Drama rumah tangga, mohon bijak dalam membaca.
Season 1 Erik dan Meta.
Dinyatakan hamil setelah menjalin hubungan gelap dengan mantan pacarnya.
Siapakah ayah dari anak yang dikandung Meta?
Penyesalan datang terlambat, Ia berusaha menyelamatkan pernikahannya.
Season 2 Tomo dan Anisa.
Pria yang tidak bisa setia, akankah ia bisa mengembalikan keluarganya seperti sediakala?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariAdja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 . Di Meja Makan.
Pagi hari Anisa bangun, dan bahagia sekali melihat Tomo yang tidur di sampingnya. Dia mengecup Tomo dan mengingat kejadian semalam betapa perkasanya suaminya itu semalam.
Sebelum beranjak dari tempat tidur Anisa menyempatkan mencium kening Tomo, yang masih terlelap tidur. Bahagia sekali Anisa wajah Tomo yang dia lihat pertama kali saat dia membuka mata di pagi hari.
Kemudian Anisa berjalan ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Sejuknya air dingin menyapu busa - busa dikulitnya, memberi kesegaran dan semangat baru untuk hari ini.
Selesai mandi Anisa memilih baju yang ada di lemari bajunya, banyak sekali baju yang belum dia pakai, ada baju yang di endorse ada juga baju yang dia beli sendiri dari uang yang dia dapat karena mempromosikan makanan, atau barang lainnya.
Pilihanya tertuju pada baju piyama warna pink, hari ini Anisa tidak berencana pergi kemanapun, dia hanya akan dirumah dan bersama Tomo sepanjang hari.
"Sayang bangun, dah jm 7 biasanya kita sarapan bareng sama ayah sebelum dia berangkat kerja, itu harus, karena sudah menjadi kebiasaan dirumah ini" mencoba membangunkan Tomo yang masih terlelap memeluk guling.
"Sebentar, masih ngantuk! "jawab Tomo kembali menaikan selimutnya.
"Nanti ayah marah, kamu mau ayah marah lagi sama kamu, kamu ga mau berusaha ngedapatin hati ayah aku?" kata Anisa kesal dengan Tomo.
"Iya sayang, aku bangun nih,! jawab Tomo dan beranjak dari tidurnya.
"Mandi sana habis ini kita turun!" perintah Anisa.
"Iya aku mandi nih" jawab Tomo.
Sambil menunggu Tomo yang sedang mandi Anisa merapikan kamarnya, kamar dengan ukuran 6x6 yang bernuansa pink dengan tirai warna putih dan ada foto Anisa dicetak besar dipasang disalah satu sisi dinding yang biasa iya gunakan sendiri kini dia akan tidur dikamar itu bersama Tomo suaminya.
Selesai Tomo mandi, Anisa langsung mengajaknya keruang makan yang berada dilantai 1, ruang makan berada tepat disebelah dapur, dengan satu set meja kursi makan dari kayu dilengkapi penutup meja kursi yang senada,disana sudah ada bu Arin dan dua pembantunya sedang mempersiapkan makanan.
Banyak makanan yang sudah di hidangkan, ayam panggang, tumis kangkung, telur balado, dan piring yang berisi macam -macam buah.
Anisa dan Tomo duduk disana terlebih dahulu, kemudian Andre yang dari kamar lantai dua turun juga dan duduk di hadapan Tomo.
Bu Arin juga sudah duduk di sebelah Andre, tinggal pak Budi yang belum berada di meja makan.
Andre menatap benci ke arah Tomo, dia benar - benar belum terima dia menjadi suami Anisa.
Kemudian pak Budi datang dan duduk di kursinya.
Bu Arin mengambilkan nasi dan lauk untuk pak Budi, Andre mengambil lauknya sendiri dan Anisa mengambilkan nasi dan lauk untuk Tomo, karena dia masih canggung berada di antara keluarga Meta.
"Selamat makan" kata Anisa mencairkan suasana beku di meja makan, tidak satu orang pun yang berniat mengajak Tomo bicara.
"Iya selamat makan" kata Tomo, karena tidak satupun dari mereka yang menjawab ucapan Anisa.
" Iya" jawa bu Arin singkat sedangkan pak Budi dan Andre acuh dan sibuk dengan makanan mereka tak peduli sedikitpun pada Anisa dan Tomo.
