NovelToon NovelToon
The Power Of Cinta Pertama

The Power Of Cinta Pertama

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Pengganti / Tamat
Popularitas:19.4k
Nilai: 5
Nama Author: Safa Cantika humaira

“Dia mantan terindahku, separuh ku ada bersamanya. Sedangkan kekasihku dia orang yang selama ini menjagaku, memberiku semangat, mengangkatku dari keterpurukan. Apa iya aku harus meninggalkan dia demi belahan jiwa ku, atau aku harus memilih dia dan meninggalkan belahan jiwaku untuk kedua kalinya , tapi rasanya sakit jika harus berpisah lagi dengannya” Dafa sangat dilema akan pilihannya.
“Ikutin saja apa kata hatimu” seseorang yang menghampirinya dan merangkul bahunya.
“Jika kamu mau bersama dia pergilah tinggalkan aku, aku sudah ikhlas dengan semua ini. Bukankah aku yang salah dalam hal ini? Aku yang telah meninggalkan kamu dan menyuruh kamu untuk bersama wanita lain.” Air matanya berjatuhan hati tak kuasa menahan rasa bersalah.
“Aku gak bisa ninggalin kamu aku juga gak bisa ninggalin dia, kamu belahan jiwa aku, separuh aku ada bersamamu. Aku ini memang egois aku gak bisa menentukan pilihanku aku gak bisa ninggalin kalian berdua, kalian berdua orang terpenting dalam hidupku setelah orang tua ku.” Menangis tersendak-tersendal dan memeluk mantannya

Dafa akhirnya memilih untuk menikah dengan Amanda.Dad

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safa Cantika humaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22 : Kece Tunangan, Cantik Kembali

Hari ini senin 10 April adalah hari pertunangan Amanda dan Dafa. Semua persiapan telah selesai mulai dari dekorasi, katering, baju Amanda dan Dafa yang dibuat di butik langganan mama Amanda dan para tamu mulai berdatangan mereka semua memakai dress code putih, acaranya digelar secara outdoor.

“Wih keren banget dekornya” seru Winda yang datang dengan Denis

“Iya” melihat sekeliling

“Keren ya hubungan Manda dan Dafa baru juga 3 tahun tapi udah tunangan gini, lah guwe yang udah 6 tahun belum diresmikan”

“Tenang sayang nanti kita langsung nikah gak usah tunangan segala”

Winda tersipu malu dengan jawaban spontan yang keluar dari mulut Denis. Mukanya yang awalnya cemberut berubah menjadi memerah.

“Ah ayang” memukul lengan Denis pelan

“Doain aku cepat sukses ya, biar kita bisa langsung nikah”

“Amin”

“Hai guys” sapa Aldi yang datang bersama kiki

“Sampai hari pertunangan Dafa dan Manda aja lo berdua belum ada pasangan” ejek Dafa

“Lo mah gitu”

“Iya tuh mentang - mentang winda mau sama lo”

“Iya nanti guwe ke dukun ah mau pelet si winda biar gak mau sama lo lagi”

“Ngaco lo, guwe sama winda gak bisa dipisahin tahu kaya perangko, ya kan sayang” mengedipkan mata ke winda

“Dih” winda menjulurkan lidahnya atau melet ke arah Denis

Dafa masih di rumah, hatinya masih berat dengan hari ini

“Ya Allah apa ini takdirmu dengan percintaanku, apa ini yang terbaik bagiku ya Allah dengan aku harus bertunangan dengan Manda perempuan yang sayang sama aku”

“Dafa sudah siap dek” Kak Nabila masuk ke kamar Dafa “wih ganteng banget adek kakak”

“Makasih kak” jawab Dafa lemas

“Kok kamu gak semangat sih, ini kan hari pertunangan kamu, apa kamu gak suka hari ini?”

“A..aku” mata Dafa berkaca - kaca, dadanya sesak suaranya terbata - bata

“Kenapa dek, kamu cerita sama kakak ya” duduk di samping Dafa

“Aku masih mengharapkan cantik kak”

“Sayang sudah siap” bundanya masuk ke kamar yang membuat Dafa tidak bisa melanjutkan omongannya kepada kakaknya

“Kamu sabar ya dek, mungkin ini takdir yang Allah tentukan” membisikkan ke Dafa

“Ayo sayang”

Dafa menghapus air matanya “iya bun” membenarkan kemejanya

Keluarga Dafa berangkat ke tempat acara.

Amanda bersama mamanya telah sampai begitu cantik Amanda pada hari itu dress berwarna sage green selutut, make up simple membuat wajahnya terlihat lebih berseri.

