NovelToon NovelToon
Jangan Tinggalkan Aku

Jangan Tinggalkan Aku

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:56k
Nilai: 5
Nama Author: Ainun Nazwa

Nadia Vega, gadis cantik yang mencintai pria yang tak di anggap oleh keluarga nya. terpisah karena ambisi sang kakak pria yang juga mengagumi nya. melakukan berbagai cara licik untuk memiliki nya.

banyak rintangan yang harus mereka hadapi, termasuk terhalang restu dari orang tua nya sendiri.

dapatkan Nadia memperjuangkan kebahagiaan nya dan melawan kakak dari pria tersebut?

apakah setelah berpisah mereka akan bertemu lagi?

yuk kepoin cerita nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ainun Nazwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NADIA

Part 24:

Malam pun semakin larut, aku memilih untuk tidak pulang ke rumah agar aku bisa menemani Daniel dua puluh empat jam nonstop, agar jika Daniel siuman, aku selalu berada di dekat nya, agar aku bisa menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi antara aku dan Daniel.

Aku, pak Diendra dan Bu Cetrin masih setia menunggu Daniel di rumah sakit. Sedangkan ka Andre dan ibu sudah pulang sejak tadi siang. Tadi ibu memang mengajak ku untuk pulang bersama, tapi aku menolak. karena aku ingin tetap berada di sisi Daniel sampai dia sembuh.

" Pak, Bu. Jika bapak sama ibu mau pulang, silahkan. Saya tidak papa kok sendirian nungguin Daniel." Kata ku kepada orang tua Daniel.

" Tapi apa kamu tidak papa di tinggal sendiri?." Tanya pak Diendra.

" Gak papa kok pak, saya bisa sendiri." Tegas ku meyakinkan.

" Tapi apa kamu sudah baik-baik saja?." Tanya Bu Cetrin lagi menanyai keadaan ku tadi yang syok berat.

" Nadia udah baik-baik aja kok Bu." Ucap ku lagi meyakinkan.

" Ya sudah kalau begitu, kami pamit pulang dulu ya, karena besok kami harus masuk kerja. Karena banyak yang harus saya tanda tangani dan gak bisa di tunda. Tapi kalau saya sudah selesai, saya akan segera ke sini lagi." Timpal Bu Cetrin.

" Iya nak, kami titip Daniel sama kamu dulu ya.!" Tambah pak Diendra, aku pun mengangguk setuju. Setelah berpamitan, mereka pun pulang. Karena besok mereka harus melaksanakan tugas mereka sebagai atasan.

***

Sepeninggalan mereka, aku pun masuk ke ruang rawat Daniel untuk menemani nya sekaligus istirahat, karena tubuh ku juga terasa sangat lelah setelah seharian menangis.

Aku memang sengaja masuk ke ruang rawat tersebut setelah orang tua Daniel pulang, karena kata dokter Daniel hanya boleh di jenguk oleh satu orang saja, tidak sopan rasa nya jika aku masuk saat mereka masih di luar.

Dengan perlahan ku buka pintu ruang tersebut agar tidak menimbulkan suara.

Aku pun perlahan mendekati Daniel yang masih tak bergeming dengan berbagai alat medis yang menempel di tubuh kekar nya.

Aku menarik kursi agar lebih mendekat ke ranjang Daniel, aku pun duduk di samping nya dengan hati-hati. Ku raih tangan nya yang memar karena suntikan bertubi-tubi itu, dan menggenggam nya erat.

Air mata ku kembali mengalir kala melihat nya tak berdaya seperti ini.

" Sayang!, Kamu tau?, Mama kamu udah ngerestuin hubungan kita loh, masak kamu masih betah tiduran di sini, kamu gak mau berjuang sama-sama lagi?. Sekarang kita tinggal berjuang untuk rumah tangga kita aja kok. Besarin anak-anak kita sama-sama, nyekolahin sampai ke perguruan tinggi. Nanti kita bakalan bikin anak banyak-banyak kan sayang? Supaya rumah kita nanti rame. Kamu kan bilang sama aku kalau kamu mau ngelamar aku. Kalau kamu nya di sini, gimana cara nya kamu ketemu sama ibu.!" Kata ku dengan suara serak.

Aku terus berbicara di depan tubuh Daniel yang sama sekali tidak merespon itu. Aku mencoba meluapkan segala perasaan getir di hati ini, curhat kepada orang yang selama ini selalu mendengarkan keluh kesah ku. Agar aku bisa sedikit lega bisa bercerita kepada orang yang aku cintai walaupun aku tau saat ini dia tidak bisa mendengar suara ku.

" Aku mau minta maaf soal tadi siang. Kamu harus percaya sama aku, kalau aku gak tau apa-apa soal itu. Kamu harus percaya kalau aku selalu setia dan selalu mencintai kamu." Ucap ku pilu.

Malam semakin larut, aku pun mulai lelah karena berbicara sendiri sejak tadi. Mata ku mulai mengantuk, Lamat-lamat aku pun tertidur di samping ranjang Daniel.

***

Matahari telah menyunggingkan senyum nya di atas sana. Aku pun terbangun karena seorang perawat masuk ke kamar Daniel untuk memeriksa kondisi Daniel pagi ini.

" Pagi mbak Nadia.!" Sapa perawat tersebut dengan senyum ramah.

Mata ku yang masih agak menyipit, mencoba menyambut dan membalas senyum nya.

