NovelToon NovelToon
KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU

Status: tamat
Genre:Horor / Sudah Terbit / Eksplorasi-misteri dan gaib / Misteri / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Junan

Juara Pertama "Lomba Menulis Novel Cerita Seram" yang diadakan oleh Noveltoon.

Mbah Arni dan suaminya bersahabat dengan seorang penari tradisional. Saat menginap di rumah Mbah Arni, penari itu tiba-tiba lenyap ditelan bumi.

Semenjak hilangnya penari itu, setiap malam Mbah Arni merasa ada yang berkelebatan di sekitar rumahnya. Terlebih, ketika suaminya sudah meninggal dan Mbah Arni tinggal sendirian, bayangan itu semakin intens mengganggu perempuan tua itu.

Apa yang terjadi dengan penari itu? Mengapa sahabat lain Mbah Arni yang bernama Lastri memilih mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri?

Mengapa Imran dan Parto takut dengan Mbah Arni?


SEASON KEDUA

Imran yang baru masuk SMP bertemu dengan seorang gadis misterius yang hanya ia temui di hari pertama ia bersekolah.

Ke mana perginya gadis itu?

Mengapa nama gadis itu sama dengan nama teman kedua orang tuanya yang tewas kecelakaan puluhan tahun yang lalu?

Apa yang dilakukan ayah Imran dan teman-temannya ketika SMP?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PART 22 DIBURU PEMBUNUH

"Subhanallah"

Ternyata tukang tambal ban tersebut adalah seorang difabel. Bagian matanya hanya berupa cekungan seperti tidak ada bola matanya.

"Nggak usah takut, Le. Bapak memang begini sejak masih kecil." Kata tukang tambal ban

"Eh....Iya. Mohon maaf ya, Pak?" Jawabku karena merasa tidak enak sudah terkesan terkejut setelah melihat fisiknya.

"Tidak apa-apa, Le. Bapak sudah terbiasa dengan reaksi orang-orang pertama kali ngeliat Bapak." Jawab tukang tambal ban lagi.

"Terimakasih banyak, Pak. Atas pengertiannya."

Sebenarnya aku masih ingin meminta maaf yang sangat dalam kepada tukang tambal ban tersebut tapi setelah aku pikir-pikir kalau aku terlalu berlebih-lebihan maka terkesan menganggap bapak itu berbeda denganku. Aku meminta maaf sekedarnya saja, toh bapak itu nyatanya dalam keterbatasan fisiknya dapat mengerjakan sesuatu yang belum tentu bisa dilakukan orang normal.

"Bapak sudah lama jadi tukang tambal ban?"

"Bapak sudah jadi tukang tambal ban mulai lulus SD sampai sekarang."

"Wah. Lama juga ya, Pak?"

"Ya.. sekitar 30 tahunan."

"Bapak nggak ada yang bantuin?"

"Ada. Nanti pulang sekolah biasanya anak Bapak bantuin. Dia pulang jam 3 sorean biasanya."

"Alhamdulillah. Anak bapak sekolah dimana?"

"STM jurusan mesin."

"Cocok dong kalau bantuin Bapak di sini."

"Iya, memang cita-citanya ingin membesarkan usaha Bapaknya."

"Mantap itu."

Tema obrolanpun mengalir begitu saja mulai dari bagaimana waktu kecil ia dirundung oleh teman-temannya hingga bagaimana ia bertemu dengan seorang wanita yang kini menjadi istrinya. Akupun mendengarkan cerita beliau dengan antusias.

"Alhamdulillah selesai."

Cepat sekali tukang tambal ban tersebut mengerjakan tugasnya. Dengan mengandalkan feeling dan pengalamannya dia mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dalam hati aku kagum dengan kegigihan beliau. Dengan keterbatasan fisik dapat survive di jaman yang penuh persaingan ini. Apa yang beliau kerjakan jauh lebih mulia dari pejabat yang hobinya korupsi.

Tak lama setelah bannya selesai ditambal, bapakpun datang dan segera membayar ongkos tambal ban yang ternyata murah sekali. Bapak melebihkan sedikit sebagai ucapan terima kasih. Kamipun melanjutkan perjalanan ke Polsek.

- - - - - - - - -

Di Polsek

"Assalamualaikum."

"Waalaikkumsalam. Selamat pagi ada yang bisa kami bantu?"

