NovelToon NovelToon
Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Ketika Rasa Itu Mulai Hilang

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:352.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Virsya eldina

Zee Anastasia Putri (27 tahun), semenjak perceraian kedua orang tuanya, Zee harus terjebak kedalam pergaulan bebas, Zee berpacaran dengan seorang lelaki yang bernama Satria Pratama (31 tahun).

Karena terlalu cinta, Zee rela memberikan segalanya kepada Satria, termasuk tubuhnya, hingga akhirnya ia hamil dan harus menikah di usia 17 tahun.

Setelah menikah, perubahan sikap Satria berubah, sikap nya dingin dan juga lebih kasar kepada Zee.

Zee berusaha tegar dan ikhlas menerima perubahan sikap Satria, dan mencoba mempertahankan pernikahannya yang sudah terjalin hingga sepuluh tahun.

Namun, setelah sepuluh tahun itu Satria tetap tidak berubah, hingga akhirnya rasa cinta itu mulai hilang, Zee sudah mulai jenuh.

Dan secara bersamaan pula, Zhio Alexander Putra datang dalam kehidupan Zee, dia adalah kakak kelas Zee saat Zee duduk di bangku SMP

Zee merupakan cinta pertama Zhio, yang dulu secara diam - diam mencintai Zee.

Bagaiman kelanjutannya kisah Zee..

Tetap stay tune..😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virsya eldina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Zhio berhasil..

Zhio mengendarai sepeda motor nya perlahan, batin nya mulai menghitung. " Sepuluh rumah dari rumah Bidan Isti " batin Zhio. Zhio melirik sekilas sebuah rumah yang cat dinding nya berwarna peach. " Ini pasti rumah Zee, dan pastinya tempat tinggal nya bersama lelaki brengsek itu ". Zhio terus saja melajukan sepeda motornya, dan sampai Zhio akhirnya sampai ke urutan sepuluh. Sesuai dengan petunjuk yang di berikan Bidan Isti, rumah itu cat nya berwarna putih dan ada sebuah warung kecil di depan nya.

Zhio memarkirkan sepeda motornya tepat di depan rumah itu, dan bisa dilihat kalau sepeda motor Zee juga sudah terparkir rapi di sana. Dan itu membuat Zhio semakin yakin kalau ini rumah nenek nya Zee, dan Zee pasti ada di dalam.

" Assalamu'alaikum " Zhio mengucapkan salam terlebih dahulu, tidak perlu mengetuk pintu karena pintu rumah itu terbuka lebar.

" Assalamualaikum " Zhio kembali mengucapkan salam, dan tak lama seorang anak perempuan keluar dan menemui Zhio.

" Waalaikumsalam, ada apa Om? cari siapa? " tanya Bulan.

" Siapa dia? anak ini cantik, wajah nya mirip dengan Zee"

" Hallo Om, mau cari siapa? " tanya Bulan kembali, karena Zhio malah bengong dan tidak menjawab pertanyaan nya.

" Ehh.. maaf, bisa ketemu dengan Zee? "

" Bunda? sebentar ya Bulan panggilkan dulu " Bulan bergegas masuk kedalam mencari Bunda nya.

" Bunda? apa dia anak Zee? Zee sepertinya sudah lama menikah? karena kalau benar itu anaknya, anaknya sudah besar sekali, mungkin sekitar 8 atau 9 tahun. Dan pasti usia pernikahan Zee lebih lama dari itu " Zhio bertanya - tanya, semakin penasaran dengan hidup Zee.

Tok... Tok.. Tok... mendengar suara pintu di ketuk, Zee mencoba menyeka air matanya, dan berdiri di dekat pintu.

" Bunda.. " panggil Bulan.

" Kenapa Bulan? "

" Ada yang cari di depan Bun? "

" Siapa nak? "

" Gak tau Bun, Bulan gak kenal "

"Siapa ya? " batin Zee.

" Bilang aja Bunda lagi di kamar mandi, Bunda gak bisa temui orangnya nak. Bunda lagi sakit perut nih " ucap Zee bohong, ia tidak ingin bertemu dengan siapa pun saat ini. Apalagi sekarang kedua matanya terlihat sembab karena menangis saja sejak tadi.

" Baik Bunda " Bulan pun kembali menemui Zhio.

