Genre : Fantasy, petualang, thriller, mystery
Namaku Mori, aku tinggal di sebuah desa kecil...
Hingga suatu saat, aku Bertransmigrasi ke dunia lain. Tapi yang menunggu ku, bukanlah petualangan yang seru maupun penuh romansa. Melainkan sesuatu yang lebih buruk, lebih menyeramkan, dan lebih berbahaya.
Apa kalian bisa menebak dimana aku sekarang? Aku sekarang sedang berada di sebuah laboratorium. Tapi... bukan sebagai ilmuan yang berjasa, melainkan sebagai kelinci percobaan.
ini adalah kisah dimana aku akan kabur dari laboratorium ini dan kabur dari nasib ini!
Apakah Mori dapat kabur dari laboratorium ini? Stay toon 🤭....
📷 Instagram : Cell_estria
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. Pelatihan
POV 1
Para galim mulai berdatangan untuk membawa kami ke sebuah ruangan. Ruangan itu adalah ruangan yang sama dengan ruangan, dimana aku menyembuhkan jangka hidup tester yang lain.
Dengan kata lain tempat awal mulanya mental breakdown ku.
"Gulp!" Aku menelan ludaku.
"Tenang, semuanya sudah selesai! Aku tidak perlu takut lagi dengan mereka!" Yakin ku.
"Apa semuanya sudah datang?" Ujar professor James yang kali ini bukan lewat layar melainkan secara langsung.
"Hari ini kita akan melakukan sebuah latihan. Mungkin bagi kalian yang sudah lama ada disini. Ini bukanlah hal yang baru. Tapi karena kita terdapat pendatang baru, maka aku akan memberikan sedikit penjelasan!" Seru professor James.
"Para tester melakukan latihan dengan cara bersatu dengan elemennya. Aku tidak akan basa basi. Kalian akan memakan elemen kalian masing-masing. Hal ini dapat meningkatkan kemampuan kalian dengan lebih maksimal.
Yang kumaksud sebagai elemen kalian, adalah bahan-bahan yang kalian makan saat pertama kali menjadi tester. Apa kalian masih ingat box-box yang pernah kalian konsumsi?" Ujar Professor James.
Semua tester pun mulai merasa mual. Walaupun aku juga dulu seperti itu, tapi sekarang aku tidak terlalu mual saat mengingat kejadian yang pertama kali menimpa ku. Yaitu saat aku memakan benda yang ada di dalam box itu.
"Selain itu, akan terdapat banyak metode latihan yang lainnya. Baik melawan monster, arena bertanding dan lain sebagainya." Sambung professor James.
"Kecuali memakan elemen. Latihan yang lainnya kelihatan normal!" Pikir ku.
Professor James pun tersenyum dan berseru, "aku tidak peduli jika ada yang mati!"
Disaat itu suasana mulai tegang. Professor James mulai meninggalkan ruangan.
"Kalau dipikir-pikir, bukankah semua tester seharusnya berkumpul disini? Tapi kenapa aku tidak melihat Blaze?" Pikir ku.
Tiba-tiba kami para tester diberikan box. Karena waktu itu, aku mengonsumsi 3 benda yaitu jantung manusia, jam tangan dan ulat. Maka ketiga box yang berisi benda tersebut sedang berada di depan ku.
Disekeliling ruangan dipasangkan sebuah kamera CCTV untuk mengawasi para tester.
Tidak ada yang bisa bersembunyi maupun lari. Karena yang ku dengar dari Agust, mereka yang lari jika ketahuan, akan ditangkap dan dihukum di ruangan zona hukuman.
Kami semua tester pun mulai memakan yang ada di box kami. Ada tester yang tidak bisa memakan benda yang ada di boxnya, dikarenakan teksturnya yang keras, ataupun ada yang karena tampilannya yang menjijikan.
Tester-tester yang tidak mau memakan makanannya akan disetrum hingga kehilangan kesadaran diri. Kemudian, sama seperti saat aku pertama kali memakan benda yang ada di dalam box. Tubuh mereka juga akan bergerak dengan sendirinya, sambil memakan benda yang ada di dalam box tersebut dengan keadaan tidak menyadarkan diri.
Aku pun melahap semua di box tersebut dalam satu suapan. Sambil menutup mata. Entah kenapa, sepertinya tubuhku dapat memakan benda-benda tersebut dengan aman. Gigi dan lidahku tidak mengalami kerusakan apapun.
"Bueehhh!!!" Suara muntah.
Walaupun aku bisa melahapnya, akan tetapi rasanya tetaplah parah.
Aku pun melihat sekeliling untuk mencari Angel. Aku berharap mungkin dia bisa menyembuhkan ku dari rasa mual ini.
Saat aku menengok ke sekeliling terlihat semua anak, sudah pingsan dan muntah. Hanya terdapat beberapa anak yang masih dalam keadaan sadar dan baik-baik saja. Hal ini dikarenakan benda yang mereka makan adalah makanan yang bisa dikonsumsi.
Aku pun mulai melihat banyak anak-anak yang dalam keadaan tidak menyadarkan diri, mulai meraih benda yang ada di box mereka, dan melahap semuanya.
