NovelToon NovelToon
Seruni

Seruni

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:105.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Devi21

Seruni memilih bertugas di daerah tapal batas---beranda negeri yang berhadapan langsung dengan negara lain. Bukan sekadar ingin melepaskan diri dari sakit hati akibat dikhianati sang kekasih hati, melainkan benar-benar karena ingin mengabdikan diri pada bumi pertiwi.

Siapa sangka, hati Seruni malah tertambat pada putra asli daerah dengan status sosial dan pendidikan yang jauh sekali darinya.

Akankah ada pertentangan yang menghalangi hubungan mereka? Ataukah hubungan itu malah akan mulus-mulus saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Devi21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seruni Bab 22

Waktu berjalan dengan cepat jika hati menjalaninya dengan gembira. Begitulah kurang lebih uang dialami Seruni. Tanpa terasa, empat bulan sudah dia berada di sebuah desa tapal batas. Suka duka dia lewati dengan senang hati tanpa banyak kesah. Meskipun keberadaannya belum sepenuhnya diterima oleh semua penduduk, tetapi sekarang sudah tidak sedikit warga yang mau berobat ke balai pengobatan.

Semangat bukan hanya milik Seruni semata. Tetapi juga milik Sayaka. Kedatangan pasangan Siti yang diberi nama Soko, menjadi salah satu alasan kenapa Sayaka sekarang terlihat lebih sering tersenyum. Bukan karena hubungan Siti dan Soko saja yang harmonis, hubungannya dengan Seruni pun semakin dekat. Kehamilan Siti yang sudah menginjak usia tiga bulan, membuat Sayaka dan Seruni sangat bahagia. Ketika Seruni tidak sedang dinas, dia selalu memaksa untuk ikut Sayaka mencari rumput.

Meskipun kini Sayaka dan Seruni tidak tinggal serumah lagi, justru kedekatan keduanya semakin nyata. Seruni sudah menempati rumah dinasnya sendiri. Dari sana, Sayaka sering membetulkan sesuatu yang tidak beres di rumah Seruni. Entah itu aliran listrik atau air yang tiba-tiba sering kali mati.

Kepindahan tempat dinas Shaka ke kota lain, sedikit banyak menyumbang intensnya kebersamaan Seruni dan Sayaka. Shaka yang dulunya selalu menemui Seruni di sela-sela kesibukan dinasnya. Kini, hanya bisa menghubungi dokter cantik itu melalui sambungan telepon.

Seruni melongokkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, sore ini dia sudah janjian sama Sayaka untuk pergi ke sungai memandikan si Sutrisno.

Senyum dokter cantik itu seketika merekah begitu melihat dari kejauhan, Sayaka menuntun seekor sapi dengan gagahnya. Di mata Seruni, level kekerenan Sayaka sepadan dengan laki-laki yang mengendarai mobil Lamborgini di kota.

"Ayo kita berangkat, Ndhuk!" Ajak Sayaka sembari menghentikan langkah kakinya sejenak.

Keduanya berjalan bersama, Sayaka menuntun sapi dua langkah di depan Seruni. Perempuan itu sedang mengagumi postur tubuh Sayaka dari belakang. Seruni sampai menggigit bibir bawahnya sendiri.

''Ingin bersandar di punggungmu, Bang," batin Seruni, sedikit meliarkan pikirannya.

Sampai di sungai, seperti sebelum-sebelumnya, Seruni sangat seneng. Dia langsung menceburkan kaki di sungai yang airnya hanya sejengkal di bawah dengkul kakinya itu.

"Ndhuk, hati-hati! Batunya licin, kamu bisa jatuh nanti." Sayaka berteriak mengingatkan karena Seruni berjalan di atas batu seperti katak yang lincah melompat ke sana ke mari.

Sayaka mengeluarkan peralatan mandi milik Sutrisno. "Biar aku saja, Bang." Seruni mengambil alih spon lembut dan shampoo yang dipegang Sayaka.

Dengan telaten Seruni mengusap seluruh bagian tubuh Sutrisno dengan spon yang sudah berbusa. Angin sore yang menerpa, melambaikan rambut panjang Seruni hingga beberapa helai ada yang menutup matanya. Karena kedua tangannya terkena busa, Seruni kesulitan menyibakkan rambutnya sendiri.

"Bang Sayaka, tolong ikatkan rambutku bisa tidak?" tanya Seruni dengan entengnya.

"Bisa, Ndhuk." Sayaka mendekati Seruni. "Diikat sama apa ini, Ndhuk?" tanyanya.

"Sama tali pernikahan, Bang," canda Seruni.

"Memang ada, Ndhuk?" Tanya Sayaka dengan polosnya.

"Ada Bang, ada."

