NovelToon NovelToon
SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

SUAMI PENGGANTI (Ranjang Pengkhianatan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Perjodohan / Nikahkontrak / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Afgans Radithia Zafran harus menikah dengan wanita bernama Alisya, gadis yang tidak dikenal dan merupakan calon pengantin dari adiknya sendiri. Sang adik yang bernama Vincent hilang entah kemana sehari sebelum seharusnya dia menikahi kekasihnya tersebut.

Karena keluarga Afgan sudah mengeluarkan banyak uang untuk acara pernikahan dan undangan pun sudah di sebar, maka terpaksa Afgan menggantikan sang adik.

Satu tahun pernikahan mereka, Vincent tiba-tiba kembali dan meminta kakaknya itu mengembalikan wanita yang seharusnya menjadi istrinya, sementara benih-benih cinta sudah terlanjur hadir di hatinya dan dia sudah bisa menerima Alisya sebagai istrinya.

Seperti apa kisahnya? Mampukan Afgan mempertahankan wanita yang bernama Alisya itu sebagai istrinya? dan apakah istrinya itu masih bisa setia setelah sang adik yang seharusnya menjadi suami gadis itu kembali dan menggoyahkan biduk rumah tangga yang sudah susah payah mereka bangun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melayang Ke Angkasa

📞 ''Halo ... Alisya. Apa kabar?Apa kamu sudah melupakan aku?''

Terdengar sayup-sayup suara seorang laki-laki dari dalam telpon. Suara yang sangat dia kenal, dan suara yang sempat dia rindukan, tapi sekarang tidak lagi, suara ini adalah suara yang sangat ingin dia lupakan, dan dia kubur dalam-dalam.

📞 ''Vin-cent ...'' Alisya terbata-bata lalu menjatuhkan ponsel yang di genggamnya hingga turun begitu saja ke dalam pangkuannya.

Seiring dengan itu, suara ketukan di pintu pun terdengar nyaring membuat Al semakin gemetar.

Tok ... Tok ... Tok ...

Alisya diam mematung, tatapan matanya kosong menatap ke depan. Mengabaikan suara ketukan yang diiringi suara seorang pria yang memanggil namanya.

Tok ... Tok ... Tok ...

''Alisya ...! Sayang ...!"

Seseorang di luar sana terus memanggil namanya hingga akhirnya dia pun tersadar dan menyudahi lamunannya dan segera bangkit lalu berjalan ke arah pintu.

Alisya tidak langsung membuka pintu tersebut, matanya yang mulai berkaca-kaca pun mengintip dari balik gorden dan melihat suaminya berdiri di balik pintu di luar rumah.

"Alisya ...! buka sayang, ini aku ..." Afgan kembali meneriakkan namanya.

Ceklek ...

Pintu rumah pun di buka, Alisya dengan wajah pucat dan mata yang benar-benar telah berair segera memeluk tubuh suaminya erat, membuat Afgan kebingungan.

''Al, kamu kenapa, sayang?'' tanya Afgan memeluk erat tubuh mungil istrinya.

Yang di tanya hanya terdiam dan sebisa mungkin mengatur napasnya yang berhembus tidak beraturan.

''Sayang ... Hey ...! Ada apa?'' tanya Afgan lagi, mengurai pelukan dan menatap wajah sang istri yang terlihat pucat pasi.

''Apa kamu menangis? ada apa, Al?''

''Nggak, aku gak apa-apa.''

''Hmm ... Bohong. Kalau gak apa-apa, kenapa kamu menangis seperti ini, Alisya ...?''

''Aku hanya kesal menunggu kamu, katanya pulang jam empat sore, apa kamu tau aku nungguin kamu berapa jam, hiks ... hiks ... hiks ...!'' tangis Alisya pecah seketika, bukan karena kesal menunggu suaminya, tapi karena seseorang yang tadi telah menelpon dirinya sebenarnya.

''Ya ampun, sayang. Aku minta maaf. Tadi di kantor ada urusan mendesak, gak bisa di tinggalkan. Ha ... ha ... ha ...! udah-udah jangan nangis lagi, nanti cantik kamu hilang, lho ...'' Afgan kembali memeluk tubuh mungil Alisya.

