NovelToon NovelToon
CINTA PRIA YANG KEJAM

CINTA PRIA YANG KEJAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Komedi / Tamat
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Widya Pratiwi

Shafira adalah gadis yang di paksa menikah dengan pria yang di kenal dengan kekejamannya. hingga suatu hari pria itu jatuh cinta pada gadis itu karena kebaikan hati dari sang gadis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ITU DIA..???

Edzard baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya ke beberapa Negara. Ia sangat merindukan kekasihnya yang telah memberikan seorang putra padanya. Setibanya dirumah, Edzard menemui Shafira dengan membawakan seikat bunga mawar merah yang menjadi bunga kesukaan Shafira.

“Sayang, aku merindukanmu!” Bisik Edzard pada Shafira yang sedang duduk di sofa dalam kamarnya.

“Kau sudah kembali? Kenapa tidak beri tau aku kau pulang? Aku kan bisa memasak makanan kesukaanmu.” Kata Shafira langsung memeluk Edzard.

“Aku tidak ingin apa-apa, selain dirimu saja! Itu sudah cukup bagiku.” Sahut Edzard.

“Dasar gombal! Sejak kapan pria kejam dan dingin sepertimu bisa menggombal wanita?” Ujar Shafira memukul dada bidang Edzard dengan pelan.

“Hehehe, aku yang seperti sekarang karena kau! Kau yang merubah kehidupanku menjadi lebih berarti, Shafira..” Ucap Edzard pada istrinya.

Shafira tersipu malu saat Edzard mengucapkan kalimat manis itu. Tampak jelas di wajahnya rona merah yang membuat Edzard tersenyum. Shafira sangat bahagia melihat orang yang ia cintai sudah berubah menjadi pribadi yang lebih lembut dan hangat. Mereka pun saling melepaskan rindu setelah kembali dari perjalanan bisnisnya.

Beberapa hari kemudian, Anton dan Rendi mendatangi Edzard di ruang kantornya. Mereka mendapatkan informasi tentang rencana Arnold yang berniat untuk menyingkirkan Gani dan Eva di paris.

“Kita harus segera menyusun rencana, untuk menjebak Arnold yang akan melancarkan aksinya di paris!” Kata Anton.

“Aku sudah mengurus perjalanan ayahku dan Eva ke Dubai! Untuk saat ini, mereka aman disana.” Sahut Edzard.

“Baiklah, apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku mendapatkan info kalau Arnold akan menuju ke paris dalam beberapa hari ini.” Kata Rendi.

“Aku dan ayahku sudah menyiapkan orang-orang professional untuk menghadapi Arnold! Kita tunggu saja kabar baik dari paris, aku yakin setelah ini Arnold akan berada dalam genggaman kita.” Ucap Edzard.

“Bagaimana dengan tawanan kita? Apa kalian mendapatkan info penting?” Tanya Edzard.

“Hei, Shafira tidak cerita apapun padamu?” Rendi balik bertanya pada Edzard.

“Apa? Dia tidak cerita apapun padaku.” Sahut Edzard bingung.

“Tante Ani membocorkan rahasia tentang Lita, katanya ia juga ikut bersekongkol dengan Arnold.” Jawab Rendi.

“Bukannya Lita sudah gila?” Tanya Edzard.

“Kami sedang mencari kebenarannya, apakah dia benar gila atau berpura-pura gila? Atau bisa jadi tante Ani sedang mempermainkan kita.” Sahut Anton.

“Lantas apa yang akan kita lakukan?” Tanya Edzard.

“Shafira bilang, dia yang akan langsung mencari tau tentang kebenaran Lita yang sesungguhnya dirumah sakit jiwa itu.” Sambung Anton.

“Apa? Ini sangat berbahaya! Aku tak ingin Shafira celaka.” Kata Edzard tak setuju dengan rencana mereka.

“Aku sudah mengatakannya pada Shafira, namun ia tetap saja keras kepala dan ingin mengurusnya langsung.” Kata Rendi.

“Aku akan bertemu dengan Shafira sekarang.” Kata Edzard langsung pergi dan menemui Shafira dirumahnya.

