NovelToon NovelToon
MAGIC DESTINY

MAGIC DESTINY

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / CEO / Wanita Karir / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Tamat
Popularitas:921.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fayna Rahma

Zantica Rahma gadis mandiri Pekerja keras bekerja sebagai salah satu staf di KBRI Korsel yang dipertemukan oleh takdir dengan Dennison Allarick Lee seorang CEO sekaligus aktris yang terkenal Arogan dan kejam

Mampukah Allard menolak pesona gadis kecil berhijab yang menjadi istrinya, disaat dia tak pernah kekurangan wanita dan selalu dikelilingi wanita cantik selama hidupnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fayna Rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menambah Rasa Kecewa

Dokter Harry datang melalui pintu samping yang memang tidak termasuk dalam Area pesta, Suara musik dan tawa bercampur menjadi satu, pemandangan orang yang saling mencecap dan memagut pun sudah menjadi hal biasa bagi dokter Harry, saat berkunjung ke mansion Allard.

Karena sudah diberi tahu Mila, dokter Harry langsung naik kelantai 3 mansion, meskipun dibenaknya masih bertanya-tanya mengapa bisa sang nyonya sakit, sementara dibawah diselenggarakan pesta, dan kapan tepatnya Allard menikah.

Melihat keadaan sang nyonya, Harry lantas memeriksa secara menyeluruh, Tica mengalami demam biasa dan mengalami Anemia dikarenakan dia sedang Haid dan aktifitas yang terlalu banyak. Karena panasnya yang tak kunjung turun, dokter Harry akhirnya memutuskan untuk memberikan infus, penurun panas sekaligus pengganti cairan yang sempat menurun drastis.

Menyiapkan obat dan juga memasukkan kembali peralatannya, memberi petunjuk dan arahan pada Mila jika infusnya habis harus diganti dengan yang baru, dan Tica harus menghabiskan 3 botol infus, agar kondisinya cepat membaik.

Rasa penasaran tak bisa disembunyikan dari raut wajah dokter Harry, dan Mila akhirnya menceritakan tentang kondisi pernikahan Tuan dan nyonya. Merasa iba, dia besok pagi berjanji akan datang untuk melihat keadaan Tica.

"segeralah sembuh nyonya, anda wanita yang baik, Tuan pasti akan menyesal karena telah memperlakukan anda dengan tidak layak".

Karena tidak ingin Allard mencarinya, Mila bergegas turun kelantai satu setelah memastikan Tica benar-benar nyaman, panas tubuhnya juga sudah berkurang dari sebelumnya.

.....................

Waktu menunjukkan pukul 5 hampir subuh kala Tica terbangun dari tidurnya, suara bising pesta dilantai bawah sudah tidak ada, mungkin sudah selesai, pikirnya.

Merasa haus tetapi air di atas nakasnya tidak ada, Mila melupakan air putih yang harusnya dia bawa ke kamar sang nyonya, saat tiba-tiba Allard memanggilnya untuk menyediakan camilan tambahan lagi.

Tica terkejut saat ternyata dipunggung tangan sebelah kirinya terpasang infus, merasa sudah lebih baik, Tica mencabutnya dan turun, untuk mengambil air minum dan mengganjal perutnya yang kosong sejak siang tadi.

Dengan langkah yang sedikit tertatih dan tangan yang meraba tembok akhirnya dia sampai di pantry, mengambil air minum dan langsung menenggaknya sampai gelasnya kosong.

Setelah mengisi gelasnya kembali Tica mencari camilan tetapi yang diinginkan tidak tersedia, alhasil Tica hanya membawa gelas berisi air putih itu ke kamarnya lagi.

Saat tiba didepan kamar tamu ia mendengar suara ******* wanita dan geraman pria dari kamar yang tidak tertutup sempurna itu, Tica yang penasaran dan tidak tahu kegiatan apa yang sedang berlangsung sehingga tercipta suara itu. Tica akhirnya mendekat.

