NovelToon NovelToon
Pak Guru! I Love You

Pak Guru! I Love You

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: riena

follow Ig @rii.ena

Bastian melotot membaca surat yang ada di tangannya, surat cinta yang di terimanya dari anak perempuan berusia dua belas tahun, surat cinta.

" Cih."
Ucapnya jijik.

Bastian melemparkan begitu saja kertas merah jambu itu dilantai, lalu dengan menggunakan sapu dan sekop sampah, Bastian membuangnya ke dalam tong sampah.

Sepuluh tahun setelahnya, Malam setelah mereka menikah, Bastian baru tahu jika perempuan yang baru dinikahinya adalah bocah yang pernah menulis surat cinta padanya.

Apakah Bastian akan menceraikan Istrinya malam itu juga atau Bastian tetap melanjutkan pernikahan itu, secara Bastian sudah tiga kali gagal menikah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Apa enaknya ?

Amel membereskan sisa-sisa makan mereka, setelah memastikan semua pintu dan jendela terkunci rapat. Amel juga mematikan semua lampu, hanya menyisakan lampu dapur saja sebagai penerangan di dalam rumah, kecuali lampu teras dan belakang rumah akan terus menyala.

Berjalan pelan menuju ke dalam kamar, deg deg'kan antara takut kena omel lagi dan takut melalui malam ini.

Jika malam-malam sebelumnya, Amel bisa biasa saja karena Bastian tidak mungkin meminta hak-nya, tapi malam ini enggak. Amel sudah dalam kondisi bersih.

Apalagi tadi sudah sesumbar jika dirinya mengatakan sudah ready jika Bastian ingin memakannya, sungguh memalukan.

Rutuknya pada diri sendiri.

Pelan tangan Amel meraih pegangan pintu dan memutarnya.

Amel berdiri mematung dengan mulut melongo mendapati kamar mereka berubah menjadi, Ah....Amel semakin deg deg'kan.

" Are you ready ? "

Bastian membalikkan ucapan Amel tadi sebelum makan malam.

" Sejak kapan Mas mempersiapkan ini ? "

Amel menunjuk dekorasi kamar yang tiba-tiba ada pot dan daun plastik serta langit langit kamar yang dihiasi dengan kerlap kerlip lampu kecil.

" Dari tadi sore, kamu saja yang tidak memperhatikan, mentang mentang jadi horang kaya "

Bastian mencebikkan bibirnya lucu.

Amel terkekeh.

" Ganti bajumu sayang, pakailah baju yang ada di kamar mandi ! "

Bastian mendorong badan Amel pelan agar memasuki kamar mandi.

Sayang ?

Baru mendengar ucapan sayang dari Bastian saja, Amel rasa terbang melayang, apalagi jika begituan.

Amel menutup mukanya malu.

Pantesan Om Joko kalau sudah merayu Tante Widuri bibirnya lemes kali, rupanya....Begini rasanya.

Eh, Amel kan belum merasa. Baru Juga dapat kata sayang Amel sudah mabok.

Lupa tuh Amel dengan benci dan dendamnya, pura-pura amnesia.

Huh.

Amel menghembuskan napas kuat, tangannya meraih lingerine berwarna navy, dengan sedikit gemetar.

Apakah harus malam ini ? Bodoh kau, Mel, kenapa mulutmu tadi keganjenan ? Tuh kan, jadinya Mas Bas mempersiapkan semua.

Eh, kan aku baru mengatakannya tadi, kenapa semua serba ada ? Jangan-jangan Mas Bas memang menghitung hari- hari merahku.

Tidak ingin berlama-lama, Amel mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Mencukur apa yang perlu dicukur ( Ampun Mel, tepuk jidat emak ).

Sikat gigi, ah, Amel harus mandi sebentar biar wangi.

Tidak perlu terlalu lama mempersiapkan diri, takutnya gagal.