" Maaf Om, Bunda lagi di kamar Mandi. Kayaknya masih lama deh Om. Om perlu apa? bilang aja sama Bulan, nanti Bulan sampaikan kalau Bunda udah keluar dari kamar mandi "

" Mungkin Zee tidak ingin di ganggu saat ini, padahal aku ingin sekali melihat keadaan nya " batin Zhio.

" Hmm.. aku hanya ingin memberikan ini, tolong kamu berikan kepada bunda mu ya " Zhio memberikan sebuah paper bag kecil kepada Bulan.

" Baiklah Om, nama Om siapa? biar nanti kalau Bunda tanya ini dari siapa, Bulan bisa jawab "

" Kalau gitu kita kenalan dulu deh, kenalin nama aku Zhio " ucap Zhio sembari tersenyum manis kepada Bulan.

" Kalau aku Bulan, Om " Bulan juga membalas senyum Zhio.

" Hmm.. kamu anak nya Zee? " tanya Zhio.

" Iya Om, aku anaknya Bunda Zee. Om teman nya Bunda ya? "

" Benar kan dia anak nya Zee, manis sekali. Sangat mirip dengan Zee, kasian sekali anak ini? apa dia tau ya kelakukan Ayahnya seperti apa? " batin Zhio.

" Iya, Om teman nya Bunda. Oh ya, boleh gak Om minta sesuatu? "

" Sesuatu? apa Om? "

" Kamu punya ponsel gak? boleh Om minta nomor ponsel kamu? "

" Punya, tapi buat apa Om? " Bulan menatap Zhio dengan perasaan curiga.

" Begini? Om adalah teman kerja Bunda kamu, Om tadi liat Bunda kamu sepertinya kurang sehat, maka nya Om antarin itu buat kamu kasih ke bunda. Di dalam ada obat "

" Jadi Bunda sakit? " sekarang Bulan terlihat khawatir.

" Om juga kurang tau? maka nya Om minta nomor ponsel kamu agar Om bisa tau keadaan ibu kamu lewat kamu " jelas Zhio.

" Kenapa Om gak langsung tanya keadaan Bunda ke Bunda nya langsung? kenapa harus lewat Bulan? " Bulan membuat Zhio memutar otak, ingat bukan kalau Bulan itu anaknya cerdas, dan pastinya ia juga tidak mau sembarangan memberikan nomor ponselnya. Apalagi kepada Zhio yang baru saja ia temui.

" Anak ini cerdas sekali? dia tidak mudah di tipu " batin Zhio.

" Om gak punya nomor ponsel Bunda kamu, lagian Om gak enak kalau harus nanya kondisi Bunda kamu secara langsung "

Bulan terdiam sejenak, ia menatap Zhio. " Om ini sepertinya orang baik? tapi apa benar ya dia kerja sama Bunda? aku gak pernah liat orang ini, pasti bukan orang kampung sini " batin Zee.

" Ada siapa cu? " tanya nenek.

" Eh.. uyut, ini ada teman Bunda "

" Dokter Zhio kan? yang waktu itu memeriksa nenek di puskesmas "

" Benar Nek "

" Masuk dulu nak Dokter, tunggu di sini nenek buatin teh ya. Aduh Bulan kenapa dari tadi gak suruh masuk tamu nya " ucap Nenek lalu ke dapur.

Zhio tidak melewatkan kesempatan ini, kapan lagi dia bisa bertamu di rumah nenek Zee. Dan lebih mengenal mereka, Zhio masuk kedalam rumah dan duduk di sofa. Dan Bulan menyusul Zhio ikut duduk di sofa.

" Om ini Dokter? " tanya Bulan, ia begitu semangat ketika mendengar nenek buyut nya mengatakan kalau Om di depan nya ini dokter. Karena cita - cita Bulan ingin menjadi seorang dokter.

" Ya Benar, Om bukan orang sini. Om datang hanya sebentar, rumah sakit Om sedang mengadakan bakti sosial di sini. Dan Om di utus menjadi dokter nya, untuk memeriksa pasien di kampung ini " Jelas Zhio, Zhio tau pasti Bulan menginginkan penjelasan ini dari nya.

" Wiiss keren, Om tau gak kalau Bulan pengen banget kayak Om. Jadi seorang Dokter "

" Benarkan? Om yakin kalau besarnya nanti kamu pasti bisa seperti Om. Harus rajin - rajin belajar ya "

" Aamiin " ucap Bulan.

