NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Dosenku

Menikah Dengan Dosenku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Dian Kartika

Zahra awalnya hanya mengagumi sosok lelaki tampan yang selalu bersikap dingin, namun sering sekali ia merasa kesal kepadanya karena sikapnya itu. Siapa sangka kekesalan itu akhirnya berubah jadi cinta.

Sama halnya dengan Zaidan yang juga tertarik dengan Zahra tetapi tidak berani untuk mengatakan karena status mereka, dan menganggap itu adalah sesuatu yang mustahil untuk di gapai.

Bagaimana perjalanan Cinta Zahra dan Zaidan ?

Penasaran gimana ceritanya ?
Langsung baca aja ya !!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Kartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pernyataan Cinta

Setelah selesai kelas, Zahra dan Rena meninggalkan kampus. Namun, Rena pergi dengan Alfi pacarnya. Dan meninggalkan Zahra bersama Eki yang dimintai tolong oleh Alfi untuk mengantarnya pulang.

"Ra, kita langsung pulang ni ?" Tanya Eki.

"Ya kalau bisa sih gitu Bang, emang kenapa Bang ?" Balas Zahra yang sedang memakai Helm.

"Ya nggak kemana dulu gitu bentar ?" Lanjutnya.

"Yaudah ayo, Sekalian cari makan ya. Belum makan ni, lapar !" Jawab Zahra.

"Oke, tempat biasa aja ya.!" Lanjutnya.

"Oke !"

Setiba di tempat tujuan, Eki langsung memesankan makanan untuk Zahra.

"Mau duduk dimana Ra ?" Tanyanya.

"Disana aja deh Bang !" Balasnya.

Mereka duduk saling berhadapan, tak lama kemudian nasi yang dipesankan oleh Eki tadi sudah diantar.

"Oya, gimana nilai nya Ra ? Bagus nggak ?" Tanya Eki.

"Alhamdullillah bagus Bang, Abang sendiri gimana ?" Balas Zahra yang tengah mencubiti Ayam di piringnya dengan tangan.

"Yah, Abang sih lumayan bagus juga hehe." Balasnya.

" Hm, Syukurlah Bang !"

Setelah selesai makan, Eki segera mengantarkan Zahra pulang kerumahnya.

"Terimakasih Bang, udah ngerepotin ngantar Zahra. Gara gara Rena ni yang sibuk pacaran jadi nyusahin Abang !" Ucap Zahra.

"Iya nggak apa apa. Sekali kali disusahin itu nggak masalah." Balasnya.

"Ya sudah, Abang pulang dulu ya ! Kamu masuk terus !" Lanjutnya.

"Sip ! Hati hati di jalan !" Ucap Zahra melambaikan tangannya.

"Oke !" Balas Eki yang juga membalas lambaian tangan Zahra.

***

Setelah selesai shalat Isya, Zahra duduk di meja belajar miliknya. Ia menyusun buku yang tak tertata rapi saat ini.

" Oh iya, udah lama nggak beli Novel deh. Nanti deh cariin Novel baru sekalian ajak Rena." Ucapnya.

"Gimana sama Pak Zaidan ? Apa dia udah nyatain perasaan sama wanita yang dia sukai ?" Ucapnya yang tiba tiba terpikirkan Zaidan.

"Aiihh, kenapa juga gue mikirin dia coba." Lanjutnya.

Drrtt..Drrtt..Drrtt.. Ponsel Zahra bergetar, bertanda ada pesan yang masuk ke ponselnya. Dengan segera Zahra mengambil ponsel dan membuka pesan tersebut sambil merebahkan dirinya di tempat tidur.

"Ahh, Pak Zaidan ? Akhir akhir ini kenapa jadi sering ngirim pesan atau nelpon ya dia ?" Tanyanya sembari membuka pesan tersebut.

**

"Dosen Dingin : Zahra ? Bisa datang kesini nggak malam ini ?"

"Zahra : Kemana Pak ?"

"Dosen Dingin : Saya share lokasi ya, kamu langsung datang saya tunggu !"

"Zahra : Baik Pak !"

**

"Ada apa coba, tiba tiba suruh gue kesana malam malam pula ? Apa dia nagih janji traktiran yang belum gue bayar ya ?" Tanyanya kebingungan.

Zahra segera membersihkan wajah dan bersiap siap untuk pergi ke Alamat yang di kirim oleh Zaidan padanya.

"Mau kemana nak ?" Tanya Bunda yang sedang duduk di ruang tengah di depan Tv.

"Bun, Zahra keluar bentar ya. Udah ditungguin sama teman disana." Ucapnya.

"Oh iya, Ayah mana Bun ? Zahra bawa mobil Ayah bentar ya ?" Lanjutnya.

"Ayah keluar tadi sama Abang kamu, nggak tau kemana. Jangan pulang kemaleman ya nak." Ucap Bundanya.

"Iya Bun, Assalamualaikum !"

"Waalaikumsalam !"

Setiba di alamat yang di kirim oleh Zaidan, Zahra langsung turun dari mobilnya.

