NovelToon NovelToon
Future Husband

Future Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: hevitriAe

Kisah cinta Reynaldo Kehliano dengan gadis misterius bernama Jessica Anora, adik dari sahabatnya yang bermarga Kelvin.

Kisah cinta yang unik dan tidak pernah mereka duga sebelumnya. Kisah cinta yang di imbangi dengan hal-hal yang tidak pernah relevan jika orang pikir.

--------------------

"Tidak, cinta itu lucu." Jeje menaikkan alisnya.
"Kita memiliki banyak anak dan dua cucu, apa itu tidak lucu?" Jeje ikut terkekeh.

"Ya, aku kadang merasa sudah menjadi nenek-nenek tua jika bersama Liana juga Marc.".

"Meski kau akan menjadi tua, aku tetap mencintaimu." Jeje mengangguk.
"Jika kau tua, aku akan cari suami baru."


Lalu bagaimanakah perjuangan cinta ke duanya.. ..??

-------------------

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hevitriAe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ke dekatan

Happy reading

Di sinilah mereka berdua, di sebuah hotel ternama di kota Los Angeles. Amerika

Kota penuh dengan hiburan dan wisata yang cukup terkenal di seluruh penjuru dunia.

"Kau mandi dan istirahatlah, Aku akan menemui Dahlan." Jeje tersenyum lalu mengangguk.

Sekeluarnya Aldo dari kamar inap mereka menuju kamar Dahlan yang ada di sebelah kamar mereka ponsel Jeje berbunyi membuat Jeje yang berniat ke kamar mandi menunda rencananya.

"Ya.".

"Nona sudah tiba?".

"Ya, Aku sudah menginap di kamar hotel. Bagaimana persiapannya?" tanya Jeje.

"Nona tidak perlu khawatir, Saya sudah menyiapkan banyak berkas agar Tuan Aldo juga tidak terlalu banyak mengeluarkan pendapatnya karena Dia memang sudah tidak berurusan dengan pihak underground itu.".

"Baguslah, bagaimana Will? Apa ada bukti lagi yang belum kalian dapatkan?".

"Will sudah memberiku banyak bukti untuk memberatkan mereka Nona!".

"Baiklah, setelah ini Kau dan Will urus berkas yang harusnya Aku kembalikan 3 tahun silam.".

"Mom!" pekik suara di seberang, Jeje tahu akan reaksi Roman di seberang.

"Mom kalian akan menikah dalam waktu dekat, jangan memperkeruh atau merusaknya!" Jeje terkekeh.

"Aku bilang berkas, bukan pernikahan! Apa hubungannya coba?" terdengar geraman dari seberang.

"Mom hentikan semua yang ada di otak cantik Mom sekarang! Jika itu yang akan Mom lakukan!".

"Baiklah Aku menyerah jika Kau akan mengadu pada Will, jadi selesaikan kasus ini ok!".

"Baiklah.".

"Bye Mom.".

"Bye Son.".

Jeje merasakan seseorang memeluknya dari belakang, awalnya Jeje shock namun setelah tahu bahwa itu adalah Aldo Ia tersenyum. Hanya detak jantungnya yang selalu tidak normal jika di dekat Aldo.

"Ke napa tidak istirahat?" tanyanya tepat di telinga Jeje membuat Jeje sedikit meremang.

"Em, masih ada telfon tadi." jawab Jeje, Ia membalikkan badannya dan mengalungkan lengannya pada Aldo. Membiarkan layar ponselnya redup dengan sendirinya karena Jeje yakin Roman akan memutuskan sambungan telfonnya.

"Urusanmu sudah selesai?" Aldo tersenyum.

"Yah hanya beberapa berkas untuk persiapan besok." Jeje mengangguk.

"Em Al." Aldo menaikkan satu alisnya saat Jeje akan mengucapkan sesuatu namun Ia tahan.

"Katakan!" Aldo menyingkirkan anak rambut Jeje yang nakal ke belakang telinga karena tertiup angin dari pintu balkon yang terbuka.

"Em, maaf tapi Aku hanya bisa menemanimu hingga urusanmu selesai besok." Aldo terlihat tidak suka karena niatnya Ia akan menghabiskan waktunya bersama Jeje barang sehari saja setelah persidangan itu.

Aldo mendesah.

"Bisa Kau katakan untuk urusan apa sekarang?" tanya Aldo, Jeje mengangkat kepalanya yang tadi menunduk menatap manik mata Aldo yang berubah sendu.

"Aku em- ada berkas yang harus Aku selesaikan, ini menyangkut nyawa seseorang jadi A-." Aldo menutup bibir Jeje dengan jari telunjuknya.

"Stt baiklah tapi lain kali Kau harus menggantinya dengan berlibur bersamaku." Jeje tersenyum entah karena apa, karena Jeje merasa semakin dekat dengan Aldo. Meski pikirannya terus berkelana memikirkan banyak hal. Namun saat bersama Aldo, Ia seperti terhipnotis untuk tetap terus memikirkan pria itu.