" Pagi sus!" Balas ku, sambil mengucek mata ku.

Dia lalu mengecek peralatan-peralatan yang menempel di tubuh Daniel dan sesekali mencatat nya.

Setelah selesai, suster tersebut pun keluar. Tapi sebelum suster tersebut keluar, dia berpesan kepada ku agar membersihkan tubuh Daniel dengan menggunakan handuk basah dan mengelap nya. Aku pun segera mengiyakan perintah nya dengan senang hati.

Aku membuka perlahan baju pasien yang di kenakan Daniel untuk membersihkan tubuh nya.

Setelah membersihkan tubuh nya, aku menutup kembali baju Daniel dengan telaten.

Aku memegang tangan nya dan menggenggam dengan erat, memandangi wajah tampan nya yang sangat pucat itu. Kembali air mata ini tumpah kala terlintas di pikiran ku, kenangan-kenangan manis yang selalu kami lalui bersama.

Tiba-tiba saja aku bisa merasakan jemari nya yang ku genggam, bergerak. Dan ternyata benar, bisa ku lihat dengan jelas jari-jari tangan nya mulai memberi respon positif. Terbesit kebahagiaan di hati ku. Aku langsung memanggil dokter untuk segera memeriksa kondisi Daniel.

" Dok, tadi tangan Daniel bergerak. Tolong periksa Daniel sekarang dok." Ucap ku penuh semangat.

" Baik lah. Silahkan kamu tunggu di luar, kami akan memberikan yang terbaik untuk Daniel." Ucap dokter tersebut. Aku pun mengangguk dan menyetujui perintah dokter tersebut.

Setelah setengah jam aku menunggu sambil mondar-mandir di depan ruang IGD. Tak lupa aku juga memberi tau kedua orang tua Daniel sekaligus Ronal, selaku sahabat setia nya.

Tak menunggu waktu lama, kedua orang tuanya dan Ronal datang bersamaan. Begitu juga ka Andre yang datang bersama Bu Cetrin dan pak Diendra.

" Ada apa Nadia?, apa ada perkembangan dari Daniel?." Tanya pak Diendra dengan nafas yang masih tersengal karena terburu-buru.

" Nadia belum tau pasti sih pak, tapi tadi Nadia lihat, tangan Daniel bergerak. Semoga ada kemajuan ya pak, Bu." Ucap ku berharap.

Ka Andre berada di samping Bu Cetrin, sedari tadi selalu memasang wajah masam nya, seakan ada ketidak sukaan atas Ucapan ku tadi.

***

Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya sang dokter keluar juga. Kami semua serentak menghampiri dokter dengan penuh harap. Kecuali ka Andre yang berjalan gontai seakan tak perduli dengan memasang wajah judes.

" Dok, bagaimana anak saya?." Tanya Bu Cetrin antusias.

" Bapak, ibu. Ini seperti sebuah keajaiban, anak bapak dan ibu bisa sadar dengan kondisi nya yang sangat tidak memungkinkan. meski kondisi tubuh nya yang masih sangat lemah dan tetap harus melakukan transplantasi sumsum tulang belakang." Jelas dokter tersebut.

Pak Diendra hanya mengangguk mendengar penuturan dokter paruh baya itu.

" Baiklah dok, anak saya yang akan segera mengurus semua yang di butuhkan. Jika perlu sesuatu langsung saja minta padanya." Tegas pak Diendra. Aku membulatkan mata ketika mendengar ucapan pak Diendra. Tapi aku hanya orang lain yang tak bisa ikut campur, aku hanya bisa pasrah dan berdoa semoga ka Andre sudah berubah.

" Apa kami boleh menjenguknya sekarang dok?." Tanya ku.

" Silahkan, pasien juga sudah sadar dan sudah bisa di jenguk. Kalau begitu, saya permisi dulu karena masih banyak pasien yang harus saya tangani." Dokter itu memberi senyum kepada kami dan lalu beranjak pergi.

1
Sri Wahyuni
👍👍👍💪💪💪
Bulan Rindu
Nanti aku up. di tunggu ya 🙏😁
Nabila Aili Riskiany
kok g up up sih
Shizi🦁🦁
semangat
Bulan Rindu: pasti 💪. kamu juga 😊
total 1 replies
Shizi🦁🦁
eh ternyata dasar daniel
Bulan Rindu: iya, hehehe 😁
total 1 replies
Shizi🦁🦁
waduh lupa ingatan
Bulan Rindu
hehehe, lagi mager 😁
Shizi🦁🦁
tumben lama up nya say.
Bulan Rindu: hehehe 😁 lagi mager
total 1 replies
Titin Itin
lnjuuug thooor
Titin Itin
lnjut
Bulan Rindu
makasih sayang, kamu juga semangat.😊
Lina Zascia Amandia
Smgt Kak...
Titin Itin
lnjut
Titin Itin
kok gt sih thooor
Bulan Rindu: maaf ya 😁. bakalan ada bumbu-bumbu nya dikit biar seru gak papa dong🤭
total 1 replies
Bulan Rindu
makasih 🥰
Lina Zascia Amandia
Tulisannya sudah rapi.
Shizi🦁🦁
mulai dari sini juga gak papa.
Titin Itin
lnjuuut
Shizi🦁🦁
lanjuttt. dan semangat.
Bulan Rindu: siap selalu sayang 😁
total 1 replies
Titin Itin
tapigkper ayadeh l juut thoor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!