Kebanyakan kan seperti itu, tapi apa adanya tidak mungkin seperti itu juga, secara Bastian sudah menanti selama delapan hari.

Bukan Bastian saja sih yang menanti, Amel juga.

Setiap malam cuma bisa kaya' Teletubbies, berpelukaaann.

Ada sih kiss-kissan juga kaya' di film-film romantis gitu, tapi gak lebih.

Setiap hari Amel cuma bisa melihat Bastian yang keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk sebatas pinggang, Amel kan penasaran apa isi dibalik handuk Bastian, apalagi rasanya, eh.

Dasar Amel mesum.

Amel keluar dari dalam kamar mandi dengan langkah kaki di anggun-anggunkan, gak ada tuh seperti pengantin baru pada umumnya. Malu-malu bringasan.

Bastian yang sudah duduk menunggu di tepi ranjang memindai sosok Amel yang, beuh.

Seksi abis, Bastian saja gak nyangka kalau gadis kecil yang hitam, kurus dan dekil itu bisa berubah menjadi wanita yang cantik dan mulus.

Tubuh Amel tidak sesemok mbak Nindy, tapi semua yang ada pada Amel, pas untuk Bastian.

Tidak terlalu kekecilan, kalau kebesaran justru harus curiga, jangan-jangan di suntik.

Untungnya suasana kamar remang - remang romantis, gak kaya' warung remang-remang yang ada musik dangdutan bercampur dengan asap rokok dan aroma alkohol yang kental.

Kamar mereka mah, wangi.

Ada parfum ruangan yang setiap lima belas menit sekali akan menyemprot secara otomatis.

" Kamu gugup ? "

Bastian memegang kedua tangannya.

" Sedikit "

" Kita kan sudah sering "

" Sering ngapain ? "

Dahi Amel berkerut, jangan katakan Bastian sudah sering melakukannya dengan orang lain, mantan-mantannya terdahulu mungkin. Lalu Bastian lupa kalau sekarang istrinya Amel, bukan mantannya terdahulu.

" Berciuman "

" Hah ? Itukan beda ? "

" Beda dari mana ? Memang kamu sudah pernah ? "

" Ya belumlah, ciuman juga baru Mas yang melakukan, apalagi yang itu "

" Ya sudah, percaya deh "

Tangan Bastian mulai merayap di balik baju yang tipis dan lembut itu.

" Eh, tunggu dulu ! "

Bastian yang sudah mendekatkan wajahnya ke muka Amel, berdecak.

" Apalagi Mel ? "

" Gak minum jamu pemberian Mama ? Biar kuat dan semangat "

" Amelia Putri, kita gak butuh itu, ini kan baru pertama. Belum tahu kekuatan kita masing-masing seperti apa.

Ntar kamu kuat, Mas yang enggak atau sebaliknya.

Yang biasa saja ya ? "

Mereka sebenarnya mau ngapain sih, pakai adu kekuatan ? Adu panco ?

Telunjuk tangan Bastian mendorong bahu Amel pelan hingga Amel telentang di atas ranjang, tangannya mulai kembali mengusap dan membelai.

" Yakin nih ? Ntar kalau Mama tanya apakah jamunya sudah di minum apa belum, bagaimana ? "

Amel menahan tangan Bastian yang tengah ada diatas perutnya.

" Mel, jika kamu bicara lagi, Mas perkosa kamu ! Dan jangan salahkan Mas kalau kamu kesakitan. Sekarang, diam-lah, jangan bertanya atau berbicara hal-hal yang tidak penting "

Amel merasa ngeri juga lihat Bastian jengkel, masa' iya malam pertama mau di perkosa, enggak banget.

Amel memejamkan kedua matanya, menikmati sensasi yang lebih aneh dari malam-malam kemarin.

Dia sampai tidak sadar ketika seluruh pakaian yang.... Halah, apa masih bisa disebut pakaian jika sama sekali tidak bisa melindungi ? Sudah berada di dekat kepala Amel.