“Cantik banget kamu Manda” puji Winda

“Makasih winda”

Keluarga Dafa sampai di tempat acara papanya Dafa memarkirkan mobil. Dafa turun dari mobil “bismillah ya Allah aku serahkan semuanya pada - Mu” itu doa pertama yang Dafa ucapkan ketika menginjak kakinya di tempat acara pertunangannya dengan manda.

“Ayo sayang” bunda menggandeng Dafa di sebelah kanan dan Kak Nabila menggandeng Dafa di sebelah kiri.

Dafa dan keluarganya berjalan di red karpet sahabat - sahabatnya duduk di sebelah kiri dan Manda telah berdiri di atas panggung menunggu kehadiran Dafa.

“Baiklah acara pertunangan Dafa Al ghifari dan Amanda Gabriella akan segera dimulai”mc membuka acara

“Sekarang kedua mempelai akan melakukan pemasangan cincin”

Winda datang membawa sekotak cincin lalu berdiri di belakang diantara Dafa dan Manda. Dafa mengambil cincin lalu memasangkan di jari manis Manda, Manda mengambil cincin lalu memasangkan di jari manis Dafa.

“Sekarang tunjukkan jari kalian” perintah Mc selanjutnya

Dafa dan manda menunjukkan jari mereka yang telah dipasangkan cincin. Wajah Amanda begitu bahagia, orang yang dicintainya hari ini melamarnya menjadi istrinya.

Dafa hanya memberikan senyum kecil di wajahnya. Harapannya bersama cantik kandas hari ini, dia sudah benar - benar milik Amanda.

Seminggu kemudian

Di Bali

“Ma, besok aku akan berangkat ke Jakarta” Rara memasukkan barang - barangnya ke koper

“Kamu yakin sayang mau tinggal di sana sendirian”

“Iya ma, aku akan mencoba hidup mandiri di sana ma”

“Hmm” menghela nafas. Kali ini dia akan berpisah dengan anak semata wayangnya. ”besok pesawatnya berangkat jam berapa?”

“Pagi ma jam 10 an”

“Oke berarti sekarang kamu harus cepat - cepat tidur ya jangan sampai telat besok”

“Iya ma gute night mam” mengecup kening mamanya

Mamanya kembali ke kamarnya. Rara melanjutkan packingannya.

Keesokan harinya Rara diantar oleh mama papanya ke bandara Ngurah Rai Bali.

Di bandar Ngurah Rai

“Sayang sampai di sana kamu kabarin mama ya” memeluk putrinya terakhir kali sebelum ia berangkat ke Jakarta

“Kamu hati - hati di sana ya sayang” papanya juga memeluk Rara

“Iya ma pa, Rara berangkat ya”

Rara masuk ke dalam pesawat. Duduk di kursi berdasarkan yang sudah tertulis di tiket pesawatnya.

Jakarta, aku datang kembali, batinnya

“Semoga di sana aku bertemu dengan Dafa, Winda, Denis, Kiki dan Aldi kembali, aku kangen sama mereka terutama Dafa, seperti apa ya mereka sekarang” harapan pertamanya ketika sampai di Jakarta

“Tapi apa aku gak sanggup nantinya kalau ketemu Dafa ada perempuan lain di sampingnya” hatinya yang semula bahagia seketika redup.

Rara telah sampai di bandara Soekarno - Hatta

Bandara Soekarno - Hatta

“Alhamduliiah aku sampai, aku harus cari hotel dulu baru besok cari kostan dan kampus”

Rara menaiki Taksi di bandara, setengah perjalanan “Pak kita berhenti di minimarket sebentar ya”

“Baik dek” melihat Rara dari kaca sun visor

Taksinya berhenti di depan minimarket. Rara turun dari taksi, masuk ke dalam minimarket. Rara mengambil minuman yang ada di kulkas “Eh sorry mas” menggemgam tangan orang yang juga mengambil air yang sama dengannya.

“Aku yang minta maaf” melihat perempuan yang ada di sebelahnya. Kaya kenal sama cewek ini tapi siapa ya, batinnya.

Rara sudah sedikit berubah badan sudah agak berisi, rambutnya panjang dan di curly wajahnya pun terlihat lebih putih.

“Kamu cantik kan?”

Cantik, yang manggil aku cantikan cuma Kece alias Dafa, apa jangan - jangan, batin Rara.

“Kamu kece”

“Iya” Dafa langsung memeluk Rara rasa rindunya yang bertahun - tahun terobati “jangan lepasin ya, aku kangen banget sama kamu” air mata Dafa jatuh, hatinya benar - benar bahagia cantiknya kembali.

