Senja, seorang perempuan yang mencari kebenaran atas apa yang terjadi dalam keluarganya.
Ayah dan adiknya meninggal di hari yang sama, sedangkan Ibunya selama 3 tahun tidak dapat mengenalinya karena hilang ingatan.
Selain mencari siapa penyebab kehancuran keluarganya, Senja dihadapkan dengan kisah cinta yang mewajibkan dia harus memilih antara dokter Sandi atau pengusaha Rama Permana.
Apakah Senja akan menemukan orang yang menyebabkan Ayah dan adiknya meninggal?
Dan siapakah cinta sejati Senja??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venny 22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dilamar untuk kedua kalinya
Ibu menanyakan apa yang aku bicarakan dengan Dokter Sandi. Aku memberitahu Ibu bahwa aku akan memerlukan waktu untuk menerimanya kembali.
Aku meminta saran pada Laras, apa yang seharusnya aku lakukan. Apa aku harus melakukan apa yang Dokter Sandi katakan, atau aku harus bagaimana.
"Ja, aku gak tau mau ngasih saran apa, yang tau itu cuma hatimu" ucap Laras.
"Aku pusing, aku mau kasus ini terungkap, tapi bagaimana caranya Dokter Sandi akan mengungkap kasus ini?"
"Itu yang jadi pertanyaanku juga" timpal Laras.
"Kenapa Dokter Sandi menginginkan aku menjadi istrinya, sedangkan setelah kejadian itu dia terus herhubungan dengan Raisa"
"Ja,apa Dokter Sandi pembunuhnya?"
"Gak mungkin"
"Semuanya bisa jadi mungkin Ja, kamu harus hati-hati mulai sekarang"
"Laras,kalau Dokter Sandi pembunuhnya, dia itu gak akan mau merawat Ibu"
"Mungkin ini alibi Dokter Sandi untuk menghancurkan keluargamu"
"Nggak nggak, kamu ngigo kan Ras"
"Ya udah terserah tapi kamu harus hati-hati mulai dari sekarang sama Dokter Sandi"
" Gak beres kamu Ras"
Aku meninggalkan Laras untuk mencari udara segar, dadaku sesak apalagi ketika Laras menduga kalau Dokter Sandi adalah si pembunuh itu. Ini tidak masuk akal, darimana dia bisa menyimpulkan itu.
"Mbak Senja" panggil seseorang yang akupun gak tau itu siapa.
"Ya, siapa ya?" tanyaku.
"Saya Andri, karyawan gerobak bakso Pak Jono, ini ada titipan buat Mbak Senja, tapi saya gak sempat tanya dari siapa Mbak" ucap laki-laki itu, yang ternyata karyawan baru di kedai bakso pinggir butik.
"Kamu tau ciri-ciri yang kirim paket ini?"
"Dia laki-laki, kulit sawo matang dan berkumis tipis Mbak, selebihnya aku lupa"
"Terima kasih ya"
"Sama-sama Mbak, saya permisi"
Aku membuka paket tersebut, lagi-lagi isinya gantungan kunci berinisial "J", kali ini terselip kertas di dalamnya, dan berisi ancaman.
Tak lama kemudian aku menerima telepon dari polisi yang membantu kasus pembunuhan Ayah dan adikku.
*Iya selamat siang pak.
Apa, Bapak menemukan sesuatu?
Saya akan ke kantor polisi sekarang Pak*.
Aku melaju secepat mungkin menuju kantor polisi.
"Selamat siang Mbak Senja" ucap Pak Arman, polisi yang tadi meneleponku.
"Selamat siang Pak, Bapak menemukan apa di kasus Ayah saya?"
"Kami memeriksa barang bukti,baju Ayah dan adik anda, ternyata kami menemukan ini" Pak Arman menyerahkan sesuatu padaku.
Ternyata gantungan kunci berinisial "J", sama seperti yang barusan aku terima.
"Tunggu Pak, ini saya juga punya barang yang sama persis, saya baru saja menerima paket tanpa nama pengirim sebelum saya berangkat kesini. Dan saya punya 1 lagi di rumah seperti ini Pak"
"Ini akan dijadikan barang bukti baru untuk kasus ini, Mbak Senja harap melaporkan apa saja yang terasa aneh yang dialami oleh Mbak Senja" ucap Pak Arman.
"Sebenarnya saya menerima teror di rumah beberapa minggu lalu Pak"
"Teror seperti apa?"
"Ada seseorang masuk halaman belakang rumah saya,dan dia menulis ancaman di tembok belakang rumah"
"Kami akan memeriksanya"
"Tidak Pak, saya takut Ibu saya tau"
"Apa Ibu anda telah kembali?"
" Iya Pak, Ibu saya gak tau tentang teror itu Pak. Jadi saya gak mau ada polisi datang ke rumah, karena saya takut Ibu teringat lagi peristiwa itu"
"Ya sudah, kalau ada apa-apa Mbak Senja bisa menghubungi kami, dan kami akan menghubungi Mbak Senja jika ada kemajuan di kasus ini"
"Terimakasih Pak, kalau begitu saya pergi dulu"
J? siapa J yang dimaksud disini. Semoga teka teki ini segera terbuka.
*Halo Dokter Sandi, aku mau ketemu kamu sekarang, apa bisa?
Oke kalau begitu kita bertemu di cafe Serayu sekarang*.
