Seorang pengusaha muda berparas tampan bernama Gavin Dafidra Pratama jatuh cinta pandangan pertama pada gadis yang tak sengaja bertabrakan dengannya di pelataran kafe. Jantung berdebar kencang ketika mendapati gadis itu adalah salah satu karyawannya, banyak cara di lakukan Gavin untuk menarik perhatian sang gadis pujaan. Hingga suatu fakta di temui jika gadis itu trauma dalam menjalin kasih setelah di tinggal mati sang kekasih di malam pertunangan. Gadis yang berprofesi sebagai desainer di butiknya sendiri dan juga karyawan di kantor Gavin sangat menutup diri. Si pengusaha muda nan tampan ini sangat berjuang keras untuk meluluhkan hati gadis bernama Atira Mauhan ini.
Apakah Gavin berhasil atau mundur dengan teratur karena bekunya hati si gadis pujaan ?
IG. Iyien_02
FB. Ririn Rira
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ririn rira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadi sekretaris
Tiga hari berlalu, para karyawan pulang dari liburan, mereka kembali pada aktivitas biasa.
Semua orang bekerja dengan suasana hati yang baru, penat dan lelah ditinggalkan di pantai waktu itu.
Perhatian Gavin setiap hari semakin terlihat pada Atira, namun belum terlihat sedikit saja wanita itu membalas perhatian nya.
Mungkin ini yang dinamakan berjuang menghangatkan hati yang telah dingin.
Walau belum terlihat Atira membalas sikap Gavin padanya, tapi tak sedikit pun ia menghindari laki - laki itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Jerr apa jadwalku hari ini ?"
"Anda ada meeting dengan perusahaan DA pagi ini , selanjutnya hanya di kantor saja."
Semenjak pulang dari liburan, Atira sedikit berubah ceria. Ia mulai banyak tersenyum, teman - temannya sangat senang terlebih keluarganya, mereka bahagia melihat perubahan Atira.
" Ra, hari ini kita makan siang dimana ?"
"Terserah kalian aja aku cuma ngikut." Balas Atira tersenyum.
"Di kantin aja, gimana ?" Usul Rina.
" Iya kita makan di kantin aja." Putus Arya.
Setelah menyelesaikan pekerjaan mereka melanjutkan makan siang di kantin. Sebelum makan Atira izin ke toilet pada teman -temannya. Sampai di toilet ternyata Diana juga ada di sana, ia sengaja menunggu Atira di depan pintu toilet.
"Atira saya mau bicara sama kamu ?"
"Mau bicara apa nona Diana."
"Ada hubungan apa, kamu sama tuan Gavin ?" Diana balas bertanya dengan pandangan sinis serta tangan terlipat didada.
"Saya gak ada hubungan apa pun sama Tuan Gavin." Atira heran dengan pertanyaan Diana .
"Baguslah !" Diana melangkah meninggalkan tempat.
Atira kembali ke kantin, sedikit pun tak menanggapi pertanyaan Diana di toilet. Ia selalu bersikap seperti biasanya. Dari kejauhan Gavin berjalan menuju meja Atira. Ia pulang dari menghadiri meeting bersama perusahaan DA.
"Atira setelah makan siang ke ruangan saya, ada yang ingin saya sampaikan." Gavin menggunakan bahasa formal di hadapan semua orang.
"Baik tuan !"
Gavin kembali keruangannya dan menunggu kedatangan Atira. Istirahat siang sudah habis gadis berambut lurus itu melangkahkan kaki menuju ruangan presdir .
"Permisi."
" Masuklah !" Titah Gavin.
Atira masuk dan berdiri didepan meja kerja atasannya. "Tuan memanggil saya ada apa ?"
"Aku mau merekrut kamu jadi sekretarisku karena Jerry akhir - akhir ini terlalu sibuk dan aku butuh tenaga lain." Laki-laki tampan itu tersenyum hangat dan merubah gaya bahasanya
"Tapi waktu kerja saya cuma tinggal beberapa bulan saja."
"Jadi kamu mau ninggalin aku ?!" Celetuk Gavin tanpa sadar.
"Maksud anda ?" Tanya Atira heran.
Gavin tersentak jadi salah tingkah dengan kata - kata nya sendiri. "Mulai besok kamu kerja disini di dalam ruangan ini ! Aku udah nyiapin semuanya, pekerjaan kamu cukup ikut kemana aku pergi dan selalu ada di sekitar aku, selanjutnya nanti Jerry yang jelasin dan disini gak ada penolakan !" Tegas Gavin memaksa
"Iya tuan saya mengerti" Balas Atira tak mau berdebat.
"Kamu boleh kembali bekerja"
Mama, aku mau mengurungnya !
Gavin tersenyum menang.
"Gak akan aku biarin kamu ninggalin aku sebelum jadi nyonya Gavin Dafidra Pratama"
Sementara Atira melangkahkan kaki dengan lesu, wajahnya tak menampilkan rasa senang. Ia merasa semakin terjerat dengan perusahaan itu.
"Kamu kenapa Ra, lesu begitu " Tanya Winda
"Besok aku dipindahin jadi sekretaris presdir."
"Baguslah, apapun yang ditentukan presdir terima dengan senang hati saja," Saran Rina
"Semangat !"
Atira kembali bersemangat lagi, mereka meneruskan pekerjaan sampai selesai.
aku mampir Thor...🙏
mksih 😘😘😘
zemangat trs berkarya
up up up
semangat up dan semoga ceritanya sukses.
aku tunggu feedback nya di karyaku ya. 😊❤