Tak lama kemudian, Edzard pun tergesa-gesa mencari keberadaan Shafira yang sedang sibuk memasak makan siang untuk dirinya di dapur dengan dibantu beberapa pelayan.

“Shafira.” Sapa Edzard.

“Eh, kau sudah pulang? Cepat sekali ini kan belum jam makan siang, aku belum selesai masak.” Kata Shafira pada suaminya yang sedang cemas.

“Kenapa kau terlihat sangat cemas?” Sambung Shafira lagi.

“Shafira, ikut denganku sekarang, ada yang ingin aku bicarakan padamu.” Kata Edzard dengan wajah serius.

Sampailah mereka di ruang kerja Edzard untuk membicarakan rencana mereka selanjutnya.

“Shafira apa kau sudah memikirkan apa akibatnya jika kau langsung menghadapi Lita dirumah sakit jiwa itu? Aku tidak ingin kau terluka lagi, sayang.” Kata Edzard.

“Edzard, hanya itu satu-satunya cara agar kebenaran tentang Lita! Kau tau sendiri kan, hingga saat ini kita belum berhasil menangkap Lita dan juga Bobi! Kita tidak memiliki cara lainnya lagi.” Kata Shafira.

“Edzard, aku sudah memutuskannya untuk mencari tau kebenaran tentang Lita di rumah sakit jiwa itu dengan cara menjadikan aku sebagai pasien disana.” Sambung Shafira.

“Aku tidak akan memberikanmu izin untuk melakukan itu, Shafira!” Kata Edzard.

“Aku tidak ingin terjadi apapun terhadapmu lagi.” Sambung Edzard.

“Edzrad, percayalah padaku! Aku berjanji akan menjaga diriku sendiri dan tidak akan terjadi sesuatu yang buruk padaku disana.” Ucap Shafira memohon pada Edzard.

“Apa kau tau betapa khawatirnya aku jika kau masuk kesana? Aku bisa gila jika terjadi sesuatu padamu!” Teriak Edzard bersikeras.

“Edzard, tolong percayalah padaku!” Ucap Shafira langsung memeluk Edzard untuk menenangkannya.

“Aku dan Ezra membutuhkanmu, Shafira.” Ucap Edzard lirih menatap Shafira.

“Aku tau! Aku berjanji, aku akan menjaga diriku dengan baik saat berada di dalam rumah sakit jiwa itu nanti.” Sahut Shafira.

“Kau sangat keras kepala! Beri kabar terus padaku jika kau berada disana nanti.” Kata Edzard memeluk erat Shafira.

“Iya!” Sahut Shafira.

 

*****

Seminggu merencanakan taktik untuk membongkar kedok Lita, akhirnya Shafira pun menyamar sebagai seorang pasien rumah sakit jiwa dengan penyamaran menggunakan topeng wajah wanita lain agar Lita tak bisa mengenali bahwa itu adalah Shafira. Shafira pun menggunakan nama samaran yaitu Adelia.

Shafira yang menyamar sebagai Adelia, telah tiba dan sesuai rencana ia ditempatkan disebuah kamar yang berhadapan langsung dengan kamar Lita agar mudah mengawasinya. Sehari berada disana, Shafira terus melihat kondisi Lita yang tampak seperti orang gila pada umumnya. Lita hanya duduk diam dan termenung dengan tatapan kosong menghadap dinding kamarnya.

“Selama aku memantaunya, tidak ada yang aneh pada dirinya.” Gumam Shafira terus memperhatikan Lita.

Sampai suatu ketika, Shafira melihat sebuah kabel hitam yang terselip di antara rambut Lita.

“Kabel apa itu? Aku harus segera mencari tau tentang kabel itu nanti.” Gumam Shafira dalam hatinya.

Dirumah sakit jiwa itu, Shafira bekerja sama dengan seorang dokter kenalan Aldo dan beberapa perawat yang sengaja disiapkan untuk melayani Shafira disana. Seharian berada di dalam kamar rawat, sore harinya semua pasien rumah sakit itu di bawa kesebuah taman untuk menghirup udara segar guna untuk menghilangkan depresi saat berada di dalam ruangan. Shafira melihat Lita yang sedang di papah oleh dua orang perawat dan duduk di bangku taman tersebut. Shafira berusaha mendekati Lita dengan berpura-pura berjalan melintasi Lita yang duduk tenang masih dengan tatapannya yang kosong ke satu arah.