"Chintya ..... ahhhh...... "

Itu suara suaminya, yabg baru saja mencapai puncak kenikmatannya, memanggil nama Chintya, Tica sedikit melongok kearah dalam, dan seketika gelas yang dipegangnya meluncur bebas kelantai, saking terkejutnya melihat pemandangan didalam kamar itu.

Prang........

Allard dan Chintya, keduanya sedang bergelut mesra ditepi ranjang, membuat Tica yang sempat terkejut tidak serta merta memalingkan wajahnya, dengan mata melotot dan mulut terbuka dalam beberapa detik. Sampai Allard yang ikut terganggu dengan suara pecahan gelas pun menoleh kearah pintu.

Didapati istrinya itu dengan pandangan terkejut melihat kearahnya. Sontak ia memanggil istrinya itu.

"Ica....... ".

Tica yang tersadar dari bengongnya langsung berlari menuju lantai atas, tak menghiraukan kakinya yang ternyata menginjak pecahan gelas yang ia jatuhkan.

Dengan pandangan yang mulai mengabur karena air mata dan pusing yang datang secara tiba-tiba membuatnya beberapa kali terhuyung ke depan. Tetapi masih tetap meneruskan langkahnya menaiki anak tangga untuk bisa sampai ke kamarnya.

Allard yang menyadari jika Ica, istri kecilnya itu memergokinya yang sedang bercinta dengan Chintya lantas terburu memakai boxernya, kemudian berlari menyusul istri kecilnya, dan meninggalkan Chintya yang seolah tak perduli dengan apa yang baru saja terjadi, ia menarik selimut dan merebahkan tubuhnya menyelami mimpi.

Allard terkejut saat melihat tetesan darah yang mencetak telapak kaki disepanjang anak tangga sampai lantai dua, ia semakin mempercepat larinya. Menyusul istrinya yang terlihat tertatih dan terhuyung-huyung menuju anak tangga lantai tiga.

Pusing di kepalanya yang semakin menjadi, serta anemia yang dideritanya, apa lagi dia mengeluarkan banyak darah, membuatnya tak lagi bisa menahan langkahnya dipertengahan anak tangga menuju lantai tiga, Tica limbung dan kepalanya membentur anak tangga, Allard yang berada persis dibelakangnya bergerak cepat menahan tubuh Tica supaya tidak terguling kebawah.

Menggendongnya sampai ke kamarnya, Allard kembali dikejutkan dengan tiang dan selang infus yang menggantung dipinggir ranjang, banyak pertanyaan yang berkecamuk didalam pikirannya.

Membaringkan Tica diatas ranjang kemudian berlari kelantai dua mengambil kotak P3K, membersihkan kaki istrinya yang ternyata lukanya cukup lebar dan memerlukan jahitan. Allard segera mendial telepon yang ada dikamar Tica menghubungi Maid yang berada di paviliun belakang mansionnya.

Mila yang mendengar dering telepon dari mansion utama langsung mengangkatnya dan terkejut saat Allard mengatakan untuk memanggil dokter Harry sekarang juga, karena Tica terluka.

Dengan cepat Mila melakukan tugasnya. Sementara Allard memberikan balutan perban sebagai pertolongan pertama supaya darahnya berhenti keluar, meskipun tak berhenti sepenuhnya. Allard mengelap keringat dingin di dahi istri kecilnya itu.

Dia terkejut saat mengetahui ternyata ada sisa air mata tergenang di sana. Istri kecilnya menangis? mengapa? apa karena melihatnya tadi? atau karena menahan rasa sakit dikakinya? ah ntah lah.

Memandang wajah pucat istrinya itu dengan tatapan iba, dia juga bingung kenapa dengan perasaannya.

"kenapa aku merasa bersalah, setelah mengetahui kau memergoki aku bercinta dengan Chintya?, Ah.. menyebalkan... "

Ucap Allard sambil mengeram frustasi, menjambak rambutnya sendiri.

"untuk apa juga aku merasa bersalah pada gadis ini, toh sebelumnya aku biasa bermesraan dengan wanita lain didepannya. Tapi kenapa kali ini aku merasa terganggu?"

