Hani di tekan oleh keluarganya untuk menikah sedangkan Hani telah jatuh cinta pada seorang pria. Tapi sayang pria itu telah beristri. Di tengah kegalauannya Hani bertemu teman lama Rere, dan dikenalkan pada abangya Rere. Abang nya Rere mengajak untuk ta' aruf. Hani dan keluarganya menerima ta'aruf itu. Tanpa mengetahui ada udang di balik batu. Mereka sampai ke tahap pernikahan.
Setelah menikah Hani menemui banyak rahasia dan misteri di keluarga suaminya. Ternyata mereka hanya memanfaatkan Hani untuk mendapatkan harta. Suami Hani juga sudah memiliki kekasih.
Mereka bahkan ingin mencelakai Hani dan keluarganya. Hani tidak tinggal diam. Ia bukan wanita lemah. Ia akan membalas setiap sakit yang mereka berikan.
Hani akan membalikkan keadaan lihat saja siapa yang akan menjadi pemenangnya. Who's the last standing ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EuRo40, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ch. 21. Selamat tinggal Rere
Fatih Pov.
Aku ke apatemen baru Rere, tapi di tidak ada . Kemana dia pergi ?
Aku menunggunya di ruang tamu. sudah 15 menit aku menunggu tapi Rere tak kunjung pulang ke mana dia pergi.
Aku coba meneleponnya tapi no nya tidak aktif. Akhirnya aku pergi dari apartemen Rere. Mungkin dia ada di apartemen yang lama aku akan coba ke sana.
Setengah jam kemudian aku sudah sampai. Dia juga tidak ada. Aku ingat Rere pernah mengajakku ke apartemen temannya. Aku akan ke sana siapa tahu dia tahu keberadaan Rere. Di depan unitnya, aku memencet bel dan betapa terkejutnya aku, melihat Rere lah yang membukakan pintu dengan hanya memakai pakaian tidur yang sexy. Apa yang dilakukannya di sini?
" Rere, kenapa kamu ada di sini?" Belum Rere menjawab ku. Terdengar suara.
" Siapa sayang ?" Lalu datang pria itu , namanya Wisnu kalau tidak salah. Bagian tubuh atasnya polos hanya memakai celana tidur. Apakah mereka habis tidur berdua? Wisnu tampak terkejut. Tapi kemudian dia tersenyum miring. Rupanya dia ingin mengejekku. Sedangkan Rere dia masih bertahan dengan wajah shock nya , dia pasti tidak menyangka aku akan ke sini dan menangkap dia sedang berselingkuh.
" Oh..sepertinya aku tahu apa yang terjadi ! Bagus ya.. untung saja aku ke sini jadi aku tahu wajahmu yang sebenarnya. Sudah berapa lama kalian berhubungan ?"
" Sayang dengar dulu ini.. ini tidak seperti apa yang kau bayangkan aku bisa menjelaskan !" Ucap Rere mencoba mengelak. Huh memangnya aku pria bodoh. Aku tatap Wisnu untuk meminta penjelasannya.
" Aku bertanya padamu, Jika kau gentle maka kau akan jujur dan mengakuinya, kecuali jika kau pengecut kau akan mengelak !" Ucapku sedikit menyentil egonya agar dia mau jujur padaku.
" Hem, aku berhubungan dengan Rere sudah lama, 3 tahun !" Dia terpancing dan jujur padaku tapi jawabannya membuatku terkejut. Ku pikir Rere begini karena aku menikah dengan Hani tapi ternyata hubungan gelap ini berlangsung bahkan jauh sebelum itu saat hubungan kami baik -baik saja.
" Begitu rupanya, Tuhan memang adil. Kebenaran pasti akan terungkap walau kau tutupi dengan rapi !"
" Mungkin memang sudah waktunya. Aku memiliki yang aku inginkan dan kamu sudah seharusnya bersama Hani istrimu. Akhiri hubunganmu dengan Rere. Biarkan dia jadi milikku seutuhnya !" Ucap Wisnu.
" Tidak ! Kenapa kamu bilang seperti itu ! Aku mencintai Fatih dan tidak ingin berpisah dengannya. Jadi berhenti bicara omong kosong !" Perkataan Wisnu langsung mendapat penolakan dari Rere. Tidak mau berpisah denganku? Mencintaiku? Yang benar saja ! Mana ada cinta tapi selingkuh. Dan mana mungkin aku masih mau berhubungan denganmu setelah mengetahui semua ini. Aku gila namanya kalau masih mau dengan wanita sepertimu.
" Apa maksudmu Re. Kita saling mencintai. Kita bisa bangun mahligai cinta kita sendiri dan bahagia. Kau menjadi satu-satunya wanita untukku. Dan akan aku jadikan satu-satunya istri. Tidak seperti Fatih yang hanya menjadikan kamu simpanan dan selingkuhan. Dia tidak mencintaimu Rere tapi aku.. aku yang mencintaimu !" Aku hanya menyaksikan perdebatan mereka.
" Tapi aku tidak mencintaimu ! Kau tahu itu. Aku mencintai Fatih hanya Fatih !"
