Ini kisah tentang pernikahan Leta dan Ken sequel novel (Cinta Sejati Sang CEO).
Setelah menikah dengan Ken, kehidupan Leta berubah drastis, perlahan rasa cinta mulai tumbuh dengan seiring berjalannya waktu. Leta mulai melupakan cinta pertamanya, dan menerima Ken sebagai suaminya. Lalu? Akankah Raymond melepaskan Leta begitu saja? atau justru dia berusaha untuk menghancurkan rumah tangga Leta dengan Ken? Penasaran! Ikuti terus kisah pernikahan mereka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tertawa canggung
Keesokan harinya.
Waktu menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit, pagi. Ken dan juga Leta masih terlelap dalam tidurnya, dengan posisi saling berhadapan. Ponsel Ken yang sengaja ia taruh di atas nakas terus berbunyi sedari tadi, membuat Ken merasa terganggu dan langsung terbangun dari tidur lelapnya itu.
"Hmmm siapa?" Tanya Ken dengan malas dan tanpa melihat siapa si pemanggil itu.
"Bos, ini saya Seth asisten anda... " Sebelum Seth meneruskan ucapannya Ken pun sudah kemabali bersuara.
"Ada apa kamu menelponku pagi-pagi begini, Seth. Kau tahu, kalau kau itu sudah menggangu tidurku." Ucap Ken tanpa mau membuka kedua bola matanya itu.
"Astaga bos... Ini sudah pukul tujuh lewat tiga puluh dua menit, apakah anda tidak akan pergi ke kantor? Saya sudah berada di bawah bos." Tanya Seth terdengar terkejut ketika bosnya itu bilang bahwa ini masih pagi. Padahal biasanya bosnya itu tidak pernah bangun kesiangan. Apakah bosnya itu habis melakukan pertempuran semalam bersama istrinya? Ya bisa jadi begitu. Seth berpikir bahwa bosnya itu sangat hebat, habis di pijit bisa langsung bertempur dengan istrinya. Sungguh luar biasa sekali.
Sementara itu Ken yang mendengar ucapan asistennya pun seketika membuka kedua bola matanya lebar. "APAAAA KAU BILANG, SUDAH PUKUL TUJUH LEWAT??? Ah sial." Teriak Ken membuat Seth seketika menjauhkan ponselnya dari telinganya. Sementara Ken, ia langsung memutuskan sambungannya, lalu bergegas turun dari atas ranjangnya, kemudian ia pun langsung melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi.
Leta yang mendengar suara teriakan sang suami pun seketika bangun dan duduk di atas ranjang itu.
"Apakah aku sedang bermimpi? Mengapa tadi aku mendengar teriakan si pria mesum itu, sedangkan orangnya pun tidak ada di sini. Arrrggghhh benar-benar menyebalkan. Bahkan dalam mimpi pun dia muncul." Batin Leta sembari celingukkan mencari keberadaan sang suami yang tidak ada di tempatnya.
Tatapan mata Leta seketika membulat sempurna ketika ia tidak sengaja melihat jam di dinding kamar itu. "Astaga... Bisa-bisanya aku bangun kesiangan, aku harus segera mencuci wajahku, terus turun ke bawah. Sepertinya si mesum itu juga sudah ada d bawah." Ucap Leta seraya menurunkan kedua kakinya dan menginjak lantai kamar itu. Leta berniat untuk pergi ke kamar mandi, namun niatnya terhenti ketika ia melihat sang suami yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi itu.
Leta terdiam seketika dengan tatapan matanya yang tak lepas dari tubuh serta wajah suaminya yang masih basah karena siraman air tadi. Sementara itu, Ken yang tidak menyadari sang istri sudah bangun pun terus berjalan menuju walk in closet. Ken mengambil pakaian kerjanya lalu memakainya di tempat. Sementara itu Leta yang baru pertama kali melihat pemandangan luar biasa itu pun terkejut dengan mulut yang terbuka.
"Astaga... Apa yang barusan aku lihat? Aaarghhh ini benar-benar gila. Sadarlah Leta, sadar." Batin Leta sembari memukul wajahnya dengan pelan, berusaha untuk mengembalikan kesadarannya. Namun tatapan matanya masih tertuju pada sang suami yang kini sudah memakai pakaiannya.
Sementara itu Ken yang sudah selesai mengenakan pakaiannya pun kembali berjalan melangkahkan kedua kakinya, tatapan matanya tanpa sengaja mengarah pada ranjang dan mendapati sang istri yang masih saja menatap ke arahnya.
Melihat hal itu Ken pun seketika menyunggingkan senyumannya, lalu berjalan menghampiri sang istri. "Sayang, kenapa kamu menatapku seperti itu?" Tanya Ken ketika ia sudah berdiri di hadapan istri kesayangannya itu, membuat sang istri langsung tersadar dan segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Kamu becanda Ken. Mana ada aku menatapmu." Ucap Leta sembari tertawa canggung.
"Kamu yakin sayang?" Ken bertanya kembali dengan penuh selidik.
"Ya, aku sangat yakin, yakin sekali." Jawab Leta tanpa mau menatap ke arah suaminya itu.
"Hmmm benarkah? Tetapi mengapa kamu terlihat gugup seperti itu? Bahkan kamu tidak berani menatap ke arahku." Ucap Ken seraya mendekati sang istri dan menangkup wajah sang istri, lalu menatapnya dengan lekat.
Bersambung.
kualatkan jadi kesandung kursi yg tidak bersalah
seth memang bodoh.kelakuan bos yg ditiru