NovelToon NovelToon
Perawan Untuk Duda

Perawan Untuk Duda

Status: tamat
Genre:Nikahkontrak / Cintapertama / Tamat
Popularitas:595.1k
Nilai: 5
Nama Author: sopiakim

"Maksud mamah apa nyuruh aku buat nikahin Ranti? Mamah jangan bercanda mah!" kesal Atlas karena permintaan mamahnya yang benar-benar diluar dugaannya.

"Ranti sudah lulus SMA dan kamu sudah sangat lama sendiri, bukankah kalian akan serasi jika bersama? mamah juga sangat yakin kalau Ranti akan menjadi istri yang baik untuk mu dan menjadi ibu yang baik untuk Aska anakmu!"

Atlas benar-benar tidak bisa menerima permintaan mamahnya karena itu adalah sebuah permintaan yang sangat tidak masuk akal bagi Atlas,ia sama sekali tidak pernah sekalipun memiliki niat untuk menikah dengan Ranti gadis muda dan belia itu.

jangan lupa yah like komen dan votenya. masukin juga yah ke daftar bacaan dan favorit kalian hehehe.

see you guys,salam dari author kentang ini hehehe 🤎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Step 21: Maafkan aku.

     Awalnya Ranti mengira setelah mandi ia akan beristirahat karena ia benar-benar sangat kelelahan hari ini. Begitu banyak tragedi yang ia alami seharian baik itu saat Atlas dengan tega membuang bekal kearahnya dan bahkan ia hampir saja dilecehkan oleh rekan bisnis Atlas.

Namun, ia ternyata harus meladeni Aska yang begitu lengket kepada nya. Setelah ia mandi ia harus menemani Aska makan karena kata mamah tadi Aska belum juga makan karena ingin disuapi oleh Ranti.

"Lain kali kalau mamah belum pulang makan sama nenek aja yah bang! Nanti Abang jatuh sakit loh kalau telat makan kayak gini,Abang gamau kan kalau mamah sedih liat Abang sakit?" Tanya Ranti dengan lembut.

Aska dengan cepat mengangguk dan meminta maaf kepada Ranti juga neneknya.

"Maafin Abang yah nek, lain kali Abang gak nakal."

Mamah tersenyum karena Ranti benar-benar berhasil menjadi seorang ibu yang baik untuk Aska,dia mengajari putranya dengan lembut namun terkesan tegas oleh karena itu Aska tumbuh menjadi pribadi yang positif karena sudah bersama dengan Ranti sejak ia kecil.

"Iya gapapa bang nenek cuma gamau kamu sakit aja," ucap mamah tersenyum.

"Yaudah mamah kembali ke kamar dulu yah soalnya masih ada yang harus mamah urus. Kalian juga boleh kok ke kamar sekarang kayaknya Atlas sudah menunggu disana," ucap mamah pamit dan berlalu lebih dulu ke kamarnya.

"Selamat malam nenek,"ucap Aska dengan suara kecilnya.

Mamah tersenyum sambil melambaikan tangan nya dan kemudian menghilang masuk ke dalam kamar.

"Abang udah kenyang belum? Apa masih mau mamah masakin sosis dulu?" Tanya Ranti dengan senyuman khasnya.

Tentu saja Aska tersenyum dengan cepat tidak lupa dengan anggukan kepala nya yang membuat ia semakin terlihat sangat menggemaskan sekali.

Ranti tersenyum lalu mencoba menyiapkan beberapa sosis yang ia ambil dari kulkas. Karena hendak menggoreng Ranti menyingkap lengan bajunya hingga tanpa sadar memperlihatkan pergelangan tangan nya yang dibalut dengan perban itu.

Aska jelas bisa melihat itu hingga ia sangat khawatir sekali. Bocah itu sangat sensitif kalau itu mengenai Ranti atau seluruh keluarganya karena perasaan takut untuk ditinggalkan membuat ia sangat takut.

"Abang tunggu dikursi aja yah mamah bentar lagi siap nih!"

Ranti menyadari Aska turun dari kursi dan melihat Aska berjalan mendekat kearahnya. Putra kecilnya itu menarik pelan piyama milik Ranti hingga gadis itu kebingungan.

"Kenapa bang? Abang udah gak sabar yah malam sosis nya?" Tanya Ranti dengan pelan namun dibalas gelengan oleh Aska hingga Ranti kebingungan.

"Kenapa hmmm? Abang ada butuh sesuatu yah?" Tanya Ranti turun dari kursi lalu berjongkok dihadapan Aska.

"Mamah sakit yah?" Pertanyaan itu seketika membuat Ranti sedikit terenyuh.