Pantes saja Amel merasa semakin kedinginan.

Bastian juga buru buru membuka semua pakaiannya, ketika Bastian sudah siap hendak bercocok tanam, Amel kembali bersuara.

" Mas, tunggu ! "

Amel bergerak hendak duduk, Bastian menahannya.

" Apalagi ? "

Suara Bastian menggeram jengkel.

Suasana kamar sudah Bastian buat seromantis mungkin, mempersiapkannya ketika Amel di rumah Omnya, tapi pertanyaan-pertanyaan Amel membuat kegiatan malam pertama mereka jadi gagal romantis.

" Boleh lihat gak ? "

" Apanya ? "

Bastian bingung Amel mau melihat apa.

" Itu ? "

Tunjuk Amel ke bawah perut Bastian.

" Gak boleh ! Rasakan saja, jangan di lihat ! Nanti dia semakin ngamuk "

" Tapi aku penasaran Mas "

" Lain kali ! "

Supaya Amel tidak bertanya aneh aneh lagi Bastian membungkam mulut Amel dengan bibirnya.

Tau kan selanjutnya apa yang terjadi.

Setelah berhasil membobol gawang lawan, akhirnya Bastian menjatuhkan badannya di sebelah Amel dengan napas yang masih belum terlihat normal.

Amel hanya diam merasakan kenyerian yang membuat kedua pangkal pahanya serasa berat untuk digerakkan.

Pantas saja Tante Widuri suka terlihat manyun kalau Om Joko minta jatah, rupanya seperti ini, apa enaknya ?

" Mas, lebih enakan ciuman dari pada...."

Amel menolehkan kepalanya ke samping, Bastian sedang menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.

" Setelah ini, kamu akan merasakan, makanya lain kali jangan bawel ! "

Amel mau bertanya lagi, tapi Bastian sudah menutup mulut Amel dengan telapak tangannya.

...******...

...🌵🌵🌵🌵🌵🌵🌵...

1
Syam
sampai di sini Bastian dan Amel 👍
Syam
cakep mell👍
Syam
mampir kak riie 🤭
zhalwaaa93
klo aku sih gak bakal mau ngasih sekalipun dia ibu kandung🥱
zhalwaaa93
berarti kecebong suamiku mati semua di dalam soalnya sudah lebih 2 tahun nikah blm berkembang perutku🤣🤣
zhalwaaa93
bener tuh mel, aku jg gak mau kasih pegang uang banyak2 ke pak misua😂
zhalwaaa93
mama dina sama gesreknya dgn pak joko🤣
zhalwaaa93
😆😆😆
maya dhaniel
oooo ini kisah kakek Bastian sama nenek Amel ya, mertuanya birru samudera, hhmmmhhhh, cerita d lapak sebelah udah khatam, makanya pindah ksini, pokok e disusuri novelnya 😁😁
maya dhaniel
menghibur
Rania Syafira
Luar biasa
Mmh dew
🧡💜💙❤❤💛
bibuk Hannan & Afnan
terus panggilnya apa dong, emak riena aja gt ya
bibuk Hannan & Afnan
lbh ganteng si tp wajahnya macho serem thor, pas karakter Rendi yg psikopat
bibuk Hannan & Afnan
aelahh mana Amel denger mas bas klo ngungkapin nya dlm hati
bibuk Hannan & Afnan
hadeuuhhhh mel Amel km gokil banget si gemesinnn, bisa²nya lg ciuman sm paksu inget sama Anwar 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yulias Fe
Kecewa
Yulias Fe
Luar biasa
syafica putri
ya ampyun kk rii selama d fz bru kmaren kk ksh tay d NT ada krya kk,cus estafet aq bcanya, pdhal di nt aq cm bca krya author ksayangan aja eh skrg krya kk nambah d dftar favq,cm 2 author ksangan yg aq bc d nt nnsetia nunggu krya selanjutnya
Mryn
SeRuuu Ceritanyaaaa 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!