merupakan gadis cantik dan baik hati namun semuanya berubah ketika terjadi pembantaian terhadap keluarganya siapakah dia
ikuti alur ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anti Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perdebatan pagi
Setelah tidur yang nyenyak karena kegiatan panas mereka tidak terasa bulan pun berganti dengan matahari.
Titi titt bunyi alarm di samping tempat tidur Angga lebih tepatnya di atas meja,karena Angga masih tertidur dengan nyenyak akibat kelelahan jadi yang bangun terlebih dahulu adalah Mita.
"Hua tubuh ku Letih sekali sepertinya hari ini aku harus sekolah karena sudah lama aku meninggalkan sekolah"sambil mengernyitkan tubuhnya.
"Coba ku lihat jam berapa"sambil memandang ke arah jam yang menunjukkan pukul 5:30"masih awal aku harus bersiap terlebih dahulu ya langkah awalnya adalah mandi"berbicara kepada diri sendiri.
Setelah itu Mita menuju ke arah kamar mandi dan segera melakukan ritual mandinya , setelah beberapa menit Mita keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kecil yang di lilit kan nya di dada.
Saat akan memakai hembodi Mita merasakan ada yang ganjal"sepertinya ada yang aku lupakan tapi apa yah "terus memasangkan hembodi ke seluruh tubuhnya sehingga tercium aroma wangi yang segar.
"Aaaa aku lupa baju sekolah ku dalaman juga gimana ni pokoknya aku harus sekolah hari ini"setelah mengetahui apa yang dia lupakan.
"Gimana ni"dengan Bingung kemudian melirik Angga yang sedang tertidur dengan nyenyak"Bagunin aja kalik ya ini kan juga udah pagi"melngkah menuju Angga.
"Tuan tuan bangun udah pagi"sambil mengguncang tubuh besar Angga.
Bukannya bangun Angga justru menutup mukanya menggunakan selimut.
Karena Angga susah di bangunkan membuat Mita kesal akhirnya ia mempunyai ide.Saat itu juga Mita menaiki tubuh Angga dengan posisi nya yang masih menggunakan handuk kecil.
Merasa tubuhnya berat Angga segera membuka selimutnya niat hati ingin marah justru malah mendapatkan pandangan pagi yang segar sehingga reflek membuat Juan mengeres"Aku tidak akan meloloskan mu"
Sontak saja Mita terkejut"Bodoh kamu Mita"dalam hati.
Tanpa basa basi Angga langsung membuka handuk Mita dengan sekali hentakan sehingga terpampang lah tubuh segar Mita dia atas tubuh Angga.
"Wow"membuat si Juan mengeras"Tuan janangan"sambil menunduk kepalanya karena ia malu akibat handuknya yang terbuka.
"Mengapa tidak boleh Hem bukan kamu yang memulai duluan"sambil memandang ke arah Mita yang berada di atas tubuhnya.
"Mita membangunkan tuan Karena memang sudah pagi lagi pula nanti tuan bisa telambat kerjanya dan Mita ingin minta tolong seragam Mita masih di rumah,hari ini Mita ingin sekolah"menjelaskan faktanya.
"Masuk akal tetapi cara mu membangun kan ku salah sehingga Juan juga terbangun dari tidurnya"tersenyum yang memiliki arti.
"Maksud tuan"dengan wajah bingung.
"Ah sudahlah hari ini aku akan meloloskan mu cepat bengun sebelum saya kehilangan kendali"prustasi.
Dengan cepat Mita bangun dari atas tubuh Angga sebulum yang dikatakannya kehilangan kendali ingat itu.
"Kamu ingin minta tolong apa"memandang ke arah Mita dengan kesal"kan Mita udah bilng Mita mau minta tolong ambilin seragam"dengan memayunkan bibirnya.
"Ah lucunya aku ingin menerkamnya"sambil memandang ke arah bibir Mita
"Baiklah kamu tunggu saja saya akan mandi hari ini kamu masuk jam berapa"sambil menuju ke arah kamar mandi.
"07:45 em tuan Mita ingin hp Mita"memandang punggung Angga.
"saya akan segera bersiap dan hp nanti akan saya belikan dengan catatan tidak ada nomor cowok lain selain saya mengerti"berbalik badan.
"Mengerti"dengan senyuman lucu tanpa menjawab senyuman Mita Angga segera ke arah kamar mandi.
Kemudian membuka pintu kamar mandi lagi "kenap keluar lagi?"dengan heran.
"Nelpon wiliem untuk mengambil seragammu"membuat Angga salah tingkah karena senyuman Mita tadi.
"oh"singkat.
Setelah selesai menelepon Angga segera menuju kamar mandi selang beberapa menit Angga keluar dengan handuk yang dililitkan di pinggang nya sehingga melihat roti sobek miliknya.
"Membuat mata ku ternodai di pagi hari yang indah ini"dalam hati.
"Ambilkan jas dan baju dalaman saya"sedang mengeringkan rambutnya.
"Tapi Mita nggak tau"
"Ambil saja yang tidak terlalu mencolok"setelah Angga mengatakan itu Mita dlsegera mengambilnya kan apa yang di katakan.
"Ini dan ini dasinya"sambil meletakkan di atas tempat tidur,kemudian Angga memandang ke arah baju yang di ambilkan Mita.
"Tidak terlalu buruk"memandang ke arah Mita.
"Mita Anggap pujian"tersenyum.
Setelah itu Angga memakai pakaiannya"pakaikan dasi ku"
"Astaga dasi saja minta pasangan kan benar-benar pemalas"dalam hati.
"baiklah" kemudian menuju ke arah Angga untuk memasangkan dasi"menunduklah tuan Mita ini pendek nggak nyampai"perkataan Mita membuat Angga tersenyum.
Terlihatlah ketampanan Angga dengan balutan jas kebesaran milik nya.
"Tuan sudah siap kenapa Mita belum seragam Mita mana?"memandang ke arah Angga dengan jengkel.
"Sabar tunggu sebentar lagi"
Tiba-tiba dari arah luar kamar sedang ada yang mengetuk pintu.
klo bisi jngan dkit thor
sory thor di tunggu up nya lgi
di tunggu up thor