Bima Pawitra terlahir dari keluarga kaya, namun takdir telah menentukan dirinya.
Ketika orangtuanya dalam perjalan pulang, ditengah jalan menjadi target pembunuh bayaran. Orangtua Bima berusaha menghindar, namun terpojok ketepi jurang, sehingga Bima yang berada dalam pelukan ibunya terlepas dari tangannya dan terlempar ke jurang karena terpeleset.
Tanpa di ketahui oleh orangtuanya, Bima yang masih bayi menembus dimensi lain dan di selamatkan kakek Alam.
17 tahun dalam perawatan kakek Alam, Bima menjadi sosok pemuda sakti dan kembali kebumi untuk mencari orangtuanya.
Bumi tidak sesederhana yang di lihatnya, Bima juga tidak tahu bahwa dia adalah sang terpilih menjadi penguasa tiga dunia.
Apa yang akan terjadi selanjutnya, berhasilkah menemukan orangtuanya. Dan apa reaksinya setelah mengetahui bahwa menjadi sang terpilih..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arkhan biantara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kerinduan Seorang Ibu
Berita keributan di jalan raya antara Budi dan Bima, yang awalnya hanya bisa dianggap masalah kecil, menjadi besar ini yang membuat macetnya lalulintas. Membuat pihak kepolisian kota turun tangan dan menggiring para pelakunya, semakin ramai diperbincangkan, bukan hanya medsos bahkan tv lokal ikut menyiarkan, karena kemunculan orang berpengaruh ketiga dikota. Tujuan awalnya mengejar pelaku ke kantor kepolisian untuk seret kepengadilan, dan di hukum berat. Akan tetapi pelaku tidak mau di hukum dan di bawa kepengadilan, hingga terjadi perdebatan. Kekalahan debat orang berpengaruh ketiga membuat semakin geger; sampai semua masyarakat berfikir; siapa orangnya yang berani berdebat secara langsung dengan sosok Juber, selain orang yang lebih tinggi status sosialnya; Akan tetapi ini hanya seorang pemuda yang entah dari mana datangnya, tiba-tiba mampu mengalahkannya. Ditambah dengan kehadiran utusan dari orang terkuat yang membantunya, entah ada motif apa sampai memberi bantuan dan membuat Juber tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain pergi dengan tangan kosong. Nama baik keluarga Marwan selama ini jaganya menjadi tercoreng dan terbongkar keburukannya, meskipun masyarakat sudah tahu hanya bisa diam. Akan tetapi hari ini kena batunya dan menyebar di internet maupun tv lokal; Budi anak bungsu Marwan berbuat semena-mena hanya karena mobilnya tergores sedikit padahal dialah yang salah, desas desus Budi sudah lumpuh setelah ada pemeriksaan dari pihak rumahsakit tidak bisa di hindarkan lagi, sedangkan kekalahan Surya dalam pertarungan, sebagai anak tertua Marwan juga menjadi salah satu topik yang diperbincangkan. Surya yang dulu terkenal pemilik salah satu Klub beladiri hanya kalah dalam satu gerakan juga merupakan kebanggan keluarga Marwan menjadi terpuruk.
Nama Bima, Wira dan Bu Lasmi sudah mulai dikenal kalangan masyarakat kota setelah melihat berita baik medsos maupun tv lokal.
"Keluarga Marwan dan Juber pasti akan membalasnya." mungkin itu pikiran mereka setelah melihat hasil akhirnya.
...----------------...
Di sudut lain, di luar kota Mawar.
"Bu.. bu.. coba lihat ini... ini hot news dikota tetangga, sungguh mengguncang seisi kota dan sangat menarik.. Wow sangat hebat" seorang gadis remaja yang duduk di sofa dengan hp ditangan berteriak penuh semangat kadang duduk, kadang berdiri juga memanggil ibunya padahal ada disampingnya.
"Ada apa nak tidak perlu teriak-teriak seperti itu, bisa-bisa telinga ibu tuli kalau kamu berteriak terus.." kata Ibunya.
"Maaf bu aku lupa".. heee gadis remaja tersenyum manja ke ibunya dengen sedikit menyenggol bahu ibunya, lalu gadir remaja berkata kembali; "apa ibu sudah lihat hot news di kota tetangga kita, ini benar-benar dibuat geger."
"Memangnya berita apa sampai kamu lonca-loncat kaya gitu", ibu gadis remaja meliriknya.
"Coba ibu lihat sendiri", gadis remaja memberikan hp ke ibunya.
Kemudian ibu gadis remaja melihat berita yang membuat anak gadisnya bersemangat, wajah ibu gadis remaja ketika membaca berita selalu berubah rubah, kadang matanya melotot, kadang mengerutkan alisnya.
Gadis remaja melihat wajah ibunya berubah ubah, tersenyum senang dan seolah hatinya merasa puas.
"Bagaimana tanggapan ibu setelah mengetahuinya", kata gadis remaja.
Ibu gadis remaja menghela napas, huuuh... kemudian berbicara; "Ibu rasa kedua pemuda itu sungguh berani bahkan bisa di katakan nekat, sudah jelas-jelas siapa lawannya, tapi kedua pemuda itu terus melawannya juga salah satu pemuda itu berani berdebat langsung dengan orang berpengaruh nomor tiga... Namun..."
"Itu dia bu yang membuatku sangat senang; gadis remaja memotong perkataan ibunya. Namun apa bu..? mengerutkan keningnya."
"Ah.. itu.. Ibu gadis remaja sesat terkejut karena sedikit melamun, lalu melanjutkan bicaranya; namun menurut pengalaman ibu selama ini tidak ada satupun pemuda seperti mereka berani menentang ketidak adilan. Hanya itu saja."
"wajah pemuda bernama Bima seperti mengenalnya, tapi kapan bertemupun tidak. jangan-jangan... ah tidak-tidak ini tidak mungkin. Aku akan membicarakannya dengan suamiku nanti"
Ibu gadis remaja sampai memiliki pemikiran seperti itu, namun menepisnya karena tidak mungkin. Akan tetapi bayangan masa lalu muncul kembali dibenaknya.
"Ibu lupa siapa nama kedua pemuda pemberani itu nak", ibu gadis remaja menatap anaknya yang sudah tumbuh menjadi gadis cantik.
"Pemuda yang mengalahkan para anggota klub beladiri beserta pemiliknya namanya Bima, sedangkan menang saat debat namanya Wira", gadis remaja menjawab penuh semangat.
"Ya..ya ibu ingat sekarang, sekarang lebih baik kamu mandi ini sudah sore lalu belajar, sebentar lagi ayahmu pulang bila melihat putrinya belum mandi ibu akan di marahinya", Ibu gadis remaja membelai rambut putrinya.
"Iya bu", gadis remaja menjawabnya lalu pergi untuk mandi.
Setelah melihat kepergian putri tercintanya kemudian bergumam; "sebenarnya sampai hari ini aku masih yakin bahwa anakku masih hidup, dimana kamu nak... ibu sangat merindukanmu". lalu berdiri dan memasuki kamar.