Perlahan Aska memegang luka di pergelangan tangan Ranti yang sudah dibalut bersih oleh perban. Namun jujur saja itu masih saja terasa menyakitkan saat Ranti mengingat nya kembali. Bagaimana ia mendapatkan luka itu saat ia mencoba bertahan dari laki-laki yang hendak melecehkan nya dan bagaimana semua itu dimulai.

"Ma,,mamah gapapa kok bang hehehe," ucap Ranti mencoba untuk terlihat tegar.

Tiba-tiba saja putra kecilnya memeluk lehernya dengan kedua tangan kecilnya hingga Ranti kaget bukan main.

"Mamah sakit Abang jahat yah udah buat mamah masak lagi? Maafin Abang yah mah!"

Ranti tertawa pelan dengan mata berkaca-kaca karena putra kecilnya sangat perhatian kepada nya. Jujur saja ia hampir menangis hanya karena diperhatikan oleh Aska seperti itu.

"Mamah gapapa kok sayang,kamu duduk yah biar mamah masak sosisnya dulu."

Aska dengan cepat menggeleng lalu memegang kembali tangan Ranti yang dibalut perban itu. Ranti sadar dan menyadari kalau Aska benar-benar sangat khawatir kepadanya dilihat dari tatapan sendu bocah cilik itu.

"Siapa yang buat mah? Ada yang jahatin mamah?" Tanya Aska dengan nada suara yang terdengar sangat samar dan juga kecil.

Ranti menggeleng dengan cepat lalu tersenyum "Gak kok sayang, mamah cuma gak sengaja aja kena pisau di kantor hehehe. Abang gak usah khawatir yah!"

Tapi,air mata Ranti benar-benar tidak bisa berbohong karena saat Aska bertanya siapa yang melakukannya Ranti malah menyesalkan Atlas yang tidak bisa bersikap tegas hingga ia mengalami hal mengerikan itu di kantor suaminya sendiri.

Laki-laki itu benar-benar menunjukkan kalau ia sama sekali tidak berguna dan tidak diharapkan hingga ia begitu tega membuat Ranti mendapatkan kejadian dan pengalaman yang sangat memilukan itu.

Ada rasa ingin menyerah dalam diri Ranti untuk melanjutkan pernikahan yang dipenuhi oleh rasa sakit itu namun melihat Aska ia kembali memikirkan nya. Bagaimana ia bisa melepaskan anak sebaik,lucu dan juga perhatian seperti Aska. Bukankah ia terlihat sangat egois jika pergi meninggalkan Aska hingga anak itu akan terluka kembali untuk yang kesekian kalinya.

"Abang obatin yah mah. Kata Bu guru kalau ada yang terluka ditiup akan sembuh,Abang tiup yah mah."

Ranti mengangguk dengan air mata menggenang dipipinya. Askar meniup luka ditangannya dengan wajah khawatir membuat Ranti benar-benar merasa dicintai oleh putra kecilnya itu.

"Sakit yah mah? Kok mamah nangis?" Tanya Aska dengan wajah semakin khawatir.

Ranti menggeleng lalu tertawa hambar karena ketahuan menangis oleh Aska "Mamah gak nangis sayang,cuma kelilipan aja hehehe."

"Abang udah tiup mah, semoga cepat sembuh hehehe."

"Abang mau gak janji sama mamah?"

"Mau mau mah!"

"Abang jangan bahas luka mamah sama nenek yah, Jangan sampai nenek tahu kalau mamah terluka di kantor!"

"Oke mamah eheheh." Aska seolah sudah mengerti saja apa yang dikhawatirkan oleh Ranti karena ia dengan cepat setuju tanpa menanyakan alasan nya.

"Sedang apa kalian disini? Sudah mulai larut kenapa belum kembali ke kamar juga?" Tiba-tiba saja Atlas datang dari arah kamar hingga Ranti dengan cepat mengusap air matanya.

"Yaudah kita kembali ke kamar yah sayang."

Ranti mengabaikan Atlas dan menggendong Aska menuju kamar. Aska melihat kearah Atlas dengan mengarahkan tangannya memberikan simbol jempol kebawah seolah meledek Atlas dengan kata Cemen hingga Atlas diliputi tanda Tanya.

"Tidak apa sayang kamu tidurlah biar mamah nyusul nanti tidur dikasur juga heheh."

"Gamau ,maunya tidur peluk mamah!"

Padahal Ranti sudah berniat untuk tidak tidur diatas kasur yang sama dengan Atlas lagi namun Aska benar-benar tidak akan tidur jika Ranti menolak untuk menaiki ranjang.

Atlas sendiri hanya diam saja dengan posisi berbaring sambil melihat ke langit-langit kamar.

"Naiklah! Aska benar-benar akan terjaga semalaman kalau kamu tidak ikut tidur disampingnya," ucap Atlas dengan pelan.

