NovelToon NovelToon
Bakat Tanpa Batas

Bakat Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Action / Karir
Popularitas:233.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: airis28

'Erlangga Saputra' atau yang biasa di panggil 'Rangga' adalah anak payah, bodoh, pemalas, dan sangat tidak berguna!

hingga suatu saat, ketika ia terbangun dari koma, dan perlahan-lahan menyadari keanehan dalam dirinya.
"sejak kapan aku bisa ini itu? sejak kapan aku bisa melakukan semua hal?"

"apakah kau terbangun dan menemukan sistem?"
"tidak!"
"apakah kau manusia dari dunia lain dan merasuki tubuh Rangga?"
"tentu saja ini adalah diriku sendiri, mana mungkin aku tidak mengenal diriku sendiri?!"

lalu mengapa tiba-tiba dia menjadi jenius dan serba bisa?

penasaran?
silahkan di baca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon airis28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kembali ke sekolah

Akhirnya masa liburanku sudah habis. Hari ini adalah hari masuk kembali ke sekolah. Biasanya aku akan sangat malas dan tidak suka jika sudah masuk sekolah, tapi kali ini aku sangat bersemangat untuk sekolah kembali. Kenapa? Karna meski liburan, aku sama sekali tidak bisa santai.

Coba bayangkan, hari liburan sekolah seharusnya aku bisa bersantai, tapi dari hari pertama libur aku malah kena sial!

Di introgasi polisi, mendengar perdebatan paman dan Siska tentang perubahan mendadak tubuhku, olahraga maut dengan Siska, pergi ke rumah William dan bertemu ayah William yang aneh, duel dengan William dan Siska, di paksa pake kostum aneh, gelud sama kuda gila.

Bahkan saat aku sudah berhasil menutup tanda di dahi Prince, yang awalnya aku mengira bisa lebih banyak bersantai, malah di kerubungin para tetangga yang memintaku untuk mengajari mereka naik kuda. Tentu saja Prince tidak suka dan menolak. Tapi mereka terus-terusan datang untuk melihat Prince, sampai awalnya aku khawatir kalau identitas Prince (si kuda gila yang ngamuk di jalan) ketahuan, kalau dia ketahuan, kehidupan santaiku bisa terancam juga! Tapi untungnya mereka hanya ingin melihat Prince, karna bagaimanapun, seperti yang sering ku katakan, Prince itu kuda yang sangat cantik dan menarik perhatian

Yah... jadi karna itulah aku sangat merindukan sekolahku. Di rumah aku tidak bisa santai. Hiks...

Selesai sarapan, seperti kebiasaan baruku sejak koma, paman akan mengantarku ke sekolah. Syukurlah sifat pamanku masih baik padaku, dan tidak memarahi juga memukulku seperti dulu.

Eh.... setelah di pikir-pikir aku memang pantas di pukul sih... mengingat betapa payah, bodoh, dan sangat tidak bergunanya aku, bahkan sampai sering menghancurkan barang-barang di rumah paman.

Saat membuka pintu, aku melihat Fathoni yang sudah berada di depan pintu dengan senyum bisnisnya yang menyebalkan itu! Hal itu membuatku sontak mundur 2 langkah.

“kenapa anda ada disini?” ucapku kaget sambil memegang dada. Aku tidak tiba-tiba terkena serangan jantung kan?

“hai nak Erlangga, aku datang kesini untuk mengantarmu pergi ke sekolah”

Ha? Apa aku tidak salah dengar? Dia bilang mau mengantarku ke sekolah? Hei... bahkan selama aku satu sekolah dengan William, aku tidak pernah sekalipun melihatmu datang ke sana atas nama William, bahkan aku juga tidak pernah melihatmu mengantarnya ke sekolah. Kau ingin membuat William membenciku dan memusuhiku??

“Aku menolak!” ucapku tegas.

