NovelToon NovelToon
Meretas Rasa

Meretas Rasa

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Dunia Lain / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:24k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL KE 6~
Aku mengalami kecelakaan di saat kehamilan Laila, istri yang kucintai, menginjak usia enam bulan.
Aku dipaksa takdir untuk menerima kematian ku sendiri.
Namun kemudian aku terbangun kembali dalam tubuh seorang bodyguard di dunia yang lain dari dunia asal ku berada.
Perkenalan ku dengan Karina, janda beranak satu, kembali mengantarkan ku kembali pada keluarga lama ku.
Ternyata waktu telah berlalu dua puluh tahun lebih kemudian, sejak hari kematian ku terjadi.
Dan tak ada satu pun dari keluarga ku yang mengenali ku dalam tubuh ku yang baru kini.
Segalanya semakin rumit, di saat Nila, putri ku sendiri menyatakan cinta nya kepada ku!
Sementara hati ku masih menasbihkan satu nama yang sama sedari dulu.
Laila..Laila..Laila..
Orang pertama yang menemani ku dalam meretas rasa Cinta yang bagiku terasa sempurna.
...
Kembali, Mel sertakan beberapa soundtrack dalam novel ke 6 Mel, kali ini.
soundtrack 1: "Tak Sempat" di eps. 1
soundtrack 2: "Malam Panjang" di eps. 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Brondong

Malam itu, kami menyantap soto Lamongan pesanan Mark dengan lahap.

"Kamu selalu pesan makanan, Mark?" Tanya ku usai kami menghabiskan dua porsi besar soto bersama-sama.

"Gak selalu juga sih, Bang. Kadang juga saya masak sendiri kok!" Ujar Mark mengaku.

"Oh! Kamu bisa masak ternyata?!" Tanya ku cukup terkejut.

'Pantas saja aku melihat ada rice cooker di dapur tadi. Tapi, aku tak melihat bahan masakan di dalam kulkas, saat aku mengambil air dingin tadi..?' gumam ku dalam hati.

"Yah..sedikit-sedikit sih bisa, Bang. Yang gampang-gampang aja masak nya," sahut Mark merendah.

"Masak apa misal nya?" Tanyaku tertarik.

"Masak mie seduh aja sih, Bang.." jujur Mark kepada ku.

"Buahhahahahaha! Ku pikir kamu benar bisa masak sesuatu, Mark. Kalau mie seduh sih semua orang juga bisa!" Aku terkekeh menertawakan Mark.

Syukurlah Mark tak tersinggung. Watak nya memang begitu banyak kemiripan dengan watak ku. Jadi aku tahu, apa saja yang sekira nya bisa membuat lelaki itu marah, setelah perkenalan singkat kami selama satu bulan lebih terakhir.

"Hehehe.. begitu ya, Bang? Yah.. nama nya juga tinggal sendiri, Bang. Jadi pingin nya yang ekspres dan cepat saji aja gitu," balaa Mark terkekeh pelan.

Setelah makan, Mark pamit diri untuk pergi ke kamar nya. Ia hendak mengecek beberapa laporan perusahaan selama ia pergi berlibur kemarin.

Sementara itu aku memilih untuk berjalan-jalan terlebih dulu. Aku pun lalu keluar rumah.

Ku pandangi berbagai jenis tanaman yang ada di halaman depan rumah. Ku puji keindahan bunga warna-warni yang ada di sana. Panorama yang begitu indah, karena dibalut taburan bintang yang masih terlihat berkedip pelan di atas langit yang gelap.

Aku cukup dibuat heran. Karena di tempat yang bisa dibilang kota ini, aku masih bisa melihat bintang. Padahal biasanya kan langit malam di kota selalu menampakkan wajah yang serupa. Yakni malam kelam yang biru pekat.

Tak lama saat aku sedang mengagumi keindahan ciptaan Tuhan ini, indera pendengaran ku menangkap suara percakapan yang menarik dari rumah di samping rumah Mark. Yakni rumah orang tua Karina.

"Mama.. Mbak Kunti nya bilang, kalau di sebelah sana ada lelaki tampan yang lagi melamun," ucap suara anak perempuan kecil.

'Itu suara Putri Rinaya..' aku mengenali sang pemilik suara tadi.

Tak berselang lama, aku pun mendmegar suara lain nya. Kali ini adlaah suara wanita dewasa, yang ku kenal baik sebagai suara Karina.

