu seminggu dong,"
"ya mau bagaimana lagi mas, memang mas mau maksa juga?"
"ya tidak, ya sudah aku sabar dulu saja demi menunggu mu sampai bersih,"
Anita pun merasa kasihan dan memutuskan untuk berjongkok di depan suaminya.
kemudian dia langsung melakukan sesuatu yang membuat suaminya itu merem melek.
bahkan Sagara tak menyangka istrinya itu mau melakukan hal itu, dan akhirnya dia bisa puas dengan bantuan istrinya
sedang Anita buru-buru ke kamar mandi untuk bersih-bersih sebelum tidur.
baru juga merebahkan tubuhnya, Sagara langsung memeluknya sambil tersenyum penuh arti.
"hentikan senyuman mu itu,aku merinding melihatnya," protes Anita yang takut suaminya itu punya keinginan yang aneh-aneh
"tidak sayang,aku hanya ingin tidur bersama mu saja, jangan panik begitu," kata Sagara yang mencoba menenangkan istrinya itu.
tak butuh waktu lama keduanya beristirahat, dan besok Anita akan berkemas untuk liburan yang memakan setidaknya dua Minggu di atas kapal pesiar.
dan tentunya dia membawa baju seksi untuk suaminya, karena kemungkinan mereka akan malam pertama di atas kapal pesiar.
jangan lupa mampir ya k heheh...