NovelToon NovelToon
Temptation

Temptation

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Cintapertama / Tamat
Popularitas:639.1k
Nilai: 5
Nama Author: Noah Arrayan

"Aku pernah membaca sebuah deretan kata yang mengatakan bahwa Menikahi laki-laki cuek adalah setengah dari penderitaan hidup.
Aku sepenuhnya setuju pada pernyataan itu" - Adhara Cellia.

Kehadiran cinta masa SMA nya semakin memperkeruh hidup Dara. Ia ragu mampu menahan diri dari godaan pria di masa lalunya dan mempertahankan pernikahannya yang memang telah rapuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noah Arrayan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Dua

"Boleh aku meminta waktu untuk bicara berdua Rey?" Dara menahan Reynand yang berjalan cepat menuju ruangannya. Terlihat sekali pria itu ingin menghindari Dara. Hal yang dulu sangat mustahil Reynand lakukan.

Sudah hampir satu bulan Reynand menciptakan kebekuan diantara mereka. Dara merasa tak bisa menahan lebih lama lagi. Menghadapi sikap dingin Reynand begitu menyiksanya. Karena itu Dara nekat meminta waktu pada pria itu untuk meluruskan permasalahan diantara keduanya.

Reynand menghentikan langkah nya dan berbalik menatap ke arah Dara. Pria itu tampak berfikir dan menimbang permintaan Dara. "Baiklah, nanti saat jam makan siang kita bisa bicara" meski nada bicara Rey masih terdengar datar dan terkesan dingin namun Dara merasa lega, setidaknya Rey tak menolak permintaan nya.

"Iya Rey makasih ya" Dara mengangguk dan tersenyum tipis, sayang nya Rey tak melakukan hal yang sama. Pria itu langsung berbalik meninggalkan Dara tanpa berkata lagi. Rasanya begitu aneh menghadapi sikap dingin Reynand. Biasanya senyum tak pernah absen dari bibir pria itu.

Dara tak bisa menganggap bahwa dirinya baik-baik saja dengan sikap Rey tersebut, nyatanya ia merasa kehilangan sikap hangat penuh perhatian dari pria itu.

Dara tau ia dan Reynand sampai kapanpun tak akan bisa bersama meski sedalam dan sebesar apapun perasaan yang mereka miliki, namun setidaknya Dara berharap mereka bisa tetap menjalin hubungan baik. Jika tidak bisa sebagai sahabat setidaknya sebagai rekan kerja.

Waktu berjalan terasa begitu lambat bagi Dara, menunggu jam makan siang terasa lama. Ia sudah tidak sabar menahan semua tanya yang bergejolak di hatinya.

Dara berusaha fokus pada pekerjaan nya, meski tetap gagal karena lagi-lagi kebekuan Reynand melintas di benaknya.

Bahkan Dara mengabaikan panggilan telefon dari suaminya. Padahal dulu Dara akan langsung mengangkat telfon Fabian di dering pertama, ia tak pernah membiarkan pria itu menunggu jawaban dari nya. Karena Dara tau Fabian tak akan pernah menelfon nya jika tak ada hal penting yang ingin pria itu katakan. Fabian tak mungkin menelfon hanya untuk menanyakan kabar atau menyatakan rindu atau kata-kata receh lain layaknya suami pada umumnya.

🍁🍁🍁

Reynand membawa Dara ke sebuah tempat makan yang menyediakan ruang privat agar mereka bisa mengobrol dengan nyaman. Sedikit banyak nya ia sudah bisa menebak apa yang ingin Dara bahas.

Tak ada obrolan selama perjalanan mereka, Dara tak berani memulai karena Rey yang terlihat begitu menjaga jarak. Reynand benar-benar asing baginya kini. Bahkan saat mereka tiba dan memesan makanan masih tak ada sepatah kata yang terucap dari bibir Dara dan Reynand untuk memulai pembicaraan mereka.

"Kamu mau ngomong apa?" Akhirnya setelah makanan mereka habis Rey membuka obrolan.

"Kamu kenapa?" pertanyaan pertama yang Dara lontarkan setelah menghela nafas karena tiba-tiba ia merasa gugup.

"Maksud kamu?" Rey malah balik bertanya.

"Kamu tau apa yang aku maksud Rey" Dara menatap tajam pada Rey yang malah membuang tatapan nya ke arah berbeda.

"Aku nggak apa-apa" Jawab Reynand setelah terdiam beberapa saat.

"Nggak apa-apa? bertahun-tahun kita dekat tak sekalipun kamu berbicara tanpa menatap aku Rey, tapi sekarang kamu melakukan nya. Itu yang kamu bilang nggak apa-apa? itu baru contoh kecilnya belum yang lainnya Rey" Dara tiba-tiba ingin menangis. Ia benar-benar tak suka Rey bersikap seperti ini padanya.

"Kamu kenapa? aku salah apa sama kamu Rey? kamu kenapa tiba-tiba menghindari aku?" Tanya Dara lagi.

"Kamu nggak salah apa-apa Cell" ucap Reynand masih tak menatap ke arah Dara.

"Kenapa Rey" gumam Dara lemah. Reynand selalu tak bisa jika Dara telah menampakkan kesedihannya seperti ini. Pria itu kini menatap ke arah Dara, ia tercekat menatap wajah wanita cantik itu telah basah oleh air mata. Ia mengutuki dirinya yang menjadi penyebab kesedihan Dara.