"Di mana?" Sayaka melongokkan kepalanya ke segala arah untuk mencari tali pernikahan seperti yang dimaksud Seruni.

Perempuan itu menahan tawanya. ''Polosmu memang ngegemesin, Bang. Halalin aku dong, Bang. Biar semua kepolosan Abang jadi milikku.''

Sayaka mengulurkan tangannya, menyibak rambut yang sedikit menutupi mata Seruni. Lalu menyelipkan rambut itu di belakang telinga perempuan yang sudah mencuri hatinya itu.

"Terimakasih ya, Bang." ucap Seruni dengan senyuman yang membuat Sayaka harus mengambil air untuk membasuh wajahnya agar sedikit dingin.

Sayaka melihat ada nyamuk yang hinggap di kening Seruni. "Sebentar, Ndhuk. kamu diam dulu." Pria itu menaikkan satu telapak tangan, bersiap untuk menepuk kening Seruni. Tapi baru setengah jalan, Sutrisno mengibaskan ekornya dengan keras hingga mengenai pipi Sayaka.

"Sutrisno! Kamu ini cemburu ya lihat aku dekat-dekat dengan Ndhuk Seruni. Kamu kan sudah di elus-elus dan dimandikan, apa masih kurang? Aku seharusnya yang di sayang." Karena kesal dan kaget, Sayaka tanpa sadar mengucapkan kata-kata itu begitu saja.

"Sini, Bang kalau mau disayang dan dimandikan." Seruni langsung memercikkan air ke badan Sayaka. Pria itu pun membalasnya tidak kalah seru.

Keduanya saling memercikkan air, bahkan juga menghamburkan air ke udara seolah ada hujan yang turun dari langit. Keduanya sama-sama basah.

"Aduh, Ndhuk itu bajumu basah. Kan, jadi tembus pandang. Bagaimana ini?' Batin Sayaka sembari menggaruk tengkuk lehernya. Matanya sibuk menghindar dari bagian depan Seruni yang tercetak jelas akibat kaos atasan yang dikenakannya basah kuyup.

"Aduh, Bang. Itu dada kotaknya harus enam banget ya? Cuman ngangkat Siti saja bisa begitu, apalagi kalau tiap hari ngangkat aku, dijamin tambah berisi, Bang.'' Seruni lagi-lagi berpikiran liar dalam hati.

Entah kenapa, melihat Sayaka selalu berhasil membuat imajinasi Seruni jauh melesat ke arah yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan selama bersama Satria.

Keduanya kini sembari terus bercanda mengguyurkan air ke badan Sutrisno yang masih berbusa hingga bersih.

Setelah satu jam, akhirnya Seruni dan Sayaka juga Sutrisno naik ke pinggiran sungai. Mereka sama-sama memeras kaos yang dikenakan. Karena terlalu seru bermain air, membuat keduanya lupa umur dan lupa kalau tidak membawa baju ganti.

"Sudah Bang, begini saja tidak mengapa. Kita pulang, yuk! Dari pada keburu maghrib. Nanti kita bertemu lagi, setelah isya, ya. Aku mau bicara sesuatu yang penting."

"Iya, Ndhuk. Kenapa tidak bicara sekarang saja?" Sayaka kembali memasang tali di leher Sutrisno agar memudahkannya saat menuntun.

"Nanti saja, Bang. Tidak enak ada Sutrisno." Dalam hati, Seruni menyesali jawaban yang baru saja di lontarkan. Lama-lama dia semakin tertular dengan sifat peri kebinatangan yang dimiliki oleh Sayaka.

Akhirnya mereka berpisah di depan rumah Seruni. Sepanjang perjalanan, warga yang melihat kebersamaan keduanya banyak yang berbisik-bisik iri.

Sampai di rumahnya, Sayaka segera memasukkan Sutrisno ke dalam kandangnya. Setelah itu, pria itu langsung membersihkan diri ke kamar mandi. Tidak lama, Sayaka masuk ke dalam kamarnya untuk memilih baju terbaik yang akan dikenakan saat ke rumah pujaan hatinya dalam diam.

Seperti yang dijanjikan sebelumnya, setelah sholat Isya, Sayaka bertandang ke rumah Seruni. Keduanya kini duduk berdampingan di dalam rumah dinas Seruni. Hati Sayaka begitu berbunga-bunga, karena akhirnya dia sudah berani mengutarakan perasaannya. Dan Seruni pun langsung mengangguk setuju untuk menerima cinta tulus darinya.

"Ndhuk, aku senang sekali. Akhirnya, kita bisa bersama seperti ini." Sayaka menggenggam tangan Seruni dengan satu tangan, sementara tangan yang lain membelai lembut pipi perempuan itu.

"Aku juga senang sekali, Bang." Seruni mendekatkan wajahnya pada Sayaka, Seolah menawarkan bibir ranum itu untuk dikulum.

