Semenjak Kedamaian telah di dapatkan, kini ada yang berbeda dari sikap Historia.
Griffin selalu saja bertanya apa yang sedang di rasakan oleh istrinya, tetapi Historia tidak mau jujur kepadanya.
Begitu juga dengan Lyla, wanita itu berusaha bangkit dari kesakitannya, berjuang demi buah hatinya. Bertahan dan membesarkan buah cintanya tanpa mendiang Dery.
Ke dua pasangan itu, harus merasakan sakit yang mereka tidak bisa bayangkan sebelumnya.
Apakah yang akan mereka dapatkan? Tidak adakah kebahagian untuk mereka?
Yuk ikuti kisahnya, Ini Season 2 dari Karya Cassino King ya.
Jadi kalau mau Nyambung Baca yang Cassino Kingnya aja dulu. Oke 🙏🏻❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andrieta rendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tragedi Naas Itu Terjadi
KISAH INI HANYALAH KHAYALAN BELAKA, AKAN ADA ADEGAN - ADEGAN YANG MEMBUAT EMOSI DAN MENAMBAH TENSI, JADI MOHON TINGKAT KESABARANNYA DI TAMBAH YA GENGS 🌊❤️🌹
💐 HAPPY READING 💐
Setelah membereskan barang - barang milik Bible, karena hari ini mereka ada janji dengan rumah sakit untuk melihat kamar Royal Suite yang ada di rumah sakit.
Akhirnya Histo dan Griffin meninggalkan dulu kamar putrinya yang masih 80% mereka rapikan untuk menepati janji bersama dengan pihak yang bertanggung jawab untuk rumah sakit itu.
Walaupun rumah sakit itu milik Mario, tetap saja Histo dan Griffin membayar setiap sesi konsultasi, operasi dan bahkan kamarnya.
Bukan karena apa, mereka memang di biasakan oleh Mario, untuk tidak memanfaatkan kalimat KePemilikan. Dan Setiap property yang keluarga Jonathan miliki. Semuanya itu bergerak untuk menghasilkan uang.
Jadi mereka juga di wajibkan untuk membayar, tanpa meminta - minta promo atau potongan harga.
****
“Aku kayanya ambil yang King Royal suite deh sayang, kalau liat dari gambarnya.” Ucap Griffin ketika dia sedang berada di dalam mobil bersama dengan istrinya.
Mereka kali ini pergi dengan di antar supir, membuat mereka berdua terlihat lebih santai duduk di kursi penumpang.
Historia tersenyum menanggapi saran suaminya, “hemmm, aku bebas sih sayang, mau ruangan apapun, yang penting nyaman untuk Bible kita.” Balas Historia, yang kini menatap wajah Griffin dengan lekat.
“Histo, kamu sadar tidak sih, kalau kamu sudah buat aku jatuh cinta sama kamu berkali - kali.” Lirih Griffin, mengungkapkan perasaan cintanya untuk Histo. Yang lagi - lagi hanya di balas dengan senyuman oleh ibu hamil itu.
“Apakah kamu tidak mencintaku?” Tanya Griffin serius, dengan menggengam tangan istrinya erat.
“Pertanyaan apa kamu? Kalau aku sampai hamil, kamu pikir itu tidak cinta?” Tanya Histo balik, dengan menampilkan wajah kesalnya.
Dan sontak saja itu membuat Griffin merasa sangat bahagia, dan lalu mencium kening istrinya, mengungkapkan seluruh perasaan cintanya. Tanpa ada yang tersisa.
BRUAKKKKKKKKKKK, suara hantaman begitu keras terdengar, menghantam mobil yang di kendarai oleh Histo dan Griffin tepat di sebelah Kanan, tempat di mana Historia duduk.
Griffin terjatuh pingsan sesat, sampai dia tesadar dengan suara orang - orang yang berteriak memanggil yang lainnya untuk menolong Historia.
“Tolong,, tolong, ini ibu hamil dulu di belakang!” Seru mereka, berusaha menarik pintu mobil yang pegangannya sudah sangat rusak parah.
Griffin berusaha menyadarkan dirinya. “His, histo,” panggilnya, masih berusaha menajamkan pandangannya.