"Hah ? Berlin Caffe ? Ini kan tempat kencan pertama gue sama dia kemarin itu. Kok sekarang kesini lagi, gue pikir kemarin itu adalah kencan pertama dan terakhir. Sekarang datang kesini lagi. Jadi ngingatin gue pas dia bilang dia lagi suka sama seseorang." Ucapnya.

"Udah deh bodoamat aja, mending gue masuk sekarang." Lanjutnya.

Saat Zahra melangkah kedalam Cafe tersebut, Zahra heran kenapa Cafe tersebut tidak ada orang satupun yang terlihat. Tidak seperti biasanya yang di penuhi oleh pasangan muda mudi.

"Eh, kok nggak ada orang ? Ini benar ngggak sih dia nyuruh gue kesini. Ini sepi banget !" Ucapnya sembari celingak celinguk.

"Zahra ? Kamu benaran datang ?" Ucap Zaidan dari arah belakang.

"Eh Pak, Bapak kenapa nyuruh saya datang kesini ? Ini sepi banget, kemana orang orang nya. Dan kenapa Cafenya buka padahal jelas nggak ada orang." Ucapnya yang masih bingung dengan yang terjadi saat ini.

"Udah kamu jangan banyak tanya, tempat ini udah saya boking untuk kita berdua. Ayo jalan dan tutup mata kamu saya akan tuntun kamu." Ucap Zaidan yang menutup mata Zahra dengan tangannya dan menuntunya berjalan.

"Apa ? Diboking untuk kita berdua ? Maksudnya pak ? Eh kok mata saya di tutup ?" Ucapnya.

"Jalan aja, hati hati. Sebentar lagi sampai kok !" Balasnya.

"Udah sampai, Sekarang kamu bisa buka mata kamu !" Ucapnya.

Zahra langsung membuka matanya. " Taraaaa.. Surprise.." Ucap Zaidan.

Zahra sangat terkejut melihat yang ada di depannya saat ini. Benar, meja makan malam yang sudah di hias sangat romantis dan disekitarnya sudah di dekor sangat bagus. Semua pasti sudah direncakan oleh Zaidan. Dan Zahra sangat terharu hingga meneteskan Air matanya melihat tulisan I LOVE YOU ZAHRA dibalon balon yang berbentuk hati tersebut.

Seketika Zahra langsung memeluk Zaidan, Zaidan sangat kaget. Lalu Zaidan pun membalas pelukan Zahra.

" Hey ? Kenapa kamu menangis ? Apa kamu tidak suka dengan kejutan ini ?" Tanyanya.

"Tidak, bukan begitu. Biarkan aku seperti ini sebentar !" Ucapnya yang masih memeluk Zaidan erat.

"Baiklah !" Zaidan tersipu malu di tambah lagi Zahra yang memeluknya tiba tiba. Setelah beberapa menit mereka melepaskan pelukannya, dan Zaidan menghapus air mata Zahra yang sudah membasahi pipinya.

"Silahkan duduk Zahra !" Ucapnya sambil menarik kursi untuk Zahra. Sebisanya Zaidan menujukkan perhatiannya pada Zahra. Zahra sangat tersentuh dengan perlakuan Zaidan malam ini.

"Zahra ?" Zaidan memegang tangan Zahra.

"Kamu tau, Aku bukanlah orang yang suka berdekatan dengan perempuan asing. Tetapi berbeda saat pertama aku melihatmu hari itu di kelas, aku malah ingin dekat denganmu. Aku mulai tetarik padamu saat kamu menanyakan pertanyaan yang tidak suka aku dengar yaitu, Pak, apa Bapak sudah menikah ? Saat itu aku langsung melihatmu bukan, dari situlah aku mulai tertarik padamu. Aku bahkan sering memperhatikanmu tanpa sepengetahuanmu. Zahra aku sungguh sangat menyukaimu. Mungkin... ( Omongan Zaidan terhenti karena di potong oleh Zahra ).

"Pak ? Saya.." Sela Zahra namun langsung terpotong oleh Zaidan. "Ssttt.. Zaidan menutup mulut Zahra dengan jarinya. "Jangan ngomong apa apa dulu, dengerin aku dulu Zahra." Lanjutnya.

"Baik Pak !" Ucapnya.

"Mungkin ini terlalu cepat atau terlalu lancang. Selama ini aku terus memikirkan bagaimana cara aku mengatakan hal ini padamu. Tetapi saat kencan pertama kita kemarin disini di tempat yang sama dan meja yang sama ini , aku sengaja menanyakan pendapatmu. Setelah mendengar itu, hari ini aku memberanikan diriku untuk mengatakannya padamu aku benar benar mencintaimu Zahra." Ucapnya.

"ZAHRA FADHEELA MAUKAH KAMU MENJADI PACARKU ? Aku tau ini sangat tidak pantas mungkin karena dosen kamu malah mencintai kamu. Tapi inilah kenyataannya." Lanjutnya.