“Ah... sayang sekali, padahal aku sudah membawa William supaya bisa pergi ke sekolah denganmu, dia sekarang sedang menunggu di dalam mobil. sepertinya aku harus mengubah rencana, dan membiarkannya pergi dengan pengawal saja.” Fathoni menengadahkan wajahnya ke langit dengan tangan di dagu seperti berfikir, tapi aku bisa melihat matanya yang melirik ke arahku dengan sesungging senyum, seperti sedang melihat reaksiku.

Kau ingin tau reaksiku seperti apa?

“Ok. Aku setuju!” ucapku sambil menggertakan gigi dan senyuman paksa.

Aku tidak bisa untuk mengatakan “TIDAK” padanya saat ini. Karna perasaan William sekarang pasti di antara senang dan marah, senang karna bisa di antar oleh ayahnya untuk pertama kalinya. Dan marah karna ayahnya mau mengantarnya ke sekolah karna untuk sekalian mengantarku.

Jika aku menolak ajakan Fathoni, dan Fathoni mengubah rencananya yang ingin mengantar William ke sekolah, pasti William akan double benci dan marah padaku. Jadi mau tidak mau aku terima saja ajakan ini. Meski terpaksa.

“Rangga, ayo pergi, paman sudah mengambil kun..” paman yang baru datang setelah mengambil kunci mobil di kamarnya terdiam begitu melihat Fathoni.

Paman langsung bergegas berjalan ke hadapan Fathoni “tuan, apa ada yang bisa saya bantu?”

“tidak ada, aku hanya ingin mengantar nak Erlangga dan putraku ke sekolahnya. Bagaimanapun mereka baru mengalami hal buruk seperti di tahan penjahat, jadi aku ingin mengantar mereka untuk memastikan keamanan mereka”

Aku menatap Fathoni lekat-lekat, aku penasaran, apa yang di ucapkannya barusan memang dari hatinya atau apa. Aku tidak bisa menebak jalan fikirannya yang selalu memakai senyum bisnis menyebalkan itu.

“wah... terimakasih banyak tuan!” paman seperti habis melihat malaikat penyelamat saja.

Paman menepuk bahuku. “Rangga, pergilah dengan tuan Fathoni.” mata paman berbinar cerah.

“memangnya kenapa?”

“karna pasti kau akan lebih aman jika pergi bersamanya, dan juga... kapan lagi kau bisa naik mobil keluarga Hermantono yang sangat mewah itu!” paman sama saja seperti bibi dan Siska, tidak tau malu!! Kalian langsung blak-blakkan bicara tentang kemewahan keluarga Hermantono di depan orangnya langsung. Aku menepuk dahiku pasrah dengan sikap paman dan bibiku ini.

“Baiklah... ayo pergi”

Fathoni menyunggingkan senyum dan berjalan di depan untuk pergi ke tempat di mana mobilnya di parkir.

“Paman”

“hmm?” Fathoni menatapku. “coba panggil aku daddy seperti William.

Ogah!! Aku menatap Fathoni horor. “apa sebenarnya rencana paman?” aku memegang kepalaku. Pusing berhadapan dengan orang ini. Sepertinya meskipun tiba-tiba aku menjadi pintar, tapi kepintaranku masih jauh di bawahnya yang sejak kecil sudah mendapat julukan “matahari jenius”

“menurutmu?” kali ini Fathoni hanya menatap lurus ke depan.

“Mana ku tau!”

“Kalau begitu cari tau” ucapnya dengan senyum menyebalkannya lagi. Ughh... lebih baik aku diam.

Akhirnya kami sampai di tempat parkir tak jauh dari rumah paman. Dan masuk ke dalam mobil yang lebih mewah dan lebih panjang dari mobil yang biasa William bawa ke sekolah.

Begitu aku masuk, William sudah ada di dalamnya dengan tangan di silangkan ke dada, dan menatapku tajam.

Iya.. iya.. aku tau kau marah padaku. Tapi bisa tidak berhenti menatapku seperti itu dengan mata elangmu? Rasanya tubuhku bisa saja berlubang karna tatapanmu itu.

