Di sebuah dunia yang elok bernama Netherlands, hidup seorang pemuda yatim piatu yang hidup bersama kedua adiknya, Joana dan Ken. Dia bernama Kelvin.
Kelvin merupakan sosok penebak kayu biasa dan tidak hanya itu, Kelvin juga tidak memiliki energi sihir. Karena hal itu lah membuat dirinya dihina dan dipermainkan oleh para bangsawan yang tidak suka dengan sosok nya.
Sampai suatu ketika, saat Kelvin di fitnah dan dijebloskan kedalam Dungeon yang membuat nya jatuh dalam keputusasaan saat melawan monster.
Dan, saat itu juga ingatan Kelvin yang terkunci tentang dirinya seorang Reincarnator terbuka dan terbuka nya kemampuan dari Kelvin.
Rewrite System.
Inilah kisah seorang Petapa Agung, Kelvin dengan System nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akademi sihir Utopia | Chapter 22. Kegiatan Klub
...Chapter 22. Kegiatan klub...
Setelah bertemu dengan Risa, Kelvin pun memutuskan untuk mengikuti kegiatan klub Pencinta sihir Zero akan tetapi, Kelvin tidak menyangka anggota dari klub itu hanya tiga orang.
"Eh? Jadi, klub ini hanya tiga orang?!" kaget Kelvin.
Risa yang memahami pertanyaan Kelvin, dia pun tertawa kecil. "Hehehe ... begitu lah, sebenarnya klub ini memiliki 5 anggota tapi ketiga anggota sudah lulus dari akademi jadi kami hanya berdua."
"Oh, begitu."
Lalu, anggota kedua pun memotong pembicaraan. "Anuu, salam kenal! Saya Lily, angkatan tingkat menengah juga."
Lily merupakan sosok gadis cantik yang memiliki rambut pendek putih.
"Aku Kelvin, salam kenal juga!"
Kelvin dan Lily pun berjabat tangan serta saling bertukar senyum.
Setelah itu, Kelvin pun penasaran dengan kemampuan Lily. "Lily, apakah kamu juga memiliki kemampuan sihir Zero?"
"Iya, saya memiliki sihir Zero pendingin," jawab Lily.
Mendengar itu, Kelvin terkejut. "Pendingin? Apakah maksud nya sihir Es?"
Lily pun menggelengkan kepalanya, "Bukan Es. Hanya pendingin saja."
Lalu, Lily melihat sekitar nya dan terlihat lah gelas yang berisikan air tidak jauh dari nya dan Lily pun mengambil nya seusai itu, merapalkan sihir Zero nya.
"Cooler."
Seusai merapalkan itu, air yang ada di gelas tiba-tiba menjadi dingin lalu, Lily pun memberikan nya kepada Kelvin.
"Silahkan!" seru Lily.
"Kelvin, kamu tidak perlu cemas. Coba saja kamu minum! rasa air itu menjadi sangat segar!" sambung Risa.
"Oke, aku coba."
Kelvin pun meminumnya dan merasakan kesegaran dari air tersebut. "Wuah ... benar. Air ini sangat menyejukkan." Kelvin melihat kearah Lily. "Lily, kemampuan mu luar biasa!"
Lily yang mendengar itu, dia sontak menundukkan kepalanya dan tersipu malu. "Terimakasih."
"Baiklah, mari kita mulai kegiatan kita!"
Kegiatan nya sangat sederhana yang mana kegiatan itu menjelaskan beberapa sihir Zero dan Kelvin merasa semua sihir Zero sudah pernah di baca nya.
Lalu, ditengah itu. Kelvin terpikir sesuatu dan memotong penjelasan dari Risa.
"Maaf, aku memotong pembicaraan. Dari semua sihir Zero. Apakah ada yang pernah mendengar sihir kebangkitan?"
"Hmm ... saya pernah mendengar kalau tidak salah Necromancy namun, dia tidak bangkit secara keseluruhan melainkan menjadi Undead, Lish bahkan Ghoul," jawab Risa.