Anisa memperhatikan satu persatu keluarganya, mulai dari pak Budi, bu Arin dan Andre kakaknya semua tidak ada yang respect dengan Tomo.
" Ada apa dengan kalian semua, tidak biasanya suasana sarapan pagi seperti di kuburan" kata Anisa kesal pada ayah ibunya karena masih belum menerima Tomo.
"Emmm..." hanya itu yang keluar dari pak Budi, tanpa melihat Anisa sedikitpun.
Seolah bekerja sama bu Arin juga tidak melihat ke arah Tomo ataupun Anisa dia sibuk megunnyah makanannya sendiri.
"Ada apa sih dengan kalian!" bentak Anisa marah dan kesal sendiri dengan suasana di meja makan.
Pak Budi dan bu Arin masih diam, sedangkan Andre langsung pergi meninggalkan meja makan tanpa sepatah katapun.
Anisa merasa sangat kesal melihat orang tuanya yang mengcuhkannya, seumur hidupnya baru pertama kali ayah dan ibunya bersikap seperti ini.
"Ayah, ibu kalian jangan diam saja," kata Anisa berharap ayah dan ibunya bicara.
Tomo hanya diam tidak tau apa yang harus di lakukan, dia memandangi kedua mertuanya yang mengacuhkan Anisa.
Pyaaaaarrrrrrrrr..... Anisa membanting piring yang di hadapannya.
Kedua pembantunya yang di dapur berlari melihat apa yang sedang terjadi.
Sebelum Anisa lebih marah lagi Tomo menuntun Anisa kekamar di lantai dua dia takut Anisa akan semakin kesal dan tidak terkendali.
Pak Budi masih diam hanya sekilas dia melihat Anisa dengan air mata yang sudah hampir menetes, sedangkan bu Arin yang sudah tidak kuat lagi berpura - pura Acuh pada Anisa, dia marah kepada pak Budi.
"Sudah cukup pak, aku tidak bisa melihat Anisa menderita seperti ini" kata bu Arin pada suaminya yang menyuruhnya bersikap seperti itu.
"Kenapa ibu marah sama bapak? bapak begitu cuma pengen Anisa tau kalau dia salah, hal yang dia lakukan sudah mempermalukan kita sekeluarga! " kata pak Budi masih merasa benar atas sikapnya tadi.
***
"Sayang kenapa kamu tadi marah - marah? " tanya Tomo pada Anisa setelah berada di kamar.
"Aku tidak suka sikap merekabyang seperti itu, seharusnya ayah dan ibu bisa menghargai pilihanku, aku pilih kamu seharusnya mereka bisa menerimanya" Anisa terisak di pelukan Tomo.
"Lain kali jangan seperti itu, kita dapatkan hati ayah dan ibu pelan - pelan, kita hrus sabar"Tomo menenagkan Anisa.
" Iya mas " jawab Anisa pelan dan sudah tidak bisa tersenyum lagi hari ini.
Bersambung...
***
Terima kasih sudah membaca tulisanku...
Jangan lupa like dan tinggalkan kritik dan saran di komentar.
😉😉😉
bagi wanita; ceraikan suami yg selingkuh krn sabarmu terbatas tak seperti Tuhanmu. tegaknya hak (keadilan) adalah batas sabar khusus bagi istri...😂👍💪
untuk dapat kesempatan kedua atas kesalahan perselingkuhan harus melalui tahap ini
mengaku salah
benar2 menyesal
berjuang minta maaf
berjuang menebus kesalahan
berjuang memperbaiki kesalahan
berjuang mendapat kesempatan kedua
berjuang mengobati hati pasangan yang luka
menebus kesalahan dengan kebahagiaan
baru benar2 dibilang layak dapat kesempatan kedua
tapi kalau dengan mudah dimaafkan perselingkuhan bisa saja terulang
dan meta tidak berjuang sama sekali dan hanya karena suaminya mempunyai cinta yang tulus meta bisa dapat kesempatan
sebenar meta belum pantas dapat kesempatan kedua hanya kerena dia pemeran utama wanita jadi dia tidak perlu berjuang karena posisi pasti aman
untuk novelis jangan malu buat karakter wanita berjuang
dan satu lagi pebinor tetap laknat
Sampah bener...
ga slalu laki2 yg salah dlm novel, perempuan bisa juga salah
mantap thor.