Aku langsung melaju ke cafe Serayu, dan ternyata Dokter Sandi sudah tiba disana.
"Maaf Dok, aku terlambat"
"Tidak apa-apa, ada apa Senja?"
"Aku mau tanya sama kamu Dok"
"Senja, panggil aku Mas ya, karena sebentar lagi aku akan menjadi suamimu"
"Hah suami? bahkan aku belum memutuskan apa pun"
"Oke jadi mau kamu apa?"
"Bagaimana cara kamu menemukan pembunuh Ayah dan Jingga?"
"Apa aku harus membukanya sekarang disini?"
"Kamu akan bantu aku kan? jadi kita 1 team"
"Nggak Senja, permainannya bukan begitu. Kamu harus memutuskan untuk menikah denganku, baru aku akan memberikan cara agar kita bisa menemukan pembunuhnya"
"Kenapa kamu terobsesi untuk menikahiku?"
"Kamu akan tau setelah kamu menikah denganku"
"Gak ada gunanya aku bicara sama kamu, toh kanu gak mau bekerja sama sama aku"
"Hei hei hei, siapa yang tidak bekerja sama, aku atau kamu?"
"Aku nyesel kenal sama kamu" aku melangkah pergi dari cafe itu meninggalkan dia yang tertawa puas.
"Kalau begini jadinya, omongan Laras mungkin ada benarnya" batinku.
Sore itu aku pulang ke rumah, tak ada bosannya Ibu membicarakan hubunganku dengan Dokter Sandi. Ibu mau aku segera menikah dengannya.
"Bu, aku belum mau memikirkan untuk menikah"
"Kenapa? umur kamu sudah tak muda lagi kan"
"Sebenarnya, aku masih mau mencari" lidahku kelu, aku tak bisa meneruskannya.
"Mencari apa?"
"Aku mau mencari orang yang tepat untukku"
"Yang seperti apa?"
"Bu tolong jangan gini dong"
"Senja, Ibu itu udah kehilangan Ayah dan Jingga, Ibu cuma punya kamu sekarang, umur Ibu mungkin gak lama lagi, jadi tolong nak kamu harus mengabulkan keinginan Ibu ini, toh dari dulu Ibu tidak minta apa-apa sama kamu"
Benar, Ibu memang tidak pernah meminta apa-apa padaku. Tapi sekalinya Ibu meminta, aku tak bisa mengabulkannya. Bagiku, lebih baik Ibu meminta rumah Ayah yang telah ku jual di Bandung dibanding aku harus menikah dengan orang yang telah mengecewakanku.
"Senja, kita gak tau hidup kita ini akan sampai kapan, yang jelas saat ini Ibu mau melihat kamu menikah, mempunyai suami yang bertanggung jawab atas hidupmu, mempunyai anak yang lucu, itu pinta Ibu, apa susah bagimu?"
"Bu, tidak susah untuk mengabulkan permintaan Ibu tapi bukan Dokter Sandi orangnya Bu"
"Lantas siapa?"
"Aku cape Bu, aku ke kamar dulu"
Ya, aku tidak bisa menjawab pertanyaan Ibu. Aku tidak mempunyai seseorang untuk dijadikan suami. Aku belum mau menikah, aku masih mau mencari pembunuh itu.
Hari demi hari ku lewati dengan sepi, tak ada senyuman Ibu untukku. Aku mulai jarang pulang, karena aku selalu berselisih paham dengan Ibu.
Hari ini aku pergi ke rumah Tante Gita, untuk sekedar melepas rindu dan melepaskan sesak di dada yang selama beberapa hari ini makin menyiksa.
"Hai Tante" sapaku.
"Hai Senja, apa kabar?"
"Baik Tante, Tante gimana?"
"Tante baik, wajahmu kenapa pasti ini ada masalah kan?"
"Iya Tante"
"Kenapa, cerita ke Tante"
"Tante tau kan aku udah putus sama Dokter Sandi, nah sekarang Ibu malah jodohin aku sama dia, kan sebel"
"Iya Rama cerita ke Tante kalau kamu putus sama Sandi, terus apa yang kamu lakukan sekarang?"
"Aku pusing Tante, sudah berhari-hari aku tidak saling sapa sama Ibu"
"Gak boleh gitu dong anak manis, itu Ibu kamu masa iya gak saling sapa"
"Abisnya Ibu terus aja bilang kalau aku harus nikah sama Dokter Sandi, Tante aku akan terima kalau Ibu mau aku segera menikah, tapi aku gak mau sama Dokter Sandi Tante tolong aku"
"Senja, untuk kedua kalinya Tante mau tanya ini sama kamu"
"Tanya apa Tante?"
"Apa kamu mau jadi istri dari anak Tante, Rama?"
Niat hati aku ingin menenangkan pikiran ku, tapi yang ku dapat hanya beban pikiran yang bertambah.
Dengan siapa aku harus menikah?
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
Dapat salam dari "Blue Eyes" & "Jalan Cerita Cinta" ❤
slm dr wedding agreement
salam dari "wanita seribu luka"
Semangat update nya thor ✨
Salam dari Serendipity dan CEO’s Love Secret 💕
Jejak : CINTA SEORANG BOS MAFIA.
🤭🤭🤭
Semangat author
【Judul】
Perfect Mask
【Genre】
Comedy, Psychological, Romance, School Life, Teen.
【Note】
Aku akan sangat menghargai Kritik dan Sarannya