Zahra menangis terharu karena bahagia. "Pak ? Karena Bapak udah mengatakannya dengan sungguh sungguh. Sekarang saya juga akan berterus terang pada Bapak. Hari yang sama dengan Bapak, hari pertama saya melihat Bapak di kelas di hari itu juga saya tertarik dengan Bapak tapi saya masih belum memiliki perasaaan saat itu. Karena sikap Bapak yang cuek dan dingin membuat saya sangat kesal tiap bertemu dengan Bapak, tapi saya sangat lega saat Bapak bilang belum menikah. Hari hari berlalu, setiap saya melihat Bapak bersama dengan seorang wanita, hati saya sangat merasa sakit. Setelah itu, akhirnya saya menyadari bahwa ternyata saya juga telah jatuh cinta sama Bapak. Tapi saya tidak menaruh harapan, karena saya berpikir itu hanyalah mimpi yang tidak akan pernah menjadi kenyataan." Ucapnya.

"Tapi sekarang saya sangat bahagia ternyata mimpi itu sekarang menjadi kenyataan, perasaan yang saya pendam sendirian ini akhirnya terbalaskan. Pak, saya juga sunguh mencintai Bapak." Lanjutnya.

"Sungguh ?" Zaidan tersenyum bahagia. "Baiklah, awalnya saya tidak percaya diri karena takut akan di tolak mentah mentah oleh kamu. Berarti kamu mau kan jadi pacarku ?" Tanyanya lagi.

"Saya mau Pak !" Jawab Zahra penuh semangat.

"Terimakasih Zahra telah membalas perasaanku." Zaidan meraih tangan Zahra dan memasangkan cincin di jari manisnya. Cincin yang sangat indah tersebut sangat pas di jari Zahra.

"Terimakasih Pak !" Zahra lagi lagi matanya berbinar binar karena terharu. Zaidan langsung memeluk Zahra dan mengecup keningnya dengan lembut.

"Ya Tuhan, gue nggak nyangka dia seromantis ini. Terimakasih untuk kebahagiaan ini Tuhan. Pelukannya sangat hangat sungguh membuatku sangat nyaman." Batin Zahra.

"Oke , sekarang jangan panggil aku Bapak lagi oke ! Sungguh tidak nyaman, aku nggak setua itu." Ucapnya.

"Baik Sayang..!" Ucap Zahra malu malu.

Zaidan tersenyum hingga wajahnya memerah saat mendengar Zahra memanggilnya dengan sebutan sayang.

" Yaudah kita makan dulu, tapi sebelum itu kita boleh foto dulu nggak berdua, nanti tiba tiba kangen dirumah bisa liatin fotonya." Ucap Zaidan.

"Oke !" Zahra bersandar dipundak Zaidan.

Setelah selasai mengambil foto mereka langsung makan malam. Zaidan menyuapi Zahra, begitu juga sebaliknya. Meskipun terkesan dingin, namun Zaidan tetap memiliki jiwa romantisnya.

Setelah selesai makan, Zaidan mengajak Zahra pulang. Ia tidak ingin Zahra pulang kemalaman.

"Kamu bawa mobil sendiri ya ? Ya udah kamu jalan di depan aja, aku ngikutin di belakang." Ucap Zaidan.

"Iyaya." Balasnya.

***

Drr..Drrtt..Drttt.. Ponsel Zahra berdering. Ia berpikir pasti saat ini yang mengirim pesan adalah Zaidan. Setelah membersihkan wajah dan berganti pakaian Zahra lansung rebahan di tempat tidur.

"Dosen Dingin : Hey sayang. Selamat istirahat ya. Pasti bakal mimpi aku deh malam ini hehe."

"Iya selamat istirahat juga ya yang ! Udah pasti kayaknya nih."

"Dosen Dingin : See You !

"See You To !"

1
Mira Hastati
bagus
Mira Hastati
Lumayan
Nur fadillah
Saaaah...Saaaah...🤲🤲😀😀
Nur fadillah
Sabar...neng...😀😀
Nur fadillah
Ciee...ciieee...cemungut...💪🏻💪🏻🔥
Nur fadillah
Heeheee...lucu..bucin...,🤣🤣🤣
Nur fadillah
Kacian....😥😥
Nur fadillah
Heehee...lucu....🤣🤣
Nitaa Lutpyh
Nextt
Nitaa Lutpyh
sangat suka ceritanya
Mega Adelia
lanjut kak
Linda Zebua
lanjut thor
Bunga Blivers
iiih perempuan seperti itu memang harus di buwang dan sayangi tania
Bunga Blivers
guuuut zidan yang ganteng berani meyatakan cinta nya sama zahra
Bunga Blivers
tembak aja pak dosen zahre nya biar engak galo
Bunga Blivers
selamat ya zahra
Bunga Blivers
ya pak dosen tembak aja zahra biar engak ada yang ambil
Bunga Blivers
subah lah thor zidan tembak aja zahra
Nopi
kok lama banget updatenya? apa sdh tdk dilanjut lg ceritanya?
Puput Zahra
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!