Dalam pemahaman Kelvin, Undead adalah ras tengkorak, Lish adalah Ras tengah Undead dan Ghoul adalah manusia tanpa jiwa atau sering disebut zombie.
Meski begitu, Kelvin pun berharap bisa menguasai dan merubah nya dengan Rewrite.
"Lalu, apakah tidak ada sihir yang mampu membangkitkan?" sambung tanya Kelvin.
"Saya kurang tahu," jawab Risa dengan menggelengkan kepalanya.
"Andai saja ada sihir Zero Great Sage pasti dia tahu jawabannya," sambung Lily.
Mendengar itu, Kelvin sedikit penasaran dengan skill tersebut. "Great Sage? Petapa agung?"
"Oh, sihir Zero itu sangat legendaris dahulu kala ada penyihir tingkat Petapa agung yang memiliki pengetahuan yang luar biasa tentang dunia ini akan tetapi dia terus mencari cara untuk hidup abadi yang membuat nya melebur lalu, berubah menjadi skill Zero. Beberapa abad kemudian, dia menempati salah satu jiwa dari seorang pahlawan bernama Noah dan menjadi skill pribadinya," ucap penjelasan Lily.
"Lalu, apakah sekarang ada yang memiliki skill Zero itu?"
Risa dan Lily serentak menggelengkan kepalanya.
"Kami belum pernah mendengar bahkan beberapa buku tidak pernah ada lagi yang mengunakan skill Zero Petapa Agung selain pahlawan Noah," sambung Risa.
Mendengar penjelasan itu, Kelvin pun mungkin nanti akan coba menulis skill nya tersebut.
Tidak lama kemudian, ada beberapa siswa menyerobot masuk dan membanting pintu.
Buk!
Suara keras pintu terbuka yang membuat Kelvin dan lainnya melihat arah keluar yang mana terlihat beberapa murid masuk dengan kasar dan berseru.
"Kalian pergi dari sini! Ruangan ini sudah menjadi milik kami, pencinta sihir api dan klub pencinta sihir Zero telah dibubarkan," seru salah satu siswa.
Lalu, murid yang mengikuti nya hanya tertawa remeh.
Mendengar itu, Risa dan lainnya sontak terkejut.
"Apa kata mu? Kegiatan klub Zero dibubarkan dan ruangan ini milik mu! Jangan bercanda!" ucap kesal Risa.
Salah murid itu pun memberikan sebuah kertas perizinan dari ketua Dewan Murid. "Kami telah mendapatkan izin dari ketua Dewan Murid dan ini buktinya!"
Risa yang tidak percaya, dia sontak menghampiri murid itu dan mengambil dokumen yang mana dia pun terkejut melihat isi nya.
"Tidak mungkin. Ini memang surat dari ketua Dewan Murid!"
Lily yang mendengar itu, dia sontak menutup mulutnya dengan kedua tangan nya. "Tidak mungkin."
Melihat tindakan sewenang-wenang dari para murid itu, Kelvin pun teringat akan perlakuan keluarga Urnes kepada nya dan Jay yang mana para bangsawan hanya menindas yang lemah.
Lalu, Kelvin pun menghela nafas panjang. "Ahufuu ... jadi begitu kah."
Mendengar perkataan Kelvin membuat Risa dan lainnya sontak melihat kearah Kelvin.
"Apa?"
Lalu, Kelvin pun melepaskan dasi dan melemparkannya kepada murid tersebut.
"Siapa pun? Aku menantang mu berduel dengan taruhan klub ini!"
Murid itu pun tersenyum remeh. "Dasar anak baru tidak tahu sopan santun! Saya sebagai kakak kelas akan menerima tantangan mu dan jika kamu kalah, bersiaplah menjadi budak untuk ku!" jawab murid.
"Setuju!" jawab Kelvin yang juga tersenyum lebar.
...# The Great Sage, Kelvin #...