"Begini, Pak Polisi. Kami ke sini ingin melaporkan beberapa hal terkait kasus bunuh diri seseorang bernama Lastri di Kampung Jatisari. Kami memiliki bukti baru bahwa Lastri tidak mati bunuh diri melainkan dibunuh seseorang bernama Agus. Agus ini sekarang masih hidup dan berkeliaran di kampung kami. Dia sudah pernah berusaha menculik kedua anak ini, untung gurunya yang bernama Pak Hermanto dan Pak..... Siapa, Le?

"Pak BH.....eh Pak Burhan"

Parto cekikikan mendengarku salah sebut nama.

"Iya.. Pak Herman dan Pak Burhan melihat kejadian tersebut dan menyelamatkan kedua anak ini."

"Tunggu ya, saya cari berkas-berkasnya dulu tentang kasus tersebut."

Pak Polisi meninggalkan kami sebentar kemudian kembali bersama rekannya yang lebih senior sambil membawa sebuah map.

"Pak Kyai?" Sapa Polisi yang satumya yang lebih tua dengan ekspresi wajah penuh keheranan

"Nak Prapto?" Jawab Mbah Nur dengan yak kalah heran.

"Iya benar, Pak Kyai. Subhanallah akhirnya saya bisa bertemu dengan sahabat almarhum ayah." Kata Polisi tersebut sambil memeluk Mbah Nur dengan erat. Ada tetesan air mata yang mengalir di sana.

"Apa kamu bilang? Dibyo, ayahmu sudah meninggal?" Tanya Mbah Nur sambil melepas pelukan Pak Prapto

"Iya, Pak Kyai. Bapak meninggal setahun yang lalu karena diabetes." Tangis Pak Prapto makin pecah di pundak Mbah Nur.

"Innalillahi wainna ilaihi rojiuun.... Saya turut berduka dengan meninggalnya ayahmu. Dia seorang TNI yang baik, insyaallah Allah SWT menempatkannya di surga."

"Aamiiin....."

"Ayo hapus air matamu! Malu dilihat juniormu. Masak ada polisi cengeng? Jadilah polisi yang baik yang mengayomi masyarakat seperti apa yang pernah dilakukan almarhum ayahmu dulu. Seorang TNI yang sigap, tanggap, dan peduli kepada masyarakat."

"Inggih, Pak Kyai. Terimakasih nasehatnya. Saya baru saja dimutasi ke Polsek ini. Sebelumnya saya bertugas di Kalimantan. Jadi mohon maaf sekali, Pak Kyai. Saya tidak sempat berkunjung ke Pak Kyai, padahal waktu masih SMA, saya, ibu, dan almarhum ayah pernah tinggal di rumah Pak Kyai selama beberapa tahun."

"Iya, tidak apa-apa, Prapto. Saya memaklumi itu. Semoga ke depannya kamu bisa sering main ke rumah saya. Mumpung saya masih hidup."

"Jangan bilang gitu, Pak Kyai. Semoga Pak Kyai panjang umur selalu. Oh ya bagaimana kabar Bu Nyai?"

"Alhamdulillah sehat. Dia pasti senang kalau mendengar berita tentangmu."

Kemudian pembicaraan berlanjut ke hal yang lebih serius yaitu tentang kasus pembunuhan Mbah Lastri dan Penculikan oleh Agus. Kotak coklat diserahkan kepada Pak Prapto, katanya akan diteruskan ke Polres atau Polda untuk dilakukan uji forensik atau tes DNA. Kita berempatpun diberondong dengan beberapa pertanyaan untuk dicatat di Berita Acara Pemeriksaan. Sore hari baru kami boleh pulang.

"Terimakasih atas kerjasama Pak Kyai dan semuanya. Insyaallah kami mulai malam ini akan mengirim tim untuk mengadakan patroli pengamanan di Kampung Jatisari. Dengan bantuan warga di sana semoga Agus bisa segera ditangkap dan kasusnya bisa terpecahkan. Nanti kalau kami membutuhkan informasi lanjutan, kami akan menghubungi kalian."

"Kami yang justeru berterima kasih kepada Bapak-Bapak Polisi semuanya yang bersedia membantu kami."

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

Sekali lagi Pak Prapto memeluk Mbah Nur seolah hal itu sebagai pengobat kerinduannya kepada almarhum ayahnya.

--------

Kami sampai di rumah menjelang maghrib.

"Assalamualaikum..."

Tidak ada jawaban dari dalam rumah

"Assalamualaikum"

Tetap tidak ada jawaban

"Assalamualaikum.."

