REVALINA AZALIA memiliki Suami yang selalu mencintai nya, REVALINA bahagia hidup bersama WIRAWAN, Awan selalu menyayangi sang istri, Selalu membahagiakan sang istri.
Tapi entah kenapa, tidak ada angin tidak ada hujan, kesalahan apa yang sebenarnya Revalina buat, hingga suaminya berucap ingin menikah lagi.
disaat REVALINA yang tengah berjuang mati matian untuk melahirkan sang calon Anak, suami yang begitu ia cintai mengatakan bahwa akan menikah lagi, Revalina sangat syok mendengar nya.
lantas bagaimana kisah selanjutnya?
apakah REVALINA akan diam saja?
baca Novel BERPISAH SEKARANG!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaniaAzzaraAulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21.
HAPPY READING.
*
*
*
*
*
*
*
Setelah beberapa hari lalu kekampung, Gio kembali memulai aktivitas nya kembali, Brizuela juga sibuk dengan aktivitas modelingnya sebelum dia fakum dari dunia modeling yang membesarkan namanya.
Tapi hari ini, nampak Brizuela mendatangi Assisten dari Dhizar itu kekantor, tentunya tanpa sepengetahuan Dari Gio.
Gio yang saat ini tengah fokus diruanganya tidak sadar akan kehadiran Brizuela disana, yang sendari tadi menatap kagum calon masa depan nya ini dari ambang pintu.
"Cakep banget calon laki saya ini"
Segera saja Brizuela hampiri Gio yang sedang asik menatap layar komputernya, dengan menggunakan kacamata yang bertengger di hidung nya semakin menambah aura ketampanan dari Gio.
Brizuela duduk di kursi sesampainya didepan Gio, Gio masih tidak menyadarinya, Gio terlalu fokus sehingga tidak memperdulikan sekitarnya.
"Apakah bisa saya bertemu dengan assisten dari pak Alfian Dhizar Sanandra???"ucap Brizuela bertanya.
"Ini dengan saya sendiri" jawab Gio yang masih tidak melirik siapa orang yang ada dihadapannya.
Satu detik kemudian...
Gio yang tersadar akan suara Brizuela pun memalingkan wajahnya ke arah depan nya, matanya kaget melihat kekasihnya disini.
"Sayang??"
"Hallo bebeb"ucap Brizuela dengan senyum sumringah nya.
"Kok nggak bilang mau kesini? Katanya ada pemotretan???"tanya Gio, pagi tadi Gio menelfon Zuela untuk mengajak Zuela nanti makan siang bersama, tapi katanya Zuela sibuk dengan pekerjaan sebelum mereka menikah, jadi ya Gio bisa memakluminya, ini kok malah tiba tiba datang ke kantor???.
"Surprise dong Baby, seneng nggak??"
Bukanya dijawab malah Gio berdiri dan segera memeluk gemas Zuela dari belakang lalu mencium pipi Zuela.
"Kalau bilang kan bisa aku jemput"ucap Gio yang masih memeluk Zuela dan bersandar di pundak Zuela dari belakang.
"Kamu nya aja kelihatan lagi sibuk banget, mana sempet jemput aku, lagian aku juga bukan wanita manja yang selalu ingin dijemput kapanpun, bisa kesini sendiri kenapa harus merepotkan orang lain???"
Kata kata Zuela mampu membuat Gio semakin besar mencintai wanita didekapnya ini, memang tidak salah menjadikan Zuela calon istrinya.
Puas memeluk kekasihnya, Gio kembali duduk di kursi nya, ia kembali mengerjakan tugas nya sebelum waktu makan siang tiba, sesekali Gio akan melihat Zuela yang tengah menatapnya dengan senyum, Gio juga membalas senyuman manis Zuela.
"Apa Dhizar tidak dikantor sayang? Kenapa kamu sibuk sendirian??"tanya Zuela, dari tadi dia tidak melihat pemilik perusahaan yang sedang dia kunjungi saat ini, biasanya kalau CEO kan selalu bersama assisten nya.
"Nggak, beliau memantau perusahaan dari rumah, pak Dhizar juga sedang sibuk mengurus acara pernikahan nya"jawab Gio.
"Dhizar akan menikah? Dengan siapa? "
"Ada lah, yang pastinya sama wanita"
"Ya tau aku yang, tapi seperti apa wanita nya? Bisa ya ada yang meluluhkan es kutubnya tuan Sanandra itu." Ucap Brizuela terkekeh, dia tau betul seperti apa Dhizar yang terkenal dingin dan cuek plus plus.
