NovelToon NovelToon
Maheswari

Maheswari

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Peningkatan diri-peningkatan identitas/sifat protagonis / Reinkarnasi / Cinta Terlarang / Mengubah sejarah / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:141.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: @Miss_Kha11

Terdampar pada masa lampau berhasil membuat Zaina kebingungan, masa kerajaan yang selama ini sedikitpun tidak pernah ada dalam benaknya. Ia berubah menjadi sosok Maheswari, putri bangsawan yang memiliki kisah cinta pelik, padahal kisah cinta Zaina di dunianya saja sudah sangat mengenaskan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Miss_Kha11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Tidak Bisa Kalah.

"Sudah selesai Ndoro."

Aku menghela nafas lega, meski rasa nyeri masih hinggap di kakiku.

Ratini baru saja selesai mengobati kakiku yang melepuh karena air panas yang ditumpahkan Darwiyah kemarin. Masih sakit dan nyeri juga, padahal hari ini adalah hari pernikahan kakakku. Kan tidak lucu aku berjalan pincang di depan banyak tamu.

"Ratini sepertinya aku ingin disini saja, aku tidak akan keluar kamar."

"Ndoro mengapa seperti itu, acaranya sudah mau dimulai."

"Lihatlah kakiku, aku bahkan tidak bisa berjalan dengan baik. Bagaimana aku betah nanti harus berlama berdiri disana."

Bagian mata kaki hingga ke bawah melepuh, itu akan terlihat jelas di mata-mata orang-orang karena tidak mungkin juga kan lukanya dibebat. Luka melepuh saat disentuh saja sakit apalagi di jika bebat dengan kain.

Ramuan yang diberikan padaku sebagai obat ini memang lumayan manjur karena mempercepat pengeringan lukaku, tapi kan ini luka kemarin tentu tidak seperti di iklan yang sembuh dalam sekejab.

"Saya akan membantu Anda berjalan Ndoro."

Pada akhirnya aku mengangguk, tidak ada pilihan lain selain keluar dari kamar ini dan menyaksikan acara pernikahan yang akan berlangsung.

Diluar sudah ramai, meski tanpa dekorasi dan juga tenda pernikahan acara ini cukup bisa dikatakan mewah di zaman ini. Bunga-bunga yang dijadikan hiasan adalah bunga sedap malam dan juga bunga lain yang wanginya benar-benar semerbak. Maklum belum diciptakan bunga plastik sehingga semuanya serba asli.

Prosesi siraman tengah dilaksanakan, siraman dilaksakan di depan pancuran secara langsung tidak seperti di masa depan.

Sekar Nigrum yang akan menjadi kakak iparku ini memang cantik, senyumannya menengangkan dan membuat candu. Jika aku lelaki pasti juga akan tertarik padanya, kakakku ini memang pandai mencari istri, sehingga bisa mendapatkan wanita secantik itu.

Setelahnya kedua mempelai masuk ke kamar untuk mengganti pakaian mereka, tentu saja agar acara selanjutnya bisa segera dilakukan. Aku memilih untuk menghampiri Arini yang tengah duduk di karpet yang terbuat dari anyaman. Daripada harus berjalan-jalan menerima tamu yang juga tidak kukenal satupun lebih baik duduk disini saja karena kakiku juga masih pincang.

"Bagaimana keadaan kakimu Mbakyu?"

"Sudah lebih baik."

Tiba-tiba saja mata Arini ini berbinar, senyuman malu-malu dia tampakkan. Aku mengikuti arah pandangnya, seorang lelaki ternyata sedang menatapnya.

"Mbakyu itu calon suamiku, aku kesana dulu ya."

Aku hanya mengangguk dan menyaksikan senyuman bahagia itu dari bibir Arini, ya remaja yang tengah dimabuk cinta memang seperti itu.

Tak lama aku duduk, mantennya sudah selesai berganti baju. Mengapa bisa secepat itu, aku yakin tadi rambut panjangnya masih basah tapi sekarang sudah dikonde rapi seperti itu. Kebaya berwarna hitam terpasang indah di tubuh Sekar Nigrum, begitu juga beskap yang di pakai Raden Antanaka membuatnya tambah gagah.

Ternyata di zaman ini sudah ada beskap, tapi entah mengapa pakaian sehari-hari mereka masihlah jarit dan celana yang hanya menutupi dari pusar hingga kebawah. Itu kan dapat menimbulkan ketidaknyamanan dimataku.

Serangkaian acara dilakukan mulai dari saling lempar daun sirih, hingga menakar beras. Tentu prosesi itu memiliki makna-makna sendiri tapi aku tidaklah hafal makna dari serangkaian prosesi itu.

"Lihatlah Sekar Nigrum sangat cantik, berbeda denganmu. Pasti Raden Rawikara hanya bermain-main denganmu, tidak mungkin kan habis mencium aroma mawar tapi setelahnya mencium aroma bunga bangkai."