Monolog Allard dalam hati. Mila tiba membawa kaos oblong untuk Allard, setelah tadi Allard sempat meminta dibawakan kaos, dia belum sempat mengenakan kaos tadi karena terburu-buru mengejar istri kecilnya.

Mila menjelaskan keadaan Tica sebelumnya saat pesta tengah berlangsung, tetapi karena takut mengganggu tuan dan tamunya akhirnya Mila memutuskan memanggil dokter Harry dan mengurus Tica sendiri.

Seketika rasa bersalah itu semakin besar hinggap dihatinya, saat mengetahui kondisi istri kecilnya yang ternyata memang sedang tidak baik-baik saja. Kali ini dia lalai menjaga Ica.

Dokter Harry memasuki kamar Tica dan terkejut, mengapa bisa nyonya Allard itu terluka. Sementara Mila memanggil maid yang lain untuk segera membersihkan serpihan gelas dan darah yang tercecer disepanjang anak tangga dan lantai bawah.

Setelah menjahit lukanya yang mendapatkan 4 jahitan itu Dokter Harry memasang perban dikakinya, memberikan saleb di dahi sang nyonya, dan memasang lagi infus yang sempat dicabut paksa oleh sang nyonya. kondisinya terlihat semakin memprihatinkan, dengan wajah yang terlihat putih pucat, dahi yang membiru akibat benturan dan suhu tubuhnya kembali meningkat.

Dokter Harry menjelaskan semuanya pada Allard, dan memberikan sedikit pesan.

"aga istri mu ini dengan baik, dia terlihat menyedihkan, saat dia tengah merasakan sakit, kau malah bermain dengan wanita lain, padahal Dia sangat cantik, meskipun dia memakai gaya pakaian yang tertutup juga, memiliki tubuh yang kecil dan pendek".

"sudahlah lakukan saja tugas mu, aku tau apa yang harus kulakukan".

Allard segera mengusir dokter Harry, hal yang sering dia lakukan mengingat dokter Harry juga termasuk temannya, meskipun tidak begitu akrab, saat dokter Harry kedapatan melihat wajah istrinya intens, langsung saja Allard menyeret tangan dokter itu, membawanya keluar kamar, ntah mengapa dia bersikap demikian, ia pun sedang bingung dengan dirinya sendiri.

.................

Hay hay sayang kuhhh.....

masih sru apa udah garing nih konfliknya???

kasih tau donk lewat comen yaa..

tetap vote dan like juga yaa...

makasih. .....

☺☺😘😘😘🙏🙏🙏

1
Majotiku
Luar biasa
Jarmini Wijayanti
kok end sih thor
Jarmini Wijayanti
yang hot dong thor🙏
Jarmini Wijayanti
tegang banget
Jarmini Wijayanti
lanjut 👍👍👍👍
fahmi
😘😘😘😘😘😘😘
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Agustina Kusuma Dewi
menunggu generasi gen mafia all n max..
Agustina Kusuma Dewi
hmmm..lanjt s2 deh
Agustina Kusuma Dewi
mau..
lanjut seru ketemu
Agustina Kusuma Dewi
be calm
Agustina Kusuma Dewi
yg makin cinta
minim iklan
ditonton ya gaess
buat kk othor nya
ben always semangat
bikin halau pr mak rempyong
Agustina Kusuma Dewi
la lupa apa, kan dijahit ulang
jd kyk baru kembali
sakit bercak darah spt pertama
Agustina Kusuma Dewi
warna pelangi di kamar
Agustina Kusuma Dewi
umbah umbah gaesss
di kucek ambek klerek yo
Agustina Kusuma Dewi
appertizer
Agustina Kusuma Dewi
tidak bosan
Agustina Kusuma Dewi
iklan
iklan
buat singa kecil
Agustina Kusuma Dewi
hecker gaesss
Agustina Kusuma Dewi
nah gt
buat pengumuman selukuh dunia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!