NovelToon NovelToon
Pendekar Pedang Dewa Naga

Pendekar Pedang Dewa Naga

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:37.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rezha Saputra

Ada banyak hal yang tak bisa ku lakukan sebagai seorang lelaki.

Seperti mencoba untuk melupakanmu.

Ataupun menerima kenyataan atas kehilanganmu.

Setiap kali berjumpa dan berpisah denganmu.

Aku hanya semakin mencintaimu.

Aku tak ingin mengulanginya lagi.

Aku tak ingin merasakan cinta lagi!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rezha Saputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Amarah

Terik matahari mulai menyengat kulit, menambah suasana yang tidak mengenakkan di perkemahan pasukan kerajaan Adipura. Sebelum siang itu raja Jaka menerima laporan 2 orang mata-mata yang dikirim untuk mengintai markas pemberontak salah satunya berhasil ditangkap.

Ini menjadi berita hangat di seluruh pasukan karena menurut mereka bahwa mata-mata ini memiliki kekuatan yang lebih dari mereka secara fisik. Namun mereka tidak menyadari dari segi berpikir mata-mata ini masih sedikit tertinggal di bawah mereka. Raja Jaka kini sedang mendengar penjelasan dari mata-mata yang berhasil selamat bersama para pihak aliansinya.

“Laporan dari bawahan ku mengatakan bahwa pasukan pemberontak menerima bantuan dari beberapa kerajaan yang tidak dia tahu namanya” ucap seorang wanita muda kepada raja Jaka.

Setelah kata-kata wanita itu keluar raut wajah para tamu raja Jaka akhirnya berubah, ini dikarenakan bahasa yang digunakan oleh mata-mata itu hanya dimengerti oleh wanita muda ini yang tak lain adalah pemimpin pasukan ini.

“Mungkin kerajaan yang dimaksud adalah Gundala, Benggawan serta Surka. Ini yang berhasil kita dapatkan dari salah satu pengkhianat dalam pasukan pemberontak” ucap menteri Balda kepada seluruh tamu.

“Menurut menteri apakah pasukan itu akan menghalangi jalan kita nanti?” tanya raja Jaka setelahnya.

“Tidak perlu takut raja Jaka, melihat pasukan kita yang sungguh banyak ini akan membuat nyali lawan kita ciut. Lawan kita akan memilih untuk lari sebagai pengecut daripada melawan pasukan sebesar ini” balas salah satu Patih dari kerajaan Kendala.

“Memikirkannya saja aku sudah ingin tertawa sampai menangis” sambung Patih lain dengan tawa besarnya.

Kini ruangan itu agak berisik dengan suara saling menyombongkan diri masing-masing akan kekuatan mereka. Para tamu ruangan itu berpikir bahwa kemenangan ini akan mudah didapat, bahkan tanpa perlu menumpahkan darah setetes pun. Namun suara berisik itu tidak terlalu lama ketika suara lantang seorang pria terdengar di seluruh ruangan.

“DIAM KALIAN!!!! APA INI SIKAP YANG KALIAN TUNJUKKAN KEPADA MUSUH KALIAN NANTI!!!” teriak menteri Balda kepada seluruh tamu dan seketika membuat mereka diam tak bersuara.

Suasana  kini hening karena saat menteri Balda bereaksi hawa pembunuh juga menyebar di seluruh ruangan itu membuat beberapa orang mengeluarkan keringat dingin. Tatapan menteri Balda begitu tajam dan terlihat sangat emosi. Ini dikarenakan 2 hal yaitu beberapa puluh tahun yang lalu menteri Balda pernah memimpin pasukan kerajaan Kendala melawan kerajaan Gundala yang dipimpin oleh Patih Purno sendiri.

Walaupun menang jumlah nyatanya pasukan menteri Balda kesulitan dalam menghadapi lawannya yaitu Patih Purno. Begitu banyak siasat yang dilakukan lawannya sehingga hasil dari peperangan itu berakhir imbang. Di sini menteri Balda akhirnya belajar bahwa banyaknya pasukan tidak akan terlalu membantu ketika melawan pasukan yang dipimpin dengan begitu pandai serta cekatan.

*

Menteri Balda memejamkan matanya dan terlihat mencoba menahan amarah yang sangat besar. Alasan kedua dari amarahnya barusan tidak lain adalah karena kematian istrinya saat penyerangan 2 tahun yang lalu. Saat dia menemukan istrinya dalam kondisi begitu mengenaskan menteri Balda berteriak sejadi-jadinya dan langsung menunjukkan sisi terburuknya.

