Cerita bawang disisipi comedy
Kisah gadis muda dengan cinta pertama
Pernikahan yang diinginkannya berakhir bahagia, ternyata membawa penderitaan bagi Anaya. Laki-laki yang menikahinya, meninggalkan dengan benih yang sudah bersemi dirahimnya.
Apakah kesalahan yang sudah dilakukan Anaya, sehingga Raditya meninggalkannya. Dan mengirimkan pesan yang membuat Anaya kecewa.
Setelah dia mencoba melupakan, masa lalunya kembali. Menuntut sesuatu, apa yang harus dilakukannya.
Kembali ke masa lalu untuk mencari kebenaran?"
Inilah kisah ku, Anaya ayusita. Wanita yang jatuh cinta, tetapi mendapatkan derita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 22 ngidam
***Hai jumpa lagi dengan Anaya
happy reading ya teman-teman yang masih setia membacanya***.
Tak terasa kehamilan Anaya menginjak memasuki 7 bulan,Anaya sangat bahagia sekali merasakan Babynya yang tumbuh kembang di dalam rahimnya.Kini perutnya yang dulu datar sekarang sudah tampak membuncit.
Selama kehamilannya ini,Anaya tak pernah merasakan yang namanya ngidam seperti yang dirasakan kebanyakan orang hamil.Mungkin Babynya tahu bahwa dia tak mau menyusahkan mamanya.Tapi ada suatu waktu Anaya ingin sekali melihat wajah Raditya,apakah itu dapat dikatakan ngidam.
Tiba-tiba tengah malam,Anaya terbangun dan ingin sekali memandang wajah Raditya.
Keinginannya itu tak dapat ditahannya,dengan terpaksa Anaya mencari instragram dan facebook Raditya tetapi tidak ada.Anaya tahu bahwa Raditya sedari dulu tidak mempunyai akun sosialita.
"Kenapa dulu menghapus fotonya dari handphone ." guman Anaya.
" Baby sabar ya ." kata Anaya dengan mengelus perut buncitnya.
Kemudian Anaya mencari informasi di berita online,Anaya mencari berita tentang Raditya putra Perdana.
Anaya melihat banyaknya berita tentang Raditya,tentang keberhasilannya sebagai pengusaha muda yang sukses dan menjadi incaran orang tua untuk menjadi calon menantu.
Pandangan Anaya terfokus pada satu berita panas yang baru terjadi,menampilkan Raditya dengan seorang model yang di sebutkan sebagai sepasang kekasih.
Anaya melihat gambar tersebut,dan air mata mengalir dari sudut kedua bola matanya.
"Kau sudah melupakanku mas!" ucapan yang lirih keluar dari bibirnya.
"Baby !" ingin lihat papa ya,ini papa sayang.Baby jangan sedih ya,mama ada di sini untuk Baby." ucap Anaya sembari mengusap-usap perutnya dengan penuh kasih sayang.
"Aw......!" seru Anaya,karena merasakan babynya menendang dengan keras ketika Anaya mengajaknya berbicara.
"Baby senang ya,sudah bisa lihat papa," ucap Anaya dengan suara yang bergetar menahan tangisnya.
"Maafkan mama ya...,Baby hanya bisa melihat gambar papa saja." sambung Anaya lagi.
"kita harus kuat ya Baby,mama sayang baby..." ucapnya lagi.
Anaya terus berbincang-bincang dengan babynya yang masih berada dalam rahimnya,dan tak disadarinya sedari tadi perbincangannya dengan Babynya ada sepasang mata yang terus memperhatikannya dari balik pintu yang terbuka sedikit.
Nesum sudah sedari tadi memperhatikan Anaya,dia takut Anaya berpikiran sempit lagi.Walaupun Anaya sudah berjanji tidak mengulanginya lagi tetapi Nesum tetap waspada.
\*
Hari ini jadwal papanya fisioterapi,walaupun sekarang papanya sudah tidak memerlukan kursi roda lagi karena papanya sudah dapat berjalan dengan menggunakan tongkat.Tetapi Anaya tetap rutin mengantarkan papanya fisioterapi,agar papanya dapat berjalan dengan normal dan tidak membutuhkan tongkat untuk membantunya berjalan.
