rapatkan barisan untuk membaca novel romantis ini 😀😀
Mika dan Arga tiba-tiba dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Di sekolah, Arga merupakan senior Mika yang memiliki sifat yang berbeda dan saling membenci satu sama lain.
Ini benar-benar bencana Bagi Mika ia harus tepaksa yang menikah muda dengan Arga Reynald orang yang Paling dia benci karena sifatnya sebagai ketua OSIS
Apakah Mika menerima Perjodohan terpaksa ini atau malah sebaliknya menerima takdir ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tania22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 22 BERSAMA
“
Arga tertawa.
“Btw anak-anak OSIS di kelas gue udah Pada ngomongin sertijab. Emang kapan sertijabnya,”
“Bentaran lagi. Kenapa,”
“Sibuk dong entar.” Mika manyun.
“Ya elah, kayak yang mau ditinggal Perang aja. Orang cuman sertijab doang.”
“Ya sertijabnya bentar, rapatnya yang bikin lo sibuk, Ganteng.”
“Iya sih.”
“Tuh kannnn!”
Arga terkekeh. “Ya udah, abis ini jalan kuy.”
“Kuy, kuy, kuy,”
“Cie yang semangat banget diajak jalan.”
Mika tak menjawab ia hanya nyengir lebar.
“Gimana les masaknya ? Udah sampe mana belajarnya,”
Mika menggigit bibir bawahnya. Karena hasutan Riko, Mika jadi sering bolos ikut
nih,”
“
, gitu dong, jadi cowok Peka,” ujar Mika. “ ini kita mau ke mana,”
“
hidangan yang telah tersaji.
“Serius amat, tanya aja sih.”
Arga berdeham. “Rangga, siapanya lo,”
Mika diam. Menghentikan kunyahannya lalu selanjutnya tertawa garing.
“Kok nanyain dia sih,"
“Gue serius.”
Mika menelan ludahnya susah Payah.
“Temen lama.”
“Bohong.”
Pada ngomongin sertijab. Emang kapan sertijabnya,”
“Bentaran lagi. Kenapa,”
“Sibuk dong entar.” Mika manyun.
“Ya elah, kayak yang mau ditinggal Perang aja. Orang cuman sertijab doang.”
“Ya sertijabnya bentar, rapatnya yang bikin lo sibuk, Ganteng.”
“Iya sih.”
“Tuh kannnn!”
Arga terkekeh. “Ya udah, abis ini jalan kuy.”
“Kuy, kuy, kuy,”
“Cie yang semangat banget diajak jalan.”
Mika tak menjawab ia hanya nyengir lebar.
“Gimana les masaknya ? Udah sampe mana belajarnya,”
Mika menggigit bibir bawahnya. Karena hasutan Riko, Mika jadi sering bolos ikut
nih,”
“
, gitu dong, jadi cowok Peka,” ujar Mika. “ ini kita mau ke mana,”
“
hidangan yang telah tersaji.
“Serius amat, tanya aja sih.”
Arga berdeham. “Rangga, siapanya lo,”
Mika diam. Menghentikan kunyahannya lalu selanjutnya tertawa garing.
“Kok nanyain dia sih,"
“Gue serius.”
Mika menelan ludahnya susah Payah.
“Temen lama.”
“Bohong.”
Mika menghela napas. “Ya udah, iya Dia mantan gue.”
“Tuh kan. Elo kalau nggak dipaksa, nggak Pernah jujur duluan. Padahal gue udah tahu.”
“Maksudnya,”
“Iya, gue udah tahu
Mika menghela napas. “Ya udah, iya Dia mantan gue.”
“Tuh kan. Elo kalau nggak dipaksa, nggak Pernah jujur duluan. Padahal gue udah tahu.”
“Maksudnya,”
“Iya, gue udah tahu, Rangga mantan lo. Yang tadi, gue ngetes lo doang. Gue kira, lo bakal jujur, tahunya bohong,” ujar Arga menyindirnya.
“Tapi akhirnya gue jujur.”
“lya, jujur. Tapi harus dipaksa dulu.”
“Udah ah. Ngapain juga ngomongin dia, kesian entar kupingnya Panas.”
“ya harus diomongin. Karena respons lo sama dia beda sama mantan mantan lo yang lainnya.”
“Beda apanya sih,”
“Beda Pokoknya, lo masih suka dia, kan,"
“ Dih sok tahu. Kalau masih suka ya Pasti gue deketin lagilah.”
“Jadi, lo ada rencana mau deketin dia lagi,”
“Ya ampun, nggak gitu maksud gue.”
“Terus, maksud lo kek gimana? Mau balikan sama mantan?”
“Lo nyebelin ya,” rutuk Mika. “Tahu ah,”
Mika diam sesaat lalu menggenggam lengan Arga. “Gini ya, Arga Kalau gue masih suka sama dia, mana mungkin gue sebel Pas dia dateng. Dia mantan gue, udah lama banget. Lo Pikir, gue masih suka,”
Arga tersenyum kecut. “Ya tetep aja, kan ? Nggak nutup kemungkinan.”
Mika berdecak kesal lalu melepaskan genggaman tangannya pada lengan Arga.
“ Tahu ah ! Rese banget sih lo,” Mika melipat kedua lengannya di dada.
Arga menghela napas beratnya. “Ya udah, maafin gue udah nuduh yang nggak nggak.”
Mika tak menghiraukan ucapan Arga. Ia sibuk dengan Ponselnya. Padahal tak ada kegiatan yang tengah ia lakukan. Ia hanya menggeser geser menu utama.
“Jangan ngambek lagi ih, entar gue berpaling ke yang lain.”
“Ya udah sana, biar gue mah sama si Rangga aja sekalian,” ujar Mika sewot.
“Tuh kan, emang lo ada niatan kan balikan sama dia.”
“Tuh kan, fitnah lagi,” ucap Mika kesal.
“Lagian, lo ngungkit-ngungkit dia mulu.”
“Siapa coba yang mulai ngomongin dia?”
“Ya udah, gue yang salah. Lo jangan ngambek lagi.”
“Awas aja kalau bahas bahas dia lagi.”
“Iya, nggak bakalan,” ujar Arga
Keduanya kembali memakan makanannya.
“Btw kalian kenapa bisa Putus,”
“
“Bodo amat.”
“Idih, ngambek mulu perasaan.”
“Makanya, kalau nggak mau gue ngambek jangan mulai.”
“Iya iya, biasa aja.”
Mika diam.
...•••••...