Jelas sekali itu adalah suara dari Darwiyah, aku tidak peduli dan akan menutup telingaku apapun yang dia katakan. Sabar Zaina ini cobaan.

Jika aku meladeninya aku jadi tidak ada bedanya dengan dia yang sangat nyinyir dan hatinya penuh iri dengki itu.

Kemarin saja saat dia menumpahkan air panas di kakiku justru ibu malah memarahiku, karena ingin menyerangnya. Ibu sudah termakan dengan wajah sok polos dan rasa bersalah yang hanya topeng itu. Benar-benar dia itu adalah drama queen.

"Maheswari seharusnya Kau ini sadar dan segera menjauhi Raden Rawikara."

Sudah kubilang aku akan diam saja menganggap ucapannya itu tidak kudengar, aku harus mengalah karena tidak ingin membiat keributan di acara ini.

Namun, apakah hubungan Raden Rawikara dan Sekar Ningrum ini sangat dekat bahkan sampai Darwiyah saja tahu. Kemarin Arini mengatakan jika itu hanyalah kabar.

"Apakah dulu mereka sedekat itu?"

Aku meruntuki bibirku yang asal ceplos ini, sudah bagus-bagus aku menahan diri untuk tidak meladeni Darwiyah tapi mengapa aku justru menanyakan hal bodoh itu.

Itu bukan urusanku dan mengapa aku bisa bertanya seperti itu? Aku kan biasanya pantang mengurusi hidup orang lain.

"Apakah Kau tidak tahu? Mereka itu sangat dekat dan tentunya dulu menjadi pasangan paling serasi. Hampir setiap sore menghabiskan waktu bersama dan bahkan aku pernah mendengar Raden Rawikara keluar dari kediaman Sekar Nigrum dipagi buta."

Aku mebelalak mendengarnya, keluar kediaman milik orang di pagi buta itu artinya mereka habis anu. Aku sangat yakin jika Raden Rawikara ini memang bukanlah orang baik-baik. Dia tidak lebih dari lelaki brengsek yang hanya ingin menghancurkan wanita.

Namun jika hubungan mereka memang sudah sejauh itu, mengapa bisa sampai putus?

"Lebih baik Kau jauhi Raden Rawikara, dan berkaca sebelum menjalin hubungan."

Entah mengapa hatiku rasanya sudah penuh saja dengan amarah, padahal tadi aku dengan jelas bisa menahannya tapi kini rasanya ingin mencakar wanita yang berkata sembarangan ini. Tidak, aku tidak boleh membuat keributan.

"Tapi Kau adalah seorang perawan tua, mungkin menikahi seorang duda adalah pilihan paling bagus."

"Menyuruhku berkaca tapi tidak mau berkaca."

"Apa maksudmu Maheswari?!"

Nah benar kan langsung ngegas, aku yang sedari tadi saja menahan diri dari omongan menjengkelkannya saja masih bisa tenang meski hatiku tidak karuan.

"Lihatlah dirimu sebelum mengataiku, jika aku Kau sebut dengan bunga bangkai lalu dirimu apa? Kotoran yang dihinggapi banyak lalat?"

Meski tertatih aku langsung melangkahkan kakiku pergi, karena muak dengan wajah marahnya ini. Jika aku masih berada di posisiku bukan tidak mungkin kami akan saling cakar mencakar.

...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...

...Dont forget to click the vote button!...

...════════ ❁ཻུ۪۪ ═══════...

Jika ada pertanyaan tuliskan saja di kolom komentar, terima kasih sudah mampir di cerita ini silahkan tunggu episode selanjutnya ^_^

And, see you.

1
daruraharjeng ˈˇˈ
anjing, sampeyan segawon tenan le 👍🏽
daruraharjeng ˈˇˈ
iyalah, jaman masih belum ada emansipasi wanita
daruraharjeng ˈˇˈ
women ☕
daruraharjeng ˈˇˈ
tau aje belio sibuk mikirin negara 🗿
daruraharjeng ˈˇˈ
digaplok aja 🗿
Freya Cha
lanjutt plss
Rikah Gemoy
sangat bagus
aryuu
siap thor.../Good/
Ita Putri
amazing story....end kah .....
Prasasti Sutaning Dyah
uda tamat yaa
Prasasti Sutaning Dyah
tim raden si kalo gw
Didin Holidin
Lumayan
Idhaas
Luar biasa
Imas Masripah
keren KK 🥰🥰🥰
Ita Putri
Luar biasa
Imas Masripah
semangat KK,ini lah yg aku suka cerita sejarah tp dengan kisah cinta yg fiksi imajinasi penulis.❤️
teruslah berkarya semangat 💪💪💪
Rika
kapan lanjut kak
Risti Utami
jd si maheswari ga balik ke dunia modern nih?
Anik New
my prince donkkk
Anik New
raja raja-raja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!