Masih tidak ada jawaban

"Coba lewat pintu belakang, Im. Mungkin ibumu sedang mandi jadi tidak dengar."

"Baik, Pak."

Aku melangkah ke arah belakang rumah. Langit sudah surup jadi pemandangan di belakang rumah sudah tidak bersahabat lagi. Pintu belakang tertutup tapi ketika kutarik gagangnya pintu itu terbuka. Tidak biasanya ibu membiarkan pintu belakang tidak terkunci seperti itu. Pintu belakang aku buka lebar-lebar supaya ada cahaya luar yang masuk meskipun sedikit.

"Ya... Tuhan" Pekikku dalam hati.

Aku terkejut mengapa barang-barang di dapur menjadi berantakan seperti itu. Panci dan nampan berada di lantai tanah, sedangkan nasi dan lauk pauk bertebaran kemana-mana.

"Bapaaaaaaaak.........." Aku berteriak. Bapak panik dan berlari ke arahku

"Ada apa, Im?" Katanya terengah-engah setelah berlari.

Bapak tak kalah terkejut denganku menyaksikan pemandangan amburadul seperti itu.

"Buuuuuuk......Buuuk....." Bapak panik memanggil-manggil nama ibuku

"Ibuuuuu.....Ibuuuuuu....." Aku juga ikut panik

Bapak mengambil senter yang ada di laci meja makan. Dan mengarahkan cahaya senter ke sekeliling dapur. Melihat benda-benda dapur yang berantakan kami semakin panik dan mengkhawatirkan keadaan ibu.

"Ibuuuuuu....."

"Ibuuuuuk....."

Kami melangkah ke ruang tamu, di sana tidak ada ibu ataupun benda yang berantakan. Di seluruh kamarpun tidak ada ibu maupun benda yang berantakan. Kita kembali ke dapur. Kembali mengarahkan cahaya senter ke seluruh penjuru dapur. Tidak ada satu sentipun tempat yang luput dari cahaya senter.

"Pak! Itu ada sesuatu di pinggir pintu."

Bapak buru-buru mengambil tulisan pada sebuah kertas berwarna putih. Aku mengikuti bapak dan ikut membaca tulisan jelek tersebut

"INI HUKUMAN BUAT KALIAN YANG BERANI MELAWANKU. SATU PERSATU DARI KALIAN AKAN KU BUNUH DENGAN PERLAHAN."

"Ibuuuuuuuuuuuu.............."

Aku menangis meraung-raung sehingga Parto dan keluarganya datang ke rumah.

-bersambung-

1
LyssLonely
uda baca 2020,sekarang balik lagi di tahun 2026
LyssLonely
uda baca 2020,kembali di tahun 2026
intan naysila
kesimpulanku :
pak rengga melecehkan mita karna minta cantik dan makaya ada cerita anak dilecehkan saat masuk ruang lab pak rengga, mita hamil dan pak rengga gak mau tanggung jawab makanya dia coba bunuh Mita dgn menabrak mita
Junan: baca sampai tamat kak
total 1 replies
Evellyn Decianaa
Udah baca pas 2020, 2024 sekarang baca lagi.. 😂😂😂
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🍾⃝ͩʟᷞɪͧʟᷡʏͣˢᵗᵃʳ💫ℛᵉˣ
padahal baca ini siang2, tapi ntah kenapa ada rasa takut membacanya.
baru beberapa chapter aja udah buat sakit jantung
Tantina Wyvaldia
gimana kalau p anton nikahi sepupunya parto?
Tantina Wyvaldia
Luar biasa
Tantina Wyvaldia
ceritanya terinspirasi "LIMA SEKAWAN", ya kak?
Tantina Wyvaldia
penuh kesenduan
Tantina Wyvaldia
get soul
Tantina Wyvaldia
astagfirullah
Tantina Wyvaldia
Luar biasa
Mini Upa
lumayqn bagus aku tungu dgn dgn kish selanjutx
Tantina Wyvaldia
kak author sukses bikin takut
Tantina Wyvaldia
semakin menarik dan pantas jadi yang terbaik, sayang, aku terlambat tahu cerita ini
van aridanaa
Kecewa
van aridanaa
Buruk
Fadlan
Luar biasa
cristian cris
kok aku yang patah hati ya gamonnya dari 2021 sampai 2024
Eka Pratiwi
sangat menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!