Namun saat Shafira melintasinya secara perlahan, ia seakan melihat Lita menggerakkan bola matanya melirik Shafira yang melintas di hadapannya. Dengan segera Shafira bertingkah bagaikan orang gila yang hendak mengganggu Lita. Shafira duduk disamping Lita yang masih tenang.

“Adelia, kau tidak boleh mengganggu teman yang lain!” Kata seorang perawat pada Shafira.

Tanpa memperdulikan oceh perawat itu, Shafira mulai dengan melakukan kontak fisik pada Lita dengan menarik rambut Lita dan memukul-mukul Lita yang duduk disampingnya.

“Adelia, jangan lakukan itu pada temanmu! Atau kau akan tetap berada di kamarmu.” Ancam perawat yang merawat Lita.

Shafira pun pergi meninggalkan Lita dan duduk di tempat yang masih bisa terlihat oleh Lita di taman itu. Saat Shafira berpura-pura gila dan duduk di tanah, lagi-lagi ia melihat kalau Lita sedang melirik padanya bahkan kali ini dengan tatapan marah.

“Dia menatapku kesal! Aku harus terus memancingnya agar aku bisa mengetahui dia benar-benar gila atau tidak.” Ucap Shafira dalam hatinya.

“Aku ada ide! Aku lempar saja kepalanya dengan batu ini, agar dapat memancingnya! Aku tidak akan disalahkan, kan jadi orang gila, hehehehe.” Ucap Shafira lagi dalam hatinya seraya mengambil sebuah batu kerikil yang ada di hadapannya.

Dengan kuat Shafira melemparkan batu itu dan tepat mengenai kepala Lita hingga terluka dan berdarah. Semua perawat yang merawat Lita, terkejut dan langsung membawa Lita untuk di obati. Sementara Shafira masih bertingkah bodoh dengan perannya sebagai wanita yang gila.

Dua hari kemudian, Shafira melihat Lita lagi yang antarkan perawat untuk duduk di sebuah bangku taman dengan kepala yang terbalut oleh perban akibat luka yag di perbuat oleh Shafira. Lagi dan lagi sepintas Shafira melihat Lita melirik kearahnya dan melihat kabel hitam di sela-sela rambutnya yang rapi tidak seperti Shafira yang memainkan perannya dengan professional menjadi wanita gila dengan rambut yang acak-acakkan.

“Kabel itu!” Ucap Shafira dalam hatinya.

“Aduhh, tiba-tiba aku mau pipis! Aku ke toilet dulu lah.” Kata Shafira melangkah ke toilet.

Shafira tak menyadari ada seseorang yang mengikutinya menuju toilet itu. Saat Shafira sudah berada didalam toilet, tangannya ditarik oleh seorang wanita yang mengagetkannya, yaitu Lita.

“Kau pasien baru disini, beraninya kau melukaiku kemarin, hah?” Bentak Lita yang tak menyadari kalau itu adalah Shafira.

“Aku tau kau tidak gila, Lita, hehehe.” Ucap Shafira dalam hatinya untuk melanjutkan rencana selanjutnya.

“Aaakkkhh……aakkhh!” Teriak Shafira berlagak seperti orang gila di depan Lita.

“Kau mau berteriak pun, tidak ada yang bisa menolongmu.” Kata Lita mencengkram tangan Shafira.

Shafira terus berontak dan dengan sengaja menarik sebuah kabel yang ternyata adalah sebuah alat komunikasi yang tersambung pada ponsel yang berada disaku celananya.

“Ponsel! Aku akan membongkar kedokmu sebentar lagi.” Kata Shafira dalam hatinya.

Cepat-cepat Lita menyembunyikan ponselnya lagi dan menyelipkan alat itu ke telinganya dengan kabel yang tertutup oleh rambutnya.