"Pa,sebentar lagi papa tidak membutuhkan tongkat ini lagi untuk berjalan ." beritahukan Anaya pada papanya.
"Ini semua berkat Anaya dan ibu yang terus selalu membantu dan menyemangati papa ." ucap papanya.
"Tidak pa,ini usaha papa yang kuat untuk bisa sembuh dan bisa berjalan lagi." kata Anaya.
"Kami hanya menyemangati papa dari belakang,ini usaha papa yang tidak pantang menyerah ." lanjut Anaya dengan memuji kegigihan papanya untuk sembuh.
"Ayo pa,kita pulang ." ajak Anaya.
Papanya berjalan menyusuri lorong Rumah Sakit dengan menggunakan tongkat,dan disisinya Anaya terus mendampingi papanya.
\\*
Hari berganti hari dan bulan berganti bulan,tak terasa usia kandungan Anaya sudah memasuki bulan ke 9.
Seminggu yang lalu Anaya memeriksakan kandungan ke dokter,dan dokter memberikan nasehat agar dia tidak stres dan banyak pikiran.
Nesum yang mendampinginya ke dokter sangat kaget karena dia merasa bahwa Anaya tidak terlalu memikirkan masa lalunya,tetapi kenyataannya di waktu malam ketika orang sudah tertidur Anaya sering teringat dengan Raditya.Dan sesekali Anaya masih melihat berita tentang Raditya dengan kekasihnya.
"Nay,sayangkan dengan anak dalam kandungan ini?" tanya Nesum ketika sudah keluar dari dokter kandungan.
"Sayanglah,ini anak Nay." sahut Nay dengan suara yang pelan.
"Maka dari itu,lupakan semua tentang dia,ingat tentang Baby ini ." kata Nesum pada Anaya.
Anaya menundukkan kepalanya dan tangan membelai perutnya.
"Baby,maaf....maafkan mama." batin Anaya
"Nay,kamu harus tunjukkan pada dia,walaupun dia meninggalkan Nay sendirian dengan Baby ini.Nay tetap kuat,tunjukkan bahwa Nay seorang wanita yang tegar." nasehat Nesum kepada Anaya.
Sontak pikiran Anaya terbuka ketika Nesum menyuruh Anaya menjadi wanita yang tegar dan kuat,demi anak dalam kandungannya.
"Terimakasih Nesum..!" Anaya memeluknya dan menangis dalam pelukan Nesum.
"Sudah jangan nangis terus,nanti anaknya jadi cengeng ." gurau Nesum membuat Anaya menjadi tertawa.
"Ayo kita pulang,nanti sore orang yang pesan kue akan datang mengambil kuenya ." kata Nesum pada Anaya
Untuk mencari nafkah Anaya dan Nesum membuat kue dan menjualnya secara online dan para tetangga juga menyukai kue buatannya dan Nesum.
"Oh ya,tadi ada pesan kue bolu pisang." kata Anaya yang baru tersadar akan pesanan yang diterimanya tadi sebelum pergi ke Rumah Sakit.
"Pisang kita habis,terpaksa kita kepasar." kata Nesum.
"Ayo kita ke pasar ." ucap Anaya pada Nesum.
"Nay mau ikut?" ngak capek rupanya ." tanya Nesum pada Nay yang ingin ikut kepasar.
"Ngaklah,Nay mau ikut jalan-jalan kepasar ." sahut Anaya.
"Brojol di pasar nanti ." ingatkan Nesum tentang kehamilannya.
"Nesum,ini Baby masih sebulan lagi lahir ." ingatkan Anaya pada Nesum bahwa dia melahirkan masih lama.
"Mana tahu Nay,Baby dah ingin keluar.Tiba-tiba brojol di pasar." Ucap Nesum dengan khawatir.
"Ngak usah khawatir Nesum,ayo cepat kita pergi dan cepat kita kembali." kata Anaya dengan menggandeng tangan Nesum meninggalkan Rumah sakit.
🤰***Next*** 🤰
happy reading ya teman-teman