"Duh, Sayang.. jangan suka ngobrol sama Mbak Kunti lagi ya. Cuekin aja. Kayak Mama nih. mama juga selalu cuekin dia!" Ujar Karina menasihati.

Aku tersenyum mendengar percakapan ibu dan anak tersebut.

Percakapan seperti ini sudah cukup sering ku dengar saat kami masih berada di Nevarest. Seperti nya kedua ibu dan anak tersebut memang diberkati dengan kemampuan melihat makhluk ghaib.

Ternyata kemampuan mereka itu masih terus mereka miliki hingga keduanya sudah kembali ke bumi.

Pada mula nya sih aku merasa takut dan menganggap keduanya gila. Tapis etelah menyaksikan banyak keajaiban dna hal aneh di Nevarest, akhirnya aku pun mulai terbiasa dengan yang nama nya makhluk halus.

Walaupun, saat ini aku mulai merasakan bulu roma ku meremang di sekitar tengkuk belakang.

"Kasihan Mbak Kunti nya, Ma. Dia sedih lho karena selalu Mama cuekin," ujar Rinaya kembali.

"Iih, Sayang.. udah ah. Jangan bahas kunti kunti an lagi ya? Lebih baik kita masuk ke dalam yuk, Nay? Udara di luar lumayan dingin lho sekarang," ajak Karina kemudian.

"Iya, Ma.." jawab Rinaya dengan patuh.

Tak lama kemudian, aku mendengar suara pintu yang dibuka.

Cklek.

Setelah itu pintu kembali menutup. Dan hening. Aku tak lagi mendengar perbincangan di samping rumah Mark ini.

***

Keesokan pagi nya, aku dan Mark berangkat pagi-pagi ke kantor nya. Aku memakai setelan jas milik Mark.

Beruntung ukuran tubuh kami serupa. Jadi aku memiliki pakaian yang pantas untuk ku kenakan ke kantor. Yakni dengan meminjam pakaian Mark.

Setelah sarapan bubur di dekat kantor, Mark lalu mengajak ku berkeliling di kantor perusahaan nya.

Mark mengenalkan ku ke beberapa bawahan nya yang memegang jabatan penting di perusahaan. Kepada orang-orang itu Mark mengenalkan ku sebagai chief manajer baru di perusahaan nya.

Aku menggantikan chief sebelum nya yang telah dilibur tugaskan sejak sebulan yang lalu karena terbukti telah melakukan tindak korupsi atas uang perusahaan.

Beberapa dari orang itu masih kukenal. Namun beberapa lain nya adalah orang baru yang direkrut lama setelah rubuh Erlan ku tiada.

Ada yang bersikap ramah dan mendukung ku sebagai chief manajer yang baru. Namun ada juga yang memasang muka tak suka saat meeting pagi itu dilangsungkan hari itu juga oleh Mark.

Meski begitu, aku akan menolerir semua sikap orang tersbeut. Karena aku pun sadar diri kalau aku tak sepatutnya langsung bekerja sebagai salah satu pimpinan di divisi tertentu di perusahaan ini.

Hari itu aku mempelajari semua seluk beluk dan kondisi perusahan yang paling terbaru. Ada banyak hal yang menjadi catatan perhatian ku. Dan aku akan menjabarkan nya ekpada Mark nanti.

Aku dan Mark baru pulang pada sore hari nya. Di dalam mobil, aku sibuk melamunkan percakapan yang tak sengaja ku dengar saat aku lewat di depan toilet wanita.

Flashback.

"Kayak nya Pak Boss punya mainan baru ya. Sayang banget. Orang nya ganteng lagi!" Keluh suara 1.

Awal nya aku tak memperhatikan percakapan itu. Hanya saja begitu aku menangkap dengar nama ku di sebut oleh salah satu dari wanita itu aku pun akhirnya berhenti melangkah dan sengaja menyiapkan diri ku untuk mendengar percakapan tersebut.

"Yahh... Patah hati dong eike? Ahh.. kenapa juga para brondong suka banget ngejar-ngejar Bos Mark ya?" Keluh suara wanita yang pertama.

"Ya meneketeheng lah, Ta. Kenapa nanya nya ke aku sih?" Tanya suara wanita yang lain.

"Ya Lo memang pemilik garda terdepan di antara para cewek pengagum Bos Mark kan? Hihihi.."

Dan percakapan mereka pun terus berlanjut. Hingga akhirnya aku mengingat kembali percakapan itu dalam perjalann pulang ku ke rumah bersama Mark.