Bulan saling berbincang akrab dengan Zhio, tidak biasanya Bulan secepat itu akrab dengan orang. Apalagi dengan orang yang baru ia kenal. Awalnya Bulan sempat tidak percaya dengan Zhio, tapi setelah tau Zhio siapa, Bulan jadi percaya. Dan ternyata Zhio sangat ramah dan enak di ajak bicara menurut Bulan, terlebih Zhio adalah seorang dokter. Profesi dokter yang merupakan cita - cita nya. Hal itu membuat Bulan tambah semangat.

" Nak Dokter, ini minum nya silahkan " ucap nenek yang datang membawa satu gelas teh hangat, Zhio langsung saja menyuruputnya. Bukan hanya karena haus, Zhio juga ingin menghormati nenek karena sudah repot - repot membuatkan nya segelas teh hangat.

" Bulan, udah panggil Bunda kamu? "

" Sudah nek uyut, tapi Bunda lagi di kamar mandi. Sepertinya lama soalnya Bunda bilang lagi sakit perut "

" Oh gitu, ya udah kalau gitu nak Dokter tunggu saja ya "

" Iya Nek "

Sembari menunggu Zee, Zhio dan nenek saling berbincang. Zhio merasa sangat nyaman di sana, nenek Zee juga sangat ramah kepada Zhio. Bahkan bukan hanya bulan yang sekarang terlihat akrab dengan Zhio, nenek pun juga begitu. Dan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 20.00, sudah satu jam lebih Zhio berada di sana dan berbincang bersama Bulan dan nenek.

" Bulan, coba panggilan lagi Bunda mu " suruh nenek, dan Bulan dengan sigap kembali ke kamar untuk memanggil Zee.

" Bunda sudah tidur nek " ucap Bulan yang tak lama kembali lagi ke ruang tamu.

" Sudah tidur? tumben cepat "

" Kalau gitu saya pamit pulang saja nek, biar saja Zee nya tidur. Mungkin kelelahan " ucap Zhio beranjak dari duduknya.

" Baiklah, maaf ya nak Dokter "

" Gak usah minta maaf nek, gak pa-pa. Saya malah senang bisa ketemu nenek dan Bulan. Bisa saling ngobrol "

" Iya kak Dokter " Nenek dan Bulan mengantar Zhio sampai ke teras depan rumah. Zhio menyalimi nenek, dan menyempatkan untuk mengelus lembut pucuk rambut Bulan sembari tersenyum.

Setelah berpamitan, nenek kembali ke dalam rumah. Tinggal Bulan seorang diri yang masih menunggu di depan pintu, melihat kepergian Zhio.

" Om tunggu...!! " Bulan menghentikan Zhio yang sudah naik di atas sepeda motor dan bersiap menyalakan sepeda motornya.

" Ada apa Bulan? "

" Mana ponsel Om? "

" Ponsel?" batin Zhio, dan Zhio hanya menurut. Ia mengambil ponselnya yang ada di saku celana nya dan memeberikan nya kepada Bulan.

" Buka sandi nya dulu Om " ucap Bulan dan kembali menyerahkan ponsel itu kepada Zhio. Zhio membuka kata sandi ponsel nya dan kembali memberikan ponsel itu kepada Bulan. Bulan dengan cekatan menekan nomor ponsel nya di ponsel Zhio.

" Selesai, nih Om " ucap Bulan dan mengembalikan ponsel Zhio.

" Di situ ada nomor ponsel Bulan, Om bisa menghubungi Bulan nanti " ucap Bulan sembari tersenyum, ia tidak ragu lagi untuk memberikan nomor ponselnya kepada Zhio. Bulan juga sebenarnya menginginkan itu karena siapa tau kalau dia tau nomor ponsel Zhio ia bisa banyak tanya mengenai hal kedokteran kepada Zhio.

" Terima kasih ya Bulan, Om akan menghubungi mu nanti "

" Sama - sama Om Dokter "

Zhio berpamitan dengan Bulan, dan perlahan menjalankan sepeda motor nya pergi dari kediaman nenek. Di sepanjang perjalanan Zhio senyum - senyum sendiri, ia senang sekali karena rencana nya berhasil. Kini ia bisa tau keadaan Zee melalui Bulan, dan ia tidak perlu khawatir lagi.