“Aku juga kangen banget sama kamu Daf” air mata juga turun di mata Rara

Dafa melepas pelukannya “kamu sendiri ke jakarta”

“Iya ni, rencananya aku mau kuliah di sini”

“Oh ya, di universitas mana”

“Belum tahu”

“Sekarang kamu tinggal di mana cantik”

“Aku lagi mau cari hotel dulu besok rencananya mau cari kostan dan kampus, kamu sama siapa ke sini”

“Sama tunangan aku dia lagi tunggu di mobil”

“Oh” hati Rara terasa sengkak, jantungnya berdetak tidak beraturan. “Kamu udah tunangan” matanya berkaca - kaca.

“Iya baru seminggu yang lalu” jelas Dafa

“Aku pergi dulu ya” Rara berjalan cepat, air matanya sudah tidak dapat dihentikan lagi.

“Cantik” Dafa mengejar Cantik sampai ke keluar mini market

Manda melihat dari dalam mobil Dafa lagi mengejar seseorang

“Daf” teriak Manda “Dafa” menghampiri Dafa “kamu ngejar siapa”

“Gak, bukan siapa - siapa, ini minuman buat kamu” memberikan minuman yang tadi di beli di minimarket.

Dafa dan Manda kembali ke mobil.

Rara kembali ke taksi dengan matanya yang sembab “pak jalan ya kita ke hotel”

“Iya dek” taksinya kembali berjalan.

Sampai di hotel. Rara memesan 1 kamar.

“Ini dek kuncinya” memberikan kunci ke Rara.

Rara menggerek koper menuju ke kamar hotel. Membuka pintunya lalu menaruh koper

“Aku mandi dulu” mengambil handuk dan baju ganti di kopernya, masuk ke kamar mandi.

Setelah mandi Rara menelpon mamanya.

Rara

Ma, Rara sekarang sudah di hotel ya besok baru Rara mau cari kostan dan kampusnya”

Mama Rara

Iya sayang. Kamu hati - hati ya di sana

Rara

Iya ma

Panggilan itu berakhir. Rara duduk di dekat jendela mengingat hal yang baru saja terjadi. Harapannya bertemu Dafa benar - benar tercapai tapi sayang Dafa sudah menjadi milik orang lain.

“Ternyata Dafa sudah tunangan, dia sudah benar - benar melupakanku” air matanya jatuh di pipinya

“Padahal tadi Aku senang banget bisa ketemu lagi sama dia, tapi mendengar dia sudah tunangan hatiku kembali hancur. Aku mohon ya Allah kembalikan Dafa kepadaku, kembalikan Dafa ke dalam pelukanku, aku gak sanggup kalau harus melihat Dafa bersama wanita lain”

Dafa mengantarkan manda pulang, memarkirkan mobilnya di depan rumah manda

“Aku langsung pulang ya”

Manda turun dari mobil “iya kamu hati - hati ya pulangnya” menutup pintu mobil

Dafa tidak menjawab apa - apa ia langsung pergi dari rumah manda.

Dafa sampai di rumahnya

“Assalamualaikum bun” mengetuk pintu rumahnya

“Waalaikumsalam” bundanya membukakan pintu

Dafa berjalan lemas menuju ke kamarnya. Bundanya memperhatikan langkah Dafa “kamu kenapa Daf”

“Cantik kembali bun” berjalan ke kamarnya

“Cantik maksud kamu”

Di kamar Dafa menangis “kenapa saat aku sudah bertunangan dengan Manda dia kembali lagi, apa maksud semua ini Ya Allah, perasaan ini kembali saat aku bertemu dengannya tadi, gimana dengan Manda sekarang dia sudah menjadi tunanganku” berjalan menuju ke jendela, duduk di pinggir jendela

“Aku bingung ya Allah satu sisi aku masih ingin bersama cantik tapi gimana dengan Amanda, terus kalau aku memilih tetap bersama Amanda bagaimana dengan cantik, aku tidak ingin dia meninggalkanku untuk kedua kalinya”

1
Komang Sri
ashiap thor
Komang Sri
intinya aq suka
Komang Sri
Jangan lama" up nya ya thor,,,
Safa Cantika humaira: Di tunggu ya kak season 2 nya👏👏
total 1 replies
Komang Sri
thor,,,, beneran deh aq kesel sama Dafa, Manda yg tulus malah dibohongin sm Dafa dn temen"nya,,, kasian Manda nnti pas tahu yg sebenarnya🥺🥺🥺
Safa Cantika humaira: Sabar sabar kakk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!