“Dasar kau wanita gila.” Ujar Lita menampar pipi Shafira dengan kencang.

Shafira tak tinggal diam, dengan segera ia membalas serangan dari Lita. Shafira menampar balik dan mendorong tubuh Lita hingga terjatuh ke lantai toilet. Lalu Shafira duduk di atas tubuh Lita, dan dengan membabi buta, Shafira memukuli Lita hingga tak berdaya.

“Ini balasan karena kau berani menaparku, Lita!” Ucap Shafira dalam hatinya sambil terus berlagak seperti orang gila yang sedang ngamuk.

“Tolong…..tolong!” Teriak Lita.

Tak lama masuklah perawat yang merawat Lita dirumah sakit itu. Perawat itu langsung mendorong tubuh Shafira agar terlepas dari Lita yang sudah telentang dengan luka-luka lebam di wajahnya.

“Darimana saja kau? Lihat wajahku habis di pukuli oleh wanita gila ini!” Teriak Lita kesal dengan perawat itu.

“Maaf nona, aku tidak mendengar teriakanmu tadi.” Sahut perawat itu.

“Apa? Perawat itu bahkan tau kondisi Lita yang sebenarnya?” Gumam Shafira terkejut dalam hatinya.

“Adelia, aku akan mengurungmu dan memberikanmu obat penenang!” Kata perawat itu marah pada Shafira.

“Jangan pernah menyentuh pasienku!” Kata seorang dokter yang menangani Shafira di rumah sakit jiwa itu.

“Dok…dokter, tapi dia baru saja mengamuk tadi.” Ucap perawat itu takut.

Karena kedatangan Dokter tersebut, Lita langsung mengubah dirinya menjadi seperti orang yang sedang depresi berat. Dan hal itu tampak jelas dimata Shafira.

“Disini aku dokter yang khusus merawat Adelia, bukan kau! Jadi aku yang berhak mengambil tindakan padanya.” Bentak Dokter itu pada perawat.

“Bawa masuk nona Lita kekamarnya, cepat! Berikan dia obat untuk luka-lukanya.” Perintah dokter itu lagi.

“Baik. Dokter!” Sahut perawat itu membawa Lita kekamarnya.

Setelah mereka pergi, dokter tersebut membawa Shafira ke ruang rawatnya kembali.

“Nyonya, apa kau baik-baik saja?” Tanya dokter itu pada Shafira.

“Iya! Aku baik-baik saja! Segera siapkan ruangan untukku bertemu dengan Rendi dan suamiku.” Kata Shafira.

“Baik nyonya!” Sahut dokter itu langsung melakukan tugasnya.

Pada tengah malam, Rendi dan Edzard bertemu Shafira di salah satu ruangan yang disediakan untuk mereka. Disana Shafira menjelaskan apa yang dia lihat pada Lita yang sebenarnya.

“Jadi dia berpura-pura depresi? Tapi apa tujuannya untuk menjadi pura-pura gila seperti ini?” Tanya Rendi pada Shafira.

"Aku yakin, dia melakukan hal ini untuk mengecoh kita semua! Jika kita menganggapnya gila, maka dia akan dengan leluasa menjalankan rencana balas dendamnya kepada Edzard!" Sahut Shafira.

"Perkataan Shafira ada benarnya juga!" Sambung Edzrda.

“Lebih baik sekarang waktunya menyelidiki siapa dokter yang tersangkut dalam perbuatan busuk mereka selama ini.” Kata Shafira.

“Baiklah itu perkara mudah bagiku!” Sahut Rendi.

“Sayang, apa kau baik-baik saja disini?” Tanya Edzard khawatir pada Shafira.

“Apa pasien yang lain ada yang mengganggumu?” Tanya Edzard lagi.

“Tenanglah, aku baik-baik saja! Bagaimana dengan Ezra?” Tanya Shafira.

“Dia sangat cerewet menanyakan kau kapan akan pulang dari paris! Aku mengatakan padanya kalau kau pergi ke paris menemui Eva.” Jawab Edzard.

“Ppppffftt, lugunya Ezra.” Sahut Rendi.

