Gil kembali ke masa lalunya dan menyelamatkan Ayasha untuk menyelamatkan dirinya sendiri dimasa kini.
Tapi ternyata semuanya malah berjalan di luar kendali Gil. Mengubah masa lalu berarti mengubah masa depan pula.
Dan hal itu membuat Gil berhadapan dengan mafia kejam di negara Dabai.
Mampukah Gil membuat keajaiban untuk dirinya sendiri? Menyelamatkan dirinya dan Ayasha sekaligus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RETURN BAB 22 - Rencana Baduri
Dan disinilah kini Gil berada, berdiri tepat di belakang Asmeer yang tengah duduk menangisi sang anak.
Gil terpaku, menatap nanar tubuh Ayasha yang sudah tak berdaya. Kenangan-kenangannya bersama gadis ini kembali berputar, tentang pertemuan pertama mereka yang membicarakan banyak bunga untuk mendiang ibu Ayasha, lalu membuat tanda matahari di tangan kanannya, lalu jaket rajut Ayasha berwarna merah yang ia gunakan untuk mengeringkan tubuh dan masih banyak lagi.
Kenangan-kenangan itu terus berputar seperti kaset rusak.
lamunan Gil pun putus saat ia mendengar Asmeer akhirnya buka suara. Memecah keheningan diantara mereka.
"Dia seperti ini karena ingin menyelematkanmu Gil," ucap Asmeer lirih, namun penuh dengan penekanan dan amarah.
Masih Asmeer ingat dengan jelas, saat Ayasha membidik musuh Gil, sampai-sampai ia tak sadar jika musuh sudah mengincarnya.
Banyak andaikan yang Asmeer harapkan, andaikan dia saja yang memegang pistol itu, andaikan mereka tetap berada di ruang bawah tanah, dan andaikan mereka mengabaikan semua orang termasuk Gil.
Dan mendengar ucapan Asmeer itu Gil pun menarik dan menghembuskan nafasnya pelan.
Sekuat apapun Gil mencoba merubah takdir agar Ayasha tidak terluka namun tetep saja semuanya diluar kendali.
Nyatanya Ayasha tetap terluka dan bahkan sama-sama koma seperti di masa lalu dan Asmeer pun tetap menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi.
"Maafkan saya Tuan, ini diluar kendali saya," jawab Gil.
"Demi Ayasha Gil, demi Ayasha tolong bunuhlah orang itu, dalang di balik semua ini," ucap Asmeer.
Sebuah ucapan yang membuat Gil langsung teringat akan Baduri. Seseorang yang Gil kira adalah dalang di balik semuanya.
"Baik Tuan," jawab Gil, setelah itu ia undur diri dari ruang rawat Ayasha. Kini bukan hanya penjaga Asmeer yang menjaga disana, beberapa aparat polisi pun mulai berjaga. Identitas Gil yang seorang pelayan membuatnya bebas keluar masuk. Tak ada yang tahu jika iapun sebenarnya adalah seorang pembunuh bayaran.
Di kediaman rumah Asmeer pun sudah dipenuhi oleh beberapa polisi, mengambil alih kasus ini secara hukum.
Sebelum polisi datang pun Gil masa lalu sudah lebih dulu pergi setelah ia menghilangkan jejak sebagai barang bukti.
Gil masa lalu pun sudah mengantongi satu nama tentang siapa dalang di balik semua ini. Sebelum Lord menghembuskan nafasnya yang terakhir, ia menyebutkan satu nama.
Baduri.
Seseorang yang memang mereka duga sebagai pelakunya.
Membelah jalanan kota Dabai yang sedang di guyur hujan, Gil masa lalu menemui Gil di rumah sakit. Dari pagi tadi hingga sore hari ini hujan terus turun, bahkan tak ada tanda hujan akan berhenti.
Dan disinilah kini Gil masa lalu dan Gil berada. Di dalam mobil yang berada di parkiran rumah sakit.
"Benar seperti dugaan kita Gil, dalang dari ini semua adalah Baduri," jelas Gil masa lalu.
Tak hanya itu, awalnya Baduri hanya berencana ingin membunuh Asmeer lalu menikahi Ayasha untuk jadi salah satu istrinya. Dengan menikahi Ayasha maka ia akan menjadi pemilik pertambangan Asmeer.
Namun diluar keinginan Baduri, Lord malah menargetkan Ayasha pula untuk dia bunuh.
Gil yang mendengar cerita itu pun mengepalkan tangannya kuat. Kemarahannya semakin membuncah saat mendengar Baduri berniat menikahi Ayasha.
Memanfaatkan gadis polos itu hanya untuk memenuhi keinginannya. Bahkan sampai membunuh Asmeer.
"Tua bangka itu harus mati di tangan kita Gil," ucap Gil.
Dan Gil masa lalu pun hanya menganggukkan kepalanya. Peperangan sesungguhnya akan segera dimulai.
br nemu kisah spt ini
keren