Luna seorang gadis remaja yang baru lulus SMA harus bekerja menjadi sorang boysitter yang mengurus tiga cowok super tampan dan harus merasakan jatuh cinta pertamanya pada cowok tampan yang super dingin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21
bab 21
Author POV
Besoknya saat sore hari Luna sudah siap untuku pergi kerumah Winda, dia sedang menunggu sahabatnya untuk menjemputnya.
"Mas Dimas, hari ini Luna mau ke acara ulangtahun kakak nya Winda, nanti kalau enggak kemaleman Luna pulang kesini. Tapi kalua acaranya sampai malem banget Luna nginep di tempat Winda ya..." kata Luna.
"Ya udah kalau gitu, tapi inget ya jaga dir..."
"iya, jaga diri baik-baik dan juga calon keponakan mas Dimas, gitu kan?" potong Luna.
"Haha.... Ternyata loe udah tau apa yang mau gue bilang" kelakarnya.
"Basi tau mas Dimas" cibir Luna.
"Nahhh itu Winda dah dateng." kata Dimas yang melihat mobil winda memasuki pekarangan rumah nya.
"Ya udah Luna berangkat ya.." pamit Luna.
Dimas hanya mengangguk.
Luna segera masuk kedalam mobil Winda dan Winda memberi senyum pada Dimas lewat jendela kaca mobil nya yang terbuka.
Sesampainya apartmen Winda, Luna segera menghambur masuk dan merebahkan dirinya di sofa empuk depan TV.
"Aku tidur dulu ya wind, capek banget niih" ucap Luna
"Ya udah giih... aku mau mandi dulu." jawab winda.
Pukul 7 malem Winda membangunkan Luna yang masih asyik tertidur.
"Luna.... bangun mandi giiih udah malem ini..." perintah Winda.
Luna mengucek matanya dan melihat Winda yang sudah siap memakai gaun tanpa lengan yang cantik.
"lha...kamu kok udah siap gini baru bangunin aku siih..." kata Luna.
"Ya udah siih... kamu buruan mandi terus pakek gaun ini" perintah Winda sambil memberika Luna paperbag yang berisi gaun baru yang Winda beliin buat Luna.
Luna pun bergegas menyiapkan diri dengan gaun pemberian Winda.
Setelah beberapa saat Luna keluar memakai gaun pemberian Winda.
Gaun pendek diatas lututnya memperlihatkan setengah paha mulus Luna dengan lengan yang panjang hiasan pernik di bagian dadanya.
Gaun yang begitu indah dan pas di tubuh Luna yang memperlihatkan dadanya yang begitu menonjol.
"Apa gaun ini enggak terlalu sexy wind?" tanya Luna yang kurang nyaman dengan gaunnya.
"Enggak lah Lun kamu terlihat cantik banget pake gaun ini." jawab Winda memuji gaun yang dipakai Luna.
"Ya udah yuk berangkat sekarang ajah, takutnya kak Nathan dah nungguin kita" ucap Luna mengjak Winda untuk segera berangkat ke acara ulangtahun kakaknya itu.
"ayoook..."
Sesampai nya du club malam x Luna pun merasa tak nyaman dengan suasana club itu. Bau alkohol yang menyengat dan tatapan orang-orang disana yang seperti kelaparan.
Luna terus memegang erat tangan Winda
mereka pun segera menuju ruang VIP dimana ulang tahun Nathan di adakan, tanpa disadari ada seseorang yang memperhatikan Luna dari kejauhan, tatapan kemarahan tersulut dimatanya dia terus memperhatikan gerak-gerik Luna.
Luna yang merasa diperhatikan pun celingukan mencari orang yang seoalh melihatnya dengan tajam namun matanya tak menemukanya karena banyak nya orang bertebaran di club itu.
Akhirnya Luna dan Winda memasuki ruang VIP yang telah dipesan untuk merayakan ulang tahun Nathan.
Kedatangan Luna disambut hangat oleh Nathan dan teman-temannya yang sudah ada disana, mereka saling bekenalan satu sama lainya.
"Kak Nathan selamat ulangtahun ya kak. Ini Luna bawa sesuatu buat kakak, tapi kalau enggak suka jangan dibuang ya..." ucap Luna sambil menyerahkan kado yang ia bawa.
"Makasih ya Lun, aku pasti sukak kok, boleh dibuka kan?" ucap Nathan yang menerima kado dari Luna
Nathan membuka kado itu dan tersenyum saat melihat isinya dia mengambilnya kemudian memakainya.
"Aku suka banget Lun. Makasih ya" ucap Natha yang kemudian memeluk Luna. Luna terkejut saat tiba-tiba saja Nathan melakukan hal itu.
Luna lebih dibuat kaget lagu saat tiba-tiba tangan kekar menarik tangan Luna dari Nathan.
"Mas Danu...!!" ucap Luna tak percaya.
"Ikut gue!" ucapnya menarik tangan Luna dengan kasar.
Nathan yang tidak terima menghalangi Danu.
"Loe apa-apaan main tarik tangan orang gitu aja" geram Nathan pada Danu.
"Loe minggir!!! enggak usah ikut campur!" ucap Danu marah.
Nathan yang tidak terima siap melayangkan pukulannya pada Danu, namun Luna dengan cepat menahannya.
"Kak Nathan jangan. Dia bos Luna kak. kakak tenang aja ya... Luna enggak papa kok, Luna mau ikut sama mas Danu dulu." ucap Luna menenangkan Nathan.
Danu segera menarik Luna keluar dari club malam itu dan mendorongnya masuk kedalam mobilnya.
Luna tak berani mengatakan apa pun karena dia tau kalau Danu sedang marah besar dia hanya pasrah mengikuti kemanapun Danu akan membawanya.
...
terimakasih shayy
semoga sehat selalu
ditunggu kenakalan Dimas dan bikin Winda panas dingin,hehe
makasih cerita'y menghibur👍💝
Saya suka sama alur ceritanya
Semoga makin sukses mengeluarkan novel yang bagus
Tetap semangat 💪
Love to you ♥️😍😘