Sebenarnya Zhio bisa saja meminta langsung nomor ponsel Zee, tapi ia urungkan karena Zhio takut akan mengganggu Zee. Karena kemungkinan Zhio akan terus menerus menghubungi Zee kalau sudah mendapatkan nomor ponselnya, Zhio sadar kalau Zee itu berstatus istri orang. Dan baru sadar juga kenapa Zee masih sering terlibat menghindarinya, pasti karena takut akan terjadi fitnah kalau kami hanya berduaan saja.

Dan yang masih mengganjal pikiran Zhio saat ini adalah keberadaan suami Zee. Zhio tidak melihat batang hidungnya di tempat nenek, dan rumah Zee sebelumnya sepi. Bulan dan Zee juga tidur di rumah nenek nya, bukan di rumah mereka sendiri. " Apa Zee dan suami nya berpisah? tapi kalau memang benar itu adalah keputusan yang bagus. Buat apa bersama lelaki brengsek itu, yang ada Zee hanya akan terus tersakiti ".

Zhio terus saja mengumpat, ia benar - benar kesal kalau mengingat Satria.

" Kalau Zee berpisah? berarti aku punya kesempatan? " timbul pertanyaan itu di pikiran Zhio. " Astaga Zhio, sadar... sadar... kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu, saat ini Zee sedang mengalami masa sulit mengenai rumah tangga nya. Jangan egois Zhio.. "

**Bersambung..

Jangan lupa like, vote, dan singgah di kolom komentar**..

1
Rianka Trinata
sepuluh tahun waktu yang lama Bray masih gak paham kah?
Neneng cinta
Tasya apa kabar?....apa udah pinya gebetan😁
Neneng cinta
betul tuh zhi...percaya sm istri...♥️😍
Neneng cinta
ehh bang jevin malah ngakak...sama nih jd ketularan ngakak😂
heni diana
cerita zee sama bang zhio kan dah pada bahagia mau donk ceritanya zhea sma bang kevin thor hehhe
Kirana Servis Dan Aksesoris
ceritanya menggantung ya ga jadi baca aq
heni diana
yee lanjut ceritanya semngtt thor..
Qaisaa Nazarudin
Noh Rasain tu..Zhio gak dapat Kevin juga gak dapat,akhirnya jadi andartu..
Qaisaa Nazarudin
Kasihan Kevin di tinggalin isterinya jauh2 kuliah,menurut ku kalo udah bersuami mah mending kuliah di negara sendiri,apa lagi kuliahnya dlm jangka waktu yg cukup lama..
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah 🤲🤲🤲 Akhirnya ada yg menjaga Zee dan juga anak dan adiknya,,
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah 🤲🤲 Akhirnya dapat restu dari camer,ku pikir mereka menantangnya secara kan Zee kan janda anak satu lagi,Kan biasanya vamer bakal milih Celin anak org kaya pemilik RS lagi..
Qaisaa Nazarudin
Kebenaran MMG selalunya akan terungkap,tinggal nunggu cepat atau lambatnya, Dan Celin tgu aja hukuman kamu dari Zhio,Cinta itu gak bisa di paksain,ngapain masih berharap ke pada yg gak sudi,mending cari yg lain..
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk sia sia deh waktu 3 tahun Zhio menahan kecewanya..Makanya kalo ada apa-apa itu langsung di cari tau,bukannya menerima gitu aja..ckk..
Qaisaa Nazarudin
Ckk ganggu aja,,🤦🤦🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Noh kan baru tau kamu sekarang setelah 3 tahun,Kamu menyia2 waktu selama itu,untung aja Zee belum nikah lain,nyesel kamu seumur hidup..
Qaisaa Nazarudin
Zhio seperti nya kamu menantang takdir deh,Tuhan udah baik sama kamu mengembali kan Zee ke kamu dgn caranya tapi kamu malah menolaknya,Harusnya kamu tanya apa yg sebenarnya terjadi ke Zee,bukannya mengambil kesimpulan sendiri.bego banget sih..
Qaisaa Nazarudin
Dasar CAPER,,🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Wah pinter NIH anak...👏👏👍👍👍😄
Qaisaa Nazarudin
Waahh ternyata Zee calon bu Dokter NIH,Semakin kebakaran jenggot aja si Mantan,apalagi isterinya yg kalah telak dgn Zee👏👏👏👍👍 Terus apa khabar dgn Dokter Zheo ya?🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Percaya deh itu bukan dari Zee,,Ngapain juga Zee ngasih ke cellin bukan ke bidan esti aja,Kan Zee nya kekota,jadi mana mungkin mereka sempat ketemu,borong banget..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!