"Ciprat!! Ciprat!!" Darah bercipratan di seluruh tempat dan mulai memenuhi berbagai area.
"A-apa!?" Seru ku.
Mereka yang ada dalam keadaan tidak menyadarkan diri. Telah melahap seluruh benda yang ada di box mereka walaupun lidah, gigi dan seluruh organ mereka berdarah.
"B-bagaimana bisa!?" Seru ku.
Tentu saja aku kaget. Aku selama ini walaupun dalam keadaan menyadarkan diri maupun tidak . Aku tetap berhasil melahap semua jenis benda dengan aman tanpa merusak organ maupun bagian tubuh.
"Tapi kenapa para tester lain sampai berdarah? Kenapa cuma aku yang berbeda!?" Pikir ku.
Sementara itu, professor James sedang memantau lewat kamera CCTV.
"Menarik sekali, tester itu! Dia adalah satu-satunya tester yang dapat mengonsumsi bahan-bahan tersebut tanpa merusak organnya. Selain itu, dia juga tidak perlu mengonsumsinya dalam keadaan tidak menyadarkan diri.
Hebat!! Waktu itu juga, ia berhasil mengonsumsi bahan yang sama tanpa merusak organnya! Menarik sekali! Aku harus melakukan percobaan pada dia!!" Pikir professor James.
Tiba-tiba Angel dan beberapa tester yang lainnya mulai berkumpul disekitar kami.
Tubuh mereka mulai menyala dan mereka mulai menggunakan kemampuannya.
"Kemampuan penyembuh?" Pikir ku.
Tiba-tiba seluruh organ tester yang awalnya sudah rusak telah dipulihkan kembali. Dan karena para tester ada dalam keadaan tidak menyadarkan diri, tidak terjadi gangguan mental pada mereka.
"Kalau dipikir-pikir dari tadi aku tidak melihat Angel, dia darimana saja ya?" Pikir ku.
Setelah semua pulih. Angel dan tester yang tadi menggunakan kemampuan penyembuhan, mulai berkumpul disatu tempat. Ternyata mereka belum memakan benda yang ada di box mereka.
Dengan bantuan kemampuan mereka, maka mereka saling membantu satu sama lain. Mereka akan saling bergiliran memakan benda yang ada di box mereka, dengan begitu ada anggota tersisa yang dapat menyembuhkan.
Setelah selesai, dilanjutkan pelatihan berikutnya. Kami diminta untuk mulai berlatih. Kami berlatih dengan berbagai metode yang sudah disiapkan.
Ada yang berdiri di tempat penuh dengan elemennya. Contohnya Roy. Ia memiliki kemampuan es. Maka ia diminta untuk memasuki ruangan penuh es dengan suhu yang sangat dingin dan bertahan di dalam sana selama 1 jam.
Begitu juga dengan Eric. Karena ia memiliki kemampuan api, ia disuruh untuk memasuki ruangan penuh api dan bertahan di dalam sana selama 1 jam.
Meskipun ada pelatihan yang ekstrem. Terdapat juga pelatihan yang normal maupun biasa. Seperti contohnya, Xiangling. Ia memiliki kemampuan untuk mengubah benda apapun menjadi bahan masak. Sehingga ia pun melakukan latihannya dalam bentuk memasak.
Setiap tester pasti memiliki batas dalam menggunakan kemampuannya. Kami dilatih untuk melampaui semua batasan tersebut.
Beberapa jam sudah berlalu, kami semua tester dipanggil untuk melaksanakan latihan berikutnya. Yaitu, melawan monster.
"Melawan monster. Jika dilihat dari sifat professor James, sepertinya ini akan berbahaya!" Pikir ku.
Tiba-tiba terdengar suara professor James.
"Tes~ Halo? Kali ini, kita akan melawan monster tapi, ini bukan monster biasa! Sebenarnya ada beberapa tester yang tidak berhasil melewati mental breakdown. Dengan kata lain tester itu disebut dengan kegagalan.
Tapi sayang kan kalau dibuang? Maka dengan begitu, aku mempunyai ide untuk menjadikan mereka sebagai alat untuk memperkuat kalian para tester!
Monster yang hari ini akan kalian lawan adalah para tester yang telah gagal melewati tahap 1 pada mental breakdown!" Jelas professor James.
"Apa!?" Pikir ku.
Tiba-tiba terlihat sekumpulan monster yang mulai berjalan masuk ke dalam ruangan kami. Tapi walaupun mereka adalah monster.
Professor James mulai menyebutkan nama para monster tersebut. Aku pun langsung kaget, setelah mendengar salah satu nama yang disebut professor James.
"Apa!!? Monster itu adalah Blaze!?" Pikir ku sambil menatap monster yang memiliki mata berwarna orange.
Bersambung....
Setelah selesai mengundi. Aku telah menentukan batas up yaitu setiap 3 hari sekali. Terimakasih dan enjoyy 😍🙏🙏
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
kamu lebih cocok nulis genre ini.
semangat Thorr........
pembukaan yang bagus Thor....