“Biar aku bawa Ezra menginap diapartemenku, Afika sangat merindukannya.” Sambung Rendi lagi.

“Hei, bagaimana denganmu kalau Ezra menginap disana?” Tanya Edzard.

“Afika lagi datang bulan! Hah, dia selalu berubah mood kalau sedang datang bulan.” Jawab Rendi frustasi di tindas Afika.

“Pppfftt, bbuuaahhahahaha, kasihan sekali kau.” Edzard meledak tertawa.

“Hei kau lupa? Kau juga menyedihkan tidur sendirian di ranjangmu karena Shafira berada disini.” Ujar Rendi memukul telak pada Edzard.

“Kalau aku mau aku bisa melakukannya kapan saja, disini juga bisa, iya kan sayang? Hehehehe.” Ucap Edzard pada Shafira.

Pllaakkk…….

Shafira memukul kepala Edzard dengan kesal bercampur malu di hadapan Rendi.

“Hahahahaha, ******!” Ucap Rendi tertawa puas.

“Kenapa kau memukulku?” Teriak Edzard pada Shafira.

“Itu karena kau tidak tau malu mengatakan hal itu di depan Rendi, dasar!” Sahut Shafira kesal.

“Apa salahnya? Rendi kan bukan orang lain!” Gumam Edzard mengusap-usap kepalanya.

“Pulanglah sana! Aku mau kembali melihat apa yang sedang di lakukan Lita.” Kata Shafira melangkah keluar dari ruangan itu sambil mengenakan topeng wajahnya.

Mereka pun kembali dan Shafira yang menyamar juga sudah berada di dalam ruang rawatnya sambil melihat ke arah kamar Lita. Namun saat memantaunya, Shafira tak menemukan keberadaan Lita di dalam kamarnya itu.

“Kemana Lita? Apa yang dia lakukan pada tengah malam begini diluar kamar rawatnya?” Gumam Shafira bertanya-tanya dalam hatinya penasaran kepada Lita.

1
Qaisaa Nazarudin
Noh siapa itu? Apa jangan2 itu Bobi yg sudah tantenya ikat jamin dgn duit Rp50 juta itu??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa kau gak pergi lihat aja, Mana tau ada org jahat dirimah itu..
Qaisaa Nazarudin
Hanya itu2 saja alesan ancamannya Edzard,Edzard belum bertemu buku dgn ruas lelaki yg bisa menyelamatkan Shafira dari cengkaman Edzard..😔😔
Qaisaa Nazarudin
Anton selalu benar👍🏻👍🏻👍🏻 Shafira itu wanita baik2,mana mau dia hamil anak luar nikah,Dasar pria gila..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu pasti kalung yg Edzard liat waktu Shafira menyelamatkan nya waktu itu..
Qaisaa Nazarudin
Sama aja bohong 🤣🤣🤣
Makanya lain kali baca dulu,ogeb..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Yup aku setuju, Di sini Shafira juga gak salah, Karena dia diancam oleh Bobi dan di manpaatin oleh Lita..
Qaisaa Nazarudin
Jfn bilang kalo itu Shafira..
Qaisaa Nazarudin
Haih raasain kau Bobi mampus aja bagus,Hidup juga gak berguna..😡
Qaisaa Nazarudin
Mungkin dr sini kelhilafan Edzard,Nih cewek ntar yg jd penghalang antara Edzard dan Syafira,,percaya deh..
Diana diana
ceritanya bagus , gak ngecewaiin
Diana diana
tamat juga . .
aku maraton loch bacanya . .
dan gak ngecewain . .
Diana diana
ceritanya bagus tapi sepi pengunjung ya . .
Diana diana
aaaah aku jd deg degan an euy
Diana diana
part nya sedikit tapi setiap part nya sangaaaaaaaat mengesankn . .
Diana diana
ap yg terjadi ya 6 tahun lalu . .
Diana diana
wkwkwkwk . .
Diana diana
wkwkwkwk . . ngakak liat tingkah mereka . .
Diana diana
bahaya klo sampe Kang Mus tau klo Safira d siksa c tuan kejam . . wkwkwkwk
Diana diana
aku yakin Shafira orangnya . .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!