Dia mendekap mayat istrinya dan menangis begitu keras, namun hal itu tidak berlangsung lama dan setelahnya dia menjadi berang kepada pihak musuh. Musuh yang telah menyatakan menyerah dibantai menteri Balda tanpa ampun. Menteri Balda menusuk, menebas, bahkan tidak segan mencabik-cabik mayat korbannya karena marah atas kematian istrinya.

Pria sepuh dan raja Jaka yang pada saat itu masih berstatus pangeran mencoba menangkan amukan dari menteri Balda. Saat menteri Balda sudah bisa menenangkan amarahnya, tinggal beberapa sandera lagi yang hidup namun raut wajah mereka seperti melihat sosok iblis yang sangat haus akan darah.

“Kesombongan akan membuat kalian lengah terhadap hal-hal yang tidak terduga” ucap menteri Balda setelah membuka mata.

“Terima kasih guru, para tamu sudah mengerti akan ucapan yang telah guru sampaikan” jawab raja Jaka yang sedari tadi diam untuk mencairkan suasana.

“Kalian boleh keluar dan segera siapkan prajurit, sebentar lagi kita akan berangkat ke tujuan!” perintah pria sepuh.

Para tamu yang hadir akhirnya keluar setelah perkataan pria sepuh. Kini di ruangan itu hanya tinggal raja Jaka, menteri Balda, pria sepuh dan wanita muda. Menteri Balda kini hanya diam dan memejamkan matanya mengingat masa-masa yang begitu pahit dirasakannya setelah kepergian istrinya.

Dia membantu raja Jaka untuk menumpas gerombolan pemberontak bukan hanya dari perintah raja mereka namun menteri Balda juga ingin menuntut balas dendam atas kematian istrinya yang diketahui dibunuh oleh raja Aryo pada saat dikudeta.

“Bukankah ini suasana yang sedikit canggung?” tanya wanita muda dengan senyum manisnya kepada para pria di sekitarnya.

1
Sudar Manto
rojo pekok
Admin Pinedapa
semangat Thor
Rezha: Terimakasih atas like dan komennya 🙏
Semoga selalu suka dengan cerita ini (:
total 1 replies
Hanafi Nafi
God job...
khasna aldiyara
kayaknya bagus nie cerita
Pin-Up Yang Elegan
cerita ini lebih lucu dibanding yg lain
Rezha: lucu dibagian mananya gan?
total 1 replies
🎯Pak Guru📝📶
baru mulai
semoga sampai tamat
Rezha: aamiin, makasih pak guru
total 1 replies
🎯Pak Guru📝📶
oh ga tamat
margo and me
Serruu bangett ceritanyaa,,,, ok bgt
Rezha: terimakasih telah membaca cerita saya, tetap ikuti cerita pendekar pedang naga ya :)
total 1 replies
sulaiman ark018
kurangi sedikit narasinya saat peperangan
Rezha: makasih atas komentarnya abangda
total 1 replies
Penyair Kegelapan
mampir "Soul Caster " thor
Rezha: oke thor
total 1 replies
Kitty Bloom Untuk Pemilik Lolz Gods
Udah berapa kali aku ngulang-ngulang bacanya, karena seseru itu!
Rezha: terimakasih selalu setia membaca pendekar pedang dewa naga :)
total 1 replies
pranacitra
mantap,, lanjut jangan putus tengah jalan
Rezha: terima kasih pak
total 1 replies
Wak Jon
Lanjut..
Wak Jon
👌👌👌👌👌👌
Wak Jon
Baru hadir..
SquigglyMunchkin
lanjut author sayang 、」
Rezha: siap lanjut, terima kasih atas komentarnya :)
total 1 replies
vanillaatack
Ceritanya menarik jujur! Tapi aku keseeeeel.. soalnya berhentinya nanggung banget haaaa:(((( ditunggu next upnya ya thor
Rezha: udah up ya kak, sekarang udah sampe episode 48. Jangan lupa dibaca :)
total 1 replies
Penghargaan Pink
Apa kak author ga denger jeritan hatiku buat kk lanjut bab baru?
Rezha: udah up ya kak, jangan lupa dibaca :)
total 1 replies
Gadis Sandman
thor cepat lanjut lagi donk, udah gk sabar pengen liat lanjutannya
Rezha: udah up ya kak, jangan lupa dibaca :)
total 1 replies
stellarflower
Yuk lanjut yuk Thor!! Aku susah nelen air putih nih kalau belum ada kelanjutannya :(
Rezha: aku susah move on ni sama dia, ajarin biar cepat move on kak :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!