" Lalu selama ini apakah tidak berarti bagimu semua yang ku lakukan untukmu. Percintaan kita apakah itu juga tidak berarti ?"
" Semua yang kita lakukan sangat berarti. Tapi itu hanya sebatas untuk menghiburku, hanya bersenang-senang. Tidak ada cinta dalam hatiku." Oh jadi wanita juga bisa bercinta tanpa ada rasa cinta. Ku pikir hanya pria yang bisa melakukannya. Karena wanita adalah makhluk yang lembut dan penuh perasaan. Tapi Hani juga mau bercinta dengan ku apa itu karena Hani mencintaiku? Atau dia juga seperti aku dan Rere bisa bercinta tanpa rasa cinta. Aku rasa sudah cukup aku di sini. Menyaksikan perdebatan tak penting bagiku.
" Rere , Wisnu benar kita akhiri saja hubungan ini. Aku akan kembali pada Hani dan mulai belajar mencintainya. Selamat tinggal kekasih gelapku." Ucapku mengakhiri hubunganku dengan Rere. Perdebatan mereka sudah cukup menjelaskan apa yang terjadi. Aku pergi dari tempat itu. Masih dapat aku dengar perdebatan mereka. Rere berusaha mengejarku tapi Wisnu menahannya. Aku masuk lift dan begitu lift tertutup maka tertutup sudah pintu hatiku untukmu Re. Pengkhianatanmu tak dapat aku maafkan 3 tahun aku seperti orang bodoh memperjuangkanmu di depan Opa. Sampai Opa terkena serangan jantung itu karena aku ingin bersama mu Re. Tapi ini kenyataanya yang terjadi.
Pintu lift terbuka dan aku bergegas ke mobil lalu pergi secapatnya dari tempat itu. Tempat yang tak akan pernah aku injak lagi. Biarlah aku berikan apartemen itu untuknya itung-itung balasan dia atas apa yang telah dia lakukan untukku.
Ku lihat jam tanganku sudah jam setengah 7 malam. Aku menyetel musik. Sebentar lagi aku akan sampai rumah. Tinggal satu lampu merah lagi. Dan setelah aku melewati lampu merah aku harus melalui jalan yang sepi ke arah rumah Adinata. Tiba-tiba ada motor yang menyalipku dan berhenti di tepat di depanku. Beruntung aku dapat menginjak rem tepat waktu. Aku keluar dari mobil untuk menegur mereka. Tapi baru saja beberapa langkah seseorang dari mereka mengeluarkan senjata tajam dan mengancamku.
" Serahkan dompetmu dan kunci mobil !"Seru pria berkaos hitam dengan rambut di ikat. Mereka memakai slayer yang di ikat untuk menutupi wajah.
" Kalian pikir siapa kalian bisa mengancam saya !" Tentu saja aku tidak akan menuruti mereka.
" Wah..kurang ajar nih orang nantangin kita ! gue adalah orang yang akan bunuh lo, kalau lo gak nyerahin harta lo!"
" Langkahi dulu mayat ku !" Mereka mulai menyerang, dan mengeroyokku. Aku kewalahan menghadapi mereka berdua sekaligus.
Sreeet...
" Aww " Tanganku terkena pisau belati salah satu dari mereka. Lalu mereka bersiap menyerangku kembali, aku akan menangkis mereka dan mundur ke belakang namun rupanya di belakang ada batu dan aku tersandung lalu jatuh terjengkang. Mereka mengarahkan belati itu padaku seperti ingin menusukku. Aku sudah pasrah dan memejamkan mata.
Tapi kemudian aku mendengar, suara orang terjatuh. Aku buka mataku. Aku tak percaya yang ku lihat. Benarkah ini ? Dia begitu gesit melawan mereka dan tidak ada rasa takut sedikitpun . Padahal mereka menggunakan senjata tajam.
Tapi dia menghadapinya seperti seorang ahli. Justru para penjahat itu yang kewalahan menghadapinya.
Aku tidak menyangka dia memiki kemampuan bela diri. Biasanya aku menyebut orang seperti mereka betina jantan.
Dia terus di serang dari dua arah. Aku harus membantunya. Dia pasti kewalahan. Aku bangkit dan bersiap menghajar salah satu dari mereka.
" Rasakan..ciat....." Teriaknya.
Bugh...krek..
" AAAAA" Teriakan kesakitan terdengar, rupanya dia mematahkan jari pejahat itu dan senjatanya pun terlepas tak cukup sampai di sana. Ia juga menendang ******** nya.
Tak lama terdengar suara sirine. Salah satu penjahat kabur menaiki motor meninggalkan temannya yang kesakitan, tidak setia kawan sama sekali. Tapi polisi mengejarnya dengan menaiki motor.
Polisi lain datang menghampiri kami dan menangkap penjahat itu.
" Terima kasih Mba..mereka adalah buronan sudah lama kami mencari mereka. Berkat laporan mba kami bisa menangkapnya." Ucap polisi itu padanya.
" Sama-sama Pak. Alhamdulillah semua atas pertolongan Allah." Ucapnya. Dia memang orang yang rendah hati. Aku menjadi kagum padanya.
...----------------...