"Aku hanya sadar akan posisi ku Cell. Aku hanya berusaha untuk tau diri, bahwa kamu adalah wanita bersuami yang tak akan pernah bisa aku miliki. Setulus apapun cinta yang aku miliki pada mu tetap saja akan salah. Aku cuma nggak mau terus menerus menempatkan kamu pada posisi serba salah. Aku tau kamu sudah bahagia bersama Fabian dan aku nggak boleh berada diantara kalian. Aku sedang belajar mengikhlaskan kamu Cell" Ucap Reynand. Dara tercekat mendengar kata-kata yang Reynand ucapkan terlebih saat melihat kilat luka di mata pria itu.

"Bukankah ini adalah keinginan kamu juga Cell? maaf aku terlambat menyadarinya, tak seharusnya aku berada di antara kamu dan Fabian Cell. Melihat kamu begitu bahagia melewati makan malam romantis bersama Fabian beberapa waktu yang lalu membuat aku tertampar kenyataan Cell" lanjut Reynand yang semakin membuat Dara tercengang. Malam anniversary itu kah yang Reynand maksud?

"Tapi benarkah harus seperti ini? apa kita nggak bisa tetap menjadi sahabat? banyak sekali orang-orang di luar sana yang masih bisa menjalin hubungan baik meski hubungan asmara mereka telah berakhir Rey" ucap Dara.

"Aku terlalu cinta sama kamu Cell, keinginan untuk memiliki kamu selalu saja menggebu. Aku sudah kehabisan cara untuk memberitahu hatiku bahwa aku sudah tak boleh berharap untuk memiliki kamu, mengertilah ini untuk kebaikan kamu. Jangan mengira ini mudah buat aku Cell. Mengabaikan kamu, mendiamkan kamu, tak melihat wajah kamu itu sangat membuat aku menderita. Tapi itu jauh lebih baik, karena aku takut suatu saat nanti aku gak bisa lagi mengendalikan diriku dan melakukan sesuatu di luar nalar untuk memiliki kamu" ucap Reynand, nada bicaranya sarat akan luka.

"Tapi cuma kamu sahabat aku Rey, benarkah itu cara satu-satunya?" Tanya Dara dengan sedih, ia mengerti apa yang Rey rasakan, ia juga paham apa yang Rey lakukan demi kebaikan mereka. Tapi rasanya belum siap harus kehilangan pria itu.

"Yah cuma ini cara satu-satunya Cell, aku juga berencana mengajukan usulan untuk kembali pindah ke kantor cabang Cell supaya kita nggak perlu ketemu lagi" Tubuh Dara seakan tersambar petir mendengar niat Reynand. Ternyata pria itu sungguh serius berniat menjauhi dirinya. Hati Dara begitu tak rela, ia tak bisa membayangkan jika Reynand pergi. Tapi ia juga tak berdaya untuk meminta Reynand mengurungkan niatnya karena ia tak berhak untuk itu.

"Semua yang aku lakukan ini karena aku terlalu mencintai kamu Cell" ucap Reynand lirih.

🍁🍁🍁

Hihihi maaf banget buat kali ini novel aku benar-benar nyeleneh, maaf kalo ceritanya pait nggak ada manis-manis nya... 😂😂😂

Btw covernya diganti juga sama NT, jangan ampe tersesat ya... 😍🥰❤️

1
Sonia Putri
Dara..Daffa dan Raffa
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Dysha♡💕
sukses buat author nya👍🏼
vicka luvasta
aku selalu suka karya karya mu Thor, alurnya bagus, sayang ini pendek episodenya
aryuu
rame
💟노르 아스마💟
serunya
💟노르 아스마💟
VANGKE!!!
💟노르 아스마💟
seriusan kh itu ...atau rencana alexa aja
ahhh mumet
💟노르 아스마💟
keterlaluan banget
Dewa Nara
terima kasih atas ceritanya Thor
Dewa Nara
makanya Rey, kamu mesti tegas sama Alexa
Dewa Nara
kayaknya Dara mau kabur nih
Dewa Nara
baru kali pasangan selingkuh dapat dukungan pembaca 😃😃
Dewa Nara
luar biasa...6tahun hanya dikasih nafkah batin
Dewa Nara
maunya apa sih si Rey ini
Dewa Nara
Rey kok gak tau diri ys
Fina Fitriani
bagus banget Thor..... sampai sedih bacanya,,perjuangan cinta yg berat dan endingnya memuaskan pembaca...... sekali LG aku suka ceritamu thor.singkat jelas dan padat tidak muter2 dan banyak bab💪💪👏👏😍
Kristina Veronica
/Heart//Heart//Heart//Heart/
Rani Anggraeni
entahlah sesama wanita aq merasa lebih baik pergi dan mengurus anak sendiri meski ttp pakai baby sister dr pd hidup dgn lelaki menyengsarakanspt fabian
Dewa Nara: setuju, mending Dara cerai dari Fabian yg gak pedulian
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Suka ama Karya mu Thor, makasih ya.. Semoga sehat selalu dan sukses selalu ya thor..⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹☕☕☕☕☕☕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!