Supir yang mengendarai mobil mereka, tidak terlalu parah, dan ikut berusaha membantu Historia untuk segera keluar dari mobil.
Brakkk, bruakkk, masyarakat masih berusaha mencongkel pintu di sisi Historia itu. Hingga akhirnya terbuka. “Ayo, ayo cepat gendong! Ibunya masih bernafas! Bawa ke rumah sakit cepat!” Teriak masyarakat wanita yang merasa sangat kasihan dengan kondisi Historia dengan perut hamil sebesar itu malah menjadi korban kecelakaan.
“Tuan, Tuan,” panggil supir itu menangis karena merasa takut dengan majikan - majikannya.
“Histo, Historia, mana Historia?” Tanya Griffin ketika dia sudah 70% sadar, dan melihat pintu mobil sudah di jebol dan istrinya sudah tidak ada.
“Nyonya Historia sudah di bawa ke rumah sakit Tuan.” Jawab Supir itu.
Griffin menggeretakan giginya, dan berjalan keluar mobil. Dia tidak perduli dengan darah yang bercucuran dari kepalanya. Dia sangat marah ketika ada mobil yang dengan berani menabrak mobilnya dari samping.
Padahal sudah jelas - jelas dari sisi itu masih lampu merah, tapi mobil ini malah menerobos.
“Tuan, ambulancenya mau membawa nyonya Histo.” Panggil Supir lagi, menghentikan langkah Griffin dan tidak jadi untuk mendatangi pelaku itu.
Griffin mengubah langkahnya, mendatangi ambulance yang sudah siap mengantar istrinya ke rumah sakit. “Urus pelaku itu! Jangan sampai lepas! Sebelum kepalanya tidak menyatu dengan tubuhnya!” Tegas Griffin pada supirnya yang juga ikut menjadi korban dalam kecelakaan itu, sebelum akhirnya dia masuk ke dalam ambulance bersama dengan istrinya.
Supir itu merasa takut, dia hanya bisa menganggukan kepalanya pelan, dan dia juga bersyukur karena polisi juga sudah datang dan menahan dua orang tersangka dalam hal ini.
****
“Benoit!” Panggil Mario pada supirnya dengan menampilkan matanya yang memerah.
Dia marah! Karena cucu dan calon cicitnya kini sedang berjuang di rumah sakit antara hidup dan mati hanya karena sebuah kelalaian ini.
Benoit yang memang di bawa ke kantor polisi, sebagai korban dan saksi atas kejadian kecelakaan ini. Membuat dirinya harus bertemu dengan Mario.
“Jelaskan bagaimana kejadiannya!” Tegas Mario pada supirnya itu!
Dia menyiapkan telinganya baik - baik. Agar bisa mendengar dengan baik tentang kejadian naas ini. Dia tidak akan pernah menerima satu kata saja supirnya mengaku kalau ini adalah kelaiannya.
“Tadi kita sedang berhenti di lampu merah simpangan Tuan besar, dan kami sudah mengikuti peraturan rambu - rambu lalu lintas, saya menginjak rem ketika lampu sudah hijau.” Jelas Benoit, menerangkan kejadian pada saat itu.
“Apakah lampu baru hijau kamu sudah jalan?” Tanya Polisi, yang ikut mendengat kesaksian Benoit.
*To Be Continue. **
**Note : teman-teman, kalau bisa babnya jangan di tabung ya, karena itu akan berpengaruh dengan Level yang akan Mimin dapatkan nanti ***🙏🏻🙏🏻* dan Akan mimin pastikan bahwa karya ini bukanlah promosi, dan akan selalu ada di sini sampai tamat.
*Dan Jangan lupa yah, dukunganya🥰 jangan Sinder.*
*Woy sedekah woy!!!! Jempolnya itu di goyangk'an jempolnya**😎*
Jangan pelit! Mimin, jangan jadi pembaca gelap woy, legal **😭Like,Komen,Hadiah,Dukungan dan Votenya ya semua para pembaca yang terhormat, jangan lupa biar Mimin lebih rajin lagi Updatenya****😘😘
**Kalo malas-malasan entar Mimin juga malas-malasan loh ***😭😭😭*
*Terima kasih**🙏🏻🙏🏻*