Gio juga ikut terkekeh karena ucapan Brizuela, dirinya juga tidak menyangka, tuanya yang dikenal dingin tak tersentuh bisa bisanya jatuh cinta sama janda anak satu, mungkin wanita itu jodoh tuanya, Gio cuma bisa berdoa yang terbaik untuk keduanya.
"Udah ah, jangan ngomongin orang, lebih baik kita bahas tentang masa depan kita aja"ucap Gio setelah dia mematikan komputer nya, dan berfokus pada Zuela.
"Masa depan kita?"
"Iya, kamu ingin aku lamar kapan??"
"Ya terserah kamu aja, masa mau ngelamar bilang bilang sih? Kasih kejutan Gitu biar romantis, nggak keren ah, mau ngelamar masa diskusi sama yang mau dilamar."
Suara tawa kekehan pun terdengar dari Gio, ia juga lupa itu, setelah ini dia akan mencari ide untuk melamar Zuela.
*
*
*
*
Sementara orang yang tadi Gio dan Zuela bicarakan, kini sedang berada di sebuah tokoh perhiasan di mall.
Dari tadi Reva memperhatikan Dhizar yang mengorek ngorek telinga nya dengan jari.
"Kenapa sih mas? Kamu lagi gatal kupingnya?"
"Nggak tau sayang, dari tadi gatal banget kuping mas, kenapa ya??"tanya Dhizar.
"Pasti ada yang lagi ngomongin mas deh"ucap Reva.
"Masa sih? Siapa yang berani ngomongin mas di belakang??" Ucap Dhizar, Reva pun mengedikan bahunya tak tau.
Acara hari ini adalah memilih cincin untuk pernikahan mereka, tokoh perhiasan yang keduanya datangin adalah rekomendasi mommy aliana, jadi tidak akan diragukan lagi kualitasnya.
"Menurut mas cantik yang mana? "Tanya Reva menunjukkan dua couple model cincin berbeda, satu gold polos dan ada permatanya, satu lagi silver tapi polos dua duanya.
"Bagus semua sih sayang, tapi...."
"Tapi apa mas??"tanya Reva bingung.
Belum Dhizar lanjutan ucapan, keluar lah salah satu karyawan perempuan tokoh perhiasan dan menyodorkan sebuah paper bag berwarna coklat.
"Ini pesanannya tuan"ucap karyawan perempuan itu dengan senyum ciri khas nya melayani pelanggan toko.
Reva tercengang seketika saat itu juga, kaget dong, rupanya Dhizar sudah memesan cincin pernikahan mereka lebih dulu, lalu kapan Dhizar mengukur jarinya?? Kenapa Reva tak tau ini??.
"Mas sudah pesan cincinnya??"
"Iya sayang, maaf mas baru ngasih tau kamu, kan biar kejutan."
"Yang aku permasalahan bukan itu mas, tapi kapan kamu mengukur jari ku? Apa itu akan muat??"tanya Reva.
"Mas pernah minjem tangan kamu dan mas foto, itu waktu mas mau pesan cincinnya sayang, maaf ya kami pasti kaget."ucap Dhizar
Reva dibuat gemas akan tingkah Pak CEO satu ini, lucu banget punya calon laki kayak gini.
"ya ampun mas, kamu ini kenapa lucu sekali sih"ucap Reva terkekeh kecil akan kelakukan Calon suami nya ini.
penjaga toko perhiasan itu pun tersipu malu melihat kemesraan didepan mata nya, iri sekali rasanya.
"kapan gitu ya gw digituin sama cowok? masih ada stok yang kali gini ngak sih? kalau ada mau dong satu, kali aja ada, Mayan buat memperbaiki keturunan biar cakep dikit, xixixix"
Setelah melakukan transaksi pembayaran, Reva dan Dhizar pergi meninggalkan tokoh perhiasan itu, Dhizar mengandeng mesra Reva dengan menenteng paper bag tadi.
Keduanya berjalan beriringan, beberapa pasang mata pengunjung terkadang tertuju pada mereka, Keduanya sangat cocok dan serasi, satunya cantik, satu lagi tampan apalagi Dhizar begitu romantis pada Reva, membuat siapa pun yang liat akan merasa iri, dan ingin berada di posisi Reva.
...*...
...*...
...To Be Continue...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
Ello aperi body???
Masih baca nggak nih???
Lanjut ngga???
Pantengin terus yaaaaaa
See you next part 🥰
Dukungan kalian akan membantu mood author untuk lanjut lagi 🤣🤣🤣
...Like, komen and share y...
...terima kasih udah mampir, kasih hadiah juga y, karena hadiah dukungan dari kalian semua, author jadi semangat Nulis, jangan sungkan sungkan...
haddeh ternyata o ternyata..
godbye lah