'Maaf karena aku harus berbohong, Afgan.' ( Batin Alisya )

Afgan sampai harus membungkukkan tubuhnya agar bisa memeluk tubuh kecil istrinya itu, tangan lebarnya mengusap lembut rambut panjang Alisya yang terurai memenuhi punggung.

Sesaat kemudian, dia pun mengurai pelukan lalu menatap tubuh sang istri dari ujung kaki hingga ujung rambut yang terlihat begitu se*si, belum lagi aroma tubuhnya yang tercium begitu wangi, membuat rasa lelah di tubuhnya setelah seharian bekerja mendadak hilang seketika.

''Hmm ... Pakaian kamu s*ksi banget sayang? Uhuk ...'' tanya Afgan dengan mata yang berbinar.

''Kan kamu sendiri yang minta aku berpakaian seperti ini?''

''Hmm ... Betul, dan aku suka banget ... Tubuh kamu terlihat menggoda. Mau terusin yang tadi siang?'' Afgan dengan satu jari yang menyisir setiap jengkal wajah cantik Istrinya membuat Alisya memejamkan mata seketika.

''Tunggu ...''

''Kenapa ...?''

''Pintunya tutup dulu, kunci. Kalau ada masuk gimana,'' bisik Alisya masih memejamkan mata.

''O iya, lupa. Aku terlalu bersemangat.''

Afgan pun berbalik lalu menutup pintu dan menguncinya.

''Tapi apa kamu gak lelah? kamu seharian bekerja lho?'' tanya Al.

''Nggak, sayang ... Justru lelah aku tiba-tiba hilang setelah melihat kamu seperti ini,'' jawab Afgan mulai menenggelamkan wajahnya di leher jenjang istrinya, melu*atnya buas, masih dalam keadaan berdiri.

''Tapi kamu belum mandi lho, keringat kamu dimana-mana.''

''Nanti aja mandinya, percuma mandi, sebentar lagi juga aku keringetan lagi,'' Afgan menarik kepalanya menatap wajah Alisya dengan tersenyum bahagia, lalu mulai me*cium bibir ranumnya yang selalu saja terlihat menggoda setiap kali dia melihatnya.

Ciu*an panas pun terjadi, begitu panas, sepanas air yang baru saja mendidih, hingga Afgan segera membuka jas hitam yang di pakainya, begitupun dengan kemeja putih yang masih melingkar raga kekarnya, membuka kancingnya satu-persatu dengan sedikit tergesa-gesa dengan bibir yang masih ditautkan sedemikan rupa di bibir Istrinya.

Akhirnya, bagian atas tubuh Afgan benar-benar polos, jas hitam dan kemeja putih itu dia lemparkan ke sembarang arah menyisakan celana hitam yang masih melingkar di bawah sana.

Afgan pun kembali mendekap raga mungil istrinya, berjalan maju hingga Alisya sontak berjalan mundur mengikuti gerakan kaki suaminya, sampai akhirnya raga Alisya bersandar di tembok dengan bibir yang masih ditautkan kuat.

Afgan semakin memperdalam ciu*annya, menyisir setiap detail bibir mungil istrinya seolah hendak melahapnya sampai habis, dan senangnya bibir kenyal itu tidak habis-habis meski dirinya terus menyesap berkali-kali dan tiada henti sampai bibir mungil itu sedikit membengkak dan semakin memerah kini.

Kini Afgan meletakan kedua tangannya di pin*gul Alisya, lalu sedetik kemudian dia pun mengangkat pin*gul mungil istrinya itu dan reflek kaki Alisya langsung melingkar di pinggang suaminya, hingga posisi wajah mereka kini benar-benar saling berhadapan dan Afgan tidak perlu lagi menundukkan kepalanya seperti yang dia lakukan sebelumnya.

''Tubuh kamu ringan banget, Al,'' lirih Afgan, melepaskan tautan bibirnya menatap wajah Alisya yang kini tepat berada di depannya.

''Tapi kamu suka 'kan?'' jawab Al dengan senyum menggoda.

''Suka ... Sukaaaa banget, aku suka semua yang ada di diri kamu, bahkan suara nyaring kamu yang kayak terompet tahun baru itu pun, aku suka.''

''Katanya gak suka, berisik ... Terus apa lagi?''