Aku langsung duduk di sofa mobil yang berlawanan dengan William dan langsung menatap ke luar jendela. Rasanya sangat canggung disini, tidak ada yang bicara apapun sepanjang perjalanan.

Kalau Fathoni, dia ada di mobil lain.

Dan ternyata sama seperti biasanya, mobil ini di kawal oleh 4 mobil penjaga lainnya.

Saat sudah sampai di sekolah, para reporter yang ada di depan gerbang dan sedang menanyai pendapat murid-murid lain, langsung berlari ke arah mobil ini.

Tentu saja, karna di sini ada William Hermantono si anak sultan! Pasti akan selalu jadi topik panas sama seperti saat kami di sandera, saat itu berita tentang putra sultan yang di tawan menjadi perbincangan hangat, sampai akhirnya berita itu hilang karna berita baru tentang kemunculan pahlawan berkuda putih! Cukup.. cukup... jangan ingat itu, itu hal yang menyebalkan!

William keluar dari mobil dan langsung di kelilingi para wartawan yang langsung membanjirinya pertanyaan.

Aku keluar dari mobil dengan pintu disisi lain, karna pintu yang di pakai William penuh dengan wartawan.

“seharusnya kalian tidak hanya mengkhawatirkanku, tapi juga temanku, karna pemikirannya yang jenius itulah yang membuatku dan para tawanan lainnya bisa bebas” aku mendengar William yang sepertinya sengaja menaikan suaranya.

“Bahkan daddyku khawatir kalau temanku ini akan di buru oleh penjahat lainnya, hingga dengan khusus daddy mengantarnya kemari bersamaku untuk menjaganya”

Eh... eh.... sepertinya aku sudah mulai faham arah pembicaraannya.

William menoleh kebelakang, menatapku dengan smrik khas nya. “itu dia temanku yang secara khusus daddy mau mengantarnya untuk perlindungannya. Namanya adalah Erlangga Saputra” William menunjukku dengan senyum penuh kemenangan.

Akhirnya para wartawanpun ganti berbondong-bondong ke arahku dan membanjiriku dengan macam-macam pertanyaan. Sedangkan William yang sudah bebas langsung masuk ke dalam sekolah meninggalkanku.

Mobil yang ku naiki, mobil Fathoni dan mobil para pengawal lainnya juga langsung pergi begitu saja. Tidak ada satupun yang menolongku dari krumunan wartawan yang menyebalkan ini.

William brengs*k!!

1
walk_ing
riki? laki-laki? kalau iya... gue pikir selama ini perempuan 😑
walk_ing
emang, wkwkwkwkwk
walk_ing
siapa lagi, William lah.
walk_ing
prince ini mengingatkan gue sama kudi putih di film Rapunzel. siapa namanya ya, Maximus?
walk_ing: *kuda
total 1 replies
walk_ing
baru nyadar?
walk_ing
lebih baik lah. daripada hanya pakai sarung kek Super Dede, wkwkwkwkwk
walk_ing
bibinya lebih takut halamannya hancur, daripada dia yang hancur, wkwkwkwkwk
walk_ing
wkwkwkwkwk. lengkap sudah. hancur, sirna dan musnah.
walk_ing
nah, ini bukan termasuk dalam kesialan. ini adalah kelalaian. bilang aja selama ini kau lalai
walk_ing
bersyukurlah tidak tinggal kelas.
walk_ing
hal yang patut disyukuri. setidaknya masih bisa masak mie.
Endro Budi Raharjo
tepuk jidat....
Endro Budi Raharjo
krn jarang lihat bola jg.....sy anggap bagus sj
Endro Budi Raharjo
cemburu ya....
Endro Budi Raharjo
maaassss....godain kita dooinnkk
Endro Budi Raharjo
hhhhhh......misi baru
Endro Budi Raharjo
ternyata..cm salah....
Endro Budi Raharjo
wah kok jd amburadul....
Endro Budi Raharjo
kok jd curhat...
Endro Budi Raharjo
potong sj lidahnya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!