Awalnya Sayaka hanya membelai bibir itu dengan jemari. Tapi Seruni malah menurunkan tangan pria itu, Dan menempelkan bibirnya pada bibir Sayaka.

"Buka sedikit, Bang," bisik Seruni.

Sayaka pun menurut saja, lumataan bibir Seruni membuat Sayaka semakin terbuai. Nalurinya sebagai laki-laki seperti ada yang menuntun untuk membalas perlakuan bibir Seruni. Sayaka pun mulai membelitkan lidahnya dengan lidah dokter cantik itu.

Tangan Seruni mengalung mesra di leher Sayaka dan Sayaka pun semakin memanas. Padahal belum pernah, tapi perasaan menuntun tangannya untuk merambah benda kenyal di dada Seruni.

Sedikit ragu, tapi tetap dilakukan. Sayaka pun mereemas gundukan sintal di depannya dengan lembut. Seruni melepas ciumannya sejenak, dan dessahan lirih meluncur dari bibirnya.

"Meonggggggg ...."

Sayaka mengernyitkan keningnya, kenapa dessahan itu terdengar berbeda dan tidak mesra sama sekali.

"Meonggggg ...." Lagi-lagi suara kucing yang terdengar.

Sayaka semakin heran, ketika sensasi di bibir yang dia rasakan kini semakin berbeda, ada rasa geli yang sangat kentara hingga membuatnya ingin bersin. Dan ....

"Hashingggggg...." Suara bersin itu bersamaan dengan terbukanya mata Sayaka.

"Astaga, kenapa kamu, Mpus? Ndhukku mana?" Satu tangan Sayaka memegangi bibirnya, satu tangan yang lain memindahkan Mpus dari dadanya. Lalu dia melihat sekeliling, mengumpulkan kesadarannya.

"Hanya mimpi," lirihnya, dengan rasa kecewa yang amat sangat.

1
𝕴𝖇𝖚𝖓𝖞𝖆 𝖆𝖓𝖆𝖐-𝖆𝖓𝖆𝖐
yg ini d lanjut kak Dev😊, rindu sangat 🤗
Diiah Iryaa
lahh ini gkda lanjutannya thor? gantung begini amat critanya
nano suwarman
ini kpn dilanjut Thor
nano suwarman
👍👍👍
nano suwarman
kasian Sayaka..
momnaz
Novel kerreennn beda dari yang lain setelah sangat bosan dengan CEO CEO an dan drama nikah paksa
momnaz
Novel yang keren beda sama yg lain..😍😍😍😍
Sari Hanifbae
kata2nya rapi,mudah di pahami. gaya bahasanya jg bagus.. ceritanya apa lagi,bgs bgt.. good jic thor.. lanjutkan!!!
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: Terimakasih, kak. Sebelumnya saya minta maaf, sebaiknya jangan kakak lanjutkan dulu membacanya. Karena cerita ini belum selesai ditulis. Mohon maaf karena mengecewakan kakak.
total 1 replies
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
pak sajad pengertian 😍
Langitⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈N⃟ʲᵃᵃ࿐
wah pak broto mau jalan2 sama bang say
A Creapa
mana lanjutannya thor? q dah kasih 👍💗🌹 masak dicuekin sih...
tak enteni tekanmu yo nduk 😘
semangat 💪🔥
D᭕𝖛𝖎𖥡²¹࿐N⃟ʲᵃᵃ࿐: nanti ya kak.. Insya Allah habis lebaran
total 1 replies
Ati Nurhayati
saya suka pandangan Bapaknya seruni tentang goresan pengalaman hidup yang hrs disimpan dan dibagi dgn keturunannya 💗
Ati Nurhayati
kata² yang sangat bijak 👍
Ati Nurhayati
😂
Ati Nurhayati
he he ada aja ni sayaka
Ati Nurhayati
😄😄
Ati Nurhayati
Tingkah Sayaka sangat lucu dan menggemaskan 😄
N⃟ʲᵃᵃ࿐𝕴𝖘𝖒𝖎ⁱˢˢ༄༅⃟𝐐
isi nyawang ora ISO nyanding,,opo ngono kuwi akhire🤔🤔,,ROSO tresno ora iso dipaksake,namung bibit,bebet lan bobot dadi penentune 🥺🥺🥺
atiku keloro-loro dadine🥺🥺

sing sabar Kabeh wis Ono dalane dewe-dewe jodoh karo rejeki wis duwe pangone😁😁
Jenk Retno Hany
endingnya piye thor,di tunggu kelanjutanya💪💪💪
Jenk Retno Hany: katanya maret up ini dah oktober gak up²,ceritanya jd gantung dech🤦‍♀️
total 3 replies
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
bener Sayaka, hati itu tak bisa di paksakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!