Ranti melirik sedikit dingin kearah Atlas lalu tersenyum kearah Aska "Yaudah mamah naik deh,kita tidur sekarang yah bang?"

Aska mengangguk dengan cepat lalu memeluk pinggang Ranti hingga gadis itu mau tidak mau harus menghadap kearah Aska juga Atlas.

Aska tersenyum pelan karena berhasil membuat kedua orang tuanya untuk tidur di ranjang yang sama tentu saja itu adalah salah satu rencana yang ia rancang sendiri sebab ia dengan jelas merasakan kalau tidak ada keharmonisan diantara Atlas juga Ranti. Tentu saja neneknya melewatkan semua itu dan Aska bisa merasakan kalau hubungan mereka benar-benar terasa palsu.

Karena begitu nyaman memeluk Ranti Aska kemudian mulai terlelap dengan tenang.

Ranti sendiri masih diposisi semula memikirkan banyak hal namun ia tiba-tiba kaget saat Atlas berbalik arah kearah nya hingga wajah mereka terlihat sangat dekat dengan jarak yang sangat tipis. Ranti kaget bukan main begitu juga dengan Atlas dilihat dari matanya yang bergerak tidak tenang.

Ranti hendak berbalik namun ditahan oleh Atlas hingga kini mereka masih saling menatap dan juga saling berhadapan diantara Aska yang terlelap sangat tenang itu.

"Maafkan aku! Aku benar-benar telah bersalah hingga kamu mengalami hal tadi. Maafkan aku karena bukannya menanyakan keadaan mu malah aku sibuk berbicara yang tidak-tidak,"ucap Atlas dengan wajah serius melihat kearah Ranti.

Gadis itu hanya diam saja mencoba untuk tidak memikirkan itu kembali namun tetap saja itu terasa menyakitkan baginya.

"Ma,,"

"Sudahlah mas. Aku benar-benar tidak ingin membahas itu lagi! Sekarang mas tidur aku juga sudah mulai mengantuk."

Ranti berbalik arah mencoba untuk mengabaikan Atlas padahal sebenarnya ia sempat kaget karena laki-laki itu meminta maaf dengan wajah tulus jujur saja itu menggetarkan hatinya namun rasa sakit itu kembali mengunjungi nya.

Atlas sendiri hanya diam karena ia tahu ia benar-benar sudah salah dan Ranti juga sangat wajar tidak bisa memaafkan kesalahannya itu.

...Mereka saling diam padahal sebenarnya tidak tidur sama sekali, Atlas memperhatikan punggung Ranti yang bernafas dengan tenang sedangkan Ranti sendiri memikirkan banyak hal hingga tidak bisa tidur sama sekali....

...🤎 Bersambung 🤎...

Hayolohh masa kamu kalah so sweet dari pada anakmu sendiri heeem. Aska tuh pinter sama perhatian banget ahhh.

Jangan lupa yah like komen dan votenya wan kawan.

See you guys 🧀

1
Hesti Maka
hai kak maaff baru mampir soalx aku scroll dan novel in sangat bagus..semangat yaaa😍
Dedeh Rokayah
bagus
lian
hadir
Saya Manda
lanjut author semoga makin seru
Saya Manda
siap 2ranti bakal bangun siang loh besok
Saya Manda
biar kan ran atlas merajuk apa dia thn enggak minta jatah aduuh bisa 2
Saya Manda
bener ran atlas memang harus kasih tau dong liat2tempat kali
Saya Manda
aku suka banget gayanya Ranti itu besti laki mna yg ga hmm
Saya Manda
abi si mau nya ranti sekalian cerai kl
Saya Manda
semangat author ya lanjut?
Saya Manda
iiih siranti cepat bang ngsi nya enak kan atlas tu
Saya Manda
kalau saya atlas di kasi jaga jarak dulu biar ngerasain gimana dia dulu nya ke kamu biar bucim?
Saya Manda
laki ma, gitu coba kalau perempuan cuman bisa nangis?
Saya Manda
ayo thuor liatin gaya manja nya ranti secara Ranti kan anak yang baru lulus SMA dan atlas kan duda !!!
Saya Manda
aduhduuuuuu author sampai mau manggrib aku masih seteiii baca Nya lanjut nanti ya besty??
Saya Manda
syukuri loh atlas waktu itu aku sampai manggis loh dgn kelakuan mu tidur aja gak mau seranjang ya kan besty!!!
Saya Manda
Ranti yg baik' terus dulu cuekin atlas biar dia bucim seeeeee bucin3 nya!!!!!
Saya Manda
aku rasa author Nya ramah abis nya byk he hehehe semangat ya ku doakan semoga cepat selesai wisuda nya
Saya Manda
tu....kan baru terasah membutuhkan nya ya besty!!!!!!
Saya Manda
baru kan terasah udah nyakitin hati orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!