"Baiklah." pasrah Jeje, namun hatinya membuncah bahagia melihat bagaimana Aldo memaklumi ke sibukannya yang entah kapan akan berakhir. Mungkin untuk saat ini tidak akan terjadi, mengingat semua hal yang terjadi malah tidak dapat Ia tebak dan Ia cegah untuk terjadi.

Aldo tersenyum mengusap pipi Jeje.

"Sekarang mandilah!" Jeje bersikap hormat seolah Aldo adalah atasannya, Aldo tertawa.

Jeje berjalan ke arah kamar mandi lalu berlalu dari hadapan Aldo, Aldo menyunggingkan senyumnya. Ia tidak tahu ke napa Ia bisa semudah itu jatuh pada pesona Jeje yang sudah membuat Aldo kembali membuka hatinya sekali lagi.

Jeje ke luar dari kamar mandi dan matanya menangkap Aldo yang tengah serius pada ponselnya. Aldo sendiri terkesiap saat dahinya terasa dingin, Ia mendongak menatap pelakunya.

"Jangan sering mengerutkan dahi." nasehat Jeje saat melihat ke seriusan Aldo pada ponselnya dengan dahi yang terus mengerut.

Aldo tersenyum, Ia memegang tangan Jeje. Lalu mendudukkan empunya pada pangkuannya.

"Mom tadi menghubungiku?" kini giliran dahi Jeje yang berkerut membuat Aldo membalas Jeje, bukan dengan usapan tangan melainkan kecupan hangatnya.

Jeje membelalakkan matanya, jantungnya meronta saat bibir hangat itu tepat menyentuh kulit dahinya.

"Jangan terlalu sering mengerutkan dahi." Jeje cemberut .

"Apa yang di katakan Nama?" Aldo tersenyum.

"Mereka mau mengajukan pernikahan kita minggu depan?".

"Apa?" Jeje merasa terkejut, matanya melebar hingga membuat Aldo mulai resah. Apakah Jeje tidak akan menerimanya? Apakah Jeje tidak mau menikah dengannya? Entahlah Ia merasa takut saat ini, dulu Ia begitu malas bertemu Jeje tapi kali ini Ia begitu mendamba wanita dengan mata bulat itu. Hanya saja sekarang jauh lebih merasa takut jika Jeje tidak siap akan kabar pernikahan mereka.

"Apa k

Kau tidak siap?" tanya Aldo ragu, Jeje menatap Aldo. Ia menaikkan satu alisnya.

"Hah? Buk-bukan bukan itu maksudku, Aku belum mengosongkan jadwalku minggu depan." Jeje mengusap tengkuknya. Namun Aldo tersenyum lega.

"Jadi mulai hari ini lupakan jadwalmu untuk minggu depan." Jeje di buat melongo, ini Aldokan?.

"Ba-baiklah." Aldo mengusap kepala Jeje sayang, Ia memberikan senyum terbaiknya.

1
Paulina H. Alamsyah Asir
Luar biasa... Joss... Joss... 😍🙏💪
Sudirman Sudirman
the best utk novelnya 👍👍
DezanAnd Dira
pengin tau keromantisan aldo sama jeje
DezanAnd Dira
kurang hot cerita kangenya ahhh romantis dskiiiit
DezanAnd Dira
bagus tpi ceritanya susah di mengerti trlalu bertele-tele jadi bosenin..
DezanAnd Dira
kok ceritnya rumit bgt jadi bingung
DezanAnd Dira
sbnernya kasus apa. siyg lg di tangani jeje
DezanAnd Dira
kren nih hahaha aldo bakal kerepotan
DezanAnd Dira
mulai suka ceritanya
pasti seru jeje sama aldo bertengkarnya😀😀😀
Yani Basith
penuh teka teki .. bikin penasaran .. bacanya hrs pelan krn dialog2nya penuh makna .. ga sepele walo kata2nya pendek
Kosong (uninstall)
pasti dokter yo adalah jeje. senyum kan sama wanita di foto
Kosong (uninstall)
apakah adiknya alan
Christien Atmoko
bgus ceritanya...👍👍👍
Neneng Niati
keren jeje..
N@t@ D€ ©o©o: maaf mengganggu klo sempet mampir ya ke novel q judulnya

"Asisten Nona Muda"

thanks 🌸🌸🌸🍀🍀🍀🍀
total 1 replies
Neneng Niati
suka..
Neneng Niati
cantik..suka thor
No name
Maksudnya rekaman atau rekapan ya? Karena beda tulisan beda artinya.
Theresia Maweikere
mantap bener...tidak terlalu banyak episode..MANTAP
Jeng Woro
Akupun penasaran drmn Jeje taw no rek Aldo???
bunga untuk mu thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!