''Nggak, aku mengatakan yang sebaliknya waktu itu. Beneran ... suara kamu itu merdu, se'merdu suara penyanyi Krisdayanti kalau lagi nyanyi ...''

''Ha ... ha ... ha ... Kalau lagi ada maunya aja, suara aku di bilang merdu. Dasar kang gombal, kang modus ...'' tawa Alisya terdengar nyaring.

''Tapi kamu suka 'kan?''

''Suka ... Aku suka, sayang.'' Jawab Alisya kembali men*ium bibir suaminya dengan tangan yang dilingkarkan kuat di leher sang suami.

Kali ini, Alisya yang bermain buas, dia mel*mat bahkan menyesap bibir kenyal suaminya itu, Alisya bahkan memasukan lidahnya ke dalam sana, mengobrak-abrik rongga mulut Afgan membuat Afgan benar-benar kewalahan hingga tanpa sadar dia pun meremas kuat pin*gul sang istri yang saat ini di topang oleh kedua tangannya.

Kaki Afgan perlahan mulai berjalan, membawa raga sang istri yang kini masih berada di dalam gendongannya untuk masuk ke dalam kamar, bibir mereka pun masih bertautan seolah tidak ingin dilepaskan, sampai akhirnya kaki Afgan tiba di kamar dan dia duduk di tepi ranjang dengan istrinya kini duduk di dalam pangkuannya.

''Sudah siap ...? Aku akan membuat mu melayang ke angkasa malam ini.'' Bisik Afgan melepaskan tautan bibirnya.

Alisya mengangguk pasrah.

♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️

1
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok terpingkal2? emang lg ketawa ya?
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
kok gak dijelasin knp vincent meninggalkan pernikahannya?
Dewa Nara
namanya islami tapi nikah di altar
Scorpio💞💙💙💙
Keren kak novelmu,sukses selalu utk karya2 mu ka Reni😍😍love u sekebon bunga 🌹🌹🌹
Reni: Terima kasih banyak, Kakak. Love juga buat kakaknya, semoga sehat selalu❤️❤️❤️
total 1 replies
Eva Karmita
Masya Alloh yg udah bucin 😍🥰❤️
Eva Karmita
semangat Vincent semoga cepat sembuh 💪🤗 ..,, Afgan kamu manis sekali 😍🥰😘
Eva Karmita
penasaran kenapa Vincent ninggalin Al di hari pernikahan mereka
Eva Karmita
Afgan kamu nakal ya mana kang modus pula ...😍😂
Eva Karmita
Afgan kamu tu laki" munafik katanya ngk ada rasa dan terpaksa lah dasar ngk punya otak perasaan udah merenggut kegadisan orang main ngomong itu dan ini demi pembelaan 😤😏👊
Eva Karmita
❤️
Reni: Terima kasih kakak
total 1 replies
cccc
,Menemani Vincent saat sakit tdk hrs menikah dgn Vincent kan? wajar saja Alisha tdk terima dianggap sbg barang
cccc
Betul Milan, Afgan tdk tegas jg sbg laki2. Cari laki2 yg lbh baik dr dia pasti ada kok.
atheina_ARA
itu hotel Thor ...kok bisa masuk.???????
Narumi09: sdh pasti lpa dtutup rpat oleh Afgan.
total 1 replies
Rena utami
ulat keket dtg .makin runyam.ntar
Rena utami
kasihan alisa, afgan, dia bukan barang dan bukan batu yg tidak punya perasaan
Rena utami
dokter gendeng, ga masuk akal, cinta membutakan mata hati karin
Rena utami
alisa, kalo sikapmu kyk gitu bisa bikin suamimu salah sangka
Mimik Pribadi
Afgan gugup,ketakutan skaligus gusar sm ucapan Alisya,smpe2 perut dan pantatnya ikut protes Mom's ,makanya tidak dpt dikondisikan lgi tuh angin,lelesat kluar dngn sendirinya 😅😅🤣🤣
Mimik Pribadi
Jngn smpe Alisya nyusul ke rmh itu trus liat Afgan sm Anita,lalu salah paham lgi,,,,,gak kelar2 dahh!
Mimik Pribadi
Klo ada yng rumit kenapa hrs dipermudah,,,,,itu kata2 yng tepat utk mereka 😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!