Demi membayar biaya pengobatan ibunya yang tidak sedikit, Bayu harus berhutang ke semua orang yang mau meminjaminya uang. Dari awalnya yang hanya beberapa juta, terus menumpuk hingga mencapai seratus juta lebih.
Gaji Bayu yang tidak seberapa, semua habis hanya untuk membayar hutang. Ia sangat bersyukur ketika bisa makan, meski itu hanya nasi putih dan kecap, tanpa lauk apa pun.
Namun, kehidupan Bayu berubah ketika dirinya mengalami sebuah kecelakaan. Bayu awalnya berharap hidupnya berakhir saat itu juga. Harapan itu tidak terwujud. Justru, sebuah keajaiban muncul di hidup Bayu.
Apa yang akan Bayu lakukan selanjutnya setelah dia mendapatkan sebuah Sistem? Apakah dia akan berubah menjadi sombong, ataukah justru menjadi seorang yang dermawan. Ikuti kisah Bayu dalam mejalani misi-misi yang sudah Sistem berikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 |
Bayu kemudian mengeluarkan ponsel miliknya. Di ponsel tersebut, Bayu membuka salah satu aplikasi yang sudah Sistem instal. Aplikasi ini adalah alibi utamanya yang bisa laki-laki itu gunakan akan tidak dituduh telah melakukan tindakan pencucian uang oleh Anya.
"Lihatlah ini. Aku sama sekali tidak melakukan tindakan pencucian uang. Aku membuka usaha ini memang dengan niatan membantu sesama," jelas Bayu.
Anya langsung menerima ponsel milik Bayu. Perempuan itu lalu membuka beberapa data yang ada di aplikasi tersebut. Mata Anya terlihat sangat serius ketika melakukan semua ini.
"Sekarang, Kamu percaya bukan kalo aku nggak ngelakuin tindak pencucian uang bukan?" tanya Bayu setelah memberi Anya waktu cukup lama untuk memahami data yang ada di aplikasi tersebut.
"Jadi, selama ini Kamu berinvestasi di pasar modal?" tanya Anya setelah membaca senua data milik Bayu.
"Ya. Aku menyisihkan sedikit tabunganku untuk membeli saham. Awalnya sangat kecil, tetapi setelah mendapatkan keuntungan, aku mulai memiliki cukup banyak saham," jelas Bayu.
Ini adalah alasan yang Sistem siapkan untuk Bayu. Sistem membuat data bahwa Bayu selama ini melakukan transaksi jual beli di pasar modal. Semua transaksi itu tercatat jelas sejak beberapa tahun lalu.
Dari yang awalnya hanya transaksi bernilai beberpaa ratus ribu, hingga sekarang transaksi yang Bayu lakukan bernilai puluhan juta. Semua data itu ada, Anya bisa membacanya. Itu membuat Anya mulai mempercayai Bayu. Apalagi data seperti ini cukup sulit dipalsukan.
"Aku sekarang mulai percaya bahwa Kamu mendapatkan uang ini dari sumber terpercaya dan bukannya melakukan tindak pidana pencucian uang. Aku nggak mau kalo sampe Kamu terlibat dengan tindak kriminal, Bayu," ucap Anya.
"Tenang saja. Aku nggak akan ngelakuin hal itu. Memang aku butuh uang yang sangat banyak, tetapi aku tahu batasan. Aku masih ingat mana yang boleh dan tidak boleh aku lakukan," jelas Bayu.
"Ah ya, apakah Kamu mau ikut aku ke suatu tempat?" tanya Bayu tiba-tiba.
Bayu sangat tahu bahwa jawabannya ini tidak sepenuhnya menjawab semua pertanyaan Anya. Jadi, laki-laki itu ingin mengalihkan pembicaraan mereka ini. Ia tidak mau terus membahas hal ini dengan Anya, dan tanpa sengaja membuat kesalahan ketika berbicara.
"Ke mana memangnya?" tanya Anya penasaran.
Perempuan itu tidak menyangka Bayu tiba-tiba mengajaknya pergi. Apa dia ingin mengajaknya kencan? Apa dia masih memiliki perasaan sama seperti dirinya? Semua pertanyaan itu berkecamuk di benal Anya ketika mendengar Bayu mengajaknya keluar.
"Kamu nanti pasti akan tahu ketika kita sampai di tempat tujuan," jawab Bayu, ingin memberikan kesan misterius mengenai apa yang mereka bicarakan ini.
"Baiklah."
...
Bayu mengendarai mobil milik Anya menuju ke arah pinggiran kota. Anya sudah beberapa kali menanyakan tujuan mereka. Namun, Bayu tidak mau menjelaskan tujuan mereka ke mana.
Ketika mobil yang mereka tumpangi mulai memasuki kawasan perumahan elit, barulah Anya mulai bisa menebak ke mana Bayu akan membawanya. Meski sudah menebak, perempuan itu masih ingin mendengar kepastian dari mantan kekasihnya itu.
"Jadi, Kamu mengajakku berkunjung ke perumahan mewah ini? Apakah ada seseorang yang ingin Kamu temui, ataukah Kamu akan mengajakku ke rumah barumu yang ada di sini?" tanya Anya.
Laki-laki di sapingnya ini hanya memberikan Anya sebuah seringai. Tidak ada jawaban pasti yang dia berikan.
"Nanti juga Kamu akan tahu," jawab Bayu, yang masih belum juga memberi tahukan kepada Anya mengenai tujuan mereka, meski sudah sampai di sini. Bayu masih ingin membuat Anya terus memikirkan hal ini dan melupakan pembicaraan mereka tadi.
Tidak lama kemudian, mobil yang mereka tumpangi sampai di gerbang perumahan mewah ini. Seorang satpam langsung keluar dari pos satpam dan mendatangi mobil yang Bayu kendarai.
"Selamat siang, Pak. Selamat datang di New Moon Hill. Ada keperluan apa ya Anda ke sini?" tanya satpam tersebut dengan sangat sopan.
Dari yang Bayu dengar, New Moon adalah perumahan ternama di sini. Jumlah unitnya hanya dua puluh rumah. Penjagaannya juga sangat ketat. Perumahan ini dikelilingi oleh pagar yang cukup tinggi. Lalu, untuk akses keluar masuk hanya dari gerbang ini.
Jika ada tamu yang ingin berkunjung, mereka perlu mendapatkan izin terlebih dahulu. Jika tidak, maka mereka tidak akan pernah mendapatkan akses ke perumahan ini.
"Aku salah satu pemilik baru di perumahan." jawab Bayu.
"Kalo begitu, bolehkah aku meminta bukti-buktinya, Pak?" tanya satpam tesebut.
Satpam tersebut sudah cukup sering kedatangan orang-orang yang mengatakan bahwa mereka adalah pemilik salah satu rumah di New Moon Hill. Mereka melakukan ini hanya untuk melihay perumahan mewah dari dekat. Siapa pun yang bisa masuk ke sini, dianggap sebagai orang yang berada, atau setidaknya memiliki teman dari kalangan orang berada.
Rumah di New Moon Hill paling murah memiliki harga enam puluh miliar. Dengan harga setinggi itu, sudah sangat jelas bahwa orang itu adalah orang kaya.