NovelToon NovelToon
Malam Pertama Dengan Pria Misterius

Malam Pertama Dengan Pria Misterius

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:73.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiya12

sebuah lengan membawaku kedalam pelukannya entah kenapa ragaku tidak bisa aku kendalikan, aku menatapnya lelaki dengan manik coklat dengan rahang kokoh.
sentuhan demi sentuhan membuatku terlena, aku tidak bisa berbuat apa apa entah ada apa dengan tubuhku, aku menikmati setiap sentuhannya.
"egh"
hanya itu yang keluar dari mulutku, hingga sesuatu yang melesak masuk kedalam tubuhku aku hanya mampu menangis namun menikmatinya sangat menikmatinya.
hingga berita kehamilan menyebar membuatku tak bisa mengelak sebuah pernikahan dengan lelaki yang tidak aku inginkan menjadi tameng penghalang impian impianku untuk meniti masa depan yang indah dan cerah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiya12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalang

"kamu disini aja, biar aku yang ambil sarapannya" ujar Rey saat Kena bergerak ingin turun dari tempat tidur.

"aku bisa ko rey" ujar kena sambil tersenyum, wajahnya masih terlihat pucat.

"ayolah sayang, kamu harus kasian sama bayi kita" rey mengecup lembut pucuk kepala Kena, membuat perempuan itu tersipu malu.

"tunggu disini ya" Kena mengangguk, lalu rey keluar dari kamar, rey terpaku saat melihat ima diam seperti patung dengan tangan mengapung di udara seperti ingin mengetuk pintu.

"maaf" ujar rey, mulut ima yang menganga dengan mata tak berkedip membuat rey tidak nyaman.

"ima, mau ngapain disitu" bi inah yang melihatnya langsung menarik ima, agar memberi jalan untuk rey.

"maaf tuan, sarapannya sudah siap di meja makan atau mau bibi ambilkan" ujar bi inah.

"iya bi, saya ambil sendiri saja" ujar rey lalu bergegas menuju meja makan.

"ma, itu teh siapa?" tanya ima tanpa ekspresi.

"itu suaminya non kena" ujar bi inah, ima memegangi dadanya yang tidak sakit.

"heh kamu kenapa?" tanya bi inah sedikit khawatir.

"patah hati ma" ujar nya dengan polos.

PLAK

bi inah memukul lengan ima dengan lap di tangannya.

"jangan suka genit sama milik orang lain, pamali" ujar bi inah menasehati...

"gimana? enak ngga?" tanya rey setelah memberikan satu suapan pada kena, perempuan itu menggeleng.

"ngga enak, mau baso aci, dari kemarin belum di beliin sama asep" ujar Kena, rey memicingkan bola matanya.

"asep?" rey menatap kedua manik itu dengan lekat.

"huum, dia yang nemenin aku disini dia juga yang suka nanya hari ini pengen makan apa pengen beli apa terus dia yang beliin" ujar Kena, rey tidak menyukai jawaban kena yang seakan mengidolakan asep.

"oh, jadi selama ngga ada aku, kamu seneng disini sama asep" ujar rey sambil menyimpan piring di atas nakas. Kena menyadari kesalahannya, dia membuat rey cemburu.

"bukan gitu maksudnya rey, tapi kan bayi kita ada yang beliin makanan apa aja yang dia mau" ujar Kena sambil membelai perutnya, rey hanya berdehem.

"tapi, bayi kita itu ngga bisa bilang dan ngga bisa makan ini itu sayang" ujar rey menahan kesal.

"eh kata siapa, buktinya yaa kalo dia mau makan baso aci itu rasanya si baso aci ada dilidah terus ngiler deh akunya" ujar kena, membuat rey mendesah frustasi.

"terus sekarang mau apa?" tanya rey kemudian.

"baso aci, 2 porsi level 2" jawab kena dengan semangat.

