SEORANG CEO YANG JATUH CINTA PADA PANDANGAN PERTAMA, Gavin Orlando tidak sengaja melihat gadis cantik dan imut. ya itu Bierel Arinda gadis yang usianya saat ini 16 thn. Pertemuan yg ga disengaja oleh keduanya membua Gavin Orlando ga berkedip. ia terpesona melihat Bierel Arinda untuk pertama kalinya. Gavin ingin sekali memiliki arinda, dia mencari tahu latar belakang arinda. Gavin sangat terobsesi sama arinda. dia akan melukai siapa saja yang dekat dengan Arinda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiahcute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
kriing kriing ( bunyi alarm)
bunyi alarm membangunkan seorang tuan muda, ia meregangkan otot-ototnya yang kaku. ia beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. ia membuka pakaian yang melekat di tubuhnya, perut kotak-kotak seperti sobek terlihat mempesona. ia meemutar shower dan memilih 2 keran mengatur suhu panas dan dingin menjadi 1. terciptalah air hangat yang mengguyur tubuhnya. 15 menit ia membersihkan diri ia keluar dengan handuk ysng melilit setengah tubuhnya sampai lutut.
gavin menuju walk in closet, ia memilih jas semi formal berwarna navy blue dengan kemeja biru muda yang sudah melekat dengan trubuhnya. serta dasi dan jam merk terkenal. ga lupa sepatu kantor.
setelah siap gavin melangkah keluar kamar dan menuruni anak tangga melangkah ke area dinning room. disana sudah ada mama, papa dan adik perempuannya
"pagi ma pa"
"pagi sayang"
"tumben kamu pulang vin, baru ingat ada yang menunggu kamu di rumah?"
"maaf pa, aku sibuk banget, baru juga keluar dari rumah sakit"
"kenapa ga kasih tau papa vin"
"ga apa-apa pa, nih juga sudah baikan koq"
"oh ya udah, kita makan sekarang"
gavin dan yang lainnya mulai menyantap nasi goreng buatan bi mina. 10 menit gavin selesai menyantap sarapannya. ia pun bersjak dari tempat duduknya dan berpamitan sama papa, mama dan adiknya.
gavin melangkah keluar rumah, di depan pintu gusti sudah menunggu tuan mudanya di samping mobil.
"selamat pagi tuan muda"
"hmm"
gavin masuk ke dalam mobil. dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang membelah kota yang sangat padat menuju ORLANDO TECH. 30 menit sudah akhirnya sampai di depan pintu utama lobby.
gavin keluar dari mobil, semua staf menunduk dan memberikan hormat serta salam. karyawan di kantor gavin semua mengagumi CEO nya yang dingin, tegas dan disiplin. makanya keryawan yang di kantor segan dan ga ada yang berani dengan CEO, kecuali arinda.
tiing tiing
lift CEO dan petinggi perusahaan terbuka. gavin masuk ke dalam lift, pikirannya kacau karena penolaksn arinda semalam. lift terbuks dan keluarlah seorang CEO yang yang tegas dan disiplin masuk ke dalam ruangannya sendiri. ia duduk di kursi kebesarannys.
baru saja mendaratkan tubuhnya di kursi sang adisten sudah memberikan jadwal hari ini
"pak hari ini ada rapat dengan perusahaan A, jam 10"
"ya"
sekretarisnya mengetuk pintu ruangan memberikan teh dan cemilan yang sehat.
"saya taruh disini ya pa"
"ya"
sekretarisnya itu pergi dengan perasaan dongkol karena ga di anggap.
gavin melanjutkan pemeriksaan file yang di berikan asisten pribadinya. asistennya menjelaskan semua berkas-berkas tersebut dan meminta CEO menandatanginya. setelah tanda tangan dan melihat berkas-berkas tersebut menumpuk di meja gavin.
tepat jam 10 asistennya masuk dan mengatakan rapat segera di mulai di ruang metting. karena perusahaan A sudah menunggu dinruang rapat.
salah satu karyawan perusahaan A menjelaskan tentang proyek yang sedang dikerjakan bersama detail. selama 1 jam 30 menit akirnya rapat selesai dengan hasil.yang memuaskan
gavin kembali ke ruangannya, dan ia menghela napasnya. terasa letih banget menurut gavin akhir-akhir ini. gavin memijit pelipisnya dengan tangan.
*dreet
dreet
📞* halo
📞 iya
📞 ka bisa jemput aku ga
📞 aku ga bisa
📞 please ka
📞 ya, jam berapa ketemuannya?