Ada satu kalimat dalam percakapan para wanita tersebut yang menarik perhatian ku. Yakni kalimat tentang para brondong.

'Apa maksud ucapan mereka itu? Itu gak mungkin tentang ku kan?' Tepekur ku dalam diam.

Flashback selesai.

"Bang? Kok malah melamun sih. Saya tinggal duluan ke dalam ya, Bang? Udah kebelet ke kamar mandi soal nya nih," ujar Mark menyadarkan ku dengan tepukan tangan nya di bahu.

"Oh? Sudah sampai?!" Tanya ku terkejut.

Ku lirik arloji di porgelangan tangan kiri. Dan ternyata memang benar. Saat itu waktu sudah menunjukkan pukul enam sore kurang.

***

1
Lina Zascia Amandia
3 like mampir buat Kak Mel, karena melihat karya ini sedang dipajang di fantasi urban.
mom mimu
satu iklan dan setangkai 🌹 buat Babang Erlan dan Rinrin mendarat kak Mell... kasih bonus part pernikahan bang Erlan sama Rinrin dong, kayanya seru deh liat mereka mantenan... 😁😁✌🏻
meli meilia: hee.. insya Allah nanti ya mom.. ini mw nabung bab dulu. jd biar bs update stabil.. sementara mood nulis lg turun akhir2 ni. mata bawaan nya pingin tidur melulu. jd sekarang paling banter bs nulis 2bab stiap malam nya.. kadang malah cuma bs 1..tp itu jg udh alhamdulillah sih.. mom semangat yaa..
total 1 replies
mom mimu
aku cus di Emma deh kak Mell, udah lama juga gak tengokin 😅✌🏻 kemaren sempet aku rekomendasikan sama temen juga loh yg novelnya Emma... mudah2an makin banyak yang baca karya2 keren kak Mell ya, semangat terus kakak ku 😘😘😘💪🏻💪🏻💪🏻 big hug kak Mell 🤗🤗🤗
mom mimu
huaaaa 😭😭😭😭 akhir yg bahagia tapi ko aku malah terharu ya, masih susah move on dari bang Erlan sama lail kak Mell, akhirnya aku bisa tuntasin juga kisah bang Erlan sama Rinrin 😢😢
mom mimu
kayanya ruh Rinrin tadinya mau pulang bang, cuman karena liat bang Erlan nungguin dia terus jadi Rinrin balik lagi deh 😅
mom mimu
nikahin langsung aja deh kalo udah bener2 sembuh 😁😁😅✌🏻
mom mimu
ayo bang... jangan sia2 kan Rinrin ya...
mom mimu
haduh... saking paniknya sampai lupa nanya rumah sakitnya kan bang 🤦🏻‍♀️ kasian Mark pasti kaget banget itu 😅😅
mom mimu
Emang Rinrin bang yg di maksud nila... tuh udah dapet 3 lampu hijau tuh, ayo buruan maju pepetin lagi Rinrin... 😁😁😁
mom mimu
secara gak langsung album itu bikin bang Erlan bercerita tentang dirinya sendiri yang begitu mengenal Lail sama Nunik 😭😭😭😭
mom mimu
kirain bang Erlan mau di temuin sama Darman adiknya lail, ternyata di temuin duluan sama Ustadzah Nunik ya..
mom mimu
apa itu paman Darman Nil???
mom mimu
kan udah di ganti sama kebahagiaan dari Rinrin Bang... ayo akuin aja kalo Abang juga cinta sama Rinrin
mom mimu
makanya jangan suudzon duluan ya bang 😁😅
mom mimu
Nila juga udah waktunya tau bang, kasih penjelasan aja deh biar dia ngerti...
mom mimu
lanjut nyicil kak Mell, semangat ya 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
ayolah bang kejar Rinrin, jangan sampe keduluin kaya dapetin lail dulu sama c Kiyano...
mom mimu
akhirnya Mark mengakui juga bang Erlan papahnya 😭😭😭
mom mimu
Mark kayanya pengen percaya bang, tpi dia masih pusing sendiri buat napsirinnya, soalnya Mark sendiri kan gak pernah liat sosok bang Erlan sejak dia lahir, jadi pasti butuh perjuangan buat Mark yakin kalo Abang babehnya...
mom mimu
intinya .ark aja dukung Abang sama Rinrin tuh, udah maju terus bang, kerjar lagi Rinrin...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!