"untung lagi hamil, coba kalo ngga udah aku jitak kepalanya" ujar rey, kena hanya terkekeh geli mendengarnya. menatap wajah rey membuatnya terharu, kena pikir semua tentang dia dan sudah berakhir. Ternyata Tuhan punya rencana lain, di hadirkannya ray menikah dengan aisyah membuatnya mendapatkan pelajaran berharga tentang kekuatan doa dan cinta.

"rey" lelaki itu menoleh, dan

cup

kena mencium bibirnya dengan lembut, rey tersenyum sambil menatap wajah kena yang kini bersemu merah merona.

"jangan memancing ku, kamu tahu aku sangat merindukanmu " ujar rey, ia membelai pipi kena penuh sayang.

"aku juga merindukanmu" ujar kena, keduanya tersipu malu, lalu melanjutkan adegan yang sempat terhenti.

TOK TOK TOK

kena melepaskan rey saat seseorang mengetuk pintu kamar.

"heh pelacur, keluar" teriak seseorang di luar rumah rey memicingkan matanya.

"siapa?" kena menggeleng tidak tahu, kedua tangannya menggenggam erat lengan rey.

"tidak apa apa, ada aku" ujar rey menenangkan kena "aku yang keluar" ujar rey, kena melarangnya dengan isyarat namun rey meyakinkannya.

"ada apa ini bi?" tanya rey setelah keluar kamar.

"warga desa berkumpul lagi tuan, pelacur yang disebut mereka adalah non kena" jelas bi inah, rek mengintip di balik jendela.

"kalian masuk saja, tolong temani kena" pinta rey, keduanya pun menurut. lalu rey membuka pintu, dan mulai terdengar riuh bisik bisik dari mereka.

"ibu ibu, dia mungkin laki laki yang tidur dengan pelacur itu" teriak mang udin menghasut warga desa.

"tuan, harus kami apa kan mereka?" tanya salah seorang anak buah Rey sepertinya mereka ber 5 tidaklah cukup untuk melawan warga.

"urusan saya" ujar rey, anak buah rey pun mundur.

"kami tidak sudi kampung kami menjadi kotor" teriak seorang ibu ibu.

"iya betul"

"kampung kami ini bersih"

"ngga ada orang mesum"

"dasar orang kota, keliatan kaya ternyata jual badan"

"CUKUP" dingin dan tegas, seketika nyali warga desa menciut Rey menatap mereka satu persatu.

"saya pikir, di desa yang asri seperti ini manusia nya lebih memiliki hati nurani dan rasa simPATI yang kuat, ternyata kalian tidak lebih dari manusia yang hanya ingin keuntungan dengan mengorbankan orang lain" ujar rey, wajah tampannya terlihat datar dan menyeramkan.

"kalian tahu apa tentang Kena? dia istri saya, hamil anak saya, dan untuk apa kami menyiarkannya kepada kalian, memang kalian siapa?" jelas rey, warga desa terlihat kikuk dan bingung, saling senggol dan saling mencari alasan.

"katakan siapa dalangnya?" tanya rey kemudian. mereka hanya mencari, namun tidak menemukan orang itu.

"baiklah, saya akan melaporkan kalian ke polisi dan menjamin hidup kalian di balik jeruji besi untuk waktu yang lama" ujar rey.

"eh, jangan jangan pak kami hanya disuruh" ujar seorang ibu ibu terlihat panik.

"iya, kami di beri uang sama laki laki muda yang kemarin"

"katanya sakit hati"

"iya terus mang udin, iya mang udin nambah nambahin katanya neng kena bukan perempuan baik baik, ya jadi kami terhasut"

"mang udin?" lelaki itu terlihat gugup, dengan sigap anak buahnya membekuk mang udin.

"apa masalahmu dengan istriku?" tanya rey, mang udin diam bingung ingin menjawab apa kalau jujur dia akan malu, tidak jujur dia bisa di penjara.

"masih mau diam?" tanya rey.

"abah menyukai teh kena, dan abah berniat menjadikan teh kena istrinya" sebauh suara mengejutkan rey.

"siapa kamu?"

"saya wati, anak dari lelaki yang telah memfitnah perempuan baik baik dengan keji" ujar wati tanpa merasa berdosa.

"dasar anak durhaka, percuma aku membesarkanmu, percuma aku mengurusmu tidak berguna " hardik mang udin pada wati.

"lebih baik menjadi tidak berguna bagi manusia yang tidak pernah puas seperti abah, dari pada harus menyiksa orang yang tidak bersalah" ujar wati, mang udin berontak ia ingin menghajar wati, namun anak buah rey bukan tandingannya.

"saya kira, kalian bisa pergi sekarang sebelum saya berubah pikiran dan melaporkan kalian ke polisi" ujar rey, warga desa langsung membukarkan diri.

"dan, kamu" rey mensejajarkan posisinya dengan mang udin "membusuk lah di penjara" rey, memberi kode kepada anak buahnya untuk membawa mang udin, wati menghela nafasnya jauh di lubuk hatinya tidak ingin melihat sang ayah mendekam dibalik jeruji besi, tapi mengingat semua kejadian yang telah diperbuatnya membuat wati yakin, ini adalah jalan terbaik dan berharap abahnya akan berubah.

"Terima kasih, saya akan membalas kebaikanmu" ujar rey, ia memasukan kedua tangannya ke saku celana dan menatap wati dengan hangat dan senyum hangat. perempuan itu tersipu malu, sesekali memperbaiki anak rambutnya.

disisi lain, kena merasa tidak nyaman. ia tidak suka melihat rey memperlakukan wanita lain seperti dia memperlakukannya.

"Rey..." ujar kena dengan wajah datar, lelaki itu menoleh dan mm berjalan mendekatinya.

"dasar buaya"

"ampuuuun sayang aduh ampuuun sakit" rey mencoba menghindari cubitan kena di perutnya, namun perempuan itu menggila..

******

HALLO!

TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA PARTAI INI, TERIMA KASIH SUDAH SETIA MENUNGGU UP EPISODE INI, AKU SANGAT BANGGA DAN BAHAGIA ❤❤❤❤❤

Novel ini sudah lulus riview awal proses kontrak, aku minta do'anya semoga secepatnya bisa kontrak.

ILYSM GUYS

1
tri
ljuuut thoor.......semangat
Riki Ridwan Margana
gak jelas cerita nya sneh
NatalieLaurentRenes
lanjut up nya Thor
NatalieLaurentRenes
beughh Thor kok Rey selingkuh sich. nti Sofi hamil pula lgi
NatalieLaurentRenes
ayo othor smngat nulisnya
NatalieLaurentRenes
malah satu udh kelar . masalah berikutnya tunggu di bereskan. Krn ad biangkerokny dr semua yg terjadi
NatalieLaurentRenes
harapanku Ray dan Rey itu kembaran . heraaan klo lihat netizen yg mengharapkan ad pemain yg mualaf .
NatalieLaurentRenes
kembar deh kyakna. kena Ray sj gak kenal kena.
NatalieLaurentRenes
mudah2an Ray dan Rey itu saudara kembar ya Thor
NatalieLaurentRenes
mampir dulu
Siti Nihayatul
laanjuuut
Siti Nihayatul
semangat mhk thor...
lanjutkan
Siti Nihayatul
tetap semmmaangat
Siti Nihayatul
aq selalu ngeliek thor.tetap semangat
Siti Nihayatul
suka
Deliani Deliani
kena dan rey bahagia
Lailatul Istiqomah Istiq
up
Lailatul Istiqomah Istiq
aq nunggu kelanjutan nya thor ...cerita nya seru..
Anonim
mna ko gda kelanjutannya thor...
Keyzha Aninditha
lanjut donk thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!