📞 jam 2 siang di caffe del arzo ka
📞 ok
tut tut panggilan di akhiri gavin
ga kerasa sudah hampir jam 2 siang. sang asisten masuk dan memberitahukan gavin ada janji dengan al faira az zahra. hampir saja kelupaan.
gavin meninggalkan ruangan dan turun ke lobby dengan lift khusus. gavin sampai di lantai basement. ia masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan kantor menuju caffe del arzo.
mobil gavin pun sampai di depan caffe. gavin keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam caffe. ia pun disambut ramah oleh peyanan yang ramah.
ia mencari sosok yang ingin ia temui. ia melihat seorang gadis seumuran adiknya menunggu.
"maaf terlambat"
"ga koq, aku juga baru sampai"
"kamu udah pesan.makanan?"
"belum ka, aku tunggu kaka"
"kenapa belum pesan?"
"ga apa-apa, mau bareng kaka"
"mba buku menunya" ucap gavin melambaikan tangannya
"mau pesan apa masnya" tanya waitternya
"spagheti 1 sama lemon tea 1" ucap gavin
"mbanya pesan apa" tanya waitter
"samain aja sama dia" ucap faira
"tunggu sebentar ya mas, mba" ucap waitter
15 menit kemudian makanan pun disajikan. mereka maksn dengan tenang. setelah makanan habis faira mencoba mengatakan sesuatu. akan tetapi dirinya amat gugup. keringat dingin keluar dari tubuhnya. ia pun meyakinkan dirinya kalo dia bisa.
"ka aku mau bicara sama kaka"
"bicara aja"
"aku takut kaka marah dan kecewa sama aku"
"kamu mau bicara apa sama aku?"
"ka, papa minta ketemu sama kaka nanti untuk makan malam bersama"
"ok, aku akan datang"
"makasih ya ka, kaka mau datang"
"ya"
"sekarang kaka mau kemana?"
"balik ke kantor"
"oh ya udah bareng ka"
"kenapa"
"mobil aku lagi di servise"
"hmm"
gavin dan faira keluar dari caffe.. gavin dan faira menuju mobil gavin. tapi tangan faira menggandeng lengan gavin. gavin terlihat risih, gavin berusaha melepaskan tangan faira.
"faira lepasakan tanganmu dari tanganku" ucapnya pelan
"maaf ka"
gavin dan faira masuk ke mobil. mobil pun melaju mengantarkan faira ke rumahnya. sampai di rumah faira. faira keluar dari mobil dan ia berterima kasih sudah di antarkan pulang.
mobil pun melaju ke arah kantor, tapi belum sampai gavin meminta kembali ke apartemen. 45 menit akhirnya sampai di basment.
gavin masuk ke dalam lift, ia berusaha untuk tenang. memang ia masih kecewa sama arinda. tapi hatinya ga bisa di bohongi kalau ia sangat merindukan arinda.
pintu lift terbuka dan ia keluar dari lift menuju unit apartemennya. ia menempelkan id cardnya. pintu apartemen terbuka. terlihat sepi apa arinda belum pulang? ia pun melangkah ke pintu kamar arinda, tapinarinda ga ada. ia pun mengecek ke kamar mandi juga sama. gavin pun resah ia menuju kulkas dan meminum sebotol air hingga tandas.
matanya menatap ke meja makan. ia melangkahkan kakinya beberapa langkah. ia mengambil secarik note dan membacanya.
hatinya terasa sesak, kenapa arinda ga mau menjaganya lagi. ia mengacak- acak semua yang ada di depan matanya, semua berantakan seperti kapal pecah.
setelah merasa kelelahan. ia terduduk lesu di lantai lututnya menekuk. air matanya lolos membasahi wajah tampannya.
kenapa arinda harus pergi meninggalkan aku. akan ku buat kamu kembali sayang. aku ingin meminta penjelasan kenapa kamu pergi. ia menyeka wajah dengan punggung tangannya. ia pun mencoba berdiri. di saat ingin berdiri tiba-tiba ia terjatuh ke lantai.
**TOLONG BANTU AKU YA INI NOVEL PERTAMA AKU
like
comment
vote
rate
happy reading**
Di episode pertama tanda tempat kasih huruf besar ya kak, begitupun nama tokoh, dan di awal paragraf. kata ia...., bisa di ganti Dia..., ini hanya saran ya kak, karena di awal-awal dulu saya nulis hal-hal kecil ini akan mempersulit kontrak, trimakasih.
ceritanya janan digantung thor😤
ditunggu next up'nya😍
👉Dewa Maha Kuasa👈