NovelToon NovelToon
Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Mafia / Pembunuhan / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:140.5k
Nilai: 5
Nama Author: Any Anthika

Zha, adalah gadis berdarah dingin yang mempunyai profesi sebagai pembunuh bayaran. Mampu membunuh tanpa harus menyentuh target nya. Hobi merokok hingga dijuluki Gadis Pecinta Asap oleh kalangan para Mafia. Saat ini Zha sudah
menjadi Ketua Mafia di Klan yang ia namai Poison Of Death dan memilik bisnis gelap berupa Club' Malam di penjuru kota.

Lalu bagai mana pertemuan nya dengan Halilintar , Putra dari Hanzero seorang pengusaha terkenal di jagat ini.?

Dan ternyata pemuda itu malah tergila gila dan bucin tingkat dewa pada Gadis pembunuh itu.

Ikuti kisah Zha dalam mencari keturunan terakhir Klan Jangkar Perak yang ia yakini sebagai pembunuh Ayahnya dan penyebab kehancuran keluarga nya bersama Tuan muda Tampan yang setia menemani nya.

Siapa sebenarnya Keturunan terakhir itu? Dan apa rahasia di balik nya?


Lalu cara Halilintar mengambil hati nya dan
menyeret nya keluar dari dunia gelap nya?


Pokok nya kisah rumit Zha dan keseruan mereka ada di sini..

Ikuti part demi part nya.....

Disarankan untuk membaca Novel "Hanzero Aku Mencintaimu Nona" karena novel ini Musim kedua nya,jika tidak mau juga tidak apa apa.. tetap nyambung kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Any Anthika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wibawa Zha yang runtuh karena Halilintar.

Zha berlari menghampiri Halilintar yang terduduk bersandar di dinding, Zha langsung meraih tangan Halilintar. Tembakan cepat tak terduga yang terdengar beberapa detik yang lalu membuat Halilintar harus menahan nafasnya dengan degup jantung yang berdetak lebih kencang. Siapa sangka jika musuh yang Zha cari tiba tiba datang menampakkan diri dan langsung menarik pelatuknya ke arah Halilintar. Sehebat apapun orangnya pasti tidak akan sempat menghindari kecepatan peluru yang melesat dari sarangnya itu.

"Hall, kau baik baik saja.?"

"Ya, aku.. aku hanya terkejut.!"Halilintar melirik tangan kiri Zha yang sudah terkepal.

Zha membantu Halilintar berdiri seraya menodongkan moncong pistolnya ke arah wanita yang masih tersungkur di lantai itu.

Halilintar harus berterimakasih kepada Elang yang datang tepat waktu dan berhasil mendorong tubuh wanita tadi hingga tembakan yang di tujukan kepada Halilintar meleset mengenai dinding di sebelah kanan Halilintar , tembakan yang hanya meleset beberapa Senti dari kepala Halilintar itu patut di syukuri karena telah menyelamatkan nyawanya.

Elang juga dengan cepat menginjak tangan wanita itu untuk melepaskan pistolnya dan menendang pistol itu hingga menjauh dari wanita itu.

Baik Zha maupun Elang sudah sama sama menodongkan pistol mereka ke arah wanita berambut perak itu beserta para anak buah Zha yang sudah siaga.

"Arrrghhh.... Sial." wanita itu mengerang kesakitan ketika Zha melesatkan satu pelurunya ke kaki kanan wanita itu.

"Siapa Kau..??" tanya Zha dengan tatapan mematikan milik nya.

"****... Kau tidak perlu tau siapa aku , gadis iblis..!!" umpat wanita itu.

"Ouch...!!" wanita itu kembali mengerang ketika Zha mendaratkan satu tendangan bebas ke perutnya.

Sementara Halilintar hanya bisa terdiam ngeri menyaksikan aksi kejam kekasihnya yang berlangsung di depan matanya.

"Katakan, atau aku akan menaburkan otak mu saat ini juga.!!" Zha yang sudah di penuhi Amarah meletakkan ujung mata pisaunya tepat di kening wanita itu dan menggoresnya. Hingga darah mengalir ke pipinya.

Wanita itu terkekeh pelan seraya menatap Zha dengan tatapan yang sulit di mengerti.

Jauh di lubuk hatinya ia mengakui kelalaian nya kali ini, saat dengan bodohnya nekad memasuki markas Poison Of Death kekuasaan Gadis Pecinta Asap itu yang tentu nya tidak akan memudahkannya untuk lolos begitu saja. Namun emosi dan obsesi besarnya membuat otaknya tidak berpikir jernih . Malah menyerang Zha tanpa persiapan matang dan melupakan kondisi anak buahnya yang sudah habis di bantai anak buah terlatih milik Zha.

"Katakan...!!!" Zha menekan lebih dalam pisaunya.

"Sarah Gustavonia."

Mendengar wanita itu menyebutkan namanya, Zha mundur selangkah dan membulatkan matanya. Seperti nya Zha cukup terkejut namun ia pandai menyembunyikan rasa keterkejutannya dan menutupinya di balik aura kuasa di dirinya.

"Keturunan terakhir jangkar perak..? Sungguh menakjubkan sekali.!!" Zha menjambak rambut perak wanita itu dengan kuat. "Kau kira aku bodoh!!! Mana mungkin Gustavo mengirim keturunan terakhir nya kemari dengan strategi buruk seperti ini. Cepat katakan yang sebenarnya..!!!"

"Akulah keturunan terakhir mereka...!!"

Zha tersenyum lalu melepaskan jambakanya dan kembali mundur. Menatap Elang yang langsung mengerti maksudnya.

"Seret dia..!!" Elang memberi perintah pada Anak buahnya yang langsung menuruti perintahnya. "Siap..!!"

Dua anak buahnya yang bertubuh kekar itu langsung menyeret wanita yang mengaku Sarah Gustavonia itu dengan paksa tanpa memperdulikan darah yang terus mengalir dari luka tembak pada kaki wanita itu.

"Dia.. Bukan kah dia keturunan yang selama ini kau cari Zha..?" tanya Halilintar dengan ekspresi bingung pada Zha.

"Kita pulang sekarang ." ucap Zha.

Halilintar hanya mengerutkan keningnya semakin tidak mengerti namun langkahnya cepat menyusul langkah Zha yang sudah berjalan lebih dulu keluar gedung.

Hall segera membukakan pintu mobil untuk Gadis itu agar masuk terlebih dulu kemudian di ikuti dirinya duduk di samping Zha.

Sementara Elang kini tidak mmbawa mobilnya sendiri melainkan menyuruh seorang sopir andalannya untuk menyetir dan langsung menyuruhnya untuk menginjak pedal gas menuju Mansion mereka. Mansion yang belum pernah di ketahui Halilintar sebelumnya.

"Zha.!!" Hall menoleh dan menatap wajah gadis yang sudah mulai datar itu.

"Hemm.." Zha hanya bergumam menyibakkan poninya.

"Aku,.."

"Akan aku jelaskan semuanya nanti, Kau ingin tau bukan..? Kenapa aku mencari keturunan terakhir jangkar Perak.?"

Halilintar mengangguk, sebenarnya itulah yang memang ingin ia tanyakan. Selama ini Zha belum pernah memberi tahu Halilintar tentang tujuan dan alasannya mencari keturunan terakhir Jangkar Perak selain hanya memberitahu tentang nama asli ketua Jangkar Perak.

Dan Zha merasa jika Halilintar mungkin sudah waktunya mengetahui tentang dirinya karena secara tidak langsung Halilintar sudah terlibat jauh ke dalam kehidupannya, begitu juga sebaliknya.

"Apa aku bisa mempercayai mu.?" Zha menatap wajah pemuda yang berada tepat di sampingnya itu.

"Jika aku tidak bisa di percaya, untuk apa aku ada di sini bersama mu.?" jawab Hall kini mendekat kan wajahnya.

"Apa kau pura pura tidak tau jika aku sangat ingin menikahi mu.?" sambung Halilintar mencondongkan tubuhnya lebih dekat lagi pada Zha yang masih terdiam menunggu kalimat Halilintar selanjutnya.

"Aku ingin tanya, Apa dasarnya seorang pria ingin menikahi seorang wanita.?"

"Cinta .?"

"Ya, tepat sekali . Benar jawabanmu Zha. Cinta, karena aku mencintai mu."

"Tapi aku.."

"Kau tidak mencintai ku..? Ah, kau salah Zha. Kau hanya belum mengerti. Aku tau kau mencintai ku. Aku bisa merasakan nya. Jika kau tidak percaya, Kau boleh bertanya pada Elang . Benar kan Elang..?"

Elang hanya mengangguk, sambil terus menahan tawanya. Merasa bahwa Halilintar mampu membawa warna warni tersendiri dalam kehidupan mafia mereka baik untuk dirinya sendiri dan pastinya untuk Nona iblisnya.

"Berhenti bermain main dengan ku Hall..!!" Zha mengumpat ,menatap tajam pada Halilintar. Merasa kesal karena Halilintar tidak segan sedikit pun bahkan di depan Anak buah Zha ,berani memegang dagunya dan mengecup bibirnya.

Sesuatu yang membuat Elang dan sopirnya yang duduk di jok depan menahan tawa lantaran wibawa Dewi iblis mereka kini harus runtuh begitu saja di hadapan pemuda itu.

"Lepaskan tangan mu..!!" teriak Zha berontak ketika Hall merengkuhnya.

"Tidak akan ku lepaskan sebelum kau mengatakan jika kau mencintai ku." ucap Hall.

"Cepat katakan dulu., sekali saja." sambung Hall terus mengecupi pipi Zha yang sudah memerah tidak jelas itu.

"Elang,,.. cepat kau pecah kan kepala pria sialan ini.!"

"Maaf Nona, itu di luar kuasa ku. Mana aku berani melakukan nya pada Putra Tuan Hanzero. Apa nona sudah melupakan nya.?" jawab Elang tanpa menoleh kebelakang.

"Cih ... Brengsek kalian..!!" umpat Zha.

"Katakan ..!!! Ayo, atau aku akan membuat mu malu disini." Hall terus merengkuh tubuh Zha, dalam hatinya kapan lagi ia bisa mengerjai Zha di depan anak buah nya, Halilintar ingin membuktikan pada Dewi mafia itu jika tidak selamanya ia akan tangguh dan berkuasa dan bisa mengendalikan semuanya, mendominasi Zha seperti sebelum sebelumnya.

"Yaaaakkk... Aku mencintai mu sialan... Cepat lepas..!!!" Hall langsung melepaskan tangannya .

"Ah, bahagianya aku.. Dewi iblis ku.. Terimakasih atas cinta mu..!!"

"Brengsek..!!!" Zha menampar wajah Halilintar.

"Arrgg..!! Kenapa kau menamparku. Baru saja kau mengatakan jika kau mencintaiku. Dan kau sudah... Oh zha.. kau menyakiti hati ku." rintih Hall mengusap pipinya.

"Persetan..!!" ucap Zha membuka pintu mobil bertepatan dengan mobil yang sudah berhenti di depan Mansionnya.

Zha cepat keluar dan berlari ke dalam Mansion di susul Halilintar yang mengejar kekasih durhakanya itu, tidak mempedulikan Elang dan sopirnya yang menahan tawa sejak tadi hingga tawa mereka akhirnya pecah saat melirik Zha sudah masuk jauh ke dalam Mansionnya.

"Ini mansion milik mu.?" tanya Hall saat sudah berada di dalam.

"Menurut mu.?"

"Ah, tebakan ku pasti milik mu. Kalau begitu , bolehkah aku menginap disini.?"

"Mimpi saja." jawab Zha cepat menaiki tangga.

Hall terkekeh lalu mengikuti Zha menaiki tangga yang pastinya menuju kamar Zha.

Zha menghentikan langkah nya di depan sebuah kamar sebelum akhirnya memutar kenop pintu lalu membuka nya.

Menarik tangan Hall untuk masuk saat Hall sudah berada di belakangannya.

Namun siapa sangka Hall malah berbalik menarik tubuh Zha sambil menutup pintu dan memojokkan Zha di dinding dengan menatap tajam. Dengan kasar Hall melummatt bibir Zha dan mencengkeram pergelangan tangan Zha dengan kuat hingga terdengar rintihan Zha.

"Berhenti Hall." Zha mendorong kuat tubuh Pemuda itu hingga Hall melepaskan ciumannya.

Dengan nafas terengah engah Zha mengusap pergelangan tangannya yang memerah akibat Cengkeraman tangan Halilintar. Sedangkan Hall menghela nafas lalu meraih tangan Zha, menatap pergelangan tangan itu lalu mengecupnya berkali kali kemudian membawa gadis itu dalam pelukannya.

"Aku mencintai mu Kanzha.."

"Aku lelah Hall, berhenti lah memancing ku untuk berbuat kasar ." ucap Zha melemas di pelukan Halilintar.

"Baiklah, mandi dulu dan beristirahat lah. Tapi ingat, kau masih berhutang penjelasan padaku." jawab Hall membawa Zha ke ranjang milik Zha.

"Bersabar lah, jika kau benar benar ingin mengetahui tentang ku." Zha kini duduk di tepi ranjang besarnya.

"Aku akan bersabar, dan sekarang ini aku berhak tau tentang apapun yang menyangkut dirimu. Karena sebentar lagi aku harus membawa mu ke depan Nyonya Azkayra sebagai calon menantunya." jawab Halilintar sedikit menjauh sari Zha.

Jauh di dalam hati pria itu terselip keinginan kuat untuk membawa Zha keluar dari dunia gelap gadis itu. Hanya saja Hall harus Extra hati hati dan bersabar. Karena ia paham jika itu akan membutuhkan waktu yang tidak mungkin sebentar dan pastinya akan melalui proses yang tidak akan mudah.

Halilintar merebahkan dirinya di sofa yang terletak di ujung sana.

"Aku meminjam sofa mu." ucapnya memejamkan mata nya untuk sekedar mengusir rasa penatnya.

Sementara Zha , masih menatap pria itu dengan perasaan yang belum ia mengerti itu apa.

___________________

1
Arkan_fadhila
novel terbaik bergenre mafia hanya ini kayakx...padat singkat jelas menegangkan emosi terkuras romantis x real gak berlebihan ....yaa allaaahhh panjngkn umur author kesayanganku iniiih
Arkan_fadhila: sama2
total 2 replies
Arkan_fadhila
emaging semua ceritamu Thor.....menyesal aq baru ketemu wm
Dyah Oktina
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Dyah Oktina
halu mu bener2 keyen.... 👍👍👍👍👍👍❤
Dyah Oktina
ceritamu seru thor.... bacanya sampe deg... deg an...
Wanda Revano
keren parah ni novel..bnran deh kalian hrs baca klo memang penasaran sma crita mafia2.ini bnr2 crita beda dri mafia2 lainnya konfliknya bnr2 menegangkan keren jln crita tuh gk rumit gk bertele2 dan pas dg jlurnya.bnyak rahasia2 yg bkin penasaran dan gk pengen berhenti baca..sllu bkin pnasaran nih contohnya aku aja smpek menolak ngantuk buat berhenti smpek hbs kopo 2glas lho biar gk ngantuk biar bisa nylesein bca lngsung..keren sih sukses buat author💪💪👏👏🤲🤩
Wanda Revano: semoga cepet rame kk author.aku sih awlnya cuma penasaran dg jdulnya tpi pas baca seru juga jdi lanjut dn emang keren sih
total 2 replies
Wanda Revano
gilak sih ini keren bangt.megangkan kek film2 laga..keren sumpah gk ada obt👏
syamsul hadi
baru kali ini membaca novel mafia tapi tidak membosankan...
Yevin Medi
ceritanya makin kesini, makin menarik 🥰

semangat ya mbak author 💪
Nurulkasyfiyah Muchtar
masya allah kami cuma bisa mendo'akan saja disini,semoga ka any cepat sembuh amiiiiiin
Nisma HDjaraman
😭😭😭😭😭 meweeeeek akoooohhh
Nisma HDjaraman
visual Zha doooong, othor
Babycaprie lizz
𝚝𝚎𝚛𝚋𝚊𝚒𝚔👍👍
Anik Abdan
Suka sama ceritanya.seruuu...
Anik Abdan
Ceritanya seeruuuu....
Ranty s
duh kasian dede bayi yah smga zha ga lama2 di tahan nya kk authour😢😢
Ranty s
ah aku senang baca nya pasti hall tiap malam gas pool terus tuh selamat yah zha sama hall kalian akan punya anak kembar.😍😍👍👍💖💖💖💖💖💖💖
Ranty s
akan kah elang da Alexa menikah kk authour
Ranty s
aku ga kuat baca 😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😢😭😭😭😭
Ranty s
somoga hall selamt yah kasian zha yg